- Beranda
- Berita Luar Negeri
AS dan Eropa Kehabisan Senjata untuk Dikirim ke Ukraina
...
TS
xxx0857
AS dan Eropa Kehabisan Senjata untuk Dikirim ke Ukraina

–Amerika Serikat (AS) dan Eropa sudah kehabisan senjata untuk dikirim ke Ukraina, untuk membantunya dalam melawan invasi Rusia. Karena AS dan Eropa sekarang berada dalam masa damai, produksi senjatanya rendah. Produksi untuk setahun habis dalam tempo dua pekan untuk perang di Ukraina itu.
Menurut Dave Des Roches, lektor kepala dan pengamat senior militer di Universitas Pertahanan Nasional AS, di industri senjata AS, tingkat produksi normal peluru artileri untuk howitzer 155 mm adalah sekitar 30.00 peluru setahun. Howitzer adalah senjata artileri berat jarak jauh yang sekaran dipakai dalam perang di Ukraina.
Tingkat produksi setahun dalam masa damai itu, oleh pasukan Ukraina yang bertempur melawan Rusia dihabiskan dalam tempo dua pekan.
“Saya sangat khawatir. Kecuali ada produksi baru, yang membutuhkan waktu berbulan-bulan sampai rampung, kami tidak akan sanggup untuk memasok Ukraina,” ujar Des Roches kepada CNBC.
Eropa juga sama kondisinya. Stok militer sebagian besar negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dari Eropa sudah nyaris habis.
“Saya tidak akan mengatakan sudah habis, tapi terkuras sangat banyak, karena kami menyediakan banyak sekali kepada Ukraina,” ujar Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE) Josep Borrell, bulan ini.
Sekjen NATO Jens Stoltenberg pada Selasa (27/9) menggelar rapat khusus para direktor senjata seluruh negara anggota. Untuk membahas bagaimana caranya mengisi kembali stok senjata negara-negara anggota.
Kalangan analis militer menyebutkan akar masalahnya. Selama masa damai, volume produksi senjata negara-negara Barat jauh lebih rendah dibandingkan pada masa perang.
Pemerintah masing-masing negara memilih untuk mengurangi proses manufaktur yang sangat mahal dan hanya memproduksi senjata yang dibutuhkan. Sebagian senjata yang menipis tidak lagi diproduksi.
Lebih dari itu, butuh tenaga kerja terampil dan berpengalaman untuk memproduksinya. Sementara di AS saja sudah bertahun-tahun pasokan pekerja seperti itu kurang.
AS saat ini praktis sudah kehabisan pasokan howitzer 155 mm untuk Ukraina. Jika harus mengirim lebih banyak, berarti harus mengambil stok cadangan untuk pelatihan dan kesiapsiagaan. Pentagon atau Departemen Pertahanan AS tidak mungkin mengizinkan hal itu.
https://investor.id/international/30...rim-ke-ukraina
0
406
12
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
82.1KThread•20.7KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya