Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

kissmybutt007Avatar border
TS
kissmybutt007
Lagi! Whistleblower Skandal Boeing Tewas Misterius, Ini Kronologinya
Lagi! Whistleblower Skandal Boeing Tewas Misterius, Ini Kronologinya
Tommy Patrio Sorongan
5–6 minutes

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang mantan auditor di perusahaan supplier untuk Boeing bernama Joshua Dean dilaporkan meninggal dunia secara mendadak. Hal ini terjadi saat auditor tersebut sedang menjadi pengungkap fakta atau whistleblower skandal keselamatan Boeing.

Mengutip Newsweek, kematian Dean diumumkan oleh bibi dan saudara perempuannya di media sosial pada hari Selasa (30/4/2024). Ibunya menulis di Facebook bahwa dia mengidap pneumonia pada bulan April dan menderita stroke setelah infeksi Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA).

"Dean dalam keadaan sehat dan terkenal memiliki gaya hidup sehat, tetapi meninggal setelah tertular infeksi yang tiba-tiba dan menyebar dengan cepat," paparnya.

Dean menjadi whistleblower skandal Boeing kedua yang meninggal secara misterius. Sebelumnya, Josh Barnett, ditemukan tewas kurang dari 2 bulan lalu setelah dilaporkan menembak dirinya sendiri.

Dean merupakan auditor pengamat kualitas di Spirit AeroSystems, yang merupakan supplier bagi Boeing 737 MAX yang sempat mengalami kecelakaan mematikan sebanyak dua kali. Ia sempat menuduh Spirit AeroSystems mengabaikan cacat dalam produksi 737 MAX.

Dean awalnya dipekerjakan oleh Spirit antara Maret 2019 dan Mei 2020, ketika ia termasuk di antara banyak staf yang dipecat oleh perusahaan selama PHK massal. Dean kembali ke Spirit pada akhir Mei 2021 sebagai auditor kualitas inti verifikasi produk dan proses (PPV).

Pada bulan Oktober 2022, ia melaporkan kepada manajemen apa yang dikatakan sebagai cacat produksi yang serius, tetapi mengatakan tidak ada langkah yang diambil. Berdasarkan gugatan tersebut, Spirit diduga "menyembunyikan" permasalahan yang dilaporkan Dean dari investor.

"Pelapor mengklaim bahwa perusahaan telah memecatnya sebagai pembalasan karena menandai cacat di pabrik Wichita, dengan menggunakan pembenaran yang salah sebagai dalih untuk mengkambinghitamkan dan membungkamnya", demikian bunyi gugatan Dean.

Dean juga telah mengajukan keluhan terhadap Spirit ke Federal Aviation Administration (FAA) dengan menuduh perusahaan tersebut melakukan pelanggaran serius dan berat pada lini produksi 737 di pabriknya. Investigasi menyimpulkan bahwa tuduhan Dean mempunyai substansi, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Tewasnya Dean sendiri terjadi saat Boeing diliputi isu keselamatan. Isu ini telah menyelimuti hampir semua produk terlaris Boeing, mulai dari 737 MAX, 787, dan 777.

Januari lalu, sebuah pesawat bertipe Boeing 737 MAX 9 yang dimiliki Alaska Airlines meledak. Insiden tersebut membuat badan pesawat robek di sisi kiri saat pesawat naik setelah lepas landas dari Portland, Oregon, Amerika Serikat (AS) dalam perjalanan ke Ontario, California.

Alhasil, pilot terpaksa berbalik dan mendarat darurat, dengan seluruh 171 penumpang dan enam awak di dalamnya selamat. Hal ini pun membuat regulator penerbangan AS (FAA) sempat melarang pesawat Boeing 737 MAX 9 untuk terbang.

Dari lini pesawat berbadan lebar, sebuah insiden juga melanda Boeing 787-9 milik maskapai Chili, LATAM. Pesawat itu dilaporkan terjun bebas dalam penerbangan dari Sydney, Australia, menuju Auckland, Selandia Baru, Maret lalu. Insiden itu menyebabkan 50 penumpang mengalami luka-luka.

Belum jelas apa penyebab insiden tersebut. Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, LATAM menyalahkan cedera tersebut akibat "kejadian teknis selama penerbangan yang menyebabkan pergerakan kuat".

Penumpang pesawat mengatakan bahwa armada itu dengan cepat kehilangan ketinggian. Kondisi ini kemudian melemparkan penumpang yang tidak terikat dengan sabuk pengaman ke langit-langit pesawat.

Selain 787, di bulan yang sama, sebuah ban jatuh dari Boeing 777-200 milik United Airlines setelah lepas landas di Bandara San Francisco. Pesawat itu sejatinya sedang dalam perjalanan menuju Osaka, Jepang, tetapi dialihkan ke Los Angeles dan mendarat dengan selamat.

Insiden ini merusak beberapa mobil di tempat parkir karyawan yang dekat dengan bandara. Beberapa mobil rusak namun tidak ada laporan korban luka.

https://www.cnbcindonesia.com/news/2...i-kronologinya


ngeri emoticon-Takut
mnotorious19150
qavir
ardjoenalara
ardjoenalara dan 3 lainnya memberi reputasi
4
970
16
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
Berita Luar NegeriKASKUS Official
79.6KThread11.8KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.