Kaskus

Hobby

imamilyasaAvatar border
TS
imamilyasa
Delivery Service
Delivery Service

Pada saat itu kejadian tahun 1999 sampai tahun 2000an. aku masih smp banyak kejadian yang tidak mengenakkan terjadi. Aku sering kesurupan juga sering sekali berkelahi pada saat itu. Tapi aku tidak pernah cerita ayahku. Aku dan ayahku dekat walau beliau agak keras saat aku masih kecil. Mungkin wejangan dari alm kakek buyut membuat ayah berubah. Kehidupan kami juga berangsur membaik. Walau dari segi ekonomi terkadang masih kekurangan, ayah melarangku sekolah sambil bekerja. Aku harus fokus sekolah. Tapi kadang-kadang aku mencari pekerjaan walau menjadi kuli bangunan pada saat itu, tapi ayah marah dan melarangku.

Anyway, walau sedemikian, aku masih selalu telat membayar SPP. Jadi cara satu-satunya adalah mencari beasiswa. Aku sebenarnya dapat JPS Saat itu. Tapi kalau aku bisa mendapat beasiswa juga, aku bisa mendapatkan uang jajan. Cuman itu caraku. uang sakuku cuman untuk sekali naik angkot (Angkutat Ummum). Jadi cara apapun kutempuh supaya bisa mendapatkan beasiswa. Termasuk cara curang. Tapi bukan hal itu yang saya akan bahas disini.

Saat kami kekurangan, ternyata ada seorang paman yang membuka pabrik meubel di pinggiran kota besar. Ayah bertugas mengantarkan meubel yang sudah jadi karena paman belum memiliki kendaraan saat itu. Dan ayah memiliki pick up 1000. Lumayan membantu keuangan ekonomi kami. Akhirnya berangsur aku berhenti melakukan kecurangan saat ujian caturwulan. Ini beberapa kisahku saat membantu ayah mengantarkan barang.

Suatu hari, ayah bertugas mengantarkan rak TV ke sebuah aparterment. Aparterment ini tidak ayah ketahui ayah dimana tempatnya. Jadi, ada karyawan paman yang memakai motor untuk menunjukan jalannya. Selain beberapa orang yang naik bak belakang. Aku bersama ayahku di depan. Sambil mendengarkan lagu-lagu favorit ayah di tape mobil, kami meluncur perjalanan menyenangkan karena ini tender besar. Ayah juga dapat uang besar walau mengtar saja.

Setelah sampai, kami di arahkan oleh pak satpam menuju sebuah parkiran bawah tanah. Dan parahnya, karena ini aparterment baru, parkiran ini hanya beberapa lampu yang menyala. Ayah parkir dengan lift barang. Tempat yang agak gelap. Berbekal penerangan lampu mobil dan lampu senter, ayah dan seluruh karyawan mengangkut meubel ke lift. Untunglah daerah dekat lift ada lampu. Jadi bisa mengecek meubel di dekat lift.

Dan kejadian ini, dimulai karena ayah tidak mengijinkanku ikut naik. Aku jaga mobil ayah . Aku membuka walkmanku dan memasukan kaset lagu favoritku. Beberapa kompilasi lagu barat. sebagian lagu milik elton jhon, mariah carey, roxette dll. Lumayan untuk mengusir jenuh. Tapi satu side kaset aku dengarkan, ayah belum juga turun. Aku lelah juga menunggu ayah. Tapi aku lelah juga mendengarkan musik. Aku mulai mematikan walkmanku.

Aku mulai jenuh sampai akhirnya aku dengar suara lift terbuka. Aku pikir karyawan paman keluar. Atau ayah mungkin. Tapi saat lift barang mulai terbuka lebar, tidak ada siapa-siapa disana. Sampai lift tertutup kembali seakan-akan lift itu membawa sesuatu yang tak terlihat. Ah untungnya penglihatanku tidak aktif saat ini. Aku tidak mau tau apa yang keluar dari lift. Aku mendengar suara langkah kaki berjalan cepat. Gelap sih, karena tidak ada lampu sama sekali di daerah mobil yang ayah parkir. Hanya lampu dari dekat lift saja. Aku ingin tahu siapa yang lewat. Langkah kaki itu semakin cepat dan cepat mendekati mobilku.

Aku sadar, kalau ini pencuri mobil, bisa gawat aku. Langkah kakinya berat laki-laki sepertinya. Aku mengambil kunci ban di dekat kaki dengan meraba-raba. Aku menemukannya. Saat langkah kaki dekat dengan mobil, tangan kananku menyembunyikan benda keras itu di balik punggung. Langkah kaki itu berhenti. Berhenti di sebelah kanan depan mobil. Jantungku berdetak kencang. Ahh sial siapa dia?. Mau apa dia?. Hatiku bercamuk antara bingung dan marah. Sedikit marah jika ini manusia. "Cari kerjaan sana. Jangan kriminil". Kalau bukan... Hell shit... Tapi aku beruntung langkah kaki itu meneruskan jalannya

Agak lama, aku melihat cahaya senter. Ahh satpam sepertinya. Dia mendekatiku dan mengetuk kaca
"Mas, saya pikir tidak ada mobil yang parkir disini". Katanya.
"Kan saya yang ngantar meubel tadi pak. Bapak sendiri yang arahin kesini.". Jawabku.
"Tau gitu saya nyalakan lampu mas." Kata satpamnya dengan logat yawa yang kental
"Iya pak nyalakan saja. Jenuh soalnya. Ambil barang nggak keliatan apa apa." Sahutku

Setelah berbincang agak lama masalah lain, satpam tersebut pamit dan menyalakan lampu. Ini sebuah kesalahan. Aku mendengar suara langkah kaki lagi. Dari tempat yang tanpa penerangan. Saat langkah kaki mendekat, aku tidak melihat siapa-siapa. Tapi aku mendengar langkah kakinya. Telingaku ada masalah setelah memasang headshet?. Agak lama aku mendengar suara langkah kaki yang berlari. Ternyata sama. Tidak ada siapa-siapa juga. Yang aku syukuri, saat itu penglihatanku tidak aktif. Tidak apa-apalah. Lalu ada satpam lagi yang datang. Yang kali ini agak gemuk bajunya jelas seperti seragam satpam tadi. Mungkin dia mengecek tempat parkir.

Saat mendekati mobil, aku segera beristighfar. Wajah satpam tersebut hancur ternyata. Aku baru saja senang karena gak bisa melihat. Sempat satpam itu melihat mobil ayah. Aku memegang erat lagi kunci ban ini. Dia mendekati mobil. Tapi entah kenapa tiba-tiba dia meneruskan jalannya. Padahal sempat mendekati mobil. Lalu seseorang menepuk bahuku. Aku kaget dan reflek hampir menghantarkan kunci ban.

Ah ternyata temanku. Crystal namanya. Teman ghaibku ini duduk di belakang setir.
"Ngapain di tempat gelap seperti ini?". Tanyanya. Kami waktu itu sudah bisa berkomunikasi tanpa berbicara. Sebelumnya sih kalau ngobrol dilihat orang lain aku kayak orang gila. Ngomong sendiri.
"Aku bantu ayah. Lumayan uang lebih. Bisa buat bayar sekolah." Jawabku.
"Lebih baik kamu keluar saja. Disini tidak aman." Katanya.
"Iya sih. posisi sore gini diluar lebih terang. Tapi yaa jalannya gelap. Mana mobilnya di tengah. Kalau kesandung atau ada mobil lain masuk malah bahaya" Jawabku
Kami berdua cuman duduk-duduk saja setelahnya. Mau cerita apa juga bingung. Toh dia tak tau aku di sekolah gimana. Dirumahnya juga gimana

Tidak lama, ada yang berjalan mendakati lift. Aku melihat ada wanita tua. Pakaiannya compang camping. Dia seperti mencari sesuatu di tempat sampah. Kasihan sekali aku pernah di posisi seperti dia. Di sakuku ada uang sedikit. Seribu rupiah. Kalau itu bisa membeli satu porsi makanan. Tapi saat aku mau membuka pintu, temanku melarangku.
"Jangan. Dia bukan manusia." Kata crystal
"Ha? kayaknya pemulung aja. Kasihan dia cari makan di tempat sampah." Kataku.
"Lihat dengan jelas. Wajahnya seperti agak hancur." kata cyrstal. Aku tidak bisa melihat karena terlalu jauh. Tidak lama. Wanita itu menoleh ke arah kami lalu pergi.
"Kamu ingin lihat apa yang di makan dia disana?." Tanya cyrstal
"Jelas lah. Aku ingin tahu apa yang dia jilatin di tempat sampah tadi." Sahutku

Cyrstal menutup mata sebentar lalu menyuruhku keluar. Aku membiarkan mobil terbuka supaya dia ikut keluar. Kami mendekati tempat sampah. Sebelumnya kami melihat kanan kiri. Siapa tau ada mobil lewat. Karena sebagian jalan masih gelap. Lalu aku menengok ke dalam tong sampah. Aku mengumpat sejadi-jadinya. ohh shit. Tidak ada makanan ataupun minuman di tempat sampah ini. Isinya potongan kayu sisa material dan pembalut bekas. Masih berlumur darah.

Lebih Lanjutnya Baca Disini
0
303
3
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Buku
Buku
KASKUS Official
7.8KThread•4.7KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.