Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

pilotugal2an541Avatar border
TS
pilotugal2an541
Pertama Kali Melihat Proyek "Kilat" Sirkuit Formula E di Ancol 
Pertama Kali Melihat Proyek "Kilat" Sirkuit Formula E di Ancol 
Melihat lahan Formula E

Saya masuk bukan tanpa kesulitan. Beberapa kali saya mencoba menghubungi pihak yang bertanggung jawab atas proyek sirkuit Formula E, yakni PT Jakarta Propertindo alias Jakpro, BUMD milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, namun gagal alias tak diberi izin.

PDI-P Setuju Tiket Formula E Dijual Sebelum Sirkuit Rampung asalkan Ada Jaminan Uang Kembali


Akhirnya saya berhasil masuk eksklusif, bersamaan dengan kunjungan DPRD DKI Jakarta ke lokasi.

Saya melihat bagaimana proses ini dikerjakan, ada begitu banyak pekerja yang sigap di lahan seluas sekitar 40 hektar ini di kawasan Ancol Taman Impian.

Yang menarik perhatian saya adalah, di bagian tengah sirkuit tampak jelas bangunan megah Jakarta International Stadium (JIS) yang proses pembangunannya hampir rampung.

Pekerja tengah menyelesaikan berbagai jenis pekerjaan. Saya baru mengetahui pula, bahwa sirkuit Formula E ini sebagian berdiri di bekas Sirkuit Ancol yang pernah dibangun tahun 1970-an.

Tentu ini sudah layak secara kontur tanah, sehingga hanya diperlukan sedikit sentuhan untuk menggarapnya.

Tapi perhatian saya tertuju pada bagian paling timur dari rencana pembangunan sirkuit, yakni bekas tempat pembuangan lumpur hasil pengerukan sungai dan waduk di Jakarta.

Bagian ini memenuhi sebagian kecil lahan yang akan digunakan sebagai sirkuit.

Hasil penelusuran saya terhadap lahan yang akan dijadikan Formula E di Ancol, lengkap akan tayang di Program AIMAN, Senin, 21 Februari 2022 pukul 20.30 WIB, di Kompas TV.

Lahan rawa, tak yakin sirkuit selesai 3 bulan?

Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI-P, Pandapotan Sinaga kepada saya merasa tidak yakin sirkuit akan jadi dalam waktu tiga bulan.

"Saya orang di bidang konstruksi, saya semakin tidak yakin bahwa sirkuit ini akan jadi. Perlu pengerasan di bagian rawa yang jadi tempat buangan lumpur, sulit untuk jadi dalam 3 bulan!" ujar dia.

Sementara itu sebaliknya, Direktur Jakpro yang juga Vice Managing Director Formula E, Gunung Kartiko mengungkapkan keyakinannya.

Optimisme proyek "kilat"?
Pertama Kali Melihat Proyek "Kilat" Sirkuit Formula E di Ancol 
Gunung Kartiko membenarkan bahwa sebagian lokasi sirkuit Formula E yang sedang dibangun dulunya adalah area rawa-rawa, kontur tanahnya lembek dan tidak rata.

Namun, menurut Gunung, sirkuit Formula E di Ancol tersebut akan memenuhi standar kualifikasi sirkuit Formula E Internasional dari Federasi Otomotif Internasional (FIA).

Tim FIA akan memonitor pengerjaan sirkuit secara langsung ke Jakarta, agar lintasan yang dikerjakan memenuhi standar kualifikasi balapan Formula E.

"Mereka sangat detail sekali soal sirkuit ini dan nanti setelah sirkuit selesai, itu juga ada homologasi (pengesahan yang bersifat persetujuan)," kata Gunung seperti di kutip dari Antara, 29 Desember 2021 lalu.

Gaduh Rp 560 miliar biaya komitmen Formula E

Lalu bagaimana dengan masalah biaya komitmen Rp 560 Miliar?

KPK tengah menyelidiki terkait dugaan penyalahgunaan uang yang bersumber dari APBD DKI Jakarta ini.

"Alasan-alasan kenapa Pemprov DKI membayar sekian-sekian dan transfernya ke mana, apakah ke pihak-pihak yang betul-betul punya kewenangan, misalnya pemilik hak atas Formula E dan seterusnya," kata Pimpinan KPK Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (25/11/2021).


Lebih lanjut, Alex menjelaskan soal penyelidikan terkait biaya komitmen Formula E ini.

"Ini kan masih dalam proses penyelidikan, kami juga masih belum mendapatkan perkembangan sejauh mana proses penyelidikan itu dilakukan oleh teman-teman lidik (penyelidik). Tentu saja, informasi-informasi itu yang nanti akan didalami oleh penyelidik," tutur dia.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria juga menanggapi soal commitment fee untuk acara balap mobil listrik Formula E di Jakarta yang lebih mahal ketimbang di Montreal, Kanada.

Riza mengatakan, besaran commitment fee Formula E memang berbeda-beda, tergantung negara penyelenggara.

"Kami ada perbedaan commitment fee antara Asia dan Eropa, kami mengikuti aturan dan ketentuan yang ada dari Formula E," kata Riza di kantor DPW PPP DKI Jakarta, Minggu (19/9/2021) lalu.

Pembalap senior yang juga ikut menjadi Ketua Dewan Pengarah (Steering Committee), Formula E, Tinton Soeprapto yang saya wawancara mengungkapkan soal biaya ratusan miliar rupiah ini.

"Ini kan uang jaminan, di semua race ada! Dan ini jaminan untuk mereka, mereka kan sudah buat komitmen kalender (pelaksanaan), nanti kalau dari kita enggak jadi, apa pegangan mereka?" kata Tinton di program AIMAN, Kompas TV.

Tinton juga menyebut, uang ini tidak hilang, melainkan akan dipakai untuk kebutuhan pertandingan.

Terlepas dari pro dan kontra yang terjadi, memang menarik untuk mencermati pelaksanaan Formula E yang rencananya pada 4 Juni 2022 nanti.

Bukan hanya sekadar race dari sisi otomotif, tapi race (pertarungan) di sisi politik juga kental mewarnai kontroversinya.

Saya Aiman Witjaksono...

Salam!


kompas.com

oke gaes kita balapan dlo
GIF
Diubah oleh pilotugal2an541 21-02-2022 01:59
sumhendi
viniest
garpupatah
garpupatah dan 41 lainnya memberi reputasi
42
11.6K
250
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan PolitikKASKUS Official
673.4KThread42.7KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.