- Beranda
- Berita dan Politik
Masyarakat Deli Serdang Bantu Rp 458.800.000 untuk Warga Rohingya
...
TS
Putrikucink
Masyarakat Deli Serdang Bantu Rp 458.800.000 untuk Warga Rohingya
Masyarakat Deli Serdang Bantu Rp 458.800.000 untuk Warga Rohingya



Kepedulian masyarakat terhadap krisis kemanusiaan yang menimpa warga Rohingya terus mengalir, kini empati tersebut ditunjukkan oleh elemen masyarakat Kabupaten Deli Serdang seperti Bantuan dari penggalangan dana di simpang tugu Lubuk Pakam dan simpang pantai labu, MTS Nurul Hidayah, penggalanagan dana door to door di Kota Lubuk Pakam, GBI Cokroaminoto, Klenteng Kuan Tie Bio, Klenteng Lengseng Bio, Klenteng Huai Thai Keng dan Klenteng Li huat Kwang,
Selanjutnya Sekolah dharma Bakti Lubuk Pakam, Masjid Tarbiyah Sekip, Sekolah Nusantara, Sekolah Methodist Lubuk Pakam, bantuan dari Masjid Syukur Pasar Miring Pagar Merbau, Masjid Amaliyah Pasar Miring Pagar Merbau. Bantuan dari Vihara Budha Narada Tanjung Morawa, Penggalangan di Kota Tanjung Morawa. Nahdathul Ulama Kabupaten Deli Serdang, bantuan dari Korpri serta bantuan dari Umat Islam melalui Kantor Kemenag Deli Serdang.
Bantuan untuk korban kemanusiaan yang terkumpul sebesar Rp 458.800.000 yang dikoordinir oleh FKUB Deli Serdang ini diserahkan Bupati Deli serdang H Ashari Tambunan didampinggi Ketua FKUB H Waluyo, Sekdakab Darwin Zen S.Sos, di Aula Cendana Kantor Bupati, Selasa (10/10) kepada lembaga kemanusiaan “Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang diterima Ketua ACT Pusat Rahardiansyah untuk salurkan untuk mengurangi penderitaan masyarakat muslim Rohingya.”
Bupati Deli Serdang mengatakan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui surat himbauan Bupati Deli Serdang Tanggal 7 September 2017 Berkoordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), telah melakukan penggalangan dana bantuan,yang tujuannya adalah untuk membantu meringankan beban penderitaan yang sedang dialami oleh saudara – saudara kita warga Rohingya.
Pada hari ini telah terkumpul dana bantuan dari hasil penggalangan dana yang telah kita lakukan selama ini,untuk diserahkan melalui lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT), yang merupakan organisasi kemanusiaan global yang memiliki jaringan di Myanmar untuk disalurkan kepada saudara – saudara kita yang menjadi koban konflik kemanusiaan di Myanmar.
Diakhir sambutannya bupati menyampaikan ucapan terimakasih kepada masyarakat Deli Serdang atas kepedulian dan bantuan yang telah diberikan sehingga apa yang kita berikan ini dapat meringankan beban para saudara-saudara kita yang sedang mengalami cobaan.
Acara yang dihadiri dari Kakan Kemenag Deli Serdang, MUI Kab Dli Serdang, PHDI Kab Deli Serdang serta para tokoh agama tersebut, FKUB Deli Serdang memberikan piagam penghargaan kepada para donatur pemberi bantuan yang disaksikan Bupati Deli Serdang.
https://portal.deliserdangkab.go.id/...-rohingya.html
Syukurlah berkat PKS, lewat pemerintahan deliserdang yang selama ini menindak kaum pribumi yang sudah berjualan daging piggy selama puluhan tahun di depan rumah mereka sendiri, dengan alasan berada di tepi jalan umum yang banyak kaum pendatang hoejabs maling gentayangan setiap hari, jugak berhasil memalak jizyaa duit kafir tafirun untuk di salurkan ke lembaga teroris ACT yang membiayai berbagai kerusuhan2 bakar tempat ibadah kafir tafir baik di dalam maupun luar negeri
ormas Lashkar-e-Taiba pembakar pura Hindu di Indihe pasti jingkrak2 seneng
YANG DALAM HATINYA MENOLAK PENGUNGSI ROHINGYA....MAKA TANYAKAN....DARI PINTU SYURGA YANG MANA DIA INGIN MASUK?????? PINTU DEPAN ???? PINTU BELAKANG ??? BASEMENT????



YAA ALLOH...HANCURKANLAH SEMUA PENOLAK ROHINGYA JUGA SEMUA TEMPAT KESYIRIKAN MRK DIMANAPUN BERADA



rohingya ke pulau seberang saja, nanti ditampung sama si Coli-ish, dirut pesantren pulau sana
typical kadrun, selalu menjilat bokong eh ludah sendiri
fenomena menjilat ludah sendiri memang sangat umum dan paling tinggi di negara2 kadrun,bukan di indonistan saja
pada zaman Belanda, pajak hasil bumi bervariasi, dengan batas maksimal 10%, dipungut oleh konco2 pemerintah Belanda bersama punggawa kesultanan daerah
Sesudah belanda hengkang, maka pajak hasil bumi dihapus, diganti dengan "bagi hasil" antara pemerintahan2 berbagai pulau dengan pulau "anak mas", dengan rate antara 35%-45%,dipungut oleh BUMN bersama konco2 nya BUMD berbagai pulau
berhubung selama puluhan tahun, pulau "anak mas" (yang mana lahan pertaniannya sudah banyak dibeton jadi mall dan pusat perbelanjaan serta pesantren) sudah hidup dalam kemewahan dari upeti hasil bumi berbagai pulau lain, dan menikmati standard hidup tinggi,maka seyogyanya pulau "anak mas" yang menampung semua pengungsi dan imigran gelap baik dari rohingya, bangladesh, suriah, setuju tidak ?
Sebagai perbandingan, dusun sangat maha terpencil sekali di pulau "anak mas" sudah punya wifi dan sering komplen di X (twitter) masalah koneksi internet opsel plat merah lelet (sekali lagi dusun yah, bukan kampung/desa, tapi dusun, camkan itu)
sementara kampung/desa terpencil di sumatera, listrik pun tiada (sekali lagi kampung/desa yah, bukan dusun, camkan lagi baik2)
Remember guys, pepatah lama "manusia yang bisa dipegang hanya omongannya"
Tidak ada dan tidak akan pernah ada yang baik dari berteman dengan sijenggot penjilat ludah sendiri, tidak di dunia maya, maupun di dunia nyata



Kepedulian masyarakat terhadap krisis kemanusiaan yang menimpa warga Rohingya terus mengalir, kini empati tersebut ditunjukkan oleh elemen masyarakat Kabupaten Deli Serdang seperti Bantuan dari penggalangan dana di simpang tugu Lubuk Pakam dan simpang pantai labu, MTS Nurul Hidayah, penggalanagan dana door to door di Kota Lubuk Pakam, GBI Cokroaminoto, Klenteng Kuan Tie Bio, Klenteng Lengseng Bio, Klenteng Huai Thai Keng dan Klenteng Li huat Kwang,
Selanjutnya Sekolah dharma Bakti Lubuk Pakam, Masjid Tarbiyah Sekip, Sekolah Nusantara, Sekolah Methodist Lubuk Pakam, bantuan dari Masjid Syukur Pasar Miring Pagar Merbau, Masjid Amaliyah Pasar Miring Pagar Merbau. Bantuan dari Vihara Budha Narada Tanjung Morawa, Penggalangan di Kota Tanjung Morawa. Nahdathul Ulama Kabupaten Deli Serdang, bantuan dari Korpri serta bantuan dari Umat Islam melalui Kantor Kemenag Deli Serdang.
Bantuan untuk korban kemanusiaan yang terkumpul sebesar Rp 458.800.000 yang dikoordinir oleh FKUB Deli Serdang ini diserahkan Bupati Deli serdang H Ashari Tambunan didampinggi Ketua FKUB H Waluyo, Sekdakab Darwin Zen S.Sos, di Aula Cendana Kantor Bupati, Selasa (10/10) kepada lembaga kemanusiaan “Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang diterima Ketua ACT Pusat Rahardiansyah untuk salurkan untuk mengurangi penderitaan masyarakat muslim Rohingya.”
Bupati Deli Serdang mengatakan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui surat himbauan Bupati Deli Serdang Tanggal 7 September 2017 Berkoordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), telah melakukan penggalangan dana bantuan,yang tujuannya adalah untuk membantu meringankan beban penderitaan yang sedang dialami oleh saudara – saudara kita warga Rohingya.
Pada hari ini telah terkumpul dana bantuan dari hasil penggalangan dana yang telah kita lakukan selama ini,untuk diserahkan melalui lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT), yang merupakan organisasi kemanusiaan global yang memiliki jaringan di Myanmar untuk disalurkan kepada saudara – saudara kita yang menjadi koban konflik kemanusiaan di Myanmar.
Diakhir sambutannya bupati menyampaikan ucapan terimakasih kepada masyarakat Deli Serdang atas kepedulian dan bantuan yang telah diberikan sehingga apa yang kita berikan ini dapat meringankan beban para saudara-saudara kita yang sedang mengalami cobaan.
Acara yang dihadiri dari Kakan Kemenag Deli Serdang, MUI Kab Dli Serdang, PHDI Kab Deli Serdang serta para tokoh agama tersebut, FKUB Deli Serdang memberikan piagam penghargaan kepada para donatur pemberi bantuan yang disaksikan Bupati Deli Serdang.
https://portal.deliserdangkab.go.id/...-rohingya.html
Syukurlah berkat PKS, lewat pemerintahan deliserdang yang selama ini menindak kaum pribumi yang sudah berjualan daging piggy selama puluhan tahun di depan rumah mereka sendiri, dengan alasan berada di tepi jalan umum yang banyak kaum pendatang hoejabs maling gentayangan setiap hari, jugak berhasil memalak jizyaa duit kafir tafirun untuk di salurkan ke lembaga teroris ACT yang membiayai berbagai kerusuhan2 bakar tempat ibadah kafir tafir baik di dalam maupun luar negeri

ormas Lashkar-e-Taiba pembakar pura Hindu di Indihe pasti jingkrak2 seneng

YANG DALAM HATINYA MENOLAK PENGUNGSI ROHINGYA....MAKA TANYAKAN....DARI PINTU SYURGA YANG MANA DIA INGIN MASUK?????? PINTU DEPAN ???? PINTU BELAKANG ??? BASEMENT????




YAA ALLOH...HANCURKANLAH SEMUA PENOLAK ROHINGYA JUGA SEMUA TEMPAT KESYIRIKAN MRK DIMANAPUN BERADA




rohingya ke pulau seberang saja, nanti ditampung sama si Coli-ish, dirut pesantren pulau sana

typical kadrun, selalu menjilat bokong eh ludah sendiri

fenomena menjilat ludah sendiri memang sangat umum dan paling tinggi di negara2 kadrun,bukan di indonistan saja

pada zaman Belanda, pajak hasil bumi bervariasi, dengan batas maksimal 10%, dipungut oleh konco2 pemerintah Belanda bersama punggawa kesultanan daerah
Sesudah belanda hengkang, maka pajak hasil bumi dihapus, diganti dengan "bagi hasil" antara pemerintahan2 berbagai pulau dengan pulau "anak mas", dengan rate antara 35%-45%,dipungut oleh BUMN bersama konco2 nya BUMD berbagai pulau

berhubung selama puluhan tahun, pulau "anak mas" (yang mana lahan pertaniannya sudah banyak dibeton jadi mall dan pusat perbelanjaan serta pesantren) sudah hidup dalam kemewahan dari upeti hasil bumi berbagai pulau lain, dan menikmati standard hidup tinggi,maka seyogyanya pulau "anak mas" yang menampung semua pengungsi dan imigran gelap baik dari rohingya, bangladesh, suriah, setuju tidak ?

Sebagai perbandingan, dusun sangat maha terpencil sekali di pulau "anak mas" sudah punya wifi dan sering komplen di X (twitter) masalah koneksi internet opsel plat merah lelet (sekali lagi dusun yah, bukan kampung/desa, tapi dusun, camkan itu)
sementara kampung/desa terpencil di sumatera, listrik pun tiada (sekali lagi kampung/desa yah, bukan dusun, camkan lagi baik2)
Remember guys, pepatah lama "manusia yang bisa dipegang hanya omongannya"
Tidak ada dan tidak akan pernah ada yang baik dari berteman dengan sijenggot penjilat ludah sendiri, tidak di dunia maya, maupun di dunia nyata
InRealLife dan kakekane.cell memberi reputasi
0
145
12
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
696KThread•59.4KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya