- Beranda
- The Lounge
JAHAT BANGET, INI YANG DILAKUKAN SPOTIFY KE TUKANG KERUPUK
...
TS
jonoswara1976
JAHAT BANGET, INI YANG DILAKUKAN SPOTIFY KE TUKANG KERUPUK
Sumpah ane enggak habis pikir sama Spotify, mereka jahat banget. Masa tukang kerupuk mau dilibas juga. Kapitalis banget yak perusahaan Swedia itu, lho Spotify bukan AS? ya bukan dia dari Swedia
Kenapa tiba-tiba ane bilang dia jahat? semua berawal dari tulisan blog Suryarianto.id yang nulis tentang Spotify Jahat Banget Tukang Kerupuk Pun Dilibas

Semua itu bermula dari iklan Spotify yang isinya:
"Enggak mau beli kerupuk lagi karena sekarang langganan Spotify Premium cuma bayar Rp2.500 per hari seharga kerupuk."
Parah banget kan? bayangin 50 persen orang yang tadinya makan kerupuk kini enggak makan lagi gara-gara Spotify. Gimana nasib abang kerupuk? semua itu demi cuan Spotify padahal abang kerupuk berkontribusi untuk ekonomi negeri.
Gimana Maksudnya?
Sampai semester I/2021, Spotify mencatatkan pendapatan dari akun Premium senilai 3,98 miliar euro atau sekitar Rp67,01 triliun. (dengan kurs Rp16.809 per euro). Dari total pendapatan itu, total laba kotor dari bisnis akun Premium yang tarif hariannya seharga kerupuk di Indonesia itu mencapai 1,17 miliar euro atau Rp19,68 triliun.
Cuma itu kan angka seluruh dunia? ya bener sih memang ini angka pengguna Spotify di seluruh dunia. Lalu, dalam laporan keuangannya enggak ada data detail di Indonesia atau minimal regional Asia Pasifik itu berapa total angka akun Premiumnya.
Namun, coba bayangin kasarannya aja, jika total pengguna Spotify Premium itu 5 persen dari total keseluruhan. Artinya, Spotify dengan enaknya bisa dapat cuan Rp820 miliar dengan mengambil pangsa pasar pengusaha rumahan kerupuk.

Uang yang harusnya bisa diputar kembali untuk perekonomian Indonesia malah terbang ke perusahaan Swedia tersebut.
Kan Spotify Berkontribusi ke Nasib Musisi, termasuk Musisi Indonesia?
Sampai Juni 2021, Spotify mencatatkan pendapatan dari akun Premium Rp67 triliun. Dari total itu, dikurangi oleh beban pendapatan menjadi Rp19 triliun. Lalu, Rp48 triliunnya itu kemana saja?
Menurut laporan keuangan Spotify, Rp48 triliunnya itu mayoritas adalah biaya royalti untuk musisi yang ada di dalam aplikasi pemutar lagu tersebut. Itu Indonesia saja? enggaklah, di seluruh dunia itu.
Angka itu termasuk pendapatan untuk para musisi kesukaanmu asal Indonesia sampai Amerika Serikat. Bayangin, andaikan ada 1 juta musisi saja yang terdaftar di Spotify di seluruh dunia, artinya Spotify hanya membayar mereka Rp48 juta selama 6 bulan per musisi. Artinya, perbulan cuma sekitar Rp8 juta.

Angkanya pasti enggak tuh? ya enggaklah, ini cuma perkiraan saja. Toh, bayaran royalti sesuai dengan seberapa banyak pendengar dari musisi tersebut. Lalu, tarif royalti di setiap negara juga berbeda-beda lho. Artinya, potensi pendapatan para musisi bisa jadi lebih atau kurang dari simulasi gue sekitar Rp8 juta per bulan.
Apakah itu angka yang besar atau kecil? ya daripada langganan Spotify premium dengan promosi yang menganggu bisnis kerupuk rumahan. Mending, makan kerupuk setiap hari saja deh.
Memang Tukang Kerupuk Bisa Berkontribusi Seberapa Besar Buat Ekonomi Negara?
Begini, memang enggak ada data pasti berapa total pengusaha rumahan kerupuk dan potensi perputaran uang dari bisnisnya. Namun, semua itu bisa dilihat dari seberapa besar perputaran uang UMKM di Indonesia.
Menurut data Bank Indonesia sampai Juni 2021, Total penyaluran kredit dari bank ke UMKM sampai Juni 2021 senilai Rp201,83 triliun. Dengan rincian, pengusaha mikro Rp77,74 triliun, pengusaha kecil Rp117,8 triliun, dan pengusaha menengah Rp6,27 triliun.
Bisa dianggap mayoritas bisnis kerupuk itu adalah pengusaha mikro dan kecil. Jadi total penyaluran kreditnya sekitar Rp195,55 triliun.

Nah, biasanya angka pertumbuhan kredit dengan PDB itu beda-beda tipis. Artinya, kalau penyaluran kredit pengusaha mikro dan kecil Rp195,55 triliun, berarti kontribusi ke perekonomian juga sebesar itu.
Bayangkan, dari total itu ternyata 5 persennya adalah kontribusi dari pengusaha kerupuk. Berarti, total kontribusi pengusaha kerupuk ke perekonomian Indonesia sekitar Rp9,77 triliun.
Kontribusi pengusaha kerupuk itu pun sangat luas. Bukan cuma memutarkan uang dari omzet si pemilik usaha ke roda ekonomi Indonesia. Namun, juga memberikan perputaran uang bagi pegawainya dan mitranya.
Misalnya, gara-gara omzetnya naik, terus jumlah pegawai bertambah. Atau gara-gara kerupuknya enak banget, omzet tukang bakso dan soto juga meningkat.
Bayangkan, kalau roda ekonomi dari tukang kerupuk itu dirusak oleh Spotify. Misalnya, 50 persen kontribusi roda ekonomi tukang kerupuk terpangkas hingga tersisa Rp4,5 triliun saja.
Lalu, biaya terpangkas itu lari ke perusahaan Swedia yang cuma berkontribusi senilai Rp8 juta per bulan ke musisi yang ada di Indonesia. Sayang banget kan?
Kenapa tiba-tiba ane bilang dia jahat? semua berawal dari tulisan blog Suryarianto.id yang nulis tentang Spotify Jahat Banget Tukang Kerupuk Pun Dilibas

Semua itu bermula dari iklan Spotify yang isinya:
"Enggak mau beli kerupuk lagi karena sekarang langganan Spotify Premium cuma bayar Rp2.500 per hari seharga kerupuk."
Parah banget kan? bayangin 50 persen orang yang tadinya makan kerupuk kini enggak makan lagi gara-gara Spotify. Gimana nasib abang kerupuk? semua itu demi cuan Spotify padahal abang kerupuk berkontribusi untuk ekonomi negeri.
Gimana Maksudnya?
Sampai semester I/2021, Spotify mencatatkan pendapatan dari akun Premium senilai 3,98 miliar euro atau sekitar Rp67,01 triliun. (dengan kurs Rp16.809 per euro). Dari total pendapatan itu, total laba kotor dari bisnis akun Premium yang tarif hariannya seharga kerupuk di Indonesia itu mencapai 1,17 miliar euro atau Rp19,68 triliun.
Cuma itu kan angka seluruh dunia? ya bener sih memang ini angka pengguna Spotify di seluruh dunia. Lalu, dalam laporan keuangannya enggak ada data detail di Indonesia atau minimal regional Asia Pasifik itu berapa total angka akun Premiumnya.
Namun, coba bayangin kasarannya aja, jika total pengguna Spotify Premium itu 5 persen dari total keseluruhan. Artinya, Spotify dengan enaknya bisa dapat cuan Rp820 miliar dengan mengambil pangsa pasar pengusaha rumahan kerupuk.

Uang yang harusnya bisa diputar kembali untuk perekonomian Indonesia malah terbang ke perusahaan Swedia tersebut.
Kan Spotify Berkontribusi ke Nasib Musisi, termasuk Musisi Indonesia?
Sampai Juni 2021, Spotify mencatatkan pendapatan dari akun Premium Rp67 triliun. Dari total itu, dikurangi oleh beban pendapatan menjadi Rp19 triliun. Lalu, Rp48 triliunnya itu kemana saja?
Menurut laporan keuangan Spotify, Rp48 triliunnya itu mayoritas adalah biaya royalti untuk musisi yang ada di dalam aplikasi pemutar lagu tersebut. Itu Indonesia saja? enggaklah, di seluruh dunia itu.
Angka itu termasuk pendapatan untuk para musisi kesukaanmu asal Indonesia sampai Amerika Serikat. Bayangin, andaikan ada 1 juta musisi saja yang terdaftar di Spotify di seluruh dunia, artinya Spotify hanya membayar mereka Rp48 juta selama 6 bulan per musisi. Artinya, perbulan cuma sekitar Rp8 juta.

Angkanya pasti enggak tuh? ya enggaklah, ini cuma perkiraan saja. Toh, bayaran royalti sesuai dengan seberapa banyak pendengar dari musisi tersebut. Lalu, tarif royalti di setiap negara juga berbeda-beda lho. Artinya, potensi pendapatan para musisi bisa jadi lebih atau kurang dari simulasi gue sekitar Rp8 juta per bulan.
Apakah itu angka yang besar atau kecil? ya daripada langganan Spotify premium dengan promosi yang menganggu bisnis kerupuk rumahan. Mending, makan kerupuk setiap hari saja deh.
Memang Tukang Kerupuk Bisa Berkontribusi Seberapa Besar Buat Ekonomi Negara?
Begini, memang enggak ada data pasti berapa total pengusaha rumahan kerupuk dan potensi perputaran uang dari bisnisnya. Namun, semua itu bisa dilihat dari seberapa besar perputaran uang UMKM di Indonesia.
Menurut data Bank Indonesia sampai Juni 2021, Total penyaluran kredit dari bank ke UMKM sampai Juni 2021 senilai Rp201,83 triliun. Dengan rincian, pengusaha mikro Rp77,74 triliun, pengusaha kecil Rp117,8 triliun, dan pengusaha menengah Rp6,27 triliun.
Bisa dianggap mayoritas bisnis kerupuk itu adalah pengusaha mikro dan kecil. Jadi total penyaluran kreditnya sekitar Rp195,55 triliun.

Nah, biasanya angka pertumbuhan kredit dengan PDB itu beda-beda tipis. Artinya, kalau penyaluran kredit pengusaha mikro dan kecil Rp195,55 triliun, berarti kontribusi ke perekonomian juga sebesar itu.
Bayangkan, dari total itu ternyata 5 persennya adalah kontribusi dari pengusaha kerupuk. Berarti, total kontribusi pengusaha kerupuk ke perekonomian Indonesia sekitar Rp9,77 triliun.
Kontribusi pengusaha kerupuk itu pun sangat luas. Bukan cuma memutarkan uang dari omzet si pemilik usaha ke roda ekonomi Indonesia. Namun, juga memberikan perputaran uang bagi pegawainya dan mitranya.
Misalnya, gara-gara omzetnya naik, terus jumlah pegawai bertambah. Atau gara-gara kerupuknya enak banget, omzet tukang bakso dan soto juga meningkat.
Bayangkan, kalau roda ekonomi dari tukang kerupuk itu dirusak oleh Spotify. Misalnya, 50 persen kontribusi roda ekonomi tukang kerupuk terpangkas hingga tersisa Rp4,5 triliun saja.
Lalu, biaya terpangkas itu lari ke perusahaan Swedia yang cuma berkontribusi senilai Rp8 juta per bulan ke musisi yang ada di Indonesia. Sayang banget kan?
0
964
5
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•107.5KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya