Kaskus

Hobby

dheyantiAvatar border
TS
dheyanti
DIA MEMANG TELAH PERGI






Di dunia ini, tak ada manusia yang memilih dilahirkan dari sebuah keluarga yang tak utuh. Namun, takdir tak dapat dihindari, nasib seseorang sudah ada yang mengatur. Begitu pun nasib mereka yang kurang beruntung.

Aroh merasa bingung dengan nasib anak-anaknya, Rian masih tujuh tahun dan calon bayi yang akan lahir kini sudah delapan bulan berada di rahimnya. Sedangkan suami yang sangat dia cintai, kini sudah menikah kembali dengan anak di bawah umur.

Berawal dari seorang tetangga yang meminta bantuan kepada Rusdi, suaminya. Yang sedikit punya ilmu untuk menyembuhkan, tentunya dengan izin Allah. Tetangganya itu memiliki seorang kerabat yang sering kesurupan, dibawalah dia ke rumah mereka. Gadis itu berumur enam belas tahun, namanya Tiara.

Tiara adalah gadis yang cantik, bertubuh langsing dengan tinggi semampai. Namun, dari kecil dia sering diganggu makhluk halus. Rusdi pun kewalahan untuk menghadapi penyakit yang diderita Tiara, maka dari itu ia membawa gadis itu ke rumah gurunya.

Di sanalah masalah itu berawal, Rusdi dan Tiara sering pergi bersama dengan alasan berobat. Aroh tidak menaruh curiga sedikit pun kepada suaminya. Karena pekerjaan Rusdi memang seperti itu, kala itu usia kandungan Aroh masih dua bulan.

Beberapa hari Rusdi dan Tiara tak pulang, saudara dan orang tua gadis itu pun khawatir. Mereka terus mendesak Aroh, tapi ia sendiri tidak tahu menahu tentang suaminya. Bahkan ponsel Rusdi pun tak aktif. Tak dipungkiri kalau hati Aroh pun tak merasa tenang. Wanita itu menelepon guru suaminya, tapi katanya Rusdi sudah pulang dari beberapa hari yang lalu.

Seminggu kemudian akhirnya Rusdi dan Tiara pulang, mereka diarak oleh warga. Ternyata Rusdi membawa Tiara ke penginapan, di sanalah mereka bermain gila. Dari pengakuan Rusdi, mereka melakukannya suka sama suka, tapi orang tua Tiara tak terima dan hendak melaporkan Rusdi atas tuduhan membawa lari anak di bawah umur.

Namun, Aroh memohon kepada keluarga Tiara untuk melepaskan suaminya. Mengingat dia mempunyai anak dan sedang mengandung, Aroh tidak mau kalau anak-anaknya lahir tanpa seorang ayah. Keluarga Tiara akhirnya setuju memaafkan Rusdi, tapi dengan syarat. Untuk mengganti dengan uang sebesar 15 juta rupiah. Aroh pun menyanggupi, dia menjual kebun keluarga satu-satunya agar suaminya tidak masuk jeruji besi. Dengan kebesaran hati Aroh, dia pun memaafkan suaminya, dan Rusdi pun berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

***

Enam bulan kemudian

Rusdi terlihat murung dan berubah sikap, Aroh pun tak enak hati melihat suaminya seperti itu. Seperti ada yang mengganjal di hati Rusdi, Aroh akhirnya menghampiri suaminya.

“Katakanlah, apa yang membuatmu begitu gelisah?” tanya Aroh dengan hati-hati.

Rusdi melihat istrinya dengan tatapan sendu, banyak kekhawatiran di mata suaminya itu. Aroh akhirnya tak kuat menahan air mata, apa pun itu dia akan ikhlas menerima. Jika suaminya memang tak bahagia.

“Aku ingin menikahi Tiara, Dek,” ungkap Rusdi dengan mata yang menerawang. Ada penyesalan dalam ucapannya, tapi ada keyakinan juga di sana.

Aroh sudah menduga itu. “Jika memang seperti itu, aku rela diceraikan,” ujar wanita itu dengan yakin sambil mengelus perutnya yang sudah membesar.

Rusdi terkejut, ia tak menyangka dengan apa yang dikatakan istrinya itu. Lelaki itu hendak memeluk istrinya, tapi Aroh mengepiskan tangan Rusdi.

“Mulai sekarang, aku haram kamu sentuh, Bang.” Walau terlihat ikhlas, tapi hati Aroh tak bisa dibohongi. Pengkhianatan yang sudah dilakukan suaminya, sungguh membuat batinnya terluka.

Aroh beranjak ke kamar dan menutup pintu rapat, meninggalkan Rusdi yang masih tertunduk kaku. Aroh menangis di sana, sambil mengelus rambut Rian yang sedang tertidur lelap. Sedih telah melanda hati, tapi ia harus tegar untuk kedua anaknya.

Hari-hari pun berganti, mereka akhirnya resmi berpisah. Aroh hanya bisa pasrah. Rusdi pun langsung menikahi Tiara. Keluarga Aroh sempat datang menemui keluarga Tiara dan meminta untuk mengembalikan uang yang sudah diberikan oleh Aroh untuk jaminan agar Rusdi tidak masuk penjara. Namun, mereka hanya menunduk malu dan meminta maaf karena uang itu sudah habis. Aroh sudah tak peduli, dia hanya akan fokus kepada kelahiran anak keduanya. Satu hal yang pasti, dia tak mau lagi melihat wajah Rusdi.

***

Aroh melahirkan dengan selamat, anak keduanya seorang anak perempuan yang cantik. Keluarga menyambut dengan bahagia, dan Rusdi pun datang untuk menjenguk. Setidaknya lelaki itu masih menyayangi anak yang baru lahir ke dunia itu. Berat memang untuk mengizinkan Rusdi, tapi demi anak Aroh membiarkan Rusdi untuk mengazani putrinya. Lelaki itu terlihat menitikkan air mata, terlihat ada penyesalan di dalamnya. Namun, Aroh sudah tak mau peduli. Bagaimana pun juga dia sudah memilih, dan di sini Aroh beserta anak-anaknyalah yang harus berkorban.

Biarlah waktu yang akan mengobati lukanya, biar Allah sajalah yang kelak akan memberikan kebahagiaan kepada dirinya dan anak-anak. Masa lalu memang pahit, dan dia tidak akan pernah menoleh ke belakang. Karena di depan sana, ada masa depan yang cerah menanti.


End
0
263
3
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Buku
Buku
KASKUS Official
7.8KThread4.7KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.