Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

antaranews.Avatar border
TS
antaranews.
Pemerintah Gelisah Indonesia Gagal Jadi Negara Maju
Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam rapat dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, sejumlah anggota Komisi XI DPR khawatir Indonesia gagal jadi negara maju pada 2045.

Alasannya, saat ekonomi Indonesia tumbuh 5,11%, pengangguran masih banyak akibat PHK yang terjadi di mana-mana. Bahkan penurunan stunting tak pernah mencapai target.

Wakil Ketua Komisi XI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Dolfie Othniel Frederic Palit dan Anggota Komisi XI dari Fraksi PKS Anis Byarwati menyampaikan kecemasan dan kritikan terkait visi Indonesia Emas atau Indonesia Maju 2045 dalam rapat tersebut.

"Ini saya bicara fakta, artinya bahwa dengan kondisi seperti ini, ini tantangan yang harus kita pecahkan, dan ketika kita ingin mencapai Indonesia Emas jangan sampai Indonesia Cemas, karena target-targetnya enggak tercapai," kata Anis dalam rapat yang digelar di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (13/6/2024).

Merespons hal itu, Suharso mengakui kekhawatiran DPR itu juga sebetulnya kini tengah menjadi kekhawatiran pemerintah, khususnya di Kementerian PPN/Bappenas. Maka, saat ini tengah disusun berbagai strategi baru untuk mencegah kegagalan visi Indonesia Maju pada 2045.

"Kegelisahan kita, apakah kita akan lolos di middle income trap atau tidak kan itu pertanyaan besar kita di depan. Karena kalau kita tidak aware, ya kita lewat itu, saya setuju itu. Kami semua di Bappenas juga mencoba menghitung itu," ucap Suharso.

Ia mengatakan, fokus Bappenas kini tidak lagi pada perancangan target-target pertumbuhan ekonomi yang cepat saja, seperti keharusan pertumbuhan ekonomi ke depan sebesar 6-8% untuk mencapai visi Indonesia Maju. Melainkan lebih kepada target untuk menaikkan pendapatan masyarakat melalui ukuran Gross National Income (GNI) per capita.

"Karena kalau bicara pencapaian GNI per capita itu lebih terukur, lebih kena, karena kalau pertumbuhan ekonomi, bagi otoritas fiskal pasti hubungannya plus inflasi itu adalah untuk revenue, untuk penerimaan," ujar Suharso.

"Jadi sifatnya adalah assumption. sementara di kami tingkat pertumbuhan itu adalah tingkat pertumbuhan yang untuk, yang harus dicapai sasaran, karena itu kami mencoba dengan GNI per capita," teganya.

Untuk mengukur keberhasilan Indonesia Maju melalui kebijakan target GNI per kapita isu pertama yang tengah menjadi sorotan Kementerian PPN/Bappenas menurutnya adalah penambahan jumlah penduduk dunia yang telah naik 8 kali lipat, dari 1804 hanya 1 miliar menjadi 8 miliar pada 2024.

Pada 2048 juga masih akan bertambah hingga 9 miliar dan pada 2058 menjadi 10 miliar. Dengan terus membengkaknya jumlah penduduk dunia tersebut, maka kue ekonomi yang diperebutkan secara global juga harus dinikmati masyarakat Indonesia dengan menaikkan GNI per kapita sesuai ambang batas yang ditetapkan Bank Dunia untuk masuk kategori negara maju, yakni sebesar US$ 14.000 atau di atasnya.

"China sudah mendekati. Pada tahun kita nanti 2045 perkiraan kita adalah US$ 26.000, itu kalau pertumbuhannya 3,6%-3,4% pertumbuhan ekonomi global. Nah artinya, dengan pertambahan penduduk 1 miliar kue GNI, GDP seluruh dunia meroket juga, artinya negara-negara yang akan sejahtera juga akan banyak. Pertanyaannya Indonesia di mana waktu itu?" ungkap Suharso.

Oleh sebab itu, untuk mengejar target GNI per kapita sebagai negara maju US$ 14.000 atau setara Rp 227,88 juta per tahun, maka pada 2029 GNI per kapita masyarakat Indonesia harus sebesar US$ 7.500 atau Rp 122,08 juta per tahun. Jika angka itu tidak tercapai, ia khawatir target Indonesia Maju 2045 tak tercapai.

"Angka US$ 7.500-an per capita. kalau kita bisa mencapai US$ 7.500 per capita, maka window opportunity dalam 2025 ke 2029 mudah-mudahan membawa kita track untuk mencapai di US$ 26.000 ke atas pada 2045. Tapi kalau ini enggak tercapai, kami khawatir, seperti kekhawatiran kita semua, sekarang jumlah penduduk kita, kita lihat 2025 akan menjadi 284,4 juta, dan kemudian pada tahun 2029 kita bisa lihat angkanya naik sedikit," kata Suharso.

https://www.cnbcindonesia.com/news/2...egara-maju/amp

Yow, pak Suharso pesimis mas gansis

Gak boleh gitu mas gansis

Yakinlah Indonesia Emas, Indonesia Maju
gmc.yukon
matt.gaper
aniestoxic
aniestoxic dan 3 lainnya memberi reputasi
4
589
33
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan PolitikKASKUS Official
673KThread42.4KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.