Kaskus

News

lingkarpolitikAvatar border
TS
lingkarpolitik
Akhir 2022 Harga Pangan Bakal Naik, Luhut Siapkan Antisipasi Ini
Akhir 2022 Harga Pangan Bakal Naik, Luhut Siapkan Antisipasi Ini

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, memberikan arahan kepada para Pemerintah Daerah (Pemda), untuk mengidentifikasi perkiraan ketersediaan suplai dan permintaan pangan di daerahnya masing-masing sampai akhir tahun.

Karena, berdasarkan tren dalam 10 tahun terakhir, kenaikan harga beberapa komoditas pangan perlu diantisipasi pada empat bulan terakhir tahun kalender.

"Langkah-langkah memastikan ketersediaan suplai pangan, terutama bahan pangan yang secara historis trennya akan meningkat, harus diantisipasi sejak saat ini," kata Luhut dalam keterangannya, Rabu 31 Agustus 2022.

"Langkah-langkah tersebut di antaranya yakni persiapan cold storage, penanaman di luar sentra produksi dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, dan kelancaran distribusi," ujarnya.

Terkait kemungkinan kenaikan harga BBM, Luhut mengaku bahwa pemerintah telah mempersiapkan langkah antisipasi dampak kenaikan, termasuk '2nd round effect' pada biaya transportasi dan logistik angkutan barang. Dari pengalaman kenaikan BBM sebelumnya, kenaikan harga juga akan terjadi pada komponen harga bergejolak maupun inti melalui jalur kenaikan biaya input.

Pemerintah pun menyiapkan bantuan, antara lain Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 12,4 triliun yang menyasar 20,65 juta KPM, dan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 9,6 triliun untuk 16 juta pekerja. "Dan juga earmark 2 persen dari Dana Transfer Umum sebesar Rp 2,17 triliun, melalui program perlinsos dan Penciptaan Lapangan Kerja," kata Luhut.

Dia pun meminta para Gubernur, Bupati, dan Wali Kota berkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga (K/L) terkait, untuk mengalokasikan anggaran bantuan kepada masyarakat melalui bantuan sosial (bansos) atau subsidi terhadap sektor transportasi dan UMKM.

"Saya minta dipastikan bantuan dialokasikan tepat sasaran," ujarnya.

Diketahui, Inflasi kelompok pangan bergejolak (volatile food) mencatatkan inflasi signifikan, yakni mencapai 11,47 persen (yoy). Hal itu didorong oleh kenaikan harga aneka cabai, bawang merah, minyak goreng, dan daging ayam ras.

Dari 20 kota/kabupaten dengan inflasi year-to-date (ytd) tertinggi, 11 kota/kabupaten berlokasi di Sumatera. Sebanyak 70 dari 90 kab/kota yang disurvei oleh BPS mengalami tingkat inflasi ytd di atas nasional, yakni 3,85 persen.

Komoditas volatile food dengan sumbangan inflasi terbesar ytd adalah cabai merah dan bawang merah. Inflasi ytd cabai merah tertinggi juga mayoritas terjadi di pulau Sumatera yakni sebanyak 19 kota/kabupaten dari 20 kota/kabupaten. Sementara inflasi bawang merah tertinggi terjadi di 7 kota/kabupaten di kawasan Sulampua, dan 6 kota/kabupaten di Pulau Sumatera.

https://www.viva.co.id/berita/bisnis...antisipasi-ini




odjay05Avatar border
scorpiolamaAvatar border
scorpiolama dan odjay05 memberi reputasi
2
881
7
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.8KThread59.3KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.