- Beranda
- Citizen Journalism
Faktor Ekonomi Global Mendorong Melemahnya Rupiah
...
TS
felisian
Faktor Ekonomi Global Mendorong Melemahnya Rupiah
DI penghujung minggu, rupiah menyentuh angka Rp14.314 per dolar Amerika. Berkaitan dengan itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan hal tersebut merupakan pengaruh dari perkembangan ekonomi global yang mendorong menguatnya dolar Amerika
"Hasil dari beberapa indikator di Amerika seperti manufacturing memang masih menunjukan ekonomi Amerika masih baik sehingga itu memberikan sentimen positif terhadap Amerika," jelas Perry di Kompleks Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (8/3).
Baca Juga :
Volunteer Gunung Gede Pangrango,Mapala UI,Wanadri Selenggarakan Program Vaksinasi Ke2
[url=https://S E N S O R@felisian66/vaksinasi-di-kaki-gunung-6e50b721e5b6]Vaksinasi di Kaki Gunung[/url]
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Eropa tengah melemah dengan tingkat inflasi rendah. Hal itu juga mempengaruhi penguatan dolar Amerika terhadap mata uang dunia.
Selain itu, Perry menyebutkan sejumlah faktor lainnya, di antaranya kenaikan harga minyak yang disebabkan sanksi terhadap Venezuela, serta faktor Geopolitik dari tidak tercapainya kesepakatan antara Amerika dan Korea Utara. "Sekali lagi saya tegaskan, tekanan nilai tukar itu lebuh banyak karena faktor eksternal," tegas Perry. Pasalnya, pihaknya menilai, dari faktor domestik sendiri tidak terjadi persoalan.
Hal itu ditandai dengan tingkat inflasi rendah, survei ekonomi ekspektasi baik, aliran modal asing baik, cadangan devisa meningkat, serta pada neraca perdagangan juga terjadi surplus. "Domestiknya semua bagus. Memang di faktor global ada sentimen yang membuat penguatan dolar Amerika," tukasnya.
Untuk itu, pihaknya akan terus memantau keadaan pasar dan menjaga komitmen untuk tetap menstabilkan perekonomian Indonesia. (Ata)
"Hasil dari beberapa indikator di Amerika seperti manufacturing memang masih menunjukan ekonomi Amerika masih baik sehingga itu memberikan sentimen positif terhadap Amerika," jelas Perry di Kompleks Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (8/3).
Baca Juga :
Volunteer Gunung Gede Pangrango,Mapala UI,Wanadri Selenggarakan Program Vaksinasi Ke2
[url=https://S E N S O R@felisian66/vaksinasi-di-kaki-gunung-6e50b721e5b6]Vaksinasi di Kaki Gunung[/url]
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Eropa tengah melemah dengan tingkat inflasi rendah. Hal itu juga mempengaruhi penguatan dolar Amerika terhadap mata uang dunia.
Selain itu, Perry menyebutkan sejumlah faktor lainnya, di antaranya kenaikan harga minyak yang disebabkan sanksi terhadap Venezuela, serta faktor Geopolitik dari tidak tercapainya kesepakatan antara Amerika dan Korea Utara. "Sekali lagi saya tegaskan, tekanan nilai tukar itu lebuh banyak karena faktor eksternal," tegas Perry. Pasalnya, pihaknya menilai, dari faktor domestik sendiri tidak terjadi persoalan.
Hal itu ditandai dengan tingkat inflasi rendah, survei ekonomi ekspektasi baik, aliran modal asing baik, cadangan devisa meningkat, serta pada neraca perdagangan juga terjadi surplus. "Domestiknya semua bagus. Memang di faktor global ada sentimen yang membuat penguatan dolar Amerika," tukasnya.
Untuk itu, pihaknya akan terus memantau keadaan pasar dan menjaga komitmen untuk tetap menstabilkan perekonomian Indonesia. (Ata)
Antiluqman memberi reputasi
-1
464
2
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Citizen Journalism
16.8KThread•15.5KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya