TS
kumparan
Rudiantara Sebut Diskusi dengan Bos Facebook Tidak Selesaikan Masalah

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara akhirnya bertemu dengan perwakilan Facebook yang agendanya diinisiasi oleh perusahaan media sosial tersebut. Rudiantara mengapresiasi pertemuan ini tetapi dia mengaku tidak puas atas hasil diskusinya.
Ia merasa bahwa yang telah dilakukan Facebook selama ini hanyalah peningkatan pada platform-nya, tanpa melakukan evaluasi terhadap kesalahan yang telah dilakukan dalam kasus penyalahgunaan data pengguna oleh Cambridge Analytica.
Di Indonesia sendiri, ada lebih dari 1 juta pengguna yang datanya disalahgunakan Cambridge Analytica untuk memenangkan Donald Trump dalam Pilpres AS tahun 2016.
"Dia coba improve saja. Kalau menurut saya sih begini ya, dengan dia datang update ke saya saja ada keinginan gitu loh, tapi 'kan belum cukup gitu aja. Artinya kan niat baiknya Facebook datang hari ini saya apresiasi tapi itu tidak cukup atau belum cukup untuk menyelesaikan masalah," tegas Rudiantara.
Dalam pertemuan ini, Facebook diwakili oleh Simon Milner, Head of Public Policy Asia Pacific. Dia memberi kabar terkini bahwa investigasi penyalahgunaan data yang dilakukan Cambridge Analytica terhadap pengguna Facebook, masih dalam proses audit oleh Information Commissioner’s Office (ICO) di Inggris.
Pernyataan Simon Milner ini dinilai Rudiantara sebagai "lempar batu sembunyi tangan" alias lepas tanggung jawab karena pemerintah Indonesia mendesak Facebook memberikan hasil audit.
Rudiantara sendiri mengusulkan agar Facebook melakukan audit mandiri dan tidak cuma menunggu proses investigasi oleh ICO Inggris.
“Saya tanya, saya dedet terus. Dia harus convince pengguna Facebook di Indonesia bahwa dia juga ada upayanya gak cuma ‘oh sekarang lagi sama Inggris, jadi tunggu aja’. Enggak boleh gitu dong,” tegas RA.
Sembari menunggu hasil audit investigasi dari ICO yang diklaim akan membutuhkan waktu sangat lama, Rudiantara meminta Facebook untuk terus melakukan upaya bersih-bersih di luar dari kasus Cambridge Analytica.
Facebook juga mengklaim bahwa untuk saat ini, pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap platform, aplikasi atau developer yang melakukan hal yang sama dengan Cambridge Analytica.
"Untuk sekarang kami menunggu institusi Inggris yang mengambil seluruh investigasi tapi untuk saat ini kami sudah melakukan investigasi untuk menghapus aplikasi atau developer yang melakukan hal yang sama seperti Cambridge Analytica sejak 2014. Saat ini masih dalam pengerjaan,” jelas Simon Milner.
Selain itu, Rudiantara juga kembali menegaskan bahwa pemerintah tak akan segan-segan untuk menghapus platform Facebook di Indonesia apabila raksasa jejaring sosial tersebut memberikan andil besar dalam memecah belah Indonesia seperti yang terjadi pada kaum Rohingya di Myanmar.
Jika Facebook terbukti memberikan andil besar dalam mengadu domba masyarakat Indonesia maka Facebook juga terancam sanksi hukuman badan sampai 12 tahun dan sanksi denda sampai Rp 12 miliar sesuai dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Sumber : https://kumparan.com/@kumparantech/r...saikan-masalah
---
Kumpulan Berita Terkait :
-
Rudiantara Sebut Diskusi dengan Bos Facebook Tidak Selesaikan Masalah-
Menkominfo Minta Facebook Bayar Pajak dan Ubah Bisnisnya di Indonesia-
Facebook Indonesia Digugat Rp 21,9 M karena Kasus Cambridge Analyticaanasabila dan 2 lainnya memberi reputasi
3
397
4
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Kumparan
8.6KThread•1.2KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya