• Beranda
  • ...
  • The Lounge
  • Ngeri! Pamer Kemaluan Besar, Oknum Hakim di Lampung pun Dipolisikan Asisten Pribadi!

amekachiAvatar border
TS
amekachi
Ngeri! Pamer Kemaluan Besar, Oknum Hakim di Lampung pun Dipolisikan Asisten Pribadi!












Ngeri! Pamer Kemaluan Besar, Seorang Oknum Hakim di Lampung pun Akhirnya Dipolisikan Asisten Pribadi!

Yang namanya pelecehan seksual tidak bisa ditunjukkan dengan sesuatu perbuatan yang dinilai besar-besar saja ya gansist, semisal kasus rudapaksa atau berbagai tindakan yang mengakibatkan luka fisik pada korbannya.

Namun tindakan seperti memperlihatkan alat kelaminnya pun sudah termasuk dalam kategori pelecehan seksual, ada juga beberapa kasus seperti dulu pernah ada istilah begal payudara. Namun itu bisa dimasukkan dalam perbuatan yang melukai secara fisik juga, tapi ada nih gansist sekarang tentang sebuah peristiwa yang agak mencengangkan karena tindakan tidak pantas ini malah dilakukan oleh orang yang sebenarnya dinilai sangat mengerti hukum di Indonesia.


Quote:





Pada saat yang sama, banyak pihak yang telah menyoroti masalah hukum yang "tumpul ke atas" di Indonesia. Mereka mengungkapkan bahwa seringkali hukum tidak berjalan dengan adil dan efektif ketika melibatkan kelompok orang-orang berpengaruh dan keluarga mereka yang memiliki kekayaan.

Di beberapa waktu pula para tokoh nasional Indonesia mengungkapkan untuk berkomitmen mengubah situasi ini jika dia diberikan kesempatan menduduki kepemerintahan RI. Ia menegaskan perlunya penegakan hukum yang tegas dan adil dari pihak aparat penegak hukum, sementara masyarakat kecil harus mendapatkan perlindungan hukum yang lebih baik.


Quote:





Diperoleh berbagai keterangan dalam kasus ini, yaitu pelaku adalah seorang hakim yang masih berdinas di pengadilan tinggi Tanjungkarang sedangkan mantan asisten pribadinya alias sang korban berinisial SF (23).

Selain kerap menunjukkan kemaluannya yang besar secara berulang kali, pelaku juga sering mengajak korban untuk berhubungan suami-istri. Dennis kembali menerangkan pula jika dari pemeriksaan kejadian ini berawal saat tanggal 11 Oktober 2023 lalu, di mana disaat itu korban bekerja kepada terlapor.

Walaupun tindakan semacam itu tidak melukai secara fisik namun tetap mengerikan ya gansist, sebab dampaknya sangat besar untuk kondisi psikologis sang korban. Kasus ini juga bisa dijadikan gambaran untuk kita bahwa kalau tentang kejahatan pelecehan seksual itu selain pelaku tidak memilih targetnya dan siapa saja baik laki-laki maupun perempuan bisa menjadi korban namun juga sebagai korban hampir tidak bisa memastikan tentang siapakah orang yang akan jadi pelaku kejahatan tersebut.

Bahkan yang sekelas hakim pun sanggup berbuat kejahatan yang seperti itu!

'Narasi dan Opini Sendiri'


Tulisan Sendiri:

@amekachi

Sumber Tulisan dan Gambar:

1

2
provokadrun
dianarum123
muwe
muwe dan 16 lainnya memberi reputasi
17
1.7K
84
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The Lounge
icon
922.6KThreadā€¢81.7KAnggota
Terlama
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Ikuti KASKUS di
Ā© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.