TS
kumparan
Sarri dan Kemungkinannya Hengkang dari Napoli

Ketika Lorenzo De Silvestri menanduk bola hasil umpan Adem Ljajic masuk ke gawang Pepe Reina, Maurizio Sarri tahu bahwa harapan Napoli untuk meraih Scudetto musim 2017/18 telah mati. Sarri pun tak bisa berbuat apa-apa selain merutuk sembari meletakkan dua tangan di kepalanya.
Untuk kedua kalinya secara beruntun, Napoli gagal menang. Setelah dihantam Fiorentina 0-3 pekan lalu, Partenopei melanjutkan perjalanannya di Serie A dengan hasil imbang 2-2 menghadapi Torino dalam laga yang digelar di San Paolo, Minggu (6/5/2018) malam WIB.
Hasil itu memang tidak serta merta menutup peluang juara Napoli. Namun, mengharapkan Juventus kalah dengan margin lebih dari 16 gol dalam dua pertandingan terakhir rasanya seperti menggantang asap. Nyaris mustahil. Maka dari itu, Napoli pun mau tak mau sudah merelakan gelar juara kembali terbang ke Turin.
Napoli sendiri mengawali laga melawan Torino dengan situasi tak kondusif. Presiden klub, Aurelio De Laurentiis, sehari sebelumnya sudah melancarkan kritik keras kepada Sarri. Menurut De Laurentiis, kekalahan 0-3 dari Fiorentina itu disebabkan oleh buruknya kebijakan rotasi Sarri. Selain itu, secara tersirat sang presiden juga telah mempersilakan Sarri, yang diincar Chelsea itu, untuk angkat kaki dari Naples.
"Semuanya tergantung dia. Aku tidak mau memaksa. Biarkan dia bekerja dengan tenang," kata De Laurentiis.
"Sejak Januari aku sudah bicara dengannya beberapa kali. Kalau dia mau bertahan, aku akan sangat bahagia. Namun, kalau ada orang yang membayar senilai klausul itu, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Lalu, kalau dia memang mau pergi apa pun kondisinya, itu berarti dia sudah tak punya motivasi dan aku harus menggarisbawahi itu," lanjutnya.
Nah, selepas laga menghadapi Torino, Sarri pun merespons pernyataan De Laurentiis. Dalam pernyataannya, pelatih 59 tahun ini semakin memperkuat isu kepindahannya.
"Jika Anda hanya memikirkan para fans, Anda pasti akan bersedia bertahan di sini selamanya dan mungkin mengancam untuk melakukan serangan teror jika sang presiden mengancam untuk memecat Anda," kata Sarri seperti dikutip dari Soccerway.
"Anda tidak akan menemukan fans seperti ini di mana pun. Itu yang terpenting. Akan tetapi, Anda juga harus memikirkan aspek-aspek lain. Apabila ini semua akan segera berakhir, aku ingin Napoli jadi kenangan seumur hidup bagiku," lanjutnya.
Sarri kemudian melanjutkan dengan berbicara mengenai keputusan-keputusannya selama menangani Napoli. Menurut mantan pelatih Avellino ini, dia tahu bahwa gelar juara Serie A adalah yang paling diinginkan fans dan oleh karenanya, dia melakukan segala yang dia bisa untuk mewujudkan hal itu.
"Apabila presiden bahagia dengan hasil kerjaku, ya, bagus. Kalau dia tidak puas, ya, sayang sekali. Namun, selalu ada jalan tengah yang bisa dicari. Kalau dia menghubungiku, aku akan berbicara padanya," kata Sarri.
"Apa yang diberikan fans Napoli sangatlah luar biasa, tetapi itu juga memberimu ketakutan tersendiri bahwa semua ini bisa berahir. Kupikir, jalan terbaik adalah pergi dari sini selama masih ada rasa saling cinta di antara kami. Naples memberimu cinta. Ini adalah kota yang ideal untuk menang dan kejayaan pun rasanya lebih indah di sini. Sayangnya, kami bukanlah klub terkaya dan terkuat di Italia," tutupnya.
Sumber : https://kumparan.com/@kumparanbola/s...ng-dari-napoli
---
Kumpulan Berita Terkait :
-
Sarri dan Kemungkinannya Hengkang dari Napoli-
AS Roma Selangkah Lagi ke Liga Champions-
Imbang dengan Torino, Peluang Juara Napoli Kian Tipisanasabila dan tata604 memberi reputasi
2
328
1
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Kumparan
8.6KThread•1.2KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya