Kaskus

Story

monday22Avatar border
TS
monday22
Untuk Dia
Sebuah cerita dari hubungan gua dengan seseorang, hubungan yg sudah lama sekali terjadi, ketika kami sama-sama masih sekolah.

Saat itu gatau kenapa gua tertarik dengan sosok dia, sosok yang gua pikir selera humor kami sama, kami selalu ketawa untuk hal yg sama, walaupun diakhir obrolan selalu ada kata-kata yg buat kami termenung. Banyak hal yg kami sepakati bersama.

Dia itu teman diskusi yg baik, memberi solusi yg kadang pahit tapi selalu terasa lepas kalau bareng dia, sampai akhirnya gua sadar, gua sayang sama dia.

Tahun-tahun berlalu, masing-masing dari kami punya pasangan, silih berganti. Sampai di tgl 2 juni 2022 kemarin, ketika kami sudah berumur 25thn kami bertemu kembali dan bisa ngobrol banyak hal lagi, sesuatu yg sudah lama sekali tidak terjadi.

Bahkan ketika masing-masing dari kami punya pasangan, gua masih terus mikirin dia, agak jahat memang, tapi gimana?
Sulit buat bilang gua udh ga suka lagi sama dia.

Diobrolan kemarin kami bicara banyak hal, apa yg sudah terjadi, alasan kenapa kami putus dengan pasangan masing-masing sampai tentang ketidak siapan kami untuk menikah.

Satu hal menarik, ternyata semua mantannya serius untuk ngajak dia menikah dan diantaranya ada salah satu mantannya yg dia masih sayang. Ya, itu adalah mantan kedua dari terakhir.
Dulu gua sempat bercanda kalo dia sampai nikah suatu hari nanti, kayanya gua siap nunggu sampe dia pisah sama pasangannya, bodoh memang.
Tapi ternyata mantannya dia ini mengatakan hal yg sama. Mantannya ini bilang ke dia kalau akan terus nunggu sampe dia menikah, dan ketika dia menikah mantannya ini baru akan menyerah buat semuanya.

Bodohnya, gua tau persis alasan detail mereka putus, putus yg disesali karna dua2nya masih saling mencintai.

Disepanjang dia bercerita gua jadi mikir, kayanya gua ga punya tempat deh, karna mantannya itu terlihat serius banget, sementara gua? masih sibuk dengan diri gua sendiri, masih bersenang-senang dengan masalah gua sendiri, dan masih belum siap buat menikah. Buat gua pernikahan adalah hal yg berat dan ga segampang itu, banyak faktor yg harus benar-benar dipertimbangkan, kaya tempat tinggal, biaya hidup, dan hal memusingkan lainnya. Hal-hal yg belum siap gua tambahkan ke daftar masalah hidup gua.

Di perjalanan pulang, dia bercerita dengan semangat dan mata yg berkaca-kaca, ternyata perasaannya ke mantannya sedalam itu. Di sela-sela obrolan gua cuma bisa melamun dan mikir ternyata gua sudah gabisa apa-apa lagi, ternyata tempat gua bukan disana, bukan disamping dia. Gua ga ngerti harus apa lagi saat itu.

Gua seperti dikasih tempat, tapi cuma buat ngeliat mereka dari kejauhan. Tempat yg bukan di samping dia, tapi jauh di belakang, tempat yg cuma bisa untuk ngeliat mereka bahagia.

Dan untuk saat ini sangat rasional buat gua bilang "Gua udah ga perlu mengharap apa-apa lagi". Walaupun mungkin kedepannya dia masih akan menyenangkan untuk menjadi teman diskusi.
Ya mungkin gua akan sendiri dulu sekarang, belum tau sampai kapan, mungkin sampai gua siap menikah? Entahlah.

Gua berharap yg terbaik buat dia dan kebahagiannya, apapun itu. Karna ketika gua liat matanya dalam-dalam, gua ga ngeliat gua ada disana.

Dan jawaban dari pertanyaan yg ada bertahun-tahun belakangan sudah terjawab di obrolan kami kemarin, gua yg bingung dan ga punya arah ini akhirnya memutuskan untuk mundur dari "perburuan" ini, kayanya itu adalah hal yg paling bijak dan satu-satunya pilihan yg bisa diambil sekarang.

I love her, tapi...
Gua ga bisa maksain kehendak gua ke dia.

Kalau memang dia bisa terus bahagia tanpa gua disana, ada baiknya gua tetap membiarkan itu terjadi kan?
bukhoriganAvatar border
dulKhabAvatar border
sangatingatAvatar border
sangatingat dan 2 lainnya memberi reputasi
3
1K
6
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.8KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.