Kaskus

Story

bintuAvatar border
TS
bintu
Karirku di Dunia Pena
Namaku Bintu Halil, lahir dan tinggal di lereng Tambora yang ada di kabupaten Dompu, NTB. Sekitar pertengahan tahun 2016, aku mulai terjun secara serius ke dunia tulis menulis. Berbekal HP Nokia yang syukur-syukur bisa terkoneksi internet. Yup, aku menulis secara online di wall akun Facebook-ku yang kadang dibaca dan dikomentari oleh beberapa orang.

Pada tahun itu aku memang hanya menulis keluh kesah dari perasaan yang sulit diceritakan kepada orang lain, karena memang tidak ada orang yang bisa dijadikan tempat bercerita. Jadi menurutku ketika sebuah cerita tidak dapat diungkapkan, menulis adalah cara lain untuk meluapkannya.

Akhir tahun 2015 aku cuti kuliah dan harus pulang ke desa untuk merawat ibuku yang stroke. Perubahan aktivitas membuatku lumayan terkejut. Aku yang biasanya hanya fokus belajar, pergi kuliah dan berkegiatan seperti mendalami organisasi kemahasiswaan, harus mulai terbiasa dengan pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci dan mengurusi orang tua. Ditambah lagi harus menghadapi ibu yang emosinya tidak stabil, suka marah-marah tidak karuan. Sungguh aku harus banyak bersabar.

Dari dulu, belum pernah ada permintaan orang tua yang bisa aku penuhi. Jadi aku pikir inilah saatnya untuk memenuhi permintaan mereka termasuk permintaan untuk aku berhenti kuliah. Berat. Karena beberapa langkah lagi aku bisa menggapai gelar sarjana. Tapi aku harus berhenti dan kembali pulang demi orang tua. Awalnya aku sangat tidak ikhlas hingga setiap hari menangis dan bertanya-tanya kenapa semuanya jadi begini. Kenapa aku tidak seberuntung teman-temanku yang bisa menggapai mimpi sampai akhir? Mengapa orang tuaku harus sakit di saat anaknya sebentar lagi sarjana? Sungguh aku berpikir aku bukan anak yang beruntung karena keputusanku harus merawat tua.
Namun, ternyata tidak. Pikiranku yang salah. Justru keputusan merawat mereka, aku mendapat banyak hal berkah yang bisa aku rasakan sampai hari ini. Dan itu semua berkat menulis.

Aku menulis kisahku ini di wall Facebook yang banyak mendatangkan teman-teman baru yang juga penulis. Mereka menunjukkan rasa simpati dan sesekali mengomentari cara penulisanku yang keliru. Rasanya bahagia bisa mendapat teman yang mau memperbaiki kekeliruanku.

Sekitar enam bulan berlalu aku semakin menikmati menulis. Setelah aktivitas rumah yang sangat ruwet dan melelahkan, aku bisa bersantai dengan menulis tentang hari itu. Karyaku sudah lumayan banyak, ditambah lagi aku suka mengikuti perlombaan yang diadakan oleh penerbit Indie. Kemenangan pertama membuatku berhasil mendapatkan hadiah Rp. 500.000.,00 yang saat itu bisa memenuhi kebutuhan. Tidak berhenti di situ, aku juga rajin mengikuti event yang diadakan oleh grup RWW yang ownernya adalah karibku sendiri, dan Alhamdulillah nya aku berhasil mendapatkan hadiah utama berupa note book.
Dari lomba-lomba yang aku ikuti lahir juga buku-buku antologi yang berjudul Gado-Gado yang merupakan antologi cerpen horor, Air Mata yang berisi cerpen-cerpen sad roman, Ruang Terpatah yang berisi puisi-puisi patah hati, Cerita Anak Islami yang merupakan antologi pertamaku tentang cerita anak-anak dan Santriwati Centil yang merupakan novel keroyokan yang ditulis oleh enam penulis, termasuk aku.

Tidak puas dengan antologi-antologi yang sudah terbit, aku bercita-cita ingin punya buku solo. Karena waktu itu aku lebih terbiasa menulis cerpen, puisi, dan cerbung yang belum rampung, aku nekat mengikuti sebuah kompetisi yang diadakan oleh penerbit indie AT Press. Kompetisi ini bernama AT Duel, di mana dua orang penulis akan diadu dalam menulis dengan premis yang sama. Sebelum dipasangkan, pihak penerbit memberikan satu premis yang sama kemudian meminta semua peserta untuk mengirim sinopsis. Ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan penulis agar dapat dipasangkan dengan penulis yang levelnya sama.

Dari sekian banyak peserta yang mengirim sinopsis, hanya enam orang lulus. Salah satunya aku. Karena sudah lulus, tantangan pun dimulai. Aku dipasangkan dengan anak SMK yang bernama Mulya Indah Lestari, seorang penulis puisi dan prosa yang hebat. Kami diberi premis cukup ruwet, novelnya harus bergenre fantasi. Dan kalian tahu? Kami diberi waktu riset selama satu bulan dan satu minggu untuk menulis semuanya. Bayangkan! Satu minggu menulis satu novel! Aku sangat stres waktu itu, tapi rasanya sangat menantang. Aku sangat bersemangat.

Setelah satu bulan lebih satu minggu, aku mengirim naskah full di detik-detik deadline, sementara sainganku mengirim naskah yang belum rampung. Dia tidak bisa menyelesaikan naskah karena mentok ide ditambah ujian akhir sekolah yang membuat pikirannya pecah.

Penerbit akhirnya mengumumkan kalau semua peserta sudah mengirim naskah sebelum deadline yang artinya tidak ada yang kena denda. Ya, kami dikenakan denda bila tidak mengirim naskah sebelum deadline. Juri diberi waktu satu minggu untuk memeriksa enam naskah peserta dan memilih satu di antara semuanya menjadi naskah terbaik. Kalian tahu? Naskahku yang terbaik! Sungguh! Akhirnya aku bisa melakukannya dan punya buku solo.
Setelah mengikuti duel, akhirnya naskahku diproses untuk diterbitkan secara gratis. Rasanya sangat bangga. Dalam satu bulan lebih satu minggu aku bisa menghasilkan novel terbaik mengalahkan lima peserta lainnya.

Pasca memiliki buku solo, aku mulai mendapat tawaran bekerja di penerbit AT Press cabang Surabaya. Waktu itu ditawari menjadi admin akun Facebook yang tugasnya melayani pelanggan dan mencari naskah potensial. Beberapa bulan menjadi admin, aku ditawari lagi untuk menjadi Pimpinan Redaksi AT Press Lombok. Aku menerima dan itulah awal dari semua karirku di dunia literasi.
Berawal dari berkeluh-kesah hingga akhirnya bisa merasakan manfaat finansial dari menulis. Barangkali begitulah yang dirasakan penulis-penulis besar seperti Tere Liye, Asma Nadia, Boy Candra dan penulis lainnya, selain berkarya mereka juga mendapat manfaat dari hasil menulis itu. Aku jadi semakin termotivasi untuk terus berkarya dan memunculkan bacaan-bacaan yang berguna bagi orang lain. Selain itu juga menulis dapat dijadikan sebagai pekerjaan.

Adakah pekerjaan yang paling menyenangkan selain hobi yang dibayar?

Diubah oleh bintu 25-03-2022 10:36
dewisuzannaAvatar border
ES789Avatar border
bukhoriganAvatar border
bukhorigan dan 5 lainnya memberi reputasi
6
923
15
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.9KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.