dompetjadipeci
TS
dompetjadipeci
Mengapa Kipas Angin Tidak Bisa Menggantikan AC, Ini Dia Alasannya Menurut Pria Ini



Sejak kecil kita mengetahui bahwa penggunaan AC sebenarnya dapat berdampak pada peningkatan suhu rata-rata bumi. Namun hingga saat ini pengunaan AC justru terus meningkat dan tidak terbendung. Bahkan hampir semua tempat di muka bumi saat ini memiliki AC, mudah sekali bagi kita untuk menemukan penggunaan AC di sekitar kita misalnya. Lantas mengapa hal ini belum ada penyelesaiannya meskipun kita tahu bahwa kipas angin juga sama-sama dapat menurunkan suhu.

Ternyata penjelasan mengenai mengapa jumlah penggunaan AC semakin meningkat dan tidak bisa tergantikan oleh kipas dapat terbilang cukup kompleks dan sampai kapanpun belum bisa digantikan. Rupanya kenaikan suhu rata-rata bumi akibat pemanasan global juga berkaitan dengan semakin banyaknya penggunaan teknologi ini. Namun penjelasan dari Pria kali ini selaku pekerja tambang akan menjelaskannya secara gamblang dan terperinci, penasaran bagaimana penjelasannya? mari kita cermati para thread kali ini!




Sebagai pekerja tambang di Pilbara, Australia, Tony Christian Ratcliffe menjadi sangat paham akan kehadiran AC di lingkungan tempat kerjanya dimana di tempat tersebut disediakan 300 mess untuk para karyawan hidup selama proses penambangan berlangsung. Mess bongkar pasang ini terbuat dari material mirip kontainer kargo sehingga paparan matahari akan langsung membuat suhu di dalamnya meningkat. Menurut Tony, tanpa kehadiran AC seluruh areal pertambangan ini akan menjadi neraka.

Oleh karena terdapat ratusan mess di lokasi tersebut, jumlah AC yang terpasang pun juga terdapat ratusan. Bahkan ada beberapa mess yang mempunyai 2-3 AC sendiri. Meskipun kita tahu bahwa kipas jauh lebih hemat daya dan ramah lingkungan, mengapa penggunaan kipas angin tak pernah diterapkan di areal pertambangan tersebut? Menurut Tony sendiri jawabannya cukup simpel bila kamu sudah melihat lokasi bekerja di tempat tersebut.



Di area tempat Tony bekerja, hampir tidak ada vegetasi sama sekali yang mampu melindungi diri dari pancaran sinar matahari. Akibat zat-zat residu kimia dari tambang, tanah di sekitar menjadi tidak dapat ditumbuhi oleh tanaman semak dan memulai suksesi primer. Sehingga selama tambang terus beroperasi, pepohonan tidak akan bisa tumbuh di sana menyebabkan para pekerja tidak memiliki tempat untuk berteduh sama sekali selain di mess yang disediakan.

Area mess tempat Tony bekerja diketahui memiliki suhu 38-40° C. Hal ini diperparah dengan kelembapan udara yang sangat rendah akibat tidak adanya vegetasi di areal tersebut. Menurut Tony, semua orang yang pertama kali merasakan pengalaman kerja di tempat tersebut akan sangat bersyukur karena tersedianya teknologi AC untuk semua mess karyawan. Suhu di dalam mess bila AC tidak dinyalakan diketahui jauh lebih panas dibanding suhu di luar akibat material bangunan bongkar pasang yang memang memiliki kelemahan seperti itu atau tidak memiliki insulasi yang baik.



Jadi mengapa kipas angin tidak digunakan pada mess ini untuk alternatif ramah lingkungan yang bisa mengurangi penggunaan listrik. Jawabannya ada sangat tidak memungkinkan. Menurut Tony suhu berkisar 38-40°C ditambah kelembapan udara yang sangat rendah menyebabkan kipas angin mencapai titik jenuhnya atau dengan kata lain terus-terusan berputar tanpa menghasilkan perubahan suhu. Hal inilah yang membuat peran AC tidak bisa digantikan. Sebab prinsip kerja AC bukan hanya mengalirkan udara tetapi menghisap udara panas untuk kemudian diubah menjadi dingin.

Penggunaan AC di tempat kerja Tony dapat terbilang sudah tak bisa dilepaskan. Ruang penyimpanan es dan ruang laundry bahkan disediakan AC juga di dalamnya sehingga semua sudut bagian dalam kantor pertambangan tersebut memiliki suhu dingin yang terjaga. Pada lokasi tersebut, ketika suhu dalam ruangan sudah mencapai 24°C, orang-orang akan segera komplain agar AC segera dinyalakan. Berbeda dengan warga Indonesia dimana suhu 24°C pun masih tergolong suhu yang sejuk.



Ada dampak lainnya yang terjadi di lingkungan pertambangan akibat penggunaan AC yaitu, air-air hasil kondensasi yang dikeluarkan lewat saluran pembuangan di luar ruangan memancing para hewan untuk mencari air minum yang mudah dijangkau. Tony sering menemukan keberadaan hewan endemik yang mulai bergantung pada air hasil kondensasi AC. Meski demikian, selama saluran freon tidak bocor, air buangan tersebut sebenarnya aman untuk dikonsumsi hewan.

—oOo—

Itu dia alasannya mengapa kipas angin tidak bisa menggantikan AC menurut Tony Christian Radcliffe. Di lingkungan kerja seperti tempat bekerja Tony, sudah jelas bahwa mau bagaimanapun caranya, penggunaan kipas angin tidak akan bisa menyelesaikan permasalahan suhu 38-40°C pada lokasi tersebut. Kipas angin memiliki permasalahan utama bila menghadapi kondisi seperti ini dimana alat ini tidak didesain untuk menyerap udara panas. Jika gansis tidak memiliki situasi seperti kantor Tony, ada baiknya untuk tetap mengandalkan kipas angin karena lebih hemat daya dan ramah lingkungan.


Sumber : Disini
goeltom25338186jhon_fcfathroni
fathroni dan 15 lainnya memberi reputasi
16
3K
117
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Yuk bergabung agar dapat lebih banyak informasi yang dibagikan di Komunitas LG ThinQ Community
LG ThinQ Community
LG ThinQ Community
icon
558Thread4.7KAnggota
Terlama
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.