- Beranda
- The Lounge
Apakah vaping berakibat buruk untuk gigi?
...
TS
ezy.indonesia
Apakah vaping berakibat buruk untuk gigi?
Tujuannya adalah menjaga gigi kita dalam keadaan baik,tidak berlubang, enak dilihat dan sehat tanpa noda. Tetapi ada banyak alasan mengapa hal ini sulit tercapai, bukan hanya makanan manis atau minuman bersoda daapat menyebabkan kerusakan gigi. Dokter gigi juga menyarankan untuk berhenti merokok, itu karena tar dari pembakaran tembakau dan nikotin dapat menyebabkan noda pada gigi, bau mulut dan dampak paling buruk adalah kanker mulut. Tapi bagaimana dengan e-cigarette dan banyaknya efek samping yang terkait dengaan alat yang paling direkomedasikan untuk berhenti merokok. Apakah vaping buruk untuk gigi? Bisakah vaping menodai gigi atau mempengaruhi kesehatan mulut?
Pertanyaan apakah vaping menyebabkan gigi kuning terus bermunculan. Terutama mengingat merokok terbukti penyebab noda pada gigi selama bertahun-tahun. Kita telah menyadari banyaknya resiko kesehatan dari merokok, termasuk resiko signifikan terhadap mulut yang ditimbulkan oleh pengguna rokok jangka panjang secara teratur.
Vaping sering diposisikan sebagai alternatif yang lebih sehat daripada merokok, karena e-liquid mengandung bahan yang jauh lebih sedikit bahan kimia beracun yang terkait dengan asap rokok biasa. E-cigarette adalah cara terbaik bagi perokok untuk mengurangi atau berhenti merokok kovensional selamanya. Namun, penting untuk terus mempertimbangkan efek samping vaping dalam jangka panjang. Selalu ada penelitian baru yang dilakukan mengenai efek kesehatan dari vaping jangka panjang dan perkembangan baru dalam teknologi yang membuat vaping lebih aman. Apakah vaper, mantan perokok ataupun perokok aktif saat ini ingin berhenti untuk menjaga kesehatan gigi dan kesehatan mulut.
Merokok dan kesehatan gigi
Bukan rahasia lagi bahwa banyak kimia beracun dalam rokok konvensional yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada banyak bagian tubuh yang berbeda. Rokok kovensional mengandung lebih dari 7000 senyawa yang berbeda, termasuk beberapa bahan kimia berbahaya yang menimbulkan resiko kesehatan yang nyata bagi perokok. Perokok berat dan jangka panjang berada pada resiko yang jauh lebih tinggi dari berbagai kondisi, termasuk penyakit jantung dan kanker serta masalah kesehatan mulut.
Merokok dapat merusak kesehatan mulut, salah satu yang paling signifikan adalah penumpukan bakteri. Merokok merusak kemampuan mulut untuk melawan bakteri dan infeksi secara efektif, yang berarti bahwa mulut perokok tidak memiliki pertahanan apapun jika terjadi infeksi parah. Merokok menyebabkan sensasi mulut kering sehingga membuat bakteri lebih mudah menempel di gigi dan gusi yang biasanya dibersihkan oleh air liur. Penumpukan ini juga bisa berubah menjadi karang gigi,. Bakteri di gigi dan gusi juga dapat menyebabkan penyakit gusi, kerusakan gigi atau kehilangan gigi, sehingga bakteri lebih mudah masuk dan menyebabkan masalah yang lebih besar.
Merokok dapat menggangu sirkulasi menjadi tidak teratur, sirkulasi yang buruk semakin mengurangi kemampuan melawan bakteri di mulut dan mencegah pembuluh darah berfungsi dengan semestinya. Hal ini dapat membuat proses penyembuhan setelah perawatan gigi, seperti pencabutan gigi, implant gigi, atau perawatan gusi menjadi lebih lama dan menuakitkan. Sekain itu, tar dan nikotin dalam rokok sangat sering menyebabkan perubahan warna pada gigi dan kerusakan email gigi, yang bisa menyakitkan sekaligus kurang sedap dipandang mata.
Malah kesehatan mulut lainnya yang dapat disebabkan atau diperburuk oleh merokok meliputi :
· Peningkatan resiko kanker mulut.
· Sensitivitas gigi, karena kerusakan email
· Bau mulut
· Kehilangan rasa atau bau (kebas)
Apakah vaping bisa menyebabkan noda di gigi
Efek jangka panjang dari vaping memang belum ada kejelasan, karena meskipun ada peningkatan besar dalam penelitian di bidang ini dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kita tahu bahwa vaping tidak mengandung tar dan dapat dibuat bebas nikotin, kedua zat ini dinilai paling berbahaya dalam rokok kovensional. Jika sobat menggunakan nikotin dalam e-liquid, mungkin ada sedikit warna kuning saat nikotin bergabung dengan molekul oksigen, tetapi sangat ringan dan tidak terlalu berdampak.
Vaping sangat populer di kalangan mantan perokok karena dapat membantu mengekang asupan nikotin dalam tubuh dengan baik ketika mencoba berhenti merokok., tetapi juga hasrat fisik yang sulit dihilangkan oleh perokok jangka panjang. Karena merokok juga mengandung gula, sehingga perlu mengganti kebiasaan. E-liquid memiliki begitu banyak rasa untuk dipilih, sehingga dapat memilih dengan manis yang tepat. Namun, ingatlah bahwa beberapa bahan liquid mengandung rasa dan pewarna yang dapat menodai gigi dan membuatnya sedikit kuning.
Kebiasaan-kebiasaan yang terkait dengan merokok, seperti tindakan menggerakkan tangan ke mulut, perasaan memegang sesuatu yang kecil dan ringan serta sensai menghisap adalah semua hal yang sobat hilangkan dengan terapi pengganti nikotin lainnya seperti permen nikotin maupun semprotan nikotin. Vaping memungkinkan untuk terus berhenti merokok seperti biasa, jadi tidak perlu menghilangkan kebiasaan penggunaan rokok.
Apa yang bisa dilakukan untuk melindungi kesehatan mulut?
Saat melakukan vaping, ada beberapa resiko kesehatan mulut yang harus di waspadai. Hal utama yang harus diwaspadai adalah nikotin, karena PG, VG dan perasa ( bahan utama lainnya dalam e-liquid ) juga sering ditemui sebagai bahan utama dalam produksi produk sehari-hari, seperti sabun mandi dan makanan. Sementara itu, nikotin memang masih memiliki efek buruk pada gigi dan mulut, termasuk pada perubahan warna gigi. Jika memungkinkan, cobalah dengan kekuatan nikotin yang rendah atau bahkan e-liquid yang bebas nikotin untuk membantu mengatasi masalah ini.
Vaping juga dapat menyebabkan mulut kering, yang berkontribusi pada aliran air liur yang buruk dan penumpukan bakteri. Namun, karena penumpukan bakteri terutama disebabkan oleh kurangnya air liur, bukan oleh zat apapun dalam uap tersebut. Sobat dapat mengurangi penumpukan ini dengan cara mengkonsumsi cairan secara teratur.
Meskipun masih banyak penelitian yang harus dilakukan mengenai vaping dan kesehatan mulut, jika sobat ingin berhenti merokok, vaping adalah salah satu cara terbaik untuk membantu melakukannya. Jika sobat ingin mengurangi atau berhenti, ezy menjadi pilihan yang layak untuk membantu menjadi bebas asap rokok.
#CHANGENOW
Pertanyaan apakah vaping menyebabkan gigi kuning terus bermunculan. Terutama mengingat merokok terbukti penyebab noda pada gigi selama bertahun-tahun. Kita telah menyadari banyaknya resiko kesehatan dari merokok, termasuk resiko signifikan terhadap mulut yang ditimbulkan oleh pengguna rokok jangka panjang secara teratur.
Vaping sering diposisikan sebagai alternatif yang lebih sehat daripada merokok, karena e-liquid mengandung bahan yang jauh lebih sedikit bahan kimia beracun yang terkait dengan asap rokok biasa. E-cigarette adalah cara terbaik bagi perokok untuk mengurangi atau berhenti merokok kovensional selamanya. Namun, penting untuk terus mempertimbangkan efek samping vaping dalam jangka panjang. Selalu ada penelitian baru yang dilakukan mengenai efek kesehatan dari vaping jangka panjang dan perkembangan baru dalam teknologi yang membuat vaping lebih aman. Apakah vaper, mantan perokok ataupun perokok aktif saat ini ingin berhenti untuk menjaga kesehatan gigi dan kesehatan mulut.
Merokok dan kesehatan gigi
Bukan rahasia lagi bahwa banyak kimia beracun dalam rokok konvensional yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada banyak bagian tubuh yang berbeda. Rokok kovensional mengandung lebih dari 7000 senyawa yang berbeda, termasuk beberapa bahan kimia berbahaya yang menimbulkan resiko kesehatan yang nyata bagi perokok. Perokok berat dan jangka panjang berada pada resiko yang jauh lebih tinggi dari berbagai kondisi, termasuk penyakit jantung dan kanker serta masalah kesehatan mulut.
Merokok dapat merusak kesehatan mulut, salah satu yang paling signifikan adalah penumpukan bakteri. Merokok merusak kemampuan mulut untuk melawan bakteri dan infeksi secara efektif, yang berarti bahwa mulut perokok tidak memiliki pertahanan apapun jika terjadi infeksi parah. Merokok menyebabkan sensasi mulut kering sehingga membuat bakteri lebih mudah menempel di gigi dan gusi yang biasanya dibersihkan oleh air liur. Penumpukan ini juga bisa berubah menjadi karang gigi,. Bakteri di gigi dan gusi juga dapat menyebabkan penyakit gusi, kerusakan gigi atau kehilangan gigi, sehingga bakteri lebih mudah masuk dan menyebabkan masalah yang lebih besar.
Merokok dapat menggangu sirkulasi menjadi tidak teratur, sirkulasi yang buruk semakin mengurangi kemampuan melawan bakteri di mulut dan mencegah pembuluh darah berfungsi dengan semestinya. Hal ini dapat membuat proses penyembuhan setelah perawatan gigi, seperti pencabutan gigi, implant gigi, atau perawatan gusi menjadi lebih lama dan menuakitkan. Sekain itu, tar dan nikotin dalam rokok sangat sering menyebabkan perubahan warna pada gigi dan kerusakan email gigi, yang bisa menyakitkan sekaligus kurang sedap dipandang mata.
Malah kesehatan mulut lainnya yang dapat disebabkan atau diperburuk oleh merokok meliputi :
· Peningkatan resiko kanker mulut.
· Sensitivitas gigi, karena kerusakan email
· Bau mulut
· Kehilangan rasa atau bau (kebas)
Apakah vaping bisa menyebabkan noda di gigi
Efek jangka panjang dari vaping memang belum ada kejelasan, karena meskipun ada peningkatan besar dalam penelitian di bidang ini dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kita tahu bahwa vaping tidak mengandung tar dan dapat dibuat bebas nikotin, kedua zat ini dinilai paling berbahaya dalam rokok kovensional. Jika sobat menggunakan nikotin dalam e-liquid, mungkin ada sedikit warna kuning saat nikotin bergabung dengan molekul oksigen, tetapi sangat ringan dan tidak terlalu berdampak.
Vaping sangat populer di kalangan mantan perokok karena dapat membantu mengekang asupan nikotin dalam tubuh dengan baik ketika mencoba berhenti merokok., tetapi juga hasrat fisik yang sulit dihilangkan oleh perokok jangka panjang. Karena merokok juga mengandung gula, sehingga perlu mengganti kebiasaan. E-liquid memiliki begitu banyak rasa untuk dipilih, sehingga dapat memilih dengan manis yang tepat. Namun, ingatlah bahwa beberapa bahan liquid mengandung rasa dan pewarna yang dapat menodai gigi dan membuatnya sedikit kuning.
Kebiasaan-kebiasaan yang terkait dengan merokok, seperti tindakan menggerakkan tangan ke mulut, perasaan memegang sesuatu yang kecil dan ringan serta sensai menghisap adalah semua hal yang sobat hilangkan dengan terapi pengganti nikotin lainnya seperti permen nikotin maupun semprotan nikotin. Vaping memungkinkan untuk terus berhenti merokok seperti biasa, jadi tidak perlu menghilangkan kebiasaan penggunaan rokok.
Apa yang bisa dilakukan untuk melindungi kesehatan mulut?
Saat melakukan vaping, ada beberapa resiko kesehatan mulut yang harus di waspadai. Hal utama yang harus diwaspadai adalah nikotin, karena PG, VG dan perasa ( bahan utama lainnya dalam e-liquid ) juga sering ditemui sebagai bahan utama dalam produksi produk sehari-hari, seperti sabun mandi dan makanan. Sementara itu, nikotin memang masih memiliki efek buruk pada gigi dan mulut, termasuk pada perubahan warna gigi. Jika memungkinkan, cobalah dengan kekuatan nikotin yang rendah atau bahkan e-liquid yang bebas nikotin untuk membantu mengatasi masalah ini.
Vaping juga dapat menyebabkan mulut kering, yang berkontribusi pada aliran air liur yang buruk dan penumpukan bakteri. Namun, karena penumpukan bakteri terutama disebabkan oleh kurangnya air liur, bukan oleh zat apapun dalam uap tersebut. Sobat dapat mengurangi penumpukan ini dengan cara mengkonsumsi cairan secara teratur.
Meskipun masih banyak penelitian yang harus dilakukan mengenai vaping dan kesehatan mulut, jika sobat ingin berhenti merokok, vaping adalah salah satu cara terbaik untuk membantu melakukannya. Jika sobat ingin mengurangi atau berhenti, ezy menjadi pilihan yang layak untuk membantu menjadi bebas asap rokok.
#CHANGENOW
0
557
2
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•104.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya