- Beranda
- Berita Luar Negeri
Terungkap, Penerbangan Bantuan Kemanusiaan ke Ukraina Dipenuhi Senjata
...
TS
5tar5.
Terungkap, Penerbangan Bantuan Kemanusiaan ke Ukraina Dipenuhi Senjata
Salah satu serikat pekerja terbesar Italia menyerukan unjuk rasa di luar bandara Pisa pada Sabtu (12/3/2022). Alasannya, mereka menerima informasi dari beberapa karyawan bahwa penerbangan bantuan ke Ukraina justru mengangkut senjata dan amunisi, bukan makanan dan obat-obatan.
Beberapa pekerja di bandara Galileo Galilei menolak memuat barang-barang ke salah satu penerbangan kargo yang diiklankan membawa bantuan kemanusiaan ke Ukraina.
“Peti-peti bantuan itu tidak berisi makanan dan obat-obatan melainkan senjata, amunisi dan bahan peledak,” ungkap pernyataan serikat pekerja Unione Sindacale di Base (USB) pada Senin malam.
Baca juga: Tantang Putin Bertarung, Pemimpin Chechnya Kadyrov Sarankan Musk Ganti Nama Elona
“Kami sangat mengecam pemalsuan langsung ini, yang secara sinis menggunakan bantuan ‘kemanusiaan’ sebagai kedok untuk memicu perang di Ukraina,” papar USB, dilansir RT.com pada Selasa (15/3/2022).
Baca juga: Selamat Tinggal Petrodolar? Arab Saudi Terima Yuan China untuk Pembelian Minyak
Serikat pekerja mengatakan para pekerja menolak memuat pasokan militer karena itu akan menyebabkan kematian rekan-rekan mereka di Ukraina yaitu, mereka yang bekerja di pangkalan yang ditargetkan oleh serangan rudal Rusia, di mana senjata yang diproses melalui pangkalan Amerika Serikat (AS) dan NATO di Polandia dikirimkan.
Baca juga: Ukraina Kecam Langkah Tak Bersahabat Israel terhadap Warganya
Francesca Donato, anggota Parlemen Eropa Italia, mengomentari pernyataan serikat pekerja tersebut dengan meminta pemerintah di Roma “mengklarifikasi” apa yang terjadi.
https://international.sindonews.com/...ata-1647406997
Beberapa pekerja di bandara Galileo Galilei menolak memuat barang-barang ke salah satu penerbangan kargo yang diiklankan membawa bantuan kemanusiaan ke Ukraina.
“Peti-peti bantuan itu tidak berisi makanan dan obat-obatan melainkan senjata, amunisi dan bahan peledak,” ungkap pernyataan serikat pekerja Unione Sindacale di Base (USB) pada Senin malam.
Baca juga: Tantang Putin Bertarung, Pemimpin Chechnya Kadyrov Sarankan Musk Ganti Nama Elona
“Kami sangat mengecam pemalsuan langsung ini, yang secara sinis menggunakan bantuan ‘kemanusiaan’ sebagai kedok untuk memicu perang di Ukraina,” papar USB, dilansir RT.com pada Selasa (15/3/2022).
Baca juga: Selamat Tinggal Petrodolar? Arab Saudi Terima Yuan China untuk Pembelian Minyak
Serikat pekerja mengatakan para pekerja menolak memuat pasokan militer karena itu akan menyebabkan kematian rekan-rekan mereka di Ukraina yaitu, mereka yang bekerja di pangkalan yang ditargetkan oleh serangan rudal Rusia, di mana senjata yang diproses melalui pangkalan Amerika Serikat (AS) dan NATO di Polandia dikirimkan.
Baca juga: Ukraina Kecam Langkah Tak Bersahabat Israel terhadap Warganya
Francesca Donato, anggota Parlemen Eropa Italia, mengomentari pernyataan serikat pekerja tersebut dengan meminta pemerintah di Roma “mengklarifikasi” apa yang terjadi.
https://international.sindonews.com/...ata-1647406997
nomorelies memberi reputasi
1
609
3
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
82.2KThread•21.2KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya