- Beranda
- Sejarah & Xenology
Sejarah Nomad di Asia Tengah(Kekaisaran Mongolia)
...
TS
israndi13
Sejarah Nomad di Asia Tengah(Kekaisaran Mongolia)
Nomad di Asia Tengah
Bermula sejak Dinasti Sui (581–618), Kekaisaran Tiongkok memulai ekspansi mereka ke sebelah timur Asia Tengah, dan berurusan dengan nomad bangsa Turk, yang merupakan suku dominan di Asia Tengah. Pada awalnya hubungan mereka kooperatif, tetapi pada tahun 630, Dinasti Tang melancarkan ofensif kepada bangsa Turk, dan merebut kawasan gurun Ordos, Mongolia Dalam.
[hr]
[table][tr][td]
[/td]
[td][/td]
[/tr]
[/table]
Kekaisaran besar yang muncul dari Asia Tengah berkembang saat Genghis Khan menyatukan suku-suku di Mongolia. Potensi sumber daya dan jalur perdagangan di Asia Barat membuat Gengis Khan mengalihkan perhatiannya ke sana.
Bangsa Mongol menyerbu Tiongkok setelah berhasil melewati Tembok Besar Tiongkok. Dari utara, mereka menaklukkan kerajaan-kerajaan kecil dan menjatuhkan Dinasti Jin dan Song yang berkuasa saat itu. Penaklukan atas Tiongkok memicu berdirinya Dinasti Yuan. Sejak 1231, pasukan Mongol menginvasi Korea yang pada saat itu dikuasai oleh Dinasti Gojoseon. Invasi mereka berakhir setelah Gojoseon menyatakan penyerahan dirinya pada tahun 1259.
Pada 1274, pasukan Mongol berangkat dari Korea untuk menyerbu Jepang. Sebelum berhasil mencapai ibu kota Jepang, armada mereka ditenggelamkan oleh angin topan, yang kemudian dikenal sebagai kamikaze ("angin dewa"). Sementara itu di Asia Tenggara, pasukan Mongol juga menyerbu Burma. Mereka berhasil mengalahkan pasukan Burma, namun terpaksa menarik mundur pasukannya karena iklim tropis dan malaria.
Di Eropa, pasukan Mongol menyerbu dan menghancurkan Kievan Rus', juga menginvasi Polandia, Hongaria dan Bulgaria. Selama tiga tahun (1237–1240), pasukan Mongol menghancurkan dan membinasakan kota-kota besar di Eropa Timur kecuali Novgorod dan Pskov.
Kekaisaran Mongolia hanya bertahan selama kurang lebih satu abad. Setelah kejayaannya, wilayah taklukan mereka melepaskan diri. Setelah wafatnya Genghis Khan pada tahun 1227, sebagian besar kawasan Asia Tengah dikuasai oleh Khanat Chagatai.
Kemudian kawasan tersebut dibagi-bagi menjadi sejumlah khanat (daerah yang dikuasai khan), meliputi Khanat Khiva, Khanat Bukhara, Khanat Kokand, dan Khanat Kashgar.
Bermula sejak Dinasti Sui (581–618), Kekaisaran Tiongkok memulai ekspansi mereka ke sebelah timur Asia Tengah, dan berurusan dengan nomad bangsa Turk, yang merupakan suku dominan di Asia Tengah. Pada awalnya hubungan mereka kooperatif, tetapi pada tahun 630, Dinasti Tang melancarkan ofensif kepada bangsa Turk, dan merebut kawasan gurun Ordos, Mongolia Dalam.
Dinasti Tang juga bersaing dengan Kerajaan Tibet demi kekuasaan atas Asia Tengah. Pada abad ke-8, agama Islam mulai menyebar ke kawasan tersebut dan akhirnya menjadi agama mayoritas bagi penduduk kawasan tersebut, sementara agama Buddha masih dominan di sebelah timur.
Nomad gurun dari Arab dapat menjalin hubungan kohesif dengan nomad stepa Asia Tengah, dan kekhalifahan awal memiliki kuasa atas bagian dari kawasan Asia Tengah. Bangsa Hun Putih adalah grup nomad yang mendominasi pada abad ke-6 dan ke-7, dan menguasai sebagian besar kawasan Asia Tengah. Pada abad ke-10 dan ke-11, kawasan tersebut terbagi menjadi beberapa negara, termasuk wilayah Kekhalifan Samaniyah dan Khwarezmia.
Kekaisaran Mongolia
[hr]
[table][tr][td]
[/td]
[td][/td]
[/tr]
[/table]
Kekaisaran besar yang muncul dari Asia Tengah berkembang saat Genghis Khan menyatukan suku-suku di Mongolia. Potensi sumber daya dan jalur perdagangan di Asia Barat membuat Gengis Khan mengalihkan perhatiannya ke sana.
Pada 1219-1221, pasukan Mongol menaklukkan Kekaisaran Khwarezmia dan kota-kota muslim di sekitarnya. Tahun-tahun berikutnya, melalui peperangan dan penyerahan, pasukan Mongol menguasai kawasan yang kini merupakan wilayah Iran, Irak, Suriah, dan Turki.
Tahun 1258, pasukan Mongol berhasil mengepung Baghdad yang pada masa itu merupakan salah satu kota muslim besar.
Ketika pasukan Mongol menyerbu Palestina, mereka dipukul mundur oleh prajurit Mamluk di dekat Lembah Jezreel, dalam pertempuran Ain Jalut.
Bangsa Mongol menyerbu Tiongkok setelah berhasil melewati Tembok Besar Tiongkok. Dari utara, mereka menaklukkan kerajaan-kerajaan kecil dan menjatuhkan Dinasti Jin dan Song yang berkuasa saat itu. Penaklukan atas Tiongkok memicu berdirinya Dinasti Yuan. Sejak 1231, pasukan Mongol menginvasi Korea yang pada saat itu dikuasai oleh Dinasti Gojoseon. Invasi mereka berakhir setelah Gojoseon menyatakan penyerahan dirinya pada tahun 1259.
Setelah penaklukan Korea dan berdirinya Dinasti Yuan, perhatian pasukan Mongol juga tertuju pada Asia Tenggara, yang pada saat itu merupakan kawasan bagi sejumlah kerajaan Hindu-Buddha. Tahun 1257, mereka menyerbu Vietnam Utara, yang pada masa itu merupakan wilayah Dinasti Tran dan Kerajaan Champa. Setelah usaha penyerangan yang tidak berhasil, penguasa monarki di Vietnam Utara membuat perjanjian damai dengan Dinasti Yuan.
Pada 1274, pasukan Mongol berangkat dari Korea untuk menyerbu Jepang. Sebelum berhasil mencapai ibu kota Jepang, armada mereka ditenggelamkan oleh angin topan, yang kemudian dikenal sebagai kamikaze ("angin dewa"). Sementara itu di Asia Tenggara, pasukan Mongol juga menyerbu Burma. Mereka berhasil mengalahkan pasukan Burma, namun terpaksa menarik mundur pasukannya karena iklim tropis dan malaria.
Tahun 1281, bangsa Mongol melakukan invasi kedua ke Jepang dengan armada yang berangkat dari Korea dan Tiongkok, namun mendapatkan kegagalan yang sama. Sementara itu, kemenangan pasukan Mongol dalam pertempuran Pagan (1287) menyebabkan Burma menjadi vasal Dinasti Yuan. Tahun 1293, pasukan Mongol menyerbu Jawa—yang pada saat itu merupakan wilayah Singhasari—namun gagal.
Di Eropa, pasukan Mongol menyerbu dan menghancurkan Kievan Rus', juga menginvasi Polandia, Hongaria dan Bulgaria. Selama tiga tahun (1237–1240), pasukan Mongol menghancurkan dan membinasakan kota-kota besar di Eropa Timur kecuali Novgorod dan Pskov.
Kekaisaran Mongolia hanya bertahan selama kurang lebih satu abad. Setelah kejayaannya, wilayah taklukan mereka melepaskan diri. Setelah wafatnya Genghis Khan pada tahun 1227, sebagian besar kawasan Asia Tengah dikuasai oleh Khanat Chagatai.
Tahun 1369, Timur alias Timur Leng, seorang pemimpin militer berkebangsaan Turk, menaklukkan sebagian besar wilayah kekuasaan para khan Mongol. Akan tetapi kekaisaran yang dibentuk olehnya runtuh tak lama setelah kematiannya.
Kemudian kawasan tersebut dibagi-bagi menjadi sejumlah khanat (daerah yang dikuasai khan), meliputi Khanat Khiva, Khanat Bukhara, Khanat Kokand, dan Khanat Kashgar.
Najan43 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
903
3
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
6.6KThread•11.7KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya