- Beranda
- Sejarah & Xenology
The New Nation of Indonesia
...
TS
cumi2got
The New Nation of Indonesia
Dikutip dari LIFE Magazine, 13 Februari 1950
Cover Art
Kover

Sukarno, Indonesia president with his family.
Sukarno, presiden Indonesia dan keluarga.

A courtier carrying a spear in Yogyakarta Sultanate Palace behind the American car belongs to the Sultan of Yogyakarta
Seorang abdi dalem membawa tombak di Keraton Kesultanan Yogyakarta dengan latar mobil Amerika milik Sultan Yogyakarta

Republic of the United States of Indonesia
Republik Indonesia Serikat dengan wilayah RI warna biru, dan wilayah-wilayah lainnya seperti Negara Sumatera Timur, Negara Sumatera Selatan, Negara Pasundan, Negara Indonesia Timur dan satuan-satuan kenegaraan lainnya

People work slowly in their ancient ways.
(upper left) A Balinese woman shopping.
(upper right) A Javanese batik artist.
(lower left) An oil miner.
(lower right) Javanese word carvers
Orang-orang bekerja perlahan dalam cara tradisionalnya.
Seorang wanita Bali berbelanja
Seorang seniman batik Jawa
Seorang penambang minyak bumi
Seorang pengrajin kayu Jawa

A Javanese fisherman.
Seorang nelayan Jawa

Land of Parasols and Mangoes (1)
Negeri payung dan mangga

Land of Parasols and Mangoes (2)
Negeri payung dan mangga

(above) Balinese dancers.
(lower left and right) Surakarta dancers
Penari Bali
Penari Surakarta

Dance in Indonesia graceful and unique, Balinese dances are more dynamic than Javanese and tend to display the ”possessed” evil spirits while dancing in Java is more delicate and more formal. Both kinds of dance music accompanied by gamelans and the dancers wear golden costumes.
Tarian di Indonesia menawan dan unik. Tari Bali lebih dinamis dari tari Jawa, sementara tari Jawa lebih rumit dan formal. Keduanya diiringi gamelan dan penarinya mengenakan kostum keemasan.

(above) Rice field in Padang, Sumatra.
Sawah di Padang, Sumatera

(above) cinchona and tea plantation, Bandung, West Java. Tea was first introduced in Indonesia since 1832. Before the Great War, Indonesia produces 18% of total world tea production, after the war it decreased to 4.5%.
Perkebunan kina dan teh, Bandung, Jawa Barat. Teh pertama kali ditanam pada tahun 1832 di Indonesia. Sebelum Perang Dunia II, Indonesia memproduksi 18% dari total produksi teh dunia, kemudian menyusut hingga 4.5%.

Young Men are both the Peril and the Hope
Prime Minister Mohammad Hatta
Defense Minister Hamengkubuwono IX
Interior Minister Anak Agung Gde Agung
Former Prime Minister Sutan Sjahrir
Pemuda adalah harapan dan sekaligus ancaman
Perdana menteri Mohammad Hatta
Menteri pertahanan Hamengkubuwono IX
Menteri dalam negeri Anak Agung Gde Agung
Eks Perdana Menteri Sutan Sjahrir

A prince who used to come from the ruling caste looked into the Palace of Yogyakarta where statesmen are working to make laws.
Seorang priyayi dari keraton melihat ke dalam Istana dimana para negarawan bersidang untuk menyusun hukum-hukum negara.

Cover Art
Kover

Sukarno, Indonesia president with his family.
Sukarno, presiden Indonesia dan keluarga.

A courtier carrying a spear in Yogyakarta Sultanate Palace behind the American car belongs to the Sultan of Yogyakarta
Seorang abdi dalem membawa tombak di Keraton Kesultanan Yogyakarta dengan latar mobil Amerika milik Sultan Yogyakarta

Republic of the United States of Indonesia
Republik Indonesia Serikat dengan wilayah RI warna biru, dan wilayah-wilayah lainnya seperti Negara Sumatera Timur, Negara Sumatera Selatan, Negara Pasundan, Negara Indonesia Timur dan satuan-satuan kenegaraan lainnya

People work slowly in their ancient ways.
(upper left) A Balinese woman shopping.
(upper right) A Javanese batik artist.
(lower left) An oil miner.
(lower right) Javanese word carvers
Orang-orang bekerja perlahan dalam cara tradisionalnya.
Seorang wanita Bali berbelanja
Seorang seniman batik Jawa
Seorang penambang minyak bumi
Seorang pengrajin kayu Jawa

A Javanese fisherman.
Seorang nelayan Jawa

Land of Parasols and Mangoes (1)
Negeri payung dan mangga

Land of Parasols and Mangoes (2)
Negeri payung dan mangga

(above) Balinese dancers.
(lower left and right) Surakarta dancers
Penari Bali
Penari Surakarta

Dance in Indonesia graceful and unique, Balinese dances are more dynamic than Javanese and tend to display the ”possessed” evil spirits while dancing in Java is more delicate and more formal. Both kinds of dance music accompanied by gamelans and the dancers wear golden costumes.
Tarian di Indonesia menawan dan unik. Tari Bali lebih dinamis dari tari Jawa, sementara tari Jawa lebih rumit dan formal. Keduanya diiringi gamelan dan penarinya mengenakan kostum keemasan.

(above) Rice field in Padang, Sumatra.
Sawah di Padang, Sumatera

(above) cinchona and tea plantation, Bandung, West Java. Tea was first introduced in Indonesia since 1832. Before the Great War, Indonesia produces 18% of total world tea production, after the war it decreased to 4.5%.
Perkebunan kina dan teh, Bandung, Jawa Barat. Teh pertama kali ditanam pada tahun 1832 di Indonesia. Sebelum Perang Dunia II, Indonesia memproduksi 18% dari total produksi teh dunia, kemudian menyusut hingga 4.5%.

Young Men are both the Peril and the Hope
Prime Minister Mohammad Hatta
Defense Minister Hamengkubuwono IX
Interior Minister Anak Agung Gde Agung
Former Prime Minister Sutan Sjahrir
Pemuda adalah harapan dan sekaligus ancaman
Perdana menteri Mohammad Hatta
Menteri pertahanan Hamengkubuwono IX
Menteri dalam negeri Anak Agung Gde Agung
Eks Perdana Menteri Sutan Sjahrir

A prince who used to come from the ruling caste looked into the Palace of Yogyakarta where statesmen are working to make laws.
Seorang priyayi dari keraton melihat ke dalam Istana dimana para negarawan bersidang untuk menyusun hukum-hukum negara.

Diubah oleh cumi2got 02-06-2019 11:09
0
490
2
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
6.6KThread•11.6KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya