Kaskus

News

mamadthepunkAvatar border
TS
mamadthepunk
AS Ketar-ketir Gegara Perusahaan China Ini, Ada Apa?

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah proyek penggilingan milik perusahaan China Fufeng Grup di North Dakota, Amerika Serikat (AS) dikhawatirkan dapat menjadi sarana spionase. Pasalnya, lokasi proyek itu cukup dekat dengan sebuah pangkalan militer milik Washington.
Mengutip laporan CNBC Internasional, Fufeng dilaporkan telah memiliki lahan sebesar 300 hektar dekat Pangkalan Angkatan Udara Grand Forks. Pangkalan itu disebut menjadi pusat dari teknologi militer rahasia mengenai pesawat tanpa awak atau drone.

Anggota senat AS pun mulai khawatir dengan proyek ini. Senator Kevin Cramer dari Partai Republik menyebut bahwa China dapat mengeruk banyak informasi dari peternakan itu.




Baca: "Senjata" Putin Makin Ngeri, Jerman Minta Warga Hemat Listrik
"Saya pikir kami sangat kurang menghargai seberapa efektif mereka dalam mengumpulkan informasi, mengumpulkan data, menggunakannya dengan cara yang jahat," katanya dalam sebuah wawancara dikutip Senin, (4/7/2022).

"Jadi saya tidak akan membuat Partai Komunis China melakukan bisnis di halaman belakang saya."

Baik ketua Demokrat dan anggota Partai Republik dari Komite Intelijen Senat juga mengatakan kepada CNBC bahwa mereka menentang proyek tersebut.

Baca: Jreng! Covid China Masih Di mana-mana, Warga "Lockdown" Lagi
"Komite Intelijen Senat telah dengan keras membunyikan alarm tentang ancaman kontra intelijen yang ditimbulkan oleh (Republik Rakyat China)," kata Senator Demokrat, Mark Warner.

Walikota Grand Folks, Brandon Bochenski. Ia mengatakan pihaknya hanya ingin agar ekonomi wilayah itu berputar dengan adanya Fufeng Group. Meski begitu ia juga mengetahui terkait ancaman keamanan yang ditimbulkan.

"Pabrik senilai US$ 700 juta yang diusulkan akan menciptakan lebih dari 200 pekerjaan langsung dan peluang lain untuk logistik, truk, dan layanan pendukung lainnya," katanya.

Gary Bridgeford, yang menjual sebidang tanah pertaniannya ke Fufeng, mengaku saat ini mendapatkan beberapa ancaman. Meski begitu, ia menyebut pihak yang mengancamnya terlalu berlebihan.

"Orang-orang mendengar hal-hal China dan ada kekhawatiran. Tetapi setiap orang memiliki telepon di saku mereka yang mungkin dibuat di China. Di mana anda melihat batasannya," ujarnya.

https://www.cnbcindonesia.com/news/2...ni-ada-apa/amp
emineminnaAvatar border
emineminna memberi reputasi
3
742
5
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
Berita Luar Negeri
KASKUS Official
82.1KThread21KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.