Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

quaeAvatar border
TS
quae
Kejahatan seks: Investigasi BBC membongkar praktik dukun cabul berkedok agama
Reporter: Hanan Razek
BBC News Arab
9 Agustus 2023


BBC Arab melakukan investigasi untuk mengungkap praktek dukun cabul.

Tindakan pelecehan dan eksploitasi seks oleh para lelaki yang bekerja sebagai "tabib" atau "penyembuh spiritual" telah diungkap oleh BBC Arab.

'Penyembuhan spiritual', yang juga dikenal sebagai "penyembuhan ala Quran", adalah praktik populer di dunia Arab dan Muslim.

Kebanyakan kaum perempuan mengunjungi para tabib, yang diyakini dapat memecahkan masalah dan menyembuhkan penyakit dengan mengusir roh jahat yang dikenal sebagai "jin".

Sejumlah kesaksian yang dikumpulkan BBC dari 85 orang perempuan selama lebih dari setahun, mengungkap bahwa 65 orang yang disebut sebagai tabib di Maroko dan Sudan - dua negara tempat praktik semacam itu amat populer - mengaku menjadi korban beragam tindakan mulai dari pelecehan seks hingga pemerkosaan.

Kami menghabiskan waktu berbulan-bulan berbicara dengan kalangan LSM, pengadilan, pengacara, dan sejumlah perempuan guna mengumpulkan serta memverifikasi kasus-kasus dugaan pelecehan.

Seorang reporter yang menyamar sebagai pasien salah seorang tabib, mengaku dirinya disentuh secara tidak pantas. Sang reporter kemudian kabur dari lokasi kejadian.

Peringatan: Artikel ini mengungkap beberapa detail yang bakal membuat Anda tidak nyaman.

Dalal (bukan nama sebenarnya) berusaha menyembuhkan depresi dengan berobat ke seorang tabib di sebuah kota di dekat Casablanca, sekian tahun silam, ketika dia berusia pertengahan 20-an tahun.

Dia berujar bahwa sang tabib mengatakan kepadanya bahwa depresi disebabkan ulah "kekasih jin" yang merasukinya.

Pada setiap sesi konseling, dukun itu memintanya mencium aroma yang dia sebutkan sebagai musk - tetapi sekarang dia yakini itu semacam obat bius, karena dia saat itu kehilangan kesadaran.

Dalal, yang belum memiliki pengalaman seksual sebelumnya, mengaku dia terbangun dan menemukan celana dalamnya telah dilepas. Saat itu dia menyadari dirinya telah dirudapaksa.

Dalal bercerita dirinya berteriak pada raqi (tabib), menanyakan apa yang telah dia lakukan padanya.

"Saya berkata: 'Kamu memalukan! Kenapa kamu melakukannya padaku?' Dia menjawab: 'Supaya jin itu meninggalkan tubuhmu.'"

Dalal berkata dia tidak memberi tahu siapa pun atas apa yang terjadi, karena dia sangat malu dan yakin dia akan dituduh macam-macam.

Ketika dia mengetahui beberapa minggu kemudian bahwa dia hamil, dia ketakutan luar biasa.

Dia bahkan terpikir untuk bunuh diri.

Saat dia memberi tahu sang tabib tentang kehamilannya, dia menjawab jin pasti telah menghamilinya.

Dalal mengatakan dia sangat trauma dengan apa yang dialaminya, sehingga ketika bayinya lahir, dia menolak melihatnya, menggendongnya, atau bahkan memberinya nama. Dia lantas menyerahkan bayinya tersebut untuk diadopsi.

Dia memberi tahu kami bahwa jika keluarganya mengetahui apa yang terjadi padanya, mereka akan membunuhnya.

Banyak perempuan yang kami ajak bicara mengaku bahwa mereka takut disalahkan jika melaporkan pelecehan yang mereka alami.

Dan karena itulah sangat sedikit yang memberi tahu keluarganya, apalagi polisi.

Sebagian mengatakan mereka juga khawatir bahwa melaporkan apa yang telah terjadi dapat membuat sosok jin melakukan balas dendam kepadanya.

Di Sudan, seorang perempuan bernama Sawsan memberi tahu kami bahwa ketika suaminya meninggalkan rumah untuk tinggal bersama istri keduanya, dia kehabisan uang dan meminta bantuan seorang tabib.

Dia bercerita bahwa dia berharap sang dukun bisa memberinya semacam obat agar suaminya dapat memperlakukannya lebih baik.

Tapi dia menolak cara penyembuhan ala sang dukun.

"Dia bilang dia akan berhubungan seks dengan saya dan menggunakan cairan tubuh yang dihasilkan untuk membuat ramuan yang harus saya berikan kepada suami saya."

Saran seperti itu menunjukkan bahwa tabib itu "tak kenal takut", katanya.

"Dia yakin saya tidak akan melaporkannya ke polisi atau pengadilan atau bahkan suami saya."


Sawsan, seorang perempuan di Sudan, mengatakan sang tabib membujuknya untuk berhubungan seks dengannya akan membantunya untuk 'menyembuhkan' suaminya.

Sawsan mengatakan dia cepat-cepat meninggalkan konseling itu dan tidak pernah kembali. Dia tidak melaporkan tindakan tabib itu.

Sebanyak tiga dari 50 perempuan yang kami wawancarai di Sudan mengungkap tindakan eksploitasi atau pelecehan seks oleh sosok pemuka agama yang sama, yaitu Sheikh Ibrahim.

Salah satu perempuan, yang tidak kami sebutkan namanya, mengaku pria itu telah memanipulasinya untuk berhubungan seks dengannya.

Perempuan lain, Afaf, mengatakan kepada kami bahwa dia harus mendorong laki-laki itu ketika dia meminta berhubungan seks dengannya. Dia bilang dia merasa tidak berdaya.

"Masyarakat tak bisa menerima bahwa Sheikh mengatakan dan melakukan hal itu. Mereka tidak percaya. Bagaimana saya bisa menemukan saksi? Tidak ada yang melihat saya di ruangan bersamanya."

Karena itu, seorang jurnalis investigasi yang bekerja sama dengan tim kami setuju untuk mengunjungi Sheikh Ibrahim guna mengumpulkan lebih banyak bukti.

Sang reporter, yang kami sapa dengan sebutan Reem, menyamar sebagai pasien yang mengidap kemandulan.

Sheikh Ibrahim mengatakan dia akan berdoa untuknya, dan menyiapkan sebotol "air penyembuhan" - dikenal sebagai "mahayya" - untuk dibawa pulang dan diminum.

Reem mengatakan sang tabib lantas duduk berdempetan dengannya, dan meletakkan tangannya di perutnya. Ketika Reem meminta agar Sheikh melepaskan tangannya, katanya, dia memindahkan tangannya ke bawah tubuh Reem, di atas pakaian Reem, dan ke alat kelamin Reem. Dia lalu kabur dari ruangan pengobatan.

"Saya benar-benar terguncang akibat ulahnya," kata Reem kepada kami.

Dia merasa sikap Sheikh menunjukkan bahwa ini bukan pertama kalinya dia melakukan tindakan seperti itu.

BBC menanyai Sheikh Ibrahim tentang apa yang terjadi pada Reem. Dia menyangkal bahwa dia melecehkan atau menyerang perempuan secara seksual untuk meminta bantuannya, dan tiba-tiba mengakhiri wawancara kami.


Syeh Ibrahim menyangkal dia melecehkan atau menyerang perempuan secara seksual untuk meminta bantuannya, dan tiba-tiba mengakhiri wawancara dengan kami.

Seorang perempuan yang menawarkan pengobatan alternatif bagi mereka yang menginginkan 'penyembuhan spiritual', tanpa risiko eksploitasi, adalah Syeha Fatima.

Dia membuka pusat penyembuhan khusus perempuan di dekat Khartoum, Sudan.

Selama 30 tahun, penyembuhan alternatif yang ditawarkan Fatima merupakan satu dari sedikit tempat di mana perempuan bisa mengalami ruqyah atau kesembuhan dari para perempuan lain.

Kami diberi akses unik ke ruangan pribadinya. Selama kunjungan itu, kami menyaksikan para perempuan di sekitar kehilangan kesadarannya.

Syeha Fatima memberi tahu saya bagaimana para perempuan bisa menjadi rentan dalam keadaan ini, yang memungkinkan para tabib memanfaatkan mereka.

"Banyak perempuan mengatakan kepada kami bahwa mereka percaya Sheikh mengeluarkan setan dengan menyentuh mereka. Mereka mengira itu adalah bagian dari pengobatan," katanya.

"Sangat mengejutkan apa yang Anda dengar dari para perempuan ini."

Kami mendekati otoritas terkait di Maroko dan Sudan perihal bukti-bukti yang kami temukan.

Di Sudan, Dr Alaa Abu Zeid, Kepala Departemen Keluarga dan Masyarakat di Kementerian Urusan Islam, awalnya ragu untuk mempercayai bahwa begitu banyak perempuan yang melaporkan pengalaman pelecehan kepada kami.

Tetapi dia mengakui bahwa minimnya aturan tentang perdukunan itu "menyebabkan kekacauan", dan peran itu digunakan sebagai "profesi bagi mereka yang tidak memiliki pekerjaan".

Dia mengatakan kepada BBC bahwa dia telah mempelajari peraturan-peraturan lama, tetapi ketidakstabilan politik membuat persoalan itu tidak menjadi prioritas saat ini.

Di Maroko, Menteri Urusan Islam Ahmed Toufiq mengatakan tidak perlu undang-undang terpisah yang mengatur tentang sepak terjang para dukun.

"Sulit untuk campur tangan secara hukum dalam hal ini. Solusinya terletak pada pendidikan agama dan dakwah," katanya kepada kami.

Terlepas dari semua bukti yang kami kumpulkan, otoritas Maroko dan Sudan enggan mengambil tindakan.

Jadi beban tetap ada pada kaum perempuan agar berbicara lantang menentang praktik tersembunyi di balik profesi dukun.



Sumber Berita
BBC Indonesia




Quote:


TERIMA KASIH SUDAH BERKUNJUNG!
Jangan Lupa Komentarnya!

aldonistic
Proloque
jiresh
jiresh dan 10 lainnya memberi reputasi
11
1.6K
123
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
Berita Luar NegeriKASKUS Official
79.1KThread10.9KAnggota
Terlama
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.