Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

  • Beranda
  • ...
  • Solo
  • [COC Reg.Solo] Mencicipi Olahan 'Daging Guguk', Kuliner Ekstrim Dari Kota Solo

si.matamalaikatAvatar border
TS
si.matamalaikat
[COC Reg.Solo] Mencicipi Olahan 'Daging Guguk', Kuliner Ekstrim Dari Kota Solo
Bicara soal kuliner di Kota Solo memang gak akan ada habisnya, banyak sekali kuliner yang bisa kita temui di kota kelahiran Bapak Jokowi ini. Kali ini TS mau berbagi pengalaman yang tak terlupakan seumur hidup.

Setahun yang lalu TS sempat mencicipi olahan kuliner yang ekstrim bernama rica-rica guguk,bahan dasarnya adalah daging hewan berkaki empat yang kerap dianggap jadi sahabat manusia tersebut.

Mudah sekali untuk mencari penjual olahan daging anjing ini, beberapa diantaranya yang paling banyak seingat TS ada di sekitar kawasan Manahan serta Mangkubumen. Dulu TS sempat tinggal disekitar Mangkubumen, dekat dengan Pasar Nongko.


[COC Reg.Solo] Mencicipi Olahan 'Daging Guguk', Kuliner Ekstrim Dari Kota Solo

Sumber Ilustrasi Gambar


Awal mula TS mencicipi kuliner ini berawal dari penyakit gatal pada kaki yang tak kunjung sembuh, ibu ane pun merekomendasikan untuk makan 'daging guguk'. Karena dilingkungan tempat tinggal TS daging hewan ini dipercaya sebagai obat penyakit kulit.

Awalnya ane sendiri menolak, karena makan daging kambing saja ane gak begitu doyan. Malah disuruh makan daging guguk, tapi mengingat pas TS kecil pernah merasakan juga daging hewan kaki empat ini untuk dimasak dan dijadikan obat untuk penyakit kulit. Jadi TS coba beranikan untuk mencicipinya kembali.

Dulu di tempat TS tinggal (Jawa Timur) dekade 1990 sampai 2000-an awal, masih banyak dijumpai penjual daging guguk berkeliling dari satu desa ke desa yang lain. Namun saat ini sudah jarang ditemui lagi, namun di Solo begitu mudah menjumpai kuliner ekstrim ini. Ane pun sempat kaget, karena gak menyangka kalau di Solo kuliner ini dijual secara terang-terangan.


[COC Reg.Solo] Mencicipi Olahan 'Daging Guguk', Kuliner Ekstrim Dari Kota Solo

Sumber Ilustrasi Gambar


Waktu itu sepulang lembur, TS mampir ke salah satu warung yang menyediakan olahan ekstrim ini. Persis disebrang rel kereta di dekat Pasar Nongko, karena warung ini lebih dekat dengan tempat TS tinggal.

Pas masuk warung, TS langsung coba memesan. Jujur agak deg-degan, takut nanti olahannya gak cocok dengan lidah ane. Meski waktu kecil pernah memakannya, namun TS sama sekali gak ingat rasanya waktu itu.

Waktu itu warungnya sepi, hanya ada ane seorang. Sekitar 15 menit pesanan ane datang, satu piring dengan nasi dan satu piring lagi dengan olahan daging guguk. Ada banyak pilihan olahan mulai dari tongseng, rica-rica sampai sate. Namun TS memilih rica-rica waktu itu.

Teksturnya sendiri mirip daging sapi kalau menurut TS, diluar dugaan dagingnya ternyata cukup empuk. TS sempat ragu apa ini benar-benar dagingnya si dogy ? Mungkin karena bumbu rica-rica yang banyak jadi menyamarkan wujud daging ini sehingga tidak terlihat seperti daging guguk.


[COC Reg.Solo] Mencicipi Olahan 'Daging Guguk', Kuliner Ekstrim Dari Kota Solo

Ilustrasi olahan daging guguk.


Ditemani kerupuk serta suara bising dari kereta api, ane sukses menghabiskan satu porsi makanan tersebut. Kalau bukan untuk tujuan pengobatan sebenarnya ane gak mau makan, karena dulu pas anak-anak penyakit gatal pada kulit ane sembuh dengan memakan daging guguk ini. Maka ane pun mencoba untuk memakannya lagi waktu itu.

Satu porsinya dibanderol dengan harga Rp 15 ribu, TS dulu dua kali mencicipi olahan kuliner ini untuk tujuan pengobatan penyakit kulit. Sementara ada juga yang menjual per porsinya mencapai Rp 25 ribu, tiap penjual berbeda dalam menentukan harganya.

Setelah konsumsi daging guguk yang kedua, gatal pada kulit ane pun mulai mereda. Kalau pengalaman TS setelah makan olahan daging ini, tubuh ane berasa lebih hangat dan tidur berasa lebih nyenyak. Diluar tujuan pengobatan, ane sama sekali gak berminat dan gak tertarik mencoba olahan ini lagi.


[COC Reg.Solo] Mencicipi Olahan 'Daging Guguk', Kuliner Ekstrim Dari Kota Solo

Ilustrasi Foto


Masyarakat Solo dulu menyebut daging guguk ini dengan sebutan sate jamu, ada juga yang menyebutnya sengsu (tongseng asu). Cuma dulu gak disebutkan daging apa yang dipakai untuk bahan sate jamu ini. Karena takut kena tuduhan penipuan, maka mulai banyak yang menjual kuliner satu ini dengan nama aslinya. Dan jumlah penjualnya pun semakin banyak tersebar di penjuru kota. Daging yang digunakan biasanya daging anjing kampung.

Kata teman TS selain untuk pengobatan gatal kulit, dagingnya bisa digunakan untuk meningkatkan vitalitas (iykwiim). Entah kenapa masakan ekstrim di Indonesia selalu dikaitkan dengan tujuan meningkatkan vitalitas. Biasanya penikmat kuliner ini banyak dari masyarakat abangan dan non muslim.


[COC Reg.Solo] Mencicipi Olahan 'Daging Guguk', Kuliner Ekstrim Dari Kota Solo

Sumber Ilustrasi Gambar


Meski banyak pro kontra tentang olahan daging guguk ini, tapi tidak mudah untuk melarang para penjualnya untuk berhenti berjualan, apalagi peminat kulinernya cukup banyak. Karena sudah dari dahulu kala masyarakat Solo menjadikan 'daging guguk' sebagai olahan kuliner. Olahan satu ini seperti sudah menjadi bagian dari budaya atau kebiasaan masyarakat itu sendiri.

Kalau opini ane sih, diambil mudahnya saja jangan dibuat ribut. Penjualnya pun sudah terang-terangan memberi tulisan daging guguk pada warungnya. Kalau suka silakan beli kalau gak suka jangan beli. Terkadang kalau membahas olahan ini, ujung-ujungnya bakal ribut gan sist (opini ane).

Tradisi makan kuliner ekstrim sebenarnya banyak dijumpai di Indonesia, bukan hanya di Solo. Di daerah Sumatera Utara juga ada olahan daging guguk (TS lupa daerahnya). Kemudian di Tomohon (Sulawesi Utara), bahkan gak hanya daging guguk. Ada daging kucing sampai tikus juga yang dijual untuk dikonsumsi.


[COC Reg.Solo] Mencicipi Olahan 'Daging Guguk', Kuliner Ekstrim Dari Kota Solo

Sumber Ilustrasi Gambar


Selain kuliner daging guguk, ada juga olahan daging ular kobra, biawak sampai babi yang bisa kita jumpai di Kota Solo. Itu beberapa kuliner yang mungkin tidak lazim, dan bisa kita temui di Kota Solo. Jadi apakah kalian tertarik untuk mencicipi salah satu dari kuliner tersebut ?

Bagi yang tidak mempermasalahkan olahan daging tersebut silakan kalian mencobanya kalau berkunjung ke Kota Solo. Demikian sedikit cerita nostalgia dengan kuliner ekstrim di Kota Solo, selain dikenal dengan budayanya. Solo juga dikenal dengan kuliner ekstrimnya, salah satunya yang terkenal adalah olahan daging guguk ini.





Sumber: opini dan pengalaman pribadi
Ilustrasi: google image
Diubah oleh si.matamalaikat 26-09-2020 03:35
miniadila
banditos69
bukan.bomat
bukan.bomat dan 4 lainnya memberi reputasi
5
2.2K
28
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Solo
SoloKASKUS Official
624Thread763Anggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.