Kaskus

Hobby

edi999693Avatar border
TS
edi999693
Bab 3 Naga Salamanda Nama nya
Mereka kemudian menetaskan telur itu, dengan cara membakar nya bersama-sama dengan, sampah yang lainnya, yaitu berupa daun kering pohon ketapang, jambu air, mangga serta pisang, bahkan kertas-kertas bekas,  seperti koran bekas juga tak luput. Sepengetahuan mereka,  begitu itulah cara untuk membuat ubi bakar, dan mereka melakukan itu saat liburan di rumah kakek di Sarawak.
Berjam-jam mereka membakar telur tersebut, dan setelah jam hampir menunjukan pukul 5 sore, cepat-cepat mereka memadamkan api, yang digunakan untuk membakar telur dengan air. Mereka tak ingin mengambil resiko, dimarah ibu jika ketahuan bermain dengan api, dan biasa nya jam 5 sore  ibu mereka pulang dari kantor,  kecuali di kantor ibu ada rapat, biasa nya ibu akan pulang sekitar  jam 8 malam atau 9 malam, dan biasanya ibu akan menelpon dulu ke rumah, memberitahukan mereka jika di kantor ada rapat.
"Tidak ada yang terjadi," kata Egi  menatap ke arah telur, yang kini tampak berwarna hitam karena gosong, di balik abu sisa pembakaran.
"Tunggulah satu minggu, begitulah petunjuk yang tertulis, di kertas itu dan kita juga harus melakukannya secara terus-menerus."
"Ngomong- ngomong, kira-kira siapa ya Kak, yang telah memberikan telur naga ini, kepada kita?"
"Entahlah."
***

Setelah satu minggu  terus menerus   dibakar,  telur itu dipenuhi retakan-retakan yang dalam, dan kemudian diiringi bunyai trak! Telur itu terbelah menjadi dua, dan mereka melihat, pemandangan aneh  di depan mereka saat ini.  Sebuah bola, dengan duri-duri yang tumbuh jarang  di setiap permukaanya, lalu menguraikan diri nya dalam bentuk, seekor naga yang berbentuk salamander, yang memiliki sayap dan ekor berduri, serta tanduk di kepala nya. Warna salamander itu merah jingga. Mereka memperhatikan naga salamander, yang panjang nya kira-kira 200 cm , yang kemudian bersin, menyemburkan api merah jingga dari dalam hidung nya.

"Kita harus membawa nya ke dalam rumah, sebelum ada tetangga yang melihat nya."

"Tapi bagaimana cara nya, agar ia dapat kita bawa masuk ke rumah, aku yakin ia akan merubah kita menjadi sate, saat kita melakukan hal itu kepada  nya."

"Kita harus membujuk nya, dengan cara memberi nya kotoran kekelawar dan udang.  Bukankah begitu yang tertulis di kertas bahwa naga menyukai kotoran kekelawar dan udang."

"Kita tak  memiliki kotoran kekelawar, dan ku rasa itu sesuatu yang menjijikan. Bagiaman kalau kita beri udang. Bukankah tadi pagi sekali, mama sempat pergi ke pasar, dan membeli udang?"

Egi kemudian mengambil beberapa potong udang mentah, berukuran sedang di dalam kulkas, dan menaruhnya di atas piring.  Sementara itu, Gea berjaga-jaga di luar agar naga tidak sampai kabur. Ia berusaha menjaga jarak, dengan mahluk itu karena tadi ia sempat melihat pemandangan yang sungguh sangat mengerikan.  Naga merubah seekor kupu-kupu  menjadi abu, saat melintas di depan nya. Semburan api merah jingga nya, nyaris mengenai Gea, membuat nya menjerit histeris.

"Egi cepat! teriak nya kepada adik nya, yang beberapa menit kemudian kembali dengan membawa beberapa potong udang mentah di atas piring.

"Ck!ck!ck!," kata Egi sambil melambaikan sepotong udang mentah ke arah naga, yang kemudian merespon panggilan Egi.

"Ayo mendekat," Egi membujuk naga yang berjalan cepat, memasuki ruang tamu.  Tanpa diduga, naga merentangkan sayap nya, dan melesat ke arah Egi  seperti seekor elang, membuat Egi kaget dan tanpa di sadari nya, udang di tangan nya lenyap, disambar dengan cepat oleh naga yang kemudian memakannya di atas meja tamu.  Yang membuat mereka panik, adalah tiba-tiba saja mereka mendengar suara mobil yang berhenti di depan rumah mereka.

"Oh tidak! Mama pulang," kata Gea panik, dan dari balik kaca jendela, ia dan adik nya dapat melihat , sebuah taxi berhenti di depan rumah.  Dari dalam taxi, keluarlah seorang wanita berumur 30 tahunan. Wajah nya begitu mirip dengan Gea.  Wajah Gea memang begitu mirip dengan ibu nya, sementara Egi begitu mirip dengan ayah nya.  Dengan sekuat tenaga, Egi membujuk naga agar mau masuk ke dalam kamar nya, yang ada di lantai dua, sementara Gea mengalihkan perhatian ibu nya yang mulai curiga.

"Ada apa sih, pasti kalian memecahkan pot kesayangan mama ya," Egi mendengar apa yang diucapkan ibu nya , dari lantai bawah dan ia pun tak tahu pasti, apa yang dilakukan oleh kakak nya , hingga ibu nya dapat berfikir  demikian.  Sementara ia sendiri, saat ini sedang memberikan sisa terakhir udang mentah kepada naga, di dalam kamar nya.

Besok nya mereka mulai membicarakan tentang nama yang cocok buat naga.

"Bagaimana kalau kita memberi nama mahluk ini Salamander, kan ia Salamander si kadal api."

'Salamander, kurasa kita harus memelesetkan nama nya sedikit menjadi er..er..er.. Salmond."

"Kok, jadi seperti nama ikan, aku tak setuju, kan sudah ku katakan tadi Salamander saja Kak."

"Tunggu! Salamander itu kan selalu dikaitkan dengan mitos hewan naga, begitu menurut keterangan yang pernah ku baca di buku. Selain itu, di dalam kertas itu juga tertulis bahwa mahluk ini adalah naga, jadi kita memberi nama awal nya adalah naga, bagaimana? Gea bertanya sambil berpaling ke arah adik nya.

"Wow! nama yang keren,  Naga Salamander."

"Tidak! kita harus memelesetkan nama nya biar enak memanggil nya."

"Kalau begitu apa? Aku tak ingin memangil nya Naga Salmond, dan menurut ku itu nama yang konyol sekali, walaupun di buku aku pernah baca juga, bahwa ada golongan Salamander axolotl atau Salamander yang hidup di dalam air."

"Ya, sudah kalau begitu Salmond, er..er..er...Elmond."

"Salamanda! Teriak mereka bersamaan.

"Ya, nama itu keren dan juga tidak konyol jika kita memanggil nya.

Sori baru bisa ngepost tulisannya sekarang. Tadi dari pagi sampai siang mati lampu. Semoga kitak2 ( kalian) semua suka dengan cerita bab 3 ini, dan Insya Allah bab 4 akan segera menyusul untuk di post kan. Salam dari tanah Kalimantan.

4446ApriliyantoAvatar border
4446Apriliyanto memberi reputasi
1
566
3
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Buku
Buku
KASKUS Official
7.8KThread4.7KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.