- Beranda
- Berita dan Politik
Alasan PSI Dorong Jokowi Jadi Ketua Koalisi, di Atas Ketum Partai
...
TS
ahmadmikail10
Alasan PSI Dorong Jokowi Jadi Ketua Koalisi, di Atas Ketum Partai
Alasan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk mendorong Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjadi ketua koalisi partai politik yang berada di atas ketua umum partai.
Wakil Ketua Dewan Pembina DPP PSI Grace Natalie berpandangan bahwa, Jokowi harusnya menjadi sosok di atas semua partai-partai politik. Terlebih bisa memimpin koalisi dengan visi yang sama menuju Indonesia Maju.
“Saya pikir ide bagus juga, Pak Jokowi mungkin bisa jadi ketua dari koalisi partai-partai, semacam barisan nasional, partai-partai mau melanjutkan atau punya visi yang sama menuju Indonesia emas,” kata Grace.
“Itu kan masih usulan ya, detailnya kita belum tahu juga, kan perlu dibicarakan juga, ini kan banyak partai, banyak kepentingan, banyak kepala, jadi akan seperti apa dinamikanya belum tahu,” lanjutnya.
Menanggapi hal itu, Manajer Riset Populi Center Dimas Ramadhan menilai, jika PSI sedang menaikkan posisi tawarnya dengan mengusulkan Jokowi sebagai pimpinan koalisi.
Hal ini dilakukan akibat dari perolehan suara PSI sendiri hingga Pemilu 2024 ini masih terbilang kecil. Sehingga yang dibutuhkan daya tawar yang besar hingga ajukan sosok Jokowi.

Foto: Antara
“Dari perspektif komunikasi politik, yang saya lihat PSI sedang membangun posisi tawar dihadapan partai-partai koalisi lainnya. Sebab, perolehan suara PSI termasuk yang paling kecil bila dibandingkan dengan partai lainnya. Dengan mendorong Jokowi (yang kita asumsikan saat ini tidak/belum berpartai) sebagai ketua koalisi, posisi tawar PSI akan lebih baik, jika dibandingkan posisi ketua koalisi dipegang oleh tokoh atau partai lain,” kata Dimas.
“Di sisi lain, wacana mendorong Jokowi menjadi ketua koalisi cukup absurd. Sebab untuk jadi ketua koalisi, paling tidak Jokowi harus berpartai, karena yang dipimpin ialah partai-partai politik penyokong pemerintahan,” lanjutnya.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mendorong Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjadi ketua koalisi partai politik yang berada di atas ketua umum partai, merupakan salah satu anggota Koalisi Indonesia Maju yang mendukung calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming pada Pilpres 2024.
Meski ini terlihat sangat sulit dilakukan, namun hal ini sepertinya akan terjadi dengan pertemuan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan sejumlah ketua umum partai anggota Koalisi Indonesia Maju beberapa waktu sebelum Pemilu 2024.
Makin menarik aja nih dunia politik.
Yang penting akur dah...
Sumber: Link Referensi
Wakil Ketua Dewan Pembina DPP PSI Grace Natalie berpandangan bahwa, Jokowi harusnya menjadi sosok di atas semua partai-partai politik. Terlebih bisa memimpin koalisi dengan visi yang sama menuju Indonesia Maju.
“Saya pikir ide bagus juga, Pak Jokowi mungkin bisa jadi ketua dari koalisi partai-partai, semacam barisan nasional, partai-partai mau melanjutkan atau punya visi yang sama menuju Indonesia emas,” kata Grace.
“Itu kan masih usulan ya, detailnya kita belum tahu juga, kan perlu dibicarakan juga, ini kan banyak partai, banyak kepentingan, banyak kepala, jadi akan seperti apa dinamikanya belum tahu,” lanjutnya.
Menanggapi hal itu, Manajer Riset Populi Center Dimas Ramadhan menilai, jika PSI sedang menaikkan posisi tawarnya dengan mengusulkan Jokowi sebagai pimpinan koalisi.
Hal ini dilakukan akibat dari perolehan suara PSI sendiri hingga Pemilu 2024 ini masih terbilang kecil. Sehingga yang dibutuhkan daya tawar yang besar hingga ajukan sosok Jokowi.

Foto: Antara
“Dari perspektif komunikasi politik, yang saya lihat PSI sedang membangun posisi tawar dihadapan partai-partai koalisi lainnya. Sebab, perolehan suara PSI termasuk yang paling kecil bila dibandingkan dengan partai lainnya. Dengan mendorong Jokowi (yang kita asumsikan saat ini tidak/belum berpartai) sebagai ketua koalisi, posisi tawar PSI akan lebih baik, jika dibandingkan posisi ketua koalisi dipegang oleh tokoh atau partai lain,” kata Dimas.
“Di sisi lain, wacana mendorong Jokowi menjadi ketua koalisi cukup absurd. Sebab untuk jadi ketua koalisi, paling tidak Jokowi harus berpartai, karena yang dipimpin ialah partai-partai politik penyokong pemerintahan,” lanjutnya.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mendorong Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjadi ketua koalisi partai politik yang berada di atas ketua umum partai, merupakan salah satu anggota Koalisi Indonesia Maju yang mendukung calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming pada Pilpres 2024.
Meski ini terlihat sangat sulit dilakukan, namun hal ini sepertinya akan terjadi dengan pertemuan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan sejumlah ketua umum partai anggota Koalisi Indonesia Maju beberapa waktu sebelum Pemilu 2024.
Makin menarik aja nih dunia politik.
Yang penting akur dah...
Sumber: Link Referensi
casper69 dan amekachi memberi reputasi
2
372
15
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
691.7KThread•56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya