Kaskus

Hobby

TertulisRasaAvatar border
TS
TertulisRasa
Patah
PatahPatah, pertama kali mendengar kata ini pasti yang terlintas adalah ranting yang sudah kering dan jatuh dari pohonnya. Kalo tidak ya tentang hati yang mencintai seseorang namun dikecewakan atau hanya bertepuk sebelah tangan. Ini suatu hal yang berat sih pasti dari kita sudah pernah mengalami, patah dari hanya mendengar “maaf, aku tak ingin dibilang memberi harapan palsu lagi” atau “maaf, aku nyaman seperti ini tanpa ada hubungan yang terlalu mengikat” bahkan lebih parahnya lagi kita sempat melihat dia jalan dengan orang lain, duhh, sakit banget sih pasti rasanya.
            
Lalu, salah nggak sih ? kita merasa patah hati dengan orang yang belum kita miliki, kalo salah apa alasannya ? apa karena kita sudah terlalu berharap ? kan setiap orang berhak untuk berharap, soal di bales apa nggak hak dia juga kan. Jadi, tak ada salah dan benar dalam patah hati.

Kita patah karena harapan kita sendiri dan dia merasa lega karena tak membohongi hatinya sendiri. Tapi, jika kita berpikir macam-macam setelah tertolak wajar nggak ? jika wajar, aku tak perlu ke psikolog untuk curhat masalah ini kan. Iya, nggak perlu aku perjelas, sekarang memang aku lagi patah hati kepada seseorang yang sebenernya belum aku miliki, dan sebenarnya juga aku dan dia nggak pernah membahas masalah hubungan.

Aku sebut “aku dan dia” karena memang belum pernah menjadi kita. Emmm, aku pernah sih bilang ke dia bahwa aku mempunyai perasaan terhadapnya, namun, berkali-kali aku bilang ke dia berkali-kali juga aku ditolak olehnya. Sampai-sampai aku punya kesimpulan bahwa di dunia ini ada dua tipe manusia, pertama yang tetap berjuang padahal sudah tertolak dan kedua yang tetap berjuang juga padahal sudah tau milik orang.

Iya betul, aku tipe yang tetap berjuang meski sudah tertolak, karena menurutku jika kita punya keinginan memang harus diperjuangkan meski apa yang kita perjuangkan itu telah menolak, kan di dalam hidup banyak yang gitu. Misal di dunia pekerjaan atau di dunia pendidikan, kita mungkin banyak yang gagal tes masuk perguruan tinggi negeri nyoba lagi lewat jalur yang lain sampai akhirnya diterima. Walaupun ditahun depanya, kan yang penting diterima.

Mungkin memang kampus itu baru melihat bahwa kita layak diterima ditahun itu. Kok jadi sampe mana-mana, kembali ke patah hati lagi ya. Trus aku putuskan untuk tetap menanyai kabarnya walau sekedar lewat ponsel dengan bertanya “apa rencanamu hari ini ?” sampe malam nggak dibalas, aku kirim pesan lagi “bagaimana harimu ?” kali ini dibalas dengan bilang “alhamdulillah baik” ternyata, menunggu kabar saja harus dengan sabar. Trus obrolanku dan dia berhenti dengan balasan dariku “yaudah, baik-baik ya” setelah aku tertolak, obrolan, hanya sebatas itu setiap harinya.
 
            Yaudah, yang patah pasti tumbuh kok meski habis itu akan patah lagi, kan yang sembuh juga bisa kambuh. Tapi setidaknya kita belajar apa yang kurang dari diri sendiri, tak ada yang salah dengan profesimu, kebiasaan nongkrongmu, rokokmu dan bahkan juga tak ada yang salah dengan sikapmu ke dia, hanya saja memang bukan dirimu yang dia ingin. Toh pada akhirnya kita akan menemukan rumah kita masing-masing, yang menjadi tempat pulang setelah lama berkelana, tempat cerita apa yang jadi kendala, tempat rehat dihari yang berat, tempat menangis saat semua tak sesuai rencana dan juga tempat berbagi tawa dihari yang istimewa.


podcastnya bisa didengarkan di channel youtube Tertulis rasa
https://www.youtube.com/channel/UCC_...-E-v4Goaa-iQ/
Diubah oleh TertulisRasa 30-04-2020 13:58
0
288
4
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Buku
Buku
KASKUS Official
7.8KThread4.6KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.