Story
Pencarian Tidak Ditemukan
KOMUNITAS
link has been copied
533
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61e6ccbe85ccd7607c6f4c27/sebelum-reda
Sebelum Reda  Prolog 6 Tahun yang lalu    “ Hei, belum pulang? “   “ Hai, belum nih, nunggu hujannya reda…, kamu? “   “ Bawa mantel, aku udah ditungguin pacarku soalnya, “   “ Ohh, “   “ Duluan ya.. “   “ Oke, hati-hati, masih hujan.. “   Saat ini   Awal tahun, seperti biasa hampir setiap hari hujan jatuh membasahi permukaan bumi. Seorang wanita berusia pertenga
Lapor Hansip
18-01-2022 21:20

Sebelum Reda

icon-verified-thread
Sebelum Reda

Sebelum Reda
 

Prolog

6 Tahun yang lalu
 
 “ Hei, belum pulang? “
 
“ Hai, belum nih, nunggu hujannya reda…, kamu? “
 
“ Bawa mantel, aku udah ditungguin pacarku soalnya, “
 
“ Ohh, “
 
“ Duluan ya.. “
 
“ Oke, hati-hati, masih hujan.. “
 

Saat ini
 
Awal tahun, seperti biasa hampir setiap hari hujan jatuh membasahi permukaan bumi. Seorang wanita berusia pertengahan dua puluhan tengah asyik menikmati suasana hujan lewat jendela kantor guru di sebuah sekolah taman kanak-kanak. Langit masih berwarna abu-abu, hujan dengan intensitas sedang masih betah menyirami permukaan tanah. Suasana kantor sudah sepi karena jam sudah menunjukan pukul setengah lima sore, jam kantor sudah berakhir setengah jam yang lalu. Hanya ada beberapa orang yang belum pulang karena masih ada urusan atau malas menerobos hujan.
 
“ Je, belum pulang? ”
 
Wanita yang tengah menikmati hujan itu menoleh kemudian tersenyum pada wanita yang sudah berusia empat puluhan. “ Belum bu, bu Ida dari mana?”

“ Biasa, rapat Yayasan, kayaknya hujannya bakal awet nih Je, saya udah minta jemput suami nih. Kamu mau bareng? suami saya bawa mobil kok, biar motor kamu dititipin sini aja. ”    
 
“ Nggak usah bu, saya bawa mantel kok, ini juga sudah mau pulang. “ Jean mulai mengemasi barang-barang di mejanya. Dia tidak ingin merepotkan sang kepala TK nya itu, lagian rumahnya dan rumah ibu Ida berbeda arah dan jaraknya cukup jauh.
 
" Bener? " Tanya bu Ida memastikan, dia kemudian menerima telefon dari suaminya yang sudah sampai di depan.
 
Wanita bernama lengkap Jeanantha Hasyafahari itu mengangguk mantap, “ Iya bu, nggak papa kok. “
 
“ Ya sudah, ibu duluan ya, kamu hati-hati… “ bu Ida berpamitan dan berjalan ke luar karena suaminya juga sudah menunggu diteras dengan payung yang dipegangnya. Pasangan suami istri yang sudah di anugerahi dua orang anak itu berjalan menuju mobil yang diparkir di lapangan sekolah.
 
Jean menghela nafas sebelum berjalan menuju parkiran, “ Hujan… “ gumamnya, dia bukannya membenci hujan. Hanya saja, hujan membuatnya kembali mengingat seseorang dari masa lalunya, seseorang yang bahkan sampai saat ini masih menempati satu ruang dihatinya. Mungkin benar kata orang, jika cinta pertama itu sulit untuk di lupakan.

***




Quote:Note:

- Cerita ini hanyalah fiktif belaka yang terinspirasi dari kehidupan disekitar penulis.
- Update tidak menentu, doa kan saja ts bisa rajin update.
- Silahkan memberikan komentar, kritik dan saran yang positif dan membangun.
- Selamat membaca dan mengikuti kisah Je.

Diubah oleh j.16
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dan 56 lainnya memberi reputasi
57
Tampilkan isi Thread
Masuk untuk memberikan balasan
stories-from-the-heart
Stories from the Heart
25.7K Anggota • 29.6K Threads
Halaman 4 dari 9
Sebelum Reda
20-02-2022 12:33
Bagi kalian yang ingin mendownload komik langsung saja cek di website Animeko Translation
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 2 lainnya memberi reputasi
2 1
1
Sebelum Reda
20-02-2022 18:44
Sedih emoticon-Turut Berduka
profile-picture
profile-picture
j.16 dan seojoon memberi reputasi
2 0
2
Sebelum Reda
20-02-2022 21:08
Sedih juga ya kisah Je ini emoticon-Mewek

Biasanya cewek klo suka cowok trus blm berani nyatain perasaan, temennya yg maju buat ngasih tau si cowok yg disuka temennya itu
Semoga aja si Naya segera ngasih tau ke Argi klo si Je suka sama Argi emoticon-Shutup emoticon-Peace











emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
april90 dan j.16 memberi reputasi
2 0
2
Sebelum Reda
21-02-2022 06:18
Quote:Original Posted By provocator3301
Sedih emoticon-Turut Berduka


Sadgirl bgt emang si je ini emoticon-Frown

Quote:Original Posted By seojoon
Sedih juga ya kisah Je ini emoticon-Mewek

Biasanya cewek klo suka cowok trus blm berani nyatain perasaan, temennya yg maju buat ngasih tau si cowok yg disuka temennya itu
Semoga aja si Naya segera ngasih tau ke Argi klo si Je suka sama Argi emoticon-Shutup emoticon-Peace



si Naya nih pengen Je berusaha sendiri, kalo dia cuma bagian doa sama pengamat aja wkwk
Diubah oleh j.16
profile-picture
profile-picture
profile-picture
penyukabiru dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Sebelum Reda
21-02-2022 12:30
Quote:Original Posted By seojoon
Sedih juga ya kisah Je ini emoticon-Mewek

Biasanya cewek klo suka cowok trus blm berani nyatain perasaan, temennya yg maju buat ngasih tau si cowok yg disuka temennya itu
Semoga aja si Naya segera ngasih tau ke Argi klo si Je suka sama Argi emoticon-Shutup emoticon-Peace


emoticon-Traveller


wakwakawk...
jd inget jaman skolah dlu, trus ntar heboh dan riuh se isi kelas.
bahkan sampe ke kelas tetangga.


Quote:Original Posted By j.16
Sadgirl bgt emang si je ini emoticon-Frown

si Naya nih pengen Je berusaha sendiri, kalo dia cuma bagian doa sama pengamat aja wkwk


owh, mungkin karena ini mah ud pada dewasa jd udah gk ada comblang2xan ya sis.
apalagi ini latar waktu nya ud pada kerja, emoticon-Blue Guy Peace
ntar klo ud mepet usia 30, cewe bru mule brubah agak agresif dalam mencari cinta

playlistnya dari utopia - hujan, brubah jadi So7 - melompat lebih tinggi ato yg J.A.P
kwawkawkkaw
emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
provocator3301 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 24 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 24 balasan
Sebelum Reda
23-02-2022 11:11
Hujan selalu lihai membawa kenangan masalalu :"
profile-picture
profile-picture
profile-picture
penyukabiru dan 4 lainnya memberi reputasi
4 1
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Post ini telah dihapus
Sebelum Reda
04-03-2022 12:02
Lama tidak update, adakah yang menunggu cerita ini? emoticon-Maluemoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
penyukabiru dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 6 balasan
Sebelum Reda
04-03-2022 15:44
profile-picture
j.16 memberi reputasi
1 0
1
Sebelum Reda
05-03-2022 14:08
Salam kenal, ijin gabung ya..
profile-picture
profile-picture
seojoon dan j.16 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
Sebelum Reda
05-03-2022 20:21
Ceritanya menarik, saya juga sempat punya pengalaman yang sama. Kagum sama orang sampai lama 😊. Salam kenal dari pencinta Drakor 😉
profile-picture
profile-picture
profile-picture
penyukabiru dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Sebelum Reda
06-03-2022 15:49
Mencoba Melupakan


Setelah tidak ada jawaban apapun dari Argi karena nomor dan instagramnya yang tiba-tiba tidak aktif sampai saat ini. Sepertinya kali ini Jean harus benar-benar move on, meskipun kenyatannya sulit untuk melupakan orang yang sudah kita sukai sejak lama. Tiga hari berturut-turut setelah dia pulang dari rumah Naya, dia mengurung diri dikamar untuk meratapi kisah cintanya yang bertepuk sebelah tangan sambil mendengarkan lagu-lagu galau. Bahkan orangtua dan adiknya bingung dengan sikapnya itu. Entahlah, Jean hanya butuh waktu sendiri untuk perasaannya.

Sebenarnya Jean malu pada orang lain bahkan dirinya sendiri, usianya sudah hampir seperempat abad, disaat orang lain seumurannya sibuk untuk memikirkan karir, masa depan atau impiannya. Dia malah sibuk menggalau karena cowok, ah payah sekali dirinya. Setelah berpikir seperti itu, dia bertekad untuk melupakan Argi.

“ Ayo Je, lo pasti bisa lupain Argi. Semangat! “ gumamnya untuk menyemangati diri sendiri.

Saking semangatnya dia sampe mencari berbagai artikel yang memberikan tips dan trik untuk melupakan seseorang di internet. Itu adalah langkah pertama yang dia lakukan dalam misi melupakan seorang Risyardhi Argiawan Hernanto.

“ Eh, ntar sore nongki yuk, udah lama nih ga nongki pulang kerja.” Ajak Yulia saat mereka sedang istirahat dan menemani anak – anak untuk tidur siang.

Nisa yang sedang mengantuk langsung bersemangat. “ Wih hayuk atuh gaskeun, butuh healing nih gue. “

Jean mengangguk mengiyakan, dia juga butuh healing untuk mengobati patah hatinya. Dari pada hanya berdiam diri dikamar sambil mendengarkan lagu galau, lebih baik dia ikut nongkrong saja bersama Nisa dan Yulia.

“ Tapi kemana nih? Cari yang belom pernah kita datengin kali ya..” saran Nisa.

“ Bentar – bentar, kata temen gue ada cafe yang baru buka dan menunya enak terus gak terlalu mahal juga, oke lah buat akhir bulan gini. “ usul Yulia.

“ Oke deh atur aja, gue ngikut yang penting sesuai kantong ya. Tipis nih dompet gue. ” kata Jean.

Karena dia sedang galau napsu makannya jadi bertambah, segala macam jajan dan cemilan macam seblak, cilor, cilok, cireng. Pokonya dunia peracian serta cemilan – cemilan yang pedas dia beli untuk teman menggalaunya dirumah.

Setelah jam kerja selesai, dan mereka juga sudah sekalian menunaikan sholat ashar disekolah, mereka langsung menuju cafe yang dimaksud Yulia. Lokasinya tidak terlalu jauh dari sekolah dan memang benar tempat ini baru buka sekitar seminggu yang lalu. Jadi suasananya cukup ramai karena masih ada promo.

Jean menatap sekeliling, tempatnya enak dan juga nyaman. Nuansanya juga boleh lah, ala - ala cafe sekarang yang instagramable banget. Yulia memilih meja yang berada dipojok kanan dan kebetulan disitu tidak terlalu ramai karena pengunjung lain lebih memilih di sebelah kiri yang viewnya matahari sore.

“ Sini aja gais yang sepi, biar lebih enak gibahnya hehe… “

“ Astagfirullah ukhti! malah ngajakin gibah, dosa woi.. “ Nisa menggeleng – gelengkan kepala.

“ Halah biasanya juga lo duluan yang mulai Nis.. “ ejek Yulia.

“ Enak aja, mana pernah gue yee.. “

“ Halah prett… “ Yulia mendorong bahu Nisa pelan, Jean hanya tertawa melihat tingkah keduanya.

Namanya juga cewe , kalau sudah berkumpul begini pasti ngomongin apa saja hal gak penting sampai ghibahin orang. Astagfirullah ukhti, istigfar kalian.

Setelah memesan makanan dan minuman, sambil menunggu mereka tentu saja mengobrol, karena ketiganya suka kpop dan kdrama jadi obrolan pertama tentu saja tentang oppa – oppa kesayangan mereka.

“ Ada drama baru gak sih yang seru? ” Yulia membuka pembicaraan.

“ Kan gue udah bilang dramanya Song Joong Ki bagus Yul. “ jawab Nisa.

“ Iya? Yang mana? Bentar gue cari dulu. “ Yulia langsung membuka hapenya dan mencari drama yang dimaksud Nisa.

“ Oh yang mafia itu Nis? “ tanya Jean memastikan, sepertinya dia tahu drama itu.

Yulia mengangguk, “ Iya, lo nonton kan Je? Seru kan, sumpah Song Joong Ki ganteng banget dong disitu. “ Yulia memang tergila - gila pada actor korea berusia 36 tahun itu.

“ Gue gak nonton, cuma liat sekilas doang di IG. Duh, gue tuh kurang sreg sama dia. “ kata Je beralasan.

“ Ih sumpah cakep banget Song Joong Ki Je.” Kata Nisa ngotot, “ masa kalian gak nonton sih? parah banget. ”

“ Justru karena dia terlalu cakep Yul, gue jadi pusing nontonnya. Gue tuh gak bisa liat yang terlalu cakep gitu. “ terang Jean.

“ Je kan emang aneh. Dramanya Lee Min Ho sama Kim So Hyun aja dia gak nonton gara – gara pemainnya terlalu ganteng katanya. “ kata Nisa menjelaskan. Dia sudah paham selera drama yang ditonton Je.

Setelah membahas drama korea, kini mereka berganti topik membahas tentang dunia perskincarean. Lanjut membicarakan tentang yang sedang viral akhir - akhir ini. Setelah itu mulailah bergibah tentang orang lain.

“ Eh, kemaren kalian liat ga sih, neneknya Daffa tuh dateng ke sekolah. ” pancing Nisa. Padahal tadi dia yang e

Yulia mengangguk semangat, “ Liat lah, sumpah ya Bundanya Daffa dibentak - bentak dong. Neneknya tuh kayak nyalahin Bundanya Daffa gitu. Duh, semoga mertua gue baik hati Ya Allah. Takut banget kalo dapet mertua yang kayak gitu. “

“ Loh emang kenapa? Gue gak liat sumpah. “ Jean tidak tau tentang insiden yang terjadi.

“ Jadi kemaren kan si Daffa badannya agak anget gitu dan batuk juga, tapi bundanya bilang Daffa tuh kekeh pengen sekolah sampe ngamuk. Jadilah dia berangkat, eh terus Neneknya dateng tuh pas jam sepuluh gitu, marah – marah sama bundanya Daffa. “ Nisa menceritakan kejadian kemarin dengan raut wajah yang sangat serius.

“Neneknya bilang kalo Bunda Daffa gak becus rawat anak, anak sakit malah dipaksa sekolah, pokoknya marah – marah gitu deh. Mana didepan kan banyak wali murid, malu banget pasti. “ lanjut Nisa.

Yulia menegakkan duduknya. “ Tapi Neneknya Daffa emang nyeremin sih, mana kalo ngomong ceplas – ceplos banget lagi. Kayak gak suka banget sama Bunda Daffa loh, pernah juga ya dia tuh banding - bandingin Daffa sama cucunya yang lain. “

Jean menjentikan jari, “ Oh yang pas lomba hafalan doa itu ya? “

Yulia mengangguk. “ Iya yang lo langsung samperin si Daffa itu Je, gue aja yang udah gede kalo dibanding – bandingin gitu sakit hati, apalagi anak kecil coba. “

Jean ingat waktu itu Daffa memang diantar neneknya, saat suruh maju ke depan Daffa tidak mau hafalan doa dan malah menangis. Bukannya menenangkan, sang nenek malah memarahi dan mengata - ngatai anak berusia 5 tahun itu.

“ Udah gak usah nangis, cucu nenek yang lain tuh pinter, berani, kamu malah kayak gini. Vano sepupu kamu aja pinter banget disekolahnya. Mama kamu sih terlalu manjain kamu.” Ujar Nenek Daffa.

Mendengar itu, tangis Daffa semakin pecah. Jean yang saat itu melihatnya langsung menghampiri Daffa dan berusaha menenangkannya.

Je berjongkok dan mengelus kepala Daffa, “ Udah gak papa kok, besok kalo ada lomba doa lagi Daffa udah harus berani ya, kan Daffa anak pinter. Yuk sama Bu Jeje aja gabung sama temen yang lainnya."

“ Gara – gara mamahnya itu bu, didiknya gak bener, selalu dimanjain. Cucu – cucu saya yang lain itu pinter dan nurut, tapi Daffa ini kok beda sendiri. “ sewot Neneknya yang menatap sebal cucunya.

Jean yang malas menanggapi hanya tersenyum dan memilih membawa Daffa menjauh dari sang nenek. Jika dilihat dari kejadian tadi Daffa memang tidak terlalu suka jika diantar oleh nenek dari pihak ayahnya.


“ Agak ngeri ya bun kalo dapet mertua modelan begitu, kesannya tuh salah terus kitanya. “ kata Yulia yang diangguki keduanya.

Obrolan mereka kembali berlanjut hingga tidak terasa memasuki waktu maghrib, mereka memilih sholat di cafe tersebut karena waktu sholat maghrib tidak begitu lama, setelah itu baru mereka berpisah untuk pulang ke rumah masing – masing.

Sesampainya dirumah Jean kemudian lanjut mandi dan bersih – bersih, ia tidak langsung rebahan karena ibu bilang tetangga mereka mengundang untuk makan - makan bersama. Katanya ada syukuran karena tetangga mereka baru membeli mobil baru, dan benar saja saat Jean keluar rumah suasananya sudah ramai oleh bocil dan para tetangga.

“ Sini – sini Je, kita makan nasi liwetnya bareng – bareng, enak banget loh ini.. “ ajak para ibu yang ada disitu.

Setelah selesai makan – makan mereka lanjut mengobrol dan karaoke bersama, Je sih hanya nonton saja karena suaranya tidak bagus. Mereka semua tertawa melihat tingkah bapak dan ibu rt yang semangat berduet. Jean ikut tertawa lepas dan larut dalam suasana yang ramai dan bahagia, sepertinya hari ini dia banyak tertawa. Jika malam kemarin dia masih teringat Argi, sepertinya hari ini dia mulai lupa dan malam ini juga tidak ada lagu galau yang ia dengarkan.

***
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i4munited dan 10 lainnya memberi reputasi
11 0
11
Lihat 8 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 8 balasan
Sebelum Reda
06-03-2022 19:18
Setelah sekian lama tidak update, semoga masi nyambung ceritanya emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
69banditos dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Sebelum Reda
07-03-2022 11:25
Akhirnya je muncul juga nih emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
seojoon dan j.16 memberi reputasi
2 0
2
Sebelum Reda
08-03-2022 08:53
TS sudah keluar dari Goa

Mayanlah



emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Sebelum Reda
13-03-2022 21:30
Misi Yang Berjalan Lancar


Tidak terasa sudah sebulan sejak hari dimana Jean bertekad untuk melakukan misi penting dalam kisah cintanya, yaitu melupakan Argi. Sepertinya misi ini akan berjalan lancar karena kini dia tidak pernah stalking atau mengingat tentang cowok itu, dia juga sudah tidak mendengarkan lagu galau lagi jika malam hari.

Kalau kata Naya sih sekarang Jean sudah terlihat happy kiyowo lagi dan wajahnya tidak bermuram durja. Suatu kebanggaan tersendiri bagi Naya, akhirnya sahabatnya itu mau mendengarkan nasihatnya untuk melupakan Argi.

“ Je, kalo diliat - liat lo sebenernya cakep juga ya.. “ Naya mengamati Jean yang baru selesai menggunakan jilbab dan berdiri didepan cermin.

Melihat Jean tersenyum lebar kepedean, Naya kembali melanjutkan ucapannya. “ Ya meskipun tetep cakepan gue lah. “ sombongnya sambil mengibaskan rambut panjangnya yang badai.

“ Dih, terbang tuh kutu nya.. “ sewot Jean. Seharusnya dia tidak kepedean lebih dulu karena mana mungkin seorang Naya tiba – tiba memujinya cantik.

“ Enak aja abis dari salon nih, bagus kan rambut gue..” sombongnya.

“ Astagfirullah ukhti, aurat itu woi.. “ Jean hanya menggelengkan kepala.

Selain sifat keduanya yang sangat berbeda, fisik dan penampilan mereka juga sangat bertolak belakang. Jean sendiri mempunyai wajah manis dengan hidung yang sedang, kulitnya kuning langsat dengan tinggi badan sekitar 156 cm. Berat badannya juga sedang, tidak terlalu kurus atau gemuk. Sejak SMA dia sudah terbiasa menggunakan jilbab dan berpakaian panjang, lalu setelah mengajar di TK penampilannya menjadi lebih solehah macam ukhti - ukhti kalo kata Naya, ya meskipun kelakuannya belom solehah – solehah banget.

Jika Jean solehah, si Naya ini lebih ke solehot karena dia masih senang berpakaian terbuka, tapi untungnya masih batas sopan. Dia juga masih memamerkan rambutnya alias belum berjilbab. Jean mengakui kalo wajah Naya itu memang cantik dengan hidung mancung, kulitnya juga putih bersih. Tingginya sekitar 163 cm sebenarnya Naya dulu ingin jadi pramugari, tapi tidak jadi mengingat dia orang yang takut ketinggian.

“ Udah yuk buruan jalan, lama lo… “ sewot Naya, dia memang belom bisa berjilbab seperti Jean. Katanya sih karena belom terketuk pintu hatinya.

Jean melempar jaket pada Naya karena baju sahabatnya itu terlalu ketat dan pendek. “ Pake jaketnya woi pendek itu baju lo, baju kekecilan aja dipakein. “

“ Brisik banget guru TK, nih gue pake biar puas..” Meskipun dongkol dengan ucapan Jean tapi dia selalu menuruti ucapan Jean jika cewek itu memprotes penampilannya yang dinilai terlalu terbuka.

Meskipun banyak perbedaan diantara keduanya tapi mereka bisa saling melengkapi satu sama lain. Mungkin itu menjadi salah satu alasan mengapa pertemanan mereka bisa langgeng hingga saat ini.

Kali ini bukan Naya yang mengajak jalan, tapi Jean berinisiatip mengajak Naya untuk keluar di hari minggu yang cerah ini. Tadinya Naya tidak mau karena semalam ia habis lembur hingga larut malam, tapi Jean menjanjikan akan mentraktir apapun yang dia mau hari ini. Dan tanpa berpikir panjang Naya menyetujuinya, bahkan ia rela datang lima belas menit lebih awal untuk menjemput Jean yang masih berdandan.

Setelah menghabiskan waktu dua jam lebih untuk belanja bulanan sekaligus cuci mata, mereka berdua lanjut pergi ke cafe yang waktu itu dikunjungi oleh Jean bersama Yulia dan Nisa. Naya sendiri belom sempat kesini karena beberapa minggu ini sangat sibuk. Setelah memesan mereka mengobrol sambil menunggu pesanan datang.

“ Kayaknya misi lo berjalan lancar nih, tuh kan apa gue bilang. Kalo lo bertekad untuk move on pasti bisa Je. Lo sih gak pernah percaya omongan gue, Batu. “ cerocos Naya.

“ Mulai deh, mulai… “ sewot Jean.

“ Ck, iya deh iya, “ Naya berdecak, dia mengalah dan tidak melanjutkan ceramahnya sebelum Jean batal mentraktirnya, “ gimana sekarang perasaan lo?”

“ Ya gini, gue mencoba biasa aja sih. Menjalani kehidupan seperti air yang mengalir dari mata air pilihan dan diproses denga-“

Mendengar jawaban Jean yang tidak nyambung Naya melempar buntelan tisu yang ia pegang, ” Gue tanya serius dodol! “

Mereka menghentikan obrolan saat makanan yg dipesan datang, “ Permisi mba, ini makanannya ya.. “

“ Makasih ya mas.. “ jawab mereka kompak.

“ Sumpah gue laper banget, “ Naya langsung melahap makanannya. Saat makan mereka tidak banyak bicara, fokus pada makanannya masing – masing.

“ Makannya enak sih, tempatnya juga asik, fiks gue harus ajak anak – anak kantor kesini. “ kata Naya setelah berhasil menghabiskan makanan dipiringnya.

“ Enaklah, apalagi dibayarin.. “ cletuk, Jean.

“ Dih, gak ikhlas lo? ” Tuduh Naya. Jean hanya mengedikan bahu acuh dan melanjutkan makannya.

“ Loh, Naya? “

Merasa ada yang memanggil namanya, Naya menoleh dan ternyata ada seorang laki laki yang tersenyum mendekati meja mereka.

“ Mas Irfan? Disini juga mas? “

Cowok itu mengangguk, “ Iya, biasalah ketemu temen, nengokin usaha barunya… “

“ Oh, jadi tempat ini punya temen mas Irfan? Wahhh.. “ Naya mengangguk takjub, “ Keren sih tempatnya,..”

Lagi – lagi orang yang dipanggil Mas Irfan ini mengangguk, “ Iyalah, untung dia dengerin saran Mas, nggak tau deh kalo Mas gak kasih saran, pasti tempatnya biasa aja. “ lalu ia menoleh ke arah Jean yang juga sedang memperhatikan obrolan keduanya, “ Ini siapa? “

Naya buru – buru mengenalkan Jean, “ Oh iya kenalin Mas, ini Jean sahabat aku dari SMA.. “

Jean tersenyum sopan dan menyalami tangan Mas Irfan, “ Jeanatha.. “

“ Halo Jean, panggil aja aku Mas Irfan.. “ Mas Irfan tersenyum manis.

“ Oh, iya Mas.. “ Jean tersenyum canggung.

“ Kalian sudah pesen? Kalo belum biar sekalian- “

“ Nggak usah Mas, udah kok, baru aja habis makannya.. “ kata Naya buru - buru menolak.

“ Yaudah, nanti tagihannya biar aku aja yang bayar. Mba – mba … “ Mas Irfan memanggil salah satu waiters yang ada disitu. “ Nanti tagihan meja ini kasi ke saya aja ya, biar saya yang bayar..“ Pelayan itu mengangguk mengerti dan melanjutkan pekerjaannya

Jean yang masih bingung hanya bengong sementara Naya berdecak dan bergumam pelan. Dia tersenyum lebar pada Mas Irfan. “ Duh, makasih banyak loh Mas, malah traktir kita makan padahal baru ketemu lagi. “

“ Iya gak papa, aku udah biasa traktir temen – temenku juga kok, kalian mau ikutan nongkrong dulu? Biasa temen mau ngomongin bisnis. “ tawar Mas Irfan lagi.

Naya melihat jam ditangannya, “ Duh maaf banget Mas, tapi kita udah ada janji sama temen lainnya dan mereka udah nunggu, jadi gak enak kalo dicancel. “ kata Naya tersenyum sungkan.

Jean mengernyit bingung, dia tidak tau jika Naya sudah membuat janji lagi dengan orang lain, tapi perasaan Naya tidak bilang apapun dan agenda mereka hari ini hanya belanja dan makan saja.

Mas Irfan tersenyum, “ Oke deh, nggak papa lain kali aja kalo gitu. “

“ Iya sorry banget ya Mas. Yuk Je, udah ditunguin sama yang lain.. “ ajak Naya.

Jean yang mengerti maksud Naya, buru – buru bersiap, “ Makasih banyak ya Mas.. “

“ Sama – sama Jeanatha, oiya kalo kita ketemu lagi atau kamu liat aku, sapa aja nggak papa kok. Mungkin aku bakal lupa, tapi kalo kamu bilang temennya Naya, aku pasti inget. “ ucap Mas Irfan.

Meski agak loading dengan ucapan Mas Irfan tapi Jean mengiyakan saja, “ Oh iya Mas, yaudah kita pamit dulu ya… “

“ Duluan Mas.. “ pamit Naya yang sepertinya sudah ingin buru – buru pergi.

Setelah berpamitan, keduanya pun pergi meninggalkan cafe, Jean yang curiga dengan sikap kelakuan Naya menyenggol cewek itu untuk menjelaskan. Sesampainya di parkiran Jean pun bertanya, “ Kenapa sih? “

“ Ntar gue ceritain kalo udah sampe rumah lo. Buruan naik, keburu itu orang liat kita lagi. “ Jean pun naik motor yang disetiri Naya. Jean tersenyum lebar mengingat tadi dia tidak jadi membayar pesanan mereka.

Sesampainya dirumah ternyata ibu dan ayah Jean sudah pergi ke tempat bude karena ada acara keluarga disana, Jean dan adiknya memilih tidak ikut karena mereka terlalu mager dan Jean malas karena pasti banyak yang tanya kapan nikah. Boro – boro nikah, jodohnya saja belom terlihat hilalnya.

Jean menatap Naya, dia sudah siap mendengarkan cerita tentang Mas Irfan itu. “ Jadi dia tuh temennya Mas Adit temen kantor gue, kita ketemu pas lagi makan siang gitu. Pertama kali gue liat sih ganteng juga nih orang, trus kita kenalan lah. “

Jean mengangguk saja, “ Terus? “

“ Terus dia minta nomer gue dan kita chattan gitu semingguan dan ngajak jalan kan. “

“ Jadi dia sempet deketin lo? Kok lo ga cerita sih.“ sewot Jean.

“ Iya ini gue kan cerita, sabar dong, dengerin! “ Jean mendengkus kesal dan Naya melanjutkan ceritanya. “ Sebenernya dari kita chattan gue udah ngerasa kek dia tuh terlalu over menunjukkan dirinya gitu loh Je, dia selalu bahas dirinya mulu. Dia ngajakin jalan kan, awalnya gue tolak karena gue sibuk dan agak males juga sebenernya. Tapi dia ngajakin terus jadi yaudahlah gue iyain. “

“ Oke terus gimana? “

“ Iya ternyata bener, apa yang gue bilang kalo dia itu terlalu over menurut gue. Gue tau dia ganteng, baik, mapan dan dia terlalu sadar sama pesonanya itu loh. Terus yang bikin gue makin ilfil, dia tuh selalu pamerin apa yang dia punya. Dia sebutin tuh, apa aja pencapaian dia diusia 28 tahun. “

Jean mengernyit, “ Mungkin dia emang gak maksud sombong atau pamer kali Nay, dia cuma mau share aja ke elo hasil kerja kerasnya. “

“ Nggak tau deh, tapi nggak perlu dong ngerendahin pekerjaan orang lain juga kan. Masa dia bilang gini, kamu kok mau sih jadi karyawan yang gajinya gak seberapa tapi kerjaannya numpuk dan lembur terus, mending bisnis kayak aku. Gaji segitu paling cuma buat makan sama hidup sehari – hari aja kadang gak cukup kan, kapan punya mobil dan rumahnya coba. “ Naya menirukan apa yang di ucapkan Mas Irfan saat itu.

“ Lo tau kan gue sensi banget orangnya, oke emang lebih baik berbisnis. Tapi gak perlu lah dia ngomong sampe segitunya, kesel gue kalo inget deh. “ Naya sudah mulai emosi.

Jean meringis, bagaimana jika orang itu tau jika Naya cuma bekerja sebagai guru TK yang gajinya bercanda. Meskipun begitu Jean tetap menyukai pekerjaannya dan dia tulus menjadi seorang tenaga pendidik. Dia percaya jika kita ikhlas dan selalu bersyukur dalam menjalani kehidupan, Tuhan akan selalu memberikan rezeki.

“ Terus kata Mas Adit, jangan baper karena Mas Irfan kayak gitu sama semua cewek. Mana ada gue baper, yang ada gue malah ilfil. “ jelas Naya.

Mereka lanjut berghibah tentang Mas Irfan dan beberapa cowok yang sempat mendekati Naya dikantornya. Karena terlalu asyik berghibah tentang cowok mereka sampai tidak sadar jika Jendra, adik laki – laki Jean sudah berdiri dipintu sambil bersedekap dada.

“ Ghibah trosss,.. pantesan dipanggilin dari tadi gak nyaut. “ Sindir Jendra. “ Aku mau pergi ya, Ibu sama Ayah katanya pulang besok pagi, itu di meja ada makanan dimakan aja. “ setelah mengatakan itu cowok yang tahun ini baru masuk kuliah itu langsung melengos pergi.

“ Iyaa, jangan malem – malem loh Ndra, Mba nggak mau sendirian dirumah. “ jawab Jean.

“ Kan ada Mba Naya… “ teriak Jendra dari luar.

“ Jendra! awas yan nanti Mba kunciin.. “ ancam Jean. “ Eh lanjut lagi ceritanya, “ Jean menyuruh Naya melanjutkan obrolan mereka.

Ada yang berbeda dari obrolan mereka kali ini, karena sama sekali tidak ada nama Argi yang mereka sebut sejak siang tadi. Kali ini misinya berjalan lancar.


***
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i4munited dan 9 lainnya memberi reputasi
10 0
10
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Sebelum Reda
13-03-2022 21:31
Akhirnya bisa update juga hehe,

ditunggu kritik dan sarannya teman teman emoticon-Big Grin
Diubah oleh j.16
profile-picture
profile-picture
profile-picture
69banditos dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan
Post ini telah dihapus
Sebelum Reda
16-03-2022 19:58
Good emoticon-Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gabalay07 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Sebelum Reda
17-03-2022 22:50
Namanya Om Iyad


Hari ini murid – murid TK Jean akan pulang lebih awal yaitu pukul sebelas, karena akan diadakan rapat guru, para orang tua sudah diberitahu sebelumnya, namun tetap saja ada beberapa murid yang belum di jemput karena orang tuanya masih kerja atau sibuk. Jean bertugas menjaga anak – anak yang belum dijemput sementara rekan yang lain sudah lebih dulu ke ruang rapat.

“ Kakak jangan lari – lari ya, duduk aja yuk sama yang lain nih.. “ Jean mengejar dua murid laki – laki yang memang aktif dan selalu lari – lari. “ Kak Rehan, Kak Defran hati – hati nanti ja- “

“ Aduh … “ Nah kan, baru saja dia bilang, salah satu anak sudah jatuh duluan. Jean menghela nafas dan langsung mendekat untuk mengecek keadaan anak itu. “ Sakit Bu, Rehan sih kejar aku, kan jadi jatuh nih. Sakit tau! “ Benar saja, ada luka dilutut anak itu, untung saja tidak terlalu besar dan anak ini tidak sampai menangis.

“ Kamu yang duluan ya.. “ elak bocah satunya yang bernama Rehan.

“ Udah – udah jangan berantem, yuk Bu jeje obtain dulu lukanya, sekarang kita duduk disana, jangan lari – larian lagi ya.. “ akhirnya keduanya mengangguk dan menuruti ucapan Jean.

“ Makannya jangan lari – lari jadi jatuh Defran, kan Bu Jeje suruh duduk, iya kan Alea, Roby? “ cerocos salah satu anak yang berambut panjang, namanya Adela.

Dia ini murid paling cerewet dikelasnya. “ Anak cowo sukanya mainan terus kalo dibilangin sama bu guru nggak nurut, cuma Roby aja yang nurut, jadi Adel sukanya sama Roby hihihi. “ anak yang bernama Roby hanya diam dan terlihat cuek, dia tidak menanggapi ucapan Adela.

Menurut Yulia dan Nisa katanya Roby ini bakal jadi cowo inceran cewek kalo sudah besar, karena dari kecil saja udah ganteng banget apalagi anak ini penurut dan pendiam, pokoknya murid kesayangannya Yulia si Roby ini.

“ Tapi Roby gak suka kamu, iya kan Han? soalnya kamu cerewet banget kayak ibu – ibu hahaha “ Sahut Defran sembari lukanya diobati oleh Jean, Jean memang selalu membawa p3k di tasnya karena takut terjadi hal semacam ini.

“ Iya hahaha Adel berisik kayak ibu – ibu komplek mana mungkin Roby suka. “ kata Rehan ikut mengompori. Dua anak ini memang paling aktif dan jahil, mereka juga sering membuat temannya menangis.

“ Ih kalian itu yang nakal, Adel gak suka.. “ sewot Adela.

Jean hanya geleng – geleng mendengarkan tiga anak yang malah berdebat itu, sementara Alea dan Roby terlihat anteng melihat sekelilingnya. Ah andai semua muridnya seperti dua anak ini, Jean tidak akan sakit kepala dan emosi jiwa dan raga menghadapinya. Tapi namanya juga anak – anak pasti punya sifat dan karakter yang berbeda – beda.

“ Eh itu bunda.. “ Defran berteriak saat melihat mamahnya datang menjemput. “ Bunda lama banget sih! Aku jatuh gara – gara Rehan nih.. “ adunya.

Bunda Defran menghampiri mereka dan tersenyum tidak enak pada Jean. “ Duh, maaf ya bu, tadi nanggung lagi senam soalnya. “

Jean mengangguk maklum, “ Iya bun gak papa, itu lututnya Defran luka. Tadi dia jatuh, tapi udah saya plaster kok. “

“ Tuh kan, kamu tuh pasti gak nurut sama bu Jeje ya, lari – lari terus pasti. ” omel sang Bunda, si anak hanya nyengir. “ Ayo pulang, oiya bu, Rehan bareng saya pulangnya, ibunya masih senam juga disanggar. Yuk Rehan ikut tante ke sanggar lagi.“

“Asikkk, kita main lagi yuk Def disana.” Ajak Rehan pada sahabatnya itu.

“ Oh gitu, oke bun. Hati – hati ya kak Rehan kak Defran.. “ Jean melambaikan tangan pada dua anak itu.

“ Ih kok mama belom jemput Adel sih Bu, lama banget deh. Adel laper. “ Adel mulai mengomel.

“ Sabar kak, sebentar lagi jemput kok, kakak ga bawa bekal? “ anak itu menggeleng.

“ Yah Bu Jeje juga gak punya makanan, gimana dong, tunggu Mama ya.. “ bujuk Jeje hari ini dia tidak bawa makanan ataupun permen.

Tiba – tiba Roby mengeluarkan satu bungkus biskuit dari tas nya. “ Nih aku bawa biskuit, kita makan bareng aja. Bu Jeje, tolong bukain dong. “

Jean tersenyum lalu membukakan biskuit milik Roby, “ Yey, Kak Roby bawa biskuit nih kita makan bareng ya, nih ambil satu – satu. Makasih kak Roby.“

Adel tersenyum senang, “ Yey, makasih Roby aku jadi makin suka sama Roby hihihi. “

Alea juga mengambil satu biscuit, “ Makasih ya Roby. “

Roby hanya mengangguk singkat, “ Iya sama – sama. “

“ Adela… “ Tidak lama Mama Adela datang menjemput,

“ Yey mamah.. “ Adela langsung berlari ke arah mamahnya.

“ Hati – hati kak Adela… “ ucap Jean.

Dan kini tinggal Alea dan Roby yang belum dijemput. Orang tua keduanya sudah mengabari Jean jika akan telat menjemput karena masih kerja dan dan ada urusan.

“ Nanti Alea dijemput siapa? “ Jean mulai bertanya.

“ Kayaknya Om Rio deh, soalnya kan mamah udah gak boleh naik motor, perutnya udah besar banget. “ jawab Alea sambil menggerakkan tangannya didepan perutnya.

Roby mengernyit, “ Ada dede bayinya ya? “

“ Iya sebentar lagi lahir, kata mamah adik aku cowo loh, diperut suka tendang – tendang. “ Alea terlihat semangat menceritakan adiknya, “ Roby mau punya adik juga? “

“ Belum, kata mamah nanti kalo aku udah mandiri, padahal aku udah bisa makan sendiri kok. “ jelas Roby, Jean mengacak rambut anak itu karena gemash.

“ Itu kak Rea.. “ Roby menunjuk seorang remaja yang masih menggunakan seragam SMA, turun dari motornya dan menghampiri mereka.

“ Permisi Bu, saya mau jemput Roby, ibunya masih kerja soalnya. “ kata remaja itu sopan, setau Jean Roby tidak punya kakak jadi mungkin Kak Rea ini sodara Roby.

“ Iya hati – hati Kak Roby. Dahhh.. “

“ Yah tinggal aku sendiri, kok Om Iyo lama banget sih. “ keluh Alea mulai bosan, mungkin karena sudah lebih dari setengah jam mereka menunggu.

Jean berusaha mengajak Alea mengobrolkan hal apapun agar anak itu tidak badmood. Karena kalau anak ini sudah badmood tau sendiri sifatnya akan seperti apa.

Sembari menunggu, Jean menunjukan Alea video – video kartun yang lucu agar anak itu tidak rewel sampai Om nya menjemput. “ Liat deh, lucu banget ya. “

Alea mengangguk dan tertawa “ Hahaha lucu …”

“ Lea… “

Alea langsung mengalihkan pandangannya dari HP Jean mendengar Namanya dipanggil. Jean menghela nafas, akhirnya dijemput juga. Dia lalu mempaus video tersebut dan keluar dari aplikasi youtube.

“ Om Iyad! “

Jean terkejut ketika mendengar Alea bukan memanggil nama Om Rio melainkan Om Iyad yang menjemputnya, dan lebih terkejut lagi ketika dia melihat orangnya.

“ Loh, Jean kan? “

Jean sempat mematung beberapa detik, jujur dia kaget sekali mengetahui kalau Om Iyad yang selama ini diceritakan Alea adalah orang yang sama dengan orang yang saat ini ingin Jean lupakan.

Risyardhi Argiawan Hernanto

Jean berkedip, “ Argi? “ tanyanya sedikit ragu, dia berharap jika nama yang dia sebutkan salah.

Tapi cowok berkaus putih itu malah tersenyum manis dan Jean semakin yakin jika Om Iyad dan Argi adalah satu orang yang sama.

Jadi selama ini, Risyardhi Argiawan Hernanto = Om Iyad = Argi oh may God.

“ Oiya, Bu Jeje kenalin ini namanya Om Iyad yang suka beliin coklat itu loh, yey Om Iyad udah pulang ternyata. “ Alea menarik tangan Om nya untuk bersalaman dengan Jean.

“ Kenalin Om, ini Bu Jeje yang sering aku certain itu loh, kan Om pernah bilang mau kenalan sama Bu Jeje. Ini dia orangnya. “ Alea terlihat senang karena berhasil mengenalkan dua orang dewasa ini, padahal keduanya sudah saling mengenal sebelumnya.

Karena Jean diam saja dan tidak segera menyalami tangan Om nya, Alea menarik tangan gurunya itu agar keduanya bersalaman. Setelah sadar Jean buru – buru melepaskan tangannya.

Argi atau Om Iyad itu mengangguk, “ Aku nggak tau kalo kamu jadi guru TK, dan ternyata kamu Bu Jeje yang selama ini sering keponakanku certain. “ katanya sambil mengelus sayang kepala Alea.

“ I – iya, aku ngajar disini. “ jawab Jean sedikit gugup, jujur pertemuan ini sangat tidak terduga olehnya. Ini adalah pertama kalinya mereka bertemu lagi setelah lulus SMA. “ Aku juga nggak tau kalo Alea ternyata keponakan kamu. “

“ Iya, ayah Alea itu kakak ku. “ Argi kembali mengangguk dan tersenyum, kemudian mereka sama – sama terdiam. Situasinya terasa sangat awkward karena Jean hanya mengangguk saja. Dia sejujurnya bingung, gugup, terkejut dan sebenarnya hatinya sedikit berdebar sekarang, entahlah perasaannya sangat campur aduk.

“ Om Iyad, ayo pulang.. “ rengek Alea sambil menarik - narik kaos Argi eh Om Iyad.

Argi mengalihkan perhatiannya ada Alea, “ Yaudah kalo gitu pamit dulu sama Bu Jeje ya.. “ katanya.

“ Bu Jeje Alea pulang dulu ya. Makasih udah mau temenin nunggu Om jemput. “ Alea menyalami tangan Jean.

Jean mencoba menyadarkan dirinya, cukup bengongnya sekarang dia harus bersikap profesional. Dia tersenyum, “ Okey kak Alea sama – sama, hati – hati ya.. “

“ Oke deh, makasih ya.. Bu Jeje, kalo gitu kita pulang dulu. “ pamit Argi.

“ I – iya, hati – hati Alea dan Om Iyad.. “

Setelah kepergian Om dan keponakan itu, Jean tidak bisa berhenti berfikir bagaimana bisa jika Om iya dan Argi adalah orang yang sama. Bahkan selama mengikuti rapat dia sama sekali tidak konsentrasi, dia tidak tahu apa yang sedang dibahas dalam rapat kali ini, entahlah dia bisa tanya nanti pada Yulia atau Nisa.

Jean ingat, dulu saat kelas sepuluh Argi sempat cerita jika dia memang punya kakak laki – laki yang saat itu sudah kuliah di Bandung. Tapi dia tidak pernah tau seperti apa wajahnya ataupun namanya.

Selama ini Jean juga tidak pernah tau seperti apa wajah ayah Alea karena selama anak itu sekolah disini yang sering antar jemput adalah ibunya atau Om Rio yang merupakan adik dari ibu Alea. Mungkin beberapa kali, ayahnya pernah ikut mengantar tapi hanya sampai gerbang atau hanya duduk dimobil dan tidak sampai turun.

Jadi Argi? Om Iyad?Batinnya, Jean memijit kepalanya yang mendadak pening.

Kenapa tiba – tiba dia muncul dihadapannya tadi, bukannya dia ada di Bandung bukan disini. Kenapa harus dia yang datang menjemput Alea.

Entahlah dia pusing mengetahui faktanya, ternyata dunia memang selebar daun kelor ya. Mengapa dia harus bertemu dengan Argi lagi disaat dia ingin mencoba melupakan rasa sukanya pada cowok itu, apakah misinya akan terus berjalan lancar?

***
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i4munited dan 10 lainnya memberi reputasi
11 0
11
Lihat 8 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 8 balasan
Halaman 4 dari 9
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
misteri-rumah-susun
Stories from the Heart
mendaki-gunung-bunder
Copyright © 2023, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia