mamahku13
TS
mamahku13
Pig Butchering Scam | Skema 7 Tahap Penipuan Berkedok Asmara
Kesemarakan aplikasi kencan online ternyata diiringi dengan tumbuhnya penipuan yang memanfaatkan kedok asmara, penipu ibarat menggemukkan babi terlebih dahulu sebelum memotongnya yang dikenal dengan metode pig butchering scam.

Spoiler for Pig Butchering:



  Pig Butchering Scam

  Pig butchering scam adalah modus penipuan dengan cara membangun kepercayaan korbannya melalui pendekatan romantis dan buaian asmara, agar korban terbujuk untuk terus menerus melakukan investasi atau transaksi pada platform online rekayasa instrumen forex atau kripto yang dikendalikan oleh penipu.

  Metode pig butchering scam mengambil perumpamaan dari yang terjadi di peternakan babi. Dimana babi – babi tersebut digemukkan terlebih dahulu sebelum disembelih.

  Penipu akan membujuk korban untuk berinvestasi di platform yang dikendalikan oleh pelaku penipuan asmara dan akan terus meyakinkan korban agar menambah jumlah investasi atau setoran dana mereka, hingga akhirnya penipu mengambil semua aset atau dana korban.

  Pelaku penipuan asmara awalnya akan membangun hubungan romantis selama berbulan-bulan atau berminggu-minggu dengan korban melalui platform kencan online seperti Tinder, Grindr, dan Bumble. Belakangan modus penipuan berkedok asmara juga telah merambah ke platform media sosial seperti di facebook dan Instagram.

  Pelaku akan menyulut dengan jebakan buaian asmara kepada korban dengan pesan cinta dan kasih sayang untuk ‘menggemukkan mereka’ secara emosional, yang mirip dengan menggemukkan babi, sebelum membujuk para korban untuk melakukan transaksi atau investasi di platform forex atau kripto palsu, yang secara metaforis akan membantai korban.


7 Tahap Penipuan Berkedok Asmara
  Penipuan jenis pig butchering ini sangat terorganisir & juga sistematis. Berikut 7 tahapan yang biasanya dijalankan oleh pelaku penipuan dalam melancarkan aksinya:

  1 | Rekayasa Pencitraan

  Konten foto atau video gaya hidup glamor yang sangat menarik perhatian. Begitulah modus tebar pesona di dunia maya yang dilakukan oleh pelaku penipuan asmara untuk pencitraan rekayasa yang meyakinkan.

  2 | Menjerat Calon Korban

  Setelah membangun profil rekayasa untuk pencitraan, pelaku penipuan asmara mulai melakukan pendekatan dengan mengirim pesan ke orang-orang di aplikasi kencan atau jejaring media sosial. Mreka mungkin akan menggunakan WhatsApp atau metode layanan pesan lainnya dan akan berpura-pura menghubungi nomor yang salah.

  3 | Pendekatan Emosional Untuk Kepercayaan

  Langkah berikutnya adalah memulai komunikasi percakapan dengan calon korban untuk tujuan mendapatkan kepercayaan mereka. Tentunya pelaku penipuan juga akan merekayasa detail tentang kehidupan pribadi mereka.

  Pada beberapa kasus ada pelaku yang seolah – olah memliki latar belakang yang tampak mirip dengan calon korbannya. Melalui cara ini, pelaku akan lebih mudah membujuk korbannya, karena memanfaatkan faktor ikatan emosional kesamaan latar belakang.

  4 | Investasi Dan Transaksi

  Kemudian pelaku penipuan akan mulai mengarahkan diskusi untuk topik tentang investasi.

  Mereka akan mencoba meyakinkan calon korban mereka agar membuka akun di broker online yang mereka rekomendasikan. Melakukan simulasi beberapa hari di akun demo dan kemudian berlanjut untuk fase penyetoran dan korban dan melakukan transaksi yang menghasilkan keuntungan yang sesungguhnya hanya rekayasa belaka.

  Kebanyakan kasus menghasilkan temuan bahwa para broker scam inilah yang menjadi dalang utama dari penipuan asmara tersebut. Banyak korban yang terjerat karena minim pengetahuan tentang investasi atau trading online maupun juga mengenai broker.

  5 | Kamuflase

  Untuk menghilangkan keraguan para korbannya, seringkali target dibiarkan untuk sekali atau dua kali berhasil menarik dana dari akun mereka. Para pelaku penipuan asmara merasa perlu melakukan tahapan ini untuk meningkatkan rasa kepercayaan sang korban.

  6 | Euforia & Disforia (“Menggemukkan” Korban)

  Korban yang telah percaya akan secara terus menerus melakukan penyetoran dana karena 2 cara pendekatan yang biasanya dilakukan oleh pelaku penipuan asmara.

  Cara pertama yaitu yang menimbulkan euphoria atau rasa bahagia berlebihan seperti tampilan hasil transaksi yang menguntungkan yang dapat berlipat ganda dengan permodalan yang lebih besar.

  Cara kedua yaitu yang menimbulkan disforia atau rasa takut dengan depresi, seperti ancaman penghangusan atau pembekuan dana yang ada pada akun korban apabila tidak melakukan setoran tambahan dengan alasan pengenaan pajak internasional atau terdeteksi pencucian uang.

  7 | Eksekusi (“Memotong” Korban)

  Tahap akhir yaitu “memotong” korban. Hal ini dilakukan setelah korban mencapai batas maksimal kemampuan dalam melakukan penyetoran dana atau korban sudah merasa enggan untuk menambah deposit.

  Dalam fase ini pelaku penipuan asmara akan menghentikan komunikasi dan sebahagian besar menghilang dengan meninggalkan luka kecewa bagi korban, karena dana yang telah dibawa kabur oleh para penipu tersebut.



Quote:


Sumber : WikiFX Indonesia

ran4urlifeyyfmhdrv8v219lembur.kolot
lembur.kolot dan 37 lainnya memberi reputasi
38
19.7K
175
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Terlama
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.