adhie1185Avatar border
TS
adhie1185
Kisah Miris PMI di Tanah Rantau, Tidak Semuanya Menyenangkan

Yusuf tertipu pacar online, setelah berniat menikahinya. (Image: YouTube/TomoNews Indonesia)

Meskipun di satu sisi, pendapatan besar bisa menopang kebutuhan hidup keluarga di Tanah Air. Namun, menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) tak selalu berbuah manis.

Terkadang beberapa gangguan dan rintangan dari yang ringan hingga yang fatal setiap saat akan selalu mengintai PMI dimanapun mereka berada. Mulai dari penipuan online hingga nyawa dipertaruhkan menjadi sebuah kisah miris yang kerap menghinggapi para PMI di luar negeri. Seperti tiga kisah miris berikut ini yang dapat diambil pelajaran dari peristiwanya.

1. Kisah miris PMI yang pertama dialami Zhiee Leely yang tak bisa puasa di kampung halaman saat Ramadan

Wabah COVID-19 memutus tali silaturahmi banyak orang secara langsung. Tak hanya di Indonesia, kondisi tersebut juga menimpa PMI yang ada di luar negeri. Terlebih, faktor jarak yang lebih jauh membuat kerinduan bertatap muka menjadi lebih menyedihkan.
Itulah yang bisa ditangkap dari curhatan Zhiee Leely melalui platform YouTube. Ia mengaku sangat sedih menjalani bulan puasa bersama suaminya di Korea. Wanita asal Banjarnegara, Jawa Tengah, ini bekerja di sebuah pabrik tahu dengan gaji per bulan bisa mencapai Rp30 jutaan. Lantaran kontrak kerja yang minimal empat tahun, Zhiee acapkali kangen rumah.

Perasaan tersebut semakin menguat saat bulan puasa tiba. Ia menjalani puasa bersama suaminya saja di sana. Saat kebetulan sama-sama menjalani shift malam, Zhiee akan membuat bekal di rumah kontrak yang ia tinggali bersama sang suami. Ia akan sahur sendirian di pabrik sebab mayoritas penduduk di sana non-Muslim.



2. Kisah miris berikutnya dialami oleh Yusuf yang tertipu pacar ‘online’

Kisah miris PMI ini berbau asmara yang sebenarnya bisa menimpa siapa saja. Adalah Yusuf, seorang PMI yang bekerja di Korea Selatan. Selama dua tahun, Yusuf menjalin asmara dengan seorang PMI wanita asal Indonesia di Taiwan. 


Hubungan dilakukan secara virtual yang berarti Yusuf belum pernah sekali pun melihat wajah kekasihnya tersebut.Ia tidak menaruh kecurigaan atas sikap sang kekasih yang selalu memakai cadar saat video call. Sang pacar hanya pernah mengirimkan foto wanita cantik yang ia akui sebagai dirinya.

Singkat kata, Yusuf ke Taiwan untuk menikahi perempuan tersebut. Ia terkejut sebab wajah aslinya berbeda dengan yang difoto. 
Yusuf merasa tertipu bukan hanya perkara wajah asli tersebut melainkan telah memberikan uang Rp10 juta.

3. Kisah menyedihkan ketiga dialami oleh Wiwit Sutrisno yang meninggal karena tercebur ke kolam rendaman besi panas

Yang ketiga ini menjadi kisah miris PMI yang paling fatal. Wiwit Sutrisnoputro adalah seorang PMI yang berasal dari Bantul, Yogyakarta. Pada 2018, ia mengalami kecelakaan kerja di negara Korea Selatan yang membuatnya meninggal dunia.
Wiwit tercebur ke dalam kolam rendaman besi panas sebuah perusahaan manufaktur. Ibu Wiwit kepada Suara mengatakan putra sulungnya tersebut sempat berpamitan akan memperbaiki mesin sendiri padahal perusahaan sudah melarangnya.

Sang ibu dan keluarga sangat sedih sebab Wiwit sangat menyayangi keluarga dan berjanji akan pulang kampung paska Lebaran dan menikah. Namun, takdir berkehendak lain.



Semoga kisah miris PMI di atas menjadi pelajaran bagi Sahabat Migran dimanapun berada, untuk selalu beradaptasi dengan baik di lingkungan tempat tinggal dan juga berhati-hati dalam bekerja. Selalu gunakan jasa penyalur/agen resmi yang memiliki program pelatihan dsb, sehingga jika terjadi hal-hal buruk bisa segera ditangani.


info lainnya disini
adebayu97
pein666
EriksaRizkiM
EriksaRizkiM dan 16 lainnya memberi reputasi
17
8.9K
76
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The LoungeKASKUS Official
923KThread83.1KAnggota
Terlama
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.