Kaskus

News

mamadthepunkAvatar border
TS
mamadthepunk
Terungkap, AS Desak Perusahaannya Beli Banyak Pupuk Rusia meski Jatuhkan Sanksi
Pemerintah Amerika Serikat (AS) diam-diam mendorong perusahaan pertanian dan pelayarannya untuk membeli dan membawa lebih banyak pupuk Rusia . Ini menjadi ironi, karena Washington menjadi pendorong dunia untuk menjatuhkan sanksi pada Moskow.

Bloomberg, pada Senin (14/6/2022),mengungkap desakan pemerintah AS tersebut mengutip sumber-sumber yang mengetahuinya.

Menurut sumber-sumber tersebut, desakan itu dipicu oleh kekhawatiran bahwa sanksi terhadap Rusia menyebabkan penurunan tajam dalam pasokan produk pertanian, memicu melonjaknya harga pangan global.

Baca juga: Rusia Bombardir Severodonetsk Ukraina Habis-habisan, Dibikin seperti Mariupol

Upaya tersebut merupakan bagian dari negosiasi rumit dan sulit yang sedang berlangsung yang melibatkan PBB untuk meningkatkan pengiriman pupuk, biji-bijian dan produk pertanian lainnya dari Rusia dan Ukraina yang telah terganggu oleh invasi Moskow di bawah komando Presiden Vladimir Putin ke tetangga selatannya.

Pejabat AS dan Eropa menuduh Kremlin menggunakan pangan sebagai senjata, mencegah Ukraina mengekspor.

Rusia menyangkalnya, bahkan ketika telah menyerang pelabuhan-pelabuhan utama, menyalahkan gangguan pengiriman pada sanksi yang dikenakan oleh AS dan sekutunya atas invasi.

Uni Eropa dan AS telah membangun pengecualian ke dalam pembatasan mereka dalam melakukan bisnis dengan Rusia untuk memungkinkan perdagangan pupuk, di mana Moskow adalah pemasok global utama.

Tetapi banyak pengirim, bank, dan perusahaan asuransi telah menjauh dari perdagangan karena takut mereka dapat secara tidak sengaja melanggar aturan.

https://international.sindonews.com/...ksi-1655190391
0
600
30
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
Berita Luar Negeri
KASKUS Official
82.1KThread21KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.