Kaskus

Hobby

  • Beranda
  • ...
  • Buku
  • SUN ZI BINGFA : Philosophy of War BAB X Dataran

aldojanAvatar border
TS
aldojan
SUN ZI BINGFA : Philosophy of War BAB X Dataran
SUN ZI BINGFA : Philosophy of War
BAB X Dataran

10.1 Sun Zi berkata : Ada berbagai jenis dataran, seperti : medan komunikatif, medan jebakan, dan medan netral.

10.2 Jenis - jenis medan lainnya adalah medan yang menyempit, medan kunci, dan medan jauh.

10.3 Suatu daerah yang saya dan pihak lain (musuh) mudah masuki dianggap sebagai medan komunikatif.

10.4 Di medan komunikatif, prioritasnya adalah menduduki posisi tinggi dan bermandikan sinar matahari yang nyaman dan menguntungkan untuk mengawasi rute pasokan makanan dan ransum.

10.5 Dengan cara ini, berbagai keuntungan dalam peperangan diperoleh.

10.6 Suatu daerah yang mudah dimasuki tetapi sulit untuk mundur darinya disebut medan jebakan.

10.7 Di medan jebakan, bila musuh tidak memiliki persiapan yang baik dalam pertahanan, seseorang dapat melancarkan serangan dan berhasil menangkap musuh.

10.8 Namun, jika musuh ternyata sangat siap dan serangan itu gagal, seseorang berada dalam kesulitan untuk mundur, dan dengan demikian berada dalam posisi yang tidak menguntungkan.

10.9 Suatu daerah yang tidak menguntungkan untuk diduduki kedua pihak disebut medan netral.

10.10 Di suatu medan netral, bila musuh melemparkan umpan, seseorang tidak boleh mengambilnya ataupun melancarkan serangan.

10.11 Sebaliknya, seseorang harus berpura - pura mundur dan, pada gilirannya, memancing agar musuh keluar.

10.12 Ketika setengah pasukannya telah ditarik, sekaranglah saat yang menguntungkan untuk melancarkan serangan

10.13 Di medan yang menyempit, seseorang harus menjadi yang terdahulu mendudukinya; setelah itu ia harus membentengi pintu - pintu masuk yang strategis dengan pasukannya dan menunggu musuh.

10.14 Jika musuh lebih dahulu menduduki medan yang menyempit dan telah membentengi pintu - pintu masuk strategis, hendaknya anda menahan diri dari menyerangnya.

10.15 Seranglah hanya jalan - jalan masuk strategis bila jalan - jalan itu lemah dan tidak dibentengi.

10.16 Di medan kunci, duduki itu lebih dahulu dan kemudian berkemahlah pada medan yang lebih tinggi dan lebih banyak sinar matahari untuk menanti kedatangan musuh.

10.17 Jika musuh menduduki medan kunci lebih dahulu, ia harus dipancing keluar.

10.18 Seseorang tidak boleh mengikuti (untuk menyerang) dia.

10.19 Di medan yang jauh, jika kedua pasukan sama kuat, akan sulit bagi pihak yang satu untuk memancing yang lain masuk ke dalam pertempuran karena tidak ada keuntungan yang dapat diperoleh dalam pertempuran langsung.

10.20 Hukum alam dari dataran mendasari keenam jenis medan ini.

10.21 Tanggung jawab terbesar seorang jenderal adalah mempelajari dan memeriksa sifat dataran secara menyeluruh.

10.22 Suatu pasukan mungkin menderita karena adanya pelarian diri, ketidaktaatan, atau keruntuhan.

10.23 Pasukan itu juga mungkin menderita akibat keruntuhan, ketidaktertiban, dan gerakan mundur dalam kekacau balauan.

10.24 Keenam malapetaka yang telah disebutkan bukan disebabkan oleh sebab - sebab alami.

10.25 Semua itu adalah kelemahan jenderal.

10.26 Bahkan ketika semua kondisi dan karakteristik lainnya seimbang, jika suatu pasukan bersikeras menyerang pasukan musuh yang jumlah prajuritnya sepuluh kali lipat ukurannya, hasilnya adalah pelarian diri.

10.27 Bila para prajurit kuat dan berani sementara para perwira lemah dan pengecut, hasilnya adalah ketidaktaatan.

10.28 Bila para perwira kuat dan berani tetapi para prajurit lemah dan takut - takut, hasilnya adalah keruntuhan.

10.29 Bila para perwira senior marah dan tidak taat akibat kegagalan jenderal untuk mengakui kemampuan mereka dan mereka bertempur melawan musuh dengan semangat kemarahan dan bertindak seturut kehendak sendiri, hasilnya adalah kehancuran.

10.30 Ketika jenderal lemah dan kurang disiplin, ketika segala perintah dan instruksinya tidak bijaksana, ketika para perwira dan prajuritnya tidak memiliki garis tanggung jawab yang jelas, dan ketika struktur komando dan formasi membingungkan, akibatnya adalah ketidaktertiban.

10.31 Bila jenderal, karena tidak mampu menilai sifat musuh, membiarkan suatu pasukan yang lebih kecil menyerang pasukan yang lebih besar, mengadu kelemahannya dengan kekuatan musuh, dan tidak memiliki pasukan elite di bagian depan, hasilnya adalah gerakan mundur dalam kekacau balauan.

10.32 Keenam keadaan di atas merupakan penyebab kekalahan yang pasti.

10.33 Tanggung jawab terbesar seorang jenderal adalah mempelajari keadaan - keadaan ini secara menyeluruh (agar dapat mencegah terjadinya malapetaka semacam itu).

10.34 Keuntungan - keuntungan dari dataran dimanfaatkan untuk melengkapi penempatan pasukan.

10.35 (Sang jenderal harus mampu) menilai musuh agar dapat menjamin kemenangan.

10.36 Ia harus mampu menentukan sifat dataran untuk memahami berbagai bahaya, jarak, lingkup, dan cakupan penggunaannya dalam pertempuran.

10.37 Itu adalah tanggung jawab moral dari panglima tertinggi.

10.38 Ia yang mengetahui faktor - faktor ini dan menerapkan semuanya dalam pertempuran akan menang.

10.39 Ia yang tidak mengetahui faktor - faktor ini dan juga tidak menerapkan semua itu akan dikalahkan dalam pertempuran.

10.40 Jika penilaian mengenai situasi pertempuran adalah kemenangan yang sudah pasti, sang jenderal harus masuk ke dalam pertempuran meskipun sang penguasa telah mengeluarkan perintah agar tidak berbuat demikian.

10.41 Jika penilaian mengenai keadaan pertempuran adalah kekalahan yang sudah pasti, seorang jenderal tidak boleh masuk ke dalam pertempuran, meskipun sang penguasa telah mengeluarkan perintah untuk berbuat demikian.

10.42 Jadi, jenderal (yang setia) mampu maju dalam pertempuran tanpa berpikir untuk mengejar kemasyhuran atau kemuliaan pribadi.

10.43 Ia mundur tanpa takut mendapat hukuman.

10.44 Perhatiannya selalu terarah untuk melindungi kemakmuran rakyat dan menegakkan kepentingan penguasa.

10.45 Ia (jenderal yang seperti itu) adalah seorang yang memiliki bakat berharga yang disukai bangsanya.

10.46 Bila seorang jenderal memandang pasukannya bagaikan bayi, mereka akan bersedia mengikutinya melewati berbagai ancaman terbesar dan bahaya terberat.

10.47 Bila seorang jenderal memperlakukan pasukannya seperti anak kesayangannya, mereka akan bersedia mendukung dan mati bersamanya.

10.48 Suatu pasukan mungkin terlalu dimanja (oleh sang jenderal) sehingga tidak bisa berguna, terlalu dicintai sehingga tidak bisa diperintah, dan begitu tidak tertib sehingga tidak bisa disiplin.

10.49 Pasukan seperti ini bagaikan sekelompok orang yang manja dan sombong serta tidak dapat ditempatkan.

10.50 Jika saya tahu bahwa pasukan saya mampu menyerang musuh, tetapi tidak tahu bahwa musuh tidak bisa diserang, berarti peluang untuk menang hanya setengah.

10.51 Jika musuh rentan terhadap serangan, tetapi saya tidak sadar bahwa pasukan saya tidak mampu menangani tugas itu, berarti peluang kemenangan hanya setengah.

10.52 (Dalam pertempuran), saya mungkin tahu bahwa musuh rentan terhadap serangan dan pasukan saya mampu menyerang.

10.53 Namun, jika saya tidak tahu bahwa dataran tidak menguntungkan dalam melakukan serangan yang semacam itu, berarti peluang kemenangan hanya setengah.

10.54 Jadi, ia yang ahli dalam peperangan, tidak pernah dibingungkan atau salah jalan dalam menempatkan pasukannya untuk bertempur.

10.55 Bila ia melancarkan suatu operasi militer, ia tidak pernah kehabisan strategi atau rencana.

10.56 Jadi, dikatakan: Kenali pihak lain (musuh), kenali diri anda sendiri, dan kemenangan anda tidak akan terancam.

10.57 Kenali cuaca, kenali dataran, maka kemenangan anda menjadi tidak terbatas.

0
396
4
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Buku
Buku
KASKUS Official
7.8KThread4.6KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.