Kaskus

News

Fatim7777Avatar border
TS
Fatim7777
Klarifikasi Beredarnya Kabar Dugaan Oksigen Palsu di Tulungagung
Klarifikasi Beredarnya Kabar Dugaan Oksigen Palsu di Tulungagung
https://matamatadot.com/klarifikasi-...i-tulungagung/

Surabaya - Polda Jatim klarifikasi beredarnya kabar soal dugaan oksigen palsu di Tulungagung, Jawa Timur. Sebelumnya, sempat viral di media sosial adanya berita oksigen palsu hingga menyebabkan ikan koi mati.

Pada Jumat (23/7/2021) pagi, dalam keterangan pers release. Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Farman, bersama Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko. Mengklarifikasi adanya berita yang beredar di media sosial terkait adanya dugaan oksigen palsu di Tulungagung, Jawa Timur.

“Hari ini pers release terkait adanya dugaan tabung oksigen palsu yang terjadi di Tulungagung, Jawa Timur. Barang bukti yang di amankan ada tabung gas ukuran 6 meter kubik dan tabung gas 1 meter kubik,” kata Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Jumat (23/7/2021) pagi.

Sementara itu, Kombes Pol Farman, Dirreskrimsus polda jatim menjelaskan, bahwa kemarin ada berita viral adanya dugaan oksigen palsu. Tim dari satreskrim Polres Tulungagung, satreskrim Polres Pacitan dan di back up Dit Reskrimsus Polda Jatim sudah melakukan penyelidikan.

Kejadian bermula pada tanggal 17 Juli, Pacitan saat itu telah terjadi kelangkaan tabung oksigen. Sehingga untuk mengatasi kelangkaan tabung oksigen di Pacitan. Maka pihak BPBD melakukan penanganan pertama pasien, menggunakan kompresor yang selama ini untuk mengisi tangki selam.

Dari kesepakatan pada tanggal 17 Juli, BPBD mengisi 6 tangki ukuran enam meter kubik dan 32 tangki ukuran satu meter kubik. Kemudian dari tangki ukuran enam meter kubik, salah satunya di bawa ke tulungagung oleh Rifai penjual ikan. Kemudian, Rifai mengisinya ke plastik hingga menyebabkan ikan koi mati.

“Setelah melakukan pengecekan, bahwa dalam tangki tersebut ada kandungan oksigen dengan kadar 21,13 dan yang satu lagi 22,68. Artinya bahwa tabung oksigen atau oksigen dalam tabung oksigen tersebut bukan oksigen palsu,” jelas Farman.

“Namun kadar oksigen yang ada didalam tabung ukuran enam meter kubik tersebut yang digunakan untuk ikan koi tidak memenuhi standard 99,5 persen yang digunakan untuk medis,” tambahnya.

Biasanya para petani ikan koi dalam mengirim ikan itu menggunakan oksigen untuk medis dengan kadar 99,5. Namun faktanya yang di masukkan dalam plastik itu oksigen dengan kadar 22,68. Sehingga menyebabkan ikan tersebut mati lemas. Seharusnya memakai kadar oksigen 99,5.

“Hasil dari penyelidikan di BPBD Pacitan, dari 32 plus lima tabung besar yang sudah di isi di BPBD. Sudah digunakan di RSUD maupun di Puskesmas.” Terangnya.

Apakah ada dampak? Setelah melakukan pemeriksaan baik dari RSUD dan Puskesmas terhadap pasien yang menggunakan 32 plus lima tabung oksigen berisi 21 sampai 22 persen tidak ada yang berdampak. Karena tabung tersebut masih berisi oksigen meski kadarnya tidak sesuai dengan ketentuan medis yakni 99,5.

Faktanya dalam kegiatan defing dalam tangki masih ada kandungan oksigen 21 sampai 25 dimana kandungan Nitrogen nya lebih banyak.

Sementara itu dari hasil penyelidikan, bahwa belum menemukan adanya niat jahat dari BPBD yang mengisi oksigen.

“Sekali lagi kami jelaskan, bahwa tidak ada oksigen palsu yang beredar di Tulungagung. Namun yang digunakan di tulungagung untuk ikan yakni dengan kadar 21 dan 22 persen sehingga membuat ikan koi mati.” Pungkasnya.

Sumber :

https://matamatadot.com/klarifikasi-...i-tulungagung/
bangsutankerenAvatar border
bangsutankeren memberi reputasi
1
869
9
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695KThread58.8KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.