Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Segera Daftarkan Komunitas Kalian Disini
19269
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f93fd65dbf764247a1f3c0d/hitamseason-2
 Halo agan dan sista semua.. jumpa lagi dalam threadku yang baru ini. Sesuai permintaan agan dan sista, maka TS akan melanjutkan lagi thread sebelumnya yang sudah tamat. Mohon diperhatikan, ini adalah cerita fiksi, hasil karangan TS yang diambil dari gabungan antara pengalaman pribadi, pengalaman temen-temen, mitos, urban legend dan ditambah banyak sekali imajinasi.  Jadi TS cuma orang b
Lapor Hansip
24-10-2020 17:09

HITAM Season 2

icon-verified-thread
HITAM
Season 2


HITAM
Season 2


Quote:

 Halo agan dan sista semua.. jumpa lagi dalam threadku yang baru ini. Sesuai permintaan agan dan sista, maka TS akan melanjutkan lagi thread sebelumnya yang sudah tamat. Mohon diperhatikan, ini adalah cerita fiksi, hasil karangan TS yang diambil dari gabungan antara pengalaman pribadi, pengalaman temen-temen, mitos, urban legend dan ditambah banyak sekali imajinasi.

 Jadi TS cuma orang biasa, TS cuma menuangkan gabungan antara nyata dan imajinasi ke dalam tulisan di thread ini dan thread sebelumnya. Maka dimohon jangan bertanya soal supranatural, karena TS cuma sedikit sekali mengerti tentang yang gaib.

 Thread ini dibuat bukan untuk menyinggung, menghina atau merendahkan orang lain atau suatu kelompok, karena thread ini hanyalah untuk hiburan semata. Kalau ada kata-kata yang tanpa di sengaja telah menyinggung atau merendahkan, TS mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga thread ini bisa berguna dan bisa diambil hikmahnya.

 Sebelumnya mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau updatenya nggak bisa terus-terusan setiap hari seperti dulu lagi, update bisa  sehari sekali atau dua hari sekali, tapi tidak akan lebih dari dua hari.

 Terima kasih buat agan dan sista yang udah setia tongkrongin thread sebelumnya. Nggak nyangka thread sebelumnya itu akan banyak mendapat respon. Terima kasih juga atas saran dan kritiknya, hingga TS bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan yang nggak di sengaja. Tanpa pembaca, maka seorang penulis dan tulisannya nggak akan berarti apa-apa...

Selamat membaca…..





Prolog


 Ini adalah cerita fiksi, lanjutan dari thread sebelumnya yang berjudul HITAM. Menceritakan tentang anak yang bernama Aryandra, seorang anak yang ndableg, serba cuek dan nggak nggagasan.  Dari kecil Aryandra bisa melihat makhluk halus dan sebangsanya, dia juga punya kemampuan untuk melihat masa depan hanya dengan sentuhan, pandangan mata, dan juga lewat mimpi. 

 Karena sejak kecil Aryandra sudah terbiasa melihat makhluk halus yang bentuknya aneh-aneh dan menyeramkan, maka dia sudah tidak merasa takut lagi melihat makhluk alam lain itu. Setelah di beri tahu oleh mbah kakungnya, Aryandra baru tahu kalau kemampuannya itu berasal dari turunan moyangnya. Dengan bimbingan mbah kakungnya itulah, Aryandra bisa mengetahui seluk-beluk dunia gaib.

 Pada thread sebelumnya menceritakan tentang masa kecil Aryandra. Takdir telah mempertemukan dia dengan sesosok jin yang bernama Salma, jin berilmu sangat tinggi, tapi auranya hitam pekat karena rasa dendamnya yang sangat besar, dan juga karena dia mempelajari ilmu-ilmu hitam yang dahsyat. Tapi Salma telah bertekad untuk selalu menjaga dan melindungi Aryandra, dan akhirnya merekapun bersahabat dekat. 

 Belakangan baru diketahui oleh Aryandra kalau Salma adalah ratu dari sebuah kerajaan di alam jin. Salma menampakkan diri dalam wujud gadis sangat  cantik berwajah pucat, berbaju hitam, memakai eye shadow hitam tebal, lipstick hitam, dan pewarna kuku hitam. Kehadiran Salma selalu ditandai oleh munculnya bau harum segar kayu cendana, 

 Salma juga sering berubah wujud menjadi sosok yang sangat mirip dengan kuntilanak hitam dengan wajah menyeramkan, memakai jubah hitam panjang, rambut panjang awut-awutan, mulut robek sampai telinga, mata yang bolong satu, tinggal rongga hitam berdarah. Tapi wujudnya itu bukan kuntilanak hitam. 

 Bedanya dengan kuntilanak hitam adalah, Salma mempunyai kuku yang sangat panjang dan sangat tajam seperti pisau belati yang mampu menembus batu sekeras apapun. Kuku panjang dan tajam ini tidak dimiliki kuntilanak biasa. 

 Dalam cerita jawa, sosok seperti Salma itu sering dikenal dengan nama kuntilanak jawa, sosok kunti paling tua, paling sakti dan paling berbahaya daripada segala jenis kuntilanak yang lain. Kuntilanak jawa sangat jarang dijumpai, karena makhluk jenis ini memang sangat langka. Manusia sangat jarang melihatnya, dan kalau manusia melihatnya, biasanya mereka langsung ketakutan setengah mati, bahkan mungkin sampai pingsan juga, dan setelah itu, dia akan menjadi sakit.

 Aryandra juga dijaga oleh satu sosok jin lagi yang dipanggil dengan nama eyang Dim, dia adalah jin yang menjaga nenek moyangnya dan terus menjaga seluruh keturunannya turun-temurun hingga sampai ke Aryandra. Dari eyang Dim dan Salma inilah Aryandra mempelajari ilmu-ilmu olah kanuragan, beladiri, ilmu pukulan, tenaga dalam, dan ilmu-ilmu gaib.

 Perjalanan hidup Aryandra mempertemukannya dengan satu sosok siluman yang sangat cantik, tapi memiliki wujud perempuan setengah ular. Siluman itu mengaku bernama Amrita, dengan penampilan yang khas, yaitu serba pink, mulai pakaiannya dan bahkan sampai ilmu kesaktian yang dikeluarkannya pun juga berwarna pink. Amrita adalah siluman yang selalu menggoda manusia untuk berbuat mesum, yang pada akhirnya manusia itu dibunuh olehnya. Semua itu dilakukan karena dendamnya pada kaum laki-laki.

 Awalnya Aryandra berseteru dengan Amrita, dan Amrita sempat bertarung mati-matian dengan Salma, yang pada akhirnya Amrita bisa dikalahkan oleh Salma. Dan kemudian Amrita itupun bersahabat dekat dengan Aryandra dan Salma. Dia  juga bertekad untuk terus menjaga Aryandra. Jadi Aryandra memiliki 3 jin yang terus melindunginya kemanapun dia pergi.

 Di masa SMA itu Aryandra juga berkenalan dengan cewek yang bernama Dita, kakak kelasnya. Cewek manis berkacamata yang judes dan galak. Tapi setelah mengenal Aryandra, semua sifat Dita itu menghilang, Dita berubah menjadi sosok cewek yang manis dan penuh perhatian, Dita juga sangat mencintai Aryandra dan akhirnya merekapun jadi sepasang kekasih.

 Dalam suatu peristiwa, Aryandra bertemu dengan dua saudara masa lalu nya, saudara keturunan sang raja sama seperti dirinya. Mereka bernama Vano dan Citradani. Dan mereka menjadi sangat dekat dengan Aryandra seperti layaknya saudara kandung. Saking dekatnya hingga kadang menimbulkan masalah dan salah paham dalam kehidupan percintaannya.

 Aryandra mendapatkan suatu warisan dari nenek moyangnya yaitu sang raja, tapi dia menganggap kalau warisan itu sebagai suatu tugas untuknya. Warisan itu berupa sebilah keris kecil yang juga disebut cundrik. Keris itu bisa memanggil memerintah limaratus ribu pasukan jin yang kesemuanya ahli dalam bertarung, pasukan yang bernama Pancalaksa ini dibentuk oleh sang raja di masa lalu. Karena keris itu pula, Aryandra bisa kenal dengan beberapa tokoh jin yang sangat sakti dan melegenda. 

 Tapi karena keris itu jugalah, Aryandra jadi terlibat banyak masalah dengan kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Dewa Angkara. Ternyata keris itu sudah menjadi rebutan para jin dan manusia sejak ratusan tahun yang lalu. Keris itu menjadi buruan banyak makhluk, karena dengan memiliki keris itu, maka  akan memiliki ratusan ribu pasukan pula.

 Perebutan keris itulah yang akhirnya mengantarkan Aryandra pada suatu peperangan besar. Untunglah Aryandra dibantu oleh beberapa sahabat, yang akhirnya perang itu dimenangkan oleh pihak Aryandra, meskipun kemudian Aryandra sendiri memutuskan untuk mengorbankan dirinya untuk menghancurkan musuh utamanya. Dan karena itulah Aryandra jadi kehilangan kemampuannya untuk beberapa waktu, tapi akhirnya kemampuan itu kembali lagi padanya dengan perantara ratu utara.

 Pada thread kali ini akan menceritakan kisah hidup Aryandra setelah lulus dari SMA, dari pertama masuk kuliah, tentang interaksinya dengan alam gaib dengan segala jenis makhluknya. Juga tentang persahabatan dengan teman kuliah dan dengan makhluk alam lain, percintaan, persaingan, tawuran, segala jenis problematika remaja yang beranjak dewasa, dan juga sedang dalam masa pencarian jati diri. Teman baru, musuh baru, ilmu baru dan petualangan baru.

 Sekali lagi, thread ini adalah cerita fiksi. Dimohon pembaca bijak dalam menyikapinya. Mohon maaf kalau ada kesalahan penulisan, kesalahan tentang fakta-fakta, dan kesamaan nama orang. Tidak ada maksud apa-apa dalam pembuatan thread ini selain hanya bertujuan untuk hiburan semata. Semoga thread ini bisa menghibur dan bisa bermanfaat buat agan dan sista semuanya. 

 Seperti apakah kisah hidup Aryandra setelah lulus dari SMA ini..? Mari kita simak bersama-sama...



Salma




Amrita


Diubah oleh Mbahjoyo911
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dizzydeez dan 242 lainnya memberi reputasi
229
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 256 dari 321
HITAM Season 2
11-06-2021 19:15
Ndra, besok kalo perut ane dibedel lagi, tolong datang ke rumah sakit yah emoticon-Ngakak, ane alergi pereda nyeri, cuma bisa pakai parasetamol doang, jadinya sakiiiiit banget ya Allah emoticon-Mewek

Playboy Andra ini bikin ane gemes banget pengen nylentik palkon nya loh, bikin sebel emoticon-Mad
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
HITAM Season 2
11-06-2021 20:01
Ketika cinta terhalang perbedaan alam....
#teamSalma
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
11-06-2021 20:16
Kasian jeng Salma.......gak ada yg meluk..



Makasi apdetnya Mbah...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
11-06-2021 20:20
Kasian Dita huhuhu...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
11-06-2021 20:26
Kok rasa rasa nya andra seneng banget gitu ya lagi sama kinara.. emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
11-06-2021 20:28
Neng salma BeTe dia jadi obat nyamuk terus emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
11-06-2021 21:29
Mbah ga peka..
Klo cwe udah naro tangan di perut, brrti dia menginginkan apa yg diinginkan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
11-06-2021 22:44
Terus aja tukeran jigong ndra😂
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
HITAM Season 2
12-06-2021 00:11
Suwun update nya mbah emoticon-Maaf Agan

Walopun aga sedih bakal berkurang cerita bantai membantai nya.
Mbah sampun loh mbah. Stensilnya kurangin lagi kalo boleh emoticon-Nyepi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
12-06-2021 00:28
Mantap surantap
emoticon-Kiss
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
12-06-2021 14:34
Besok libur..sekarang kayanya tripplee apdet
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
12-06-2021 15:12
Hadeh nunggu cerita ini gw ketagihan seperti candu rokok.penulisnya bagus sih jarang gw baca cerita ampe ketagihan begini.
Diubah oleh kabukabu13
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
12-06-2021 16:56
Semoga TS nya sehat walafiat bisa update story sore ini
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
12-06-2021 16:57
Siyap siyap
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
12-06-2021 17:00
Wayahe wayahe
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
HITAM Season 2
12-06-2021 17:06

Nggak ada kapoknya

     Malam itu aku kembali tidur di sofa ruang vip di rumah sakit. Kinara tidur di karpet yang digelar di lantai. Sepertinya aku bisa tidur nyenyak sekarang, kasus telah selesai, obat sudah kudapat, tinggal nunggu penyembuhan dari papanya Kinara. Tapi saat mau memejamkan mata, Kinara menyusulku di sofa dengan alasan takut. Terpaksa kami berdesak-desakan di sofa yang sempit itu, masak iya dia mau kutinggal begitu aja. Dan posisi ini membawa godaan tersendiri untukku. Dari pada otak melayang nggak jelas, mending aku tidur aja.

     Baru memejamkan mata kira-kira setengah jam, aku terbangun lagi dengan menggeragap kaget. Tidur cuma setengah jam aja udah bermimpi. Kulihat Kinara masih dalam rangkulanku. Aku coba mengingat mimpi yang telah membangunkanku tadi. Si orang tua yang telah menyantet papanya Kinara itu telah masuk dalam mimpiku. Dia memberitahu kalo orang yang telah membayarnya dulu itu udah mencari orang lain lagi untuk kembali menyantet papanya Kinara.

     Kucoba menelaah tentang mimpi itu, apa cuma mimpi doank ataukah emang nyata. Tapi Salma meyakinkanku kalo itu bukanlah mimpi biasa, orang tua itu benar-benar datang ke dalam mimpiku, dia memperingatkan kami akan adanya serangan lagi dari orang lain lagi. Ternyata ilmunya orang tua itu hebat banget, bisa mendatangi orang lewat mimpi. Nggak pernah kusangka kalo si orang tua memiliki kesaktian sedemikian hebat. Yang aku herankan, aku tidur sambil memeluk cewek cantik, tapi kenapa yang datang di mimpiku malah si orang tua? emoticon-Hammer (S)

     Untuk sejenak aku masih mengumpulkan kesadaran yang masih belum sepenuhnya kembali. Mataku terasa sangat pedas dan kepalaku pusing. Aku beranjak pelan-pelan agar nggak membangunkan Kinara, lalu aku duduk di sofa sebelahnya, meminum air dari botol sampe setengahnya, lalu mengedarkan energi ke seluruh tubuh agar terasa segar. Baru kemudian aku bisa berpikir jernih. Ancamanku pada saingan papanya Kinara ternyata nggak berhasil, dia masih membayar orang pintar lain untuk melakukan teluh lagi pada papanya Kinara. Baru sehari aku menghentikan orang bayarannya, bahkan aku telah mengirim pesan juga padanya, sekarang dia nekat membayar orang lain lagi?!

     Saat itulah kurasakan puluhan energi kuat mendekat, dan mendadak muncul belasan bola-bola api dan bola cahaya yang melesat langsung ke arah papanya Kinara yang sedang tertidur itu! Salma langsung melesat menghadang serangan itu. Dia menampel-nampel bola serangan hingga balik ke tempat asalnya datang. Anak buah Ekawadya juga ikut membantu Salma, bahkan Ekawadya sendiri muncul sambil membawa lebih banyak pasukan. Baru aja dapet peringatan lewat mimpi, udah langsung kejadian. emoticon-Hammer (S)

Quote:      "Bersiaplah Arya! Makin banyak yang datang lagi!" teriak Salma.

      Dan belum lagi teriakan itu habis, muncul juga ratusan jin yang langsung menyerang kami! Tanpa ragu aku berteriak.

      "Sukmageni! Mandala Pertama!"

      Sekejap kemudian, Mandala Pertama telah berada di depanku, dan Sukmagemi telah ada dalam genggamanku. Badai kecil tercipta, pertempuraan pecah seketika di ruangan sempit itu. Kukibaskan Sukmageni terus-menerus hingga tercipta gelombang apo besar yang susul-menyusul tak berkeputusan, melabrak semua jin yang menyerbu kami. Nggak kepikiran lagi soal melumpuhkan, yang ada adalah membantai musuh secepat-cepatnya.

     Aku cuma kuatir ada korban lain, ini adalah rumah sakit, kalo pertempuran itu sampai merembet kemana-mana, tentunya akan banyak orang yang kesurupan, jadi aku harus menghadapi serangan itu di luar gedung rumah sakit.

Maka akupun duduk bersila di lantai dan menerapkan raga sukma. Lalu secepatnya aku keluar menembus tembok ruangan. Salma dan Mandala Pertama mengikutiku sambil terus menghalau semua bola cahaya dan bola api itu.

     Ternyata di luar juga terjadi pertempuran sengit antara Pancalaksa dan ratusan jin penyerang itu. Mereka terus berdatangan seakan nggak habis-habis. Pertempuran itu terjadi di udara, di samping bangunan rumah sakit bertingkat tiga, di tengah kota yang padat penduduknya! Ini sangat membahayakan semua orang disini. Sambil terus mengibaskan Sukmageni, aku terus berpikir mencari solusi.

Quote:    "Ini nggak akan ada habisnya Arya.." teriak Salma.

     "Terus gimana?" jawabku.

     "Kita datangi sumbernya!"

     "Tolong bawa ragaku.." kataku.

     "Tapi gimana dengan serangan ini?"

     "Serahkan pada Mandala Pertama.." kataku. Lalu aku berteriak pada pasukan. "Pancalaksa! Maju! Cari sumbernya!"

     Seratus ribu pasukan merangsek maju menuju arah datangnya para jin dan serangan itu. Mereka bagai gelombang air bah yang menggulung apa aja yang berada di depannya. Sementara aku dan Salma balik ke ragaku, aku harus memakai raga karena aku punya sebuah rencana. Aku juga berpesan pada Ekawadya agar tetap menjaga tempat ini. Dan setelah sukmaku masuk ke raga, Salma membawaku melesat cepat menuju ke timur kota. Kuminta pada Salma untuk lewat jalur lain, agar nggak berpapasan dengan para jin yang terus berdatangan itu.

     Tapi ternyata setengah anggota Pancalaksa telah mengikutiku. Mandala Pertama telah membagi dua pasukannya, untuk mengawalku, dan untuk membantai ratusan jin yang terus berdatangan itu. Masih sempat kulihat setengah anggota Pancalaksa terus merangsek maju ke arah sumber datangnya para jin itu, sebelum Salma membawa ragaku melesat dengan kecepatan sangat tinggi.

     Bersama limapuluh ribu prajurit, kami sampai di sebuah rumah besar di tengah penduduk, rumah ini berada di pinggiran kota sebelah timur. Dan disini juga berkumpul ribuan jin yang seakan menunggu giliran untuk diperintah. Tanpa tunggu aba-aba dariku, setengah anggota Pancalaksa itu langsung menyerbu kerumunan jin itu. Angin badai langsung tercipta seiring pecahnya pertempuran dahsyat itu.

     Tanpa mempedulikannya, aku mendarat tepat di depan pintu rumah itu. Kutendang daun pintunya hingga terlepas. Dan saat itu melesatlah dua buah tombak ke arahku dan Salma. Kupalangkan Sukmageni kedepan untuk menangkisnya. 

     Traangg..! Traakk..!

     Tombak itu mencelat mental balik masuk ke pintu, sementara Salma telah memotong tombak yang satunya dengan kuku jarinya. Aku segera masuk ke pintu itu. Tapi tiba-tiba Salma mendorongku dengan keras ke samping. Satu gelombang angin keluar dari pintu itu. Salma memapakinya dengan pukulan Angin Samudra. Dua gumpalan angin padat bertemu.

      Blegaarrrr…!

      Satu dentuman dahsyat terdengar bagai gelegar petir cumiakan telinga. Aku sempat terlempar lebih jauh akibat hentak balik dari ledakan itu. Lalu kulihat satu sosok hitam sangat besar keluar dari rumah dan langsung menyerang Salma. Sosok itu nggak jelas wujudnya, cuma kayak gumpalan asap berwujud siluet manusia. Salma sudah merubah wujudnya. Pertarungan dengan ilmu kesaktian segera terjadi. Ledakan beruntun terus terdengar.

     Tapi aku nggak memperhatikannya lagi, karena ada hal lebih penting yang harus kulakukan. Ditengah tiupan angin badai yang menggila, dentuman-dentuman dahsyat akibat benturan ilmu kesaktian, juga bola cahaya dan bola api yang berseliweran, ditingkahi teriakan keras dan jerit kematian, aku berlari cepat memasuki rumah itu.

    Kulihat ada dua orang duduk bersila di lantai ruang tamu itu. Yang satu berusia sekitar 45 tahunan, berwajah dan berpenampilan biasa, pakaiannya cuma kaos hitam celana pendek selutut. Sedangkan yang satunya berusia sekitar 55 tahunan, memakai setelan kemeja putih dan celana hitam yang kelihatan mahal harganya, perutnya buncit berlemak dengan muka keringetan. Didepan mereka ada sebuah meja pendek tapi lebar, berisi macam-macam barang ubo rampe sesaji dan persyaratan untuk sebuah ritual.

    Mendadak aja tubuh laki-laki yang lebih muda itu mencelat ke arahku tanpa ancang-ancang sama sekali, seperti ada per di kakinya yang bisa melontarkan tubuhnya dari posisi duduknya. Ilmu meringankan tubuhnya benar-benar luar biasa. Dan ditangan kanannya telah tergenggam sebilah keris yang memancarkan cahaya hijau, dan keris itu langsung dibabatkan ke kepalaku. Satu semburat cahaya hijau mengikuti di belakang gerakan keris itu. Kupalangkan Sukmageni kedepan untuk menangkisnya.

      Traangg…!

      Laki-laki itu terkejut hingga melompat kembali ke belakang dan aku juga ikut terkejut. Saat benturan tadi bisa kulihat kalo cahaya hijau di kerisnya menghilang seketika, dan cahaya kuning dari Sukmageni juga ikut meredup! Tapi aku segera sadar, satu-satunya jawaban adalah, keris itu juga berasal dari Samudra Selatan! Dua senjata yang sama-sama berasal dari selatan,kalo saling berbenturan, maka energinya akan saling meniadakan.

      Tapi laki-laki itu tampaknya belum mengerti hal ini, dia langsung berkelebat kembali, menyerangku dengan kerisnya. Dan seperti tadi, dua senjata itu akan sama-sama meredup tiap kali berbenturan. Gerakan orang itu sungguh cepat, karena ilmu meringankan tubuhnya sangat tinggi. Suara berdentrangan terus terdengar dari benturan senjata kami. Samar bisa kucium bau amis dari keris itu, pertanda kalo keris itu dilapisi racun ganas.

      Saking cepatnya gerakannya, bahkan gerak reflekku kayak nggak mampu mengimbanginya, tubuhku seakan telat merespon setiap serangan. Maka kutambah tenaga dalam untuk meningkatkan kecepatan. Tapi lagi-lagi aku nggak bisa mengimbanginya, karena emang aku jarang sekali melatih kecepatan raga. Tangkisanku terkadang telat, hingga keris itu bisa menorehkan luka di kulitku. Beberapa bagian kaosku telah robek, tersayat bersama kulitnya, bagian tanganku udah berdarah. Keris itu mampu menembus energi pertahananku!

      Energi pertahanan Sukmageni nggak bekerja, karena tiap kali energi itu berbenturan dengan keris, maka energi pertahanan itu langsung sirna, jadi tetap aja aku bisa terluka oleh keris. Kalo saja aku mau membunuh orang itu, maka aku tinggal pake ilmu pukulanku aja udah beres, tapi aku nggak mau sampe dia terbunuh.

     Entah berapa lama kami bertarung. Dan mendadak orang itu melompat mundur menjauhiku. Racun dari keris itu mulai bekerja, terasa panas di kulitku yang tersayat. Tapi ada suatu hawa dingin dari dalam tubuhku yang menetralisirnya, hawa dingin itu adalah energi dari Naga Reksa yang coba memunahkan racun dan mengeluarkannya dari tubuhku bersama aliran darah yang keluar. Kulihat laki-laki itu tersenyum sinis.

Quote:    "Sebentar lagi kau akan terkapar dengan mulut berbusa.."

     Aku cuma berdiri diam, sementara energi Naga Reksa terus bekerja. Beberapa detik berlalu, orang itu mulai terlihat keheranan.

     "Butuh waktu berapa lama..?" ejekku.

     "Nggak mungkin!" teriak orang itu. "Nggak mungkin kau bisa melawan racun keris itu!"

       "Makanya tadi aku nanya.. butuh waktu berapa lama..?" tanyaku masih mengejeknya.

       Laki-laki itu berteriak keras dan kembali menerjang. Tapi pukulanBadai Putih telah kulepaskan. Orang itu terkejut, dia sempat babatkan kerisnya kedepan untuk menghalau pukulanku. Tapi terlambat, gumpalan asap putih padat telah sampai lebih dulu, melabraknya dengan kuat hingga tubuhnya mencelat dan menabrak tembok di belakangnya. Dia jatuh menggelosoh di lantai, mukanya pucat laksana mayat, napasnya tersengal. Tadi aku sempat ragu apa pukulanku itu bisa kugunakan pada raga manusia, tapi ternyata berhasil juga. Sengaja aku memakai pukulan itu agar nggak sampai membunuhnya.

Quote:    "Ini peringatan pertama! Berhentilah  sekarang juga!" bentakku.

    "Aku nggak akan kalah oleh bocah ingusan sepertimu!"

     Laki-laki itu mencoba berdiri dengan susah payah. Mendadak kulihat laki-laki yang satunya berdiri dan berusaha lari. Maka kulemparkan Sukmageni hingga menyerampang tulang keringnya, dia terjatuh ke lantai sambil melolong kesakitan, bisa kubayangkan rasanya tulang kering digebuk pake besi. emoticon-Ngakak (S)  Saat Sukmageni menyentuh lantai, maka tombak itu menghilang begitu saja, dan tau-tau udah berada dalam genggamanku lagi. Sempat kulihat lawanku terbelalak kaget.

Quote:    "Siapa kau sebenarnya?! Bagaimana mungkin ada ilmu semacam itu didunia?"

     "Ini namanya ilmu gaib! Sampeyan udah mendalami ilmu gaib puluhan tahun tapi nggak ngerti juga!

     "Tapi nggak ada ilmu semacam itu, yang ada adalah ilmu iblis!"

     "Sampeyan sendiri itu yang iblis! Lagian hal itu nggak penting banget! Sekarang kutanya sekali lagi! Sampeyan mau berhenti atau nggak..?"

     Sebagai jawabannya, kepalan tangannya telah berpendar sinar hijau, dan dia langsung pukulkan tangan itu ke arahku. Maka dengan dilambari energi dari Ratu Selatan, kupapaki bola cahaya hijau itu. Tapi belum sempat menyentuh telapak tanganku, bola cahaya itu menghilang begitu saja, dan pendaran cahaya hijau di tanganku juga ikut menghilang. Kulihat laki-laki itu terkejut kembali, tapi dia bisa berpikir juga.

     Lalu kulihat tangannya mulai menyala cahaya merah, dia gunakan ilmu lain yang bukan dari Istana Selatan. Aku masih tenang, akan kuberi peringatan kedua. Dan saat selarik besar sinar merah melesat ke arahku, maka kuterima dengan telapak tanganku, kuserap dan kubungkus dengan energiku. Ada rasa menyakitkan melewati tubuhku. Lalu sinar merah tadi kulepas ke atas menembus atap rumah. 

     Laki-laki itu membelalak kaget. Dan saat itulah kudengar suara dentuman keras dan satu raungan panjang memilukan, aku tau itu adalah raungan kematian, Salma telah mengalahkan musuhnya. Di kejap berikutnya, Salma telah berada di sebelahku, dan ternyata Mandala Pertama juga ikut datang!

Quote:    "Musuh telah berhasil kami hancurkan, raden.." kata Mandala Pertama.

     "Terima kasih.. ini bagianku.." kataku, aku menoleh lagi pada laki-laki itu. "Pasukan sampeyan udah habis, jin andalan juga udah musnah, apa sampeyan masih belum mau menyerah..? Ini peringatan kedua dan terakhir.."

    Kini wajah laki-laki itu bener-bener pucat bagai mayat. Tapi kemudian dia berteriak lantang dan kembali menyerangku dengan pukulan sinar merah tadi. Aku tau kalo itu adalah serangan akhir sebagai pelepas keputusasaan. Lalu terlintaslah sebuah ide, aku mau menciptakan ilmu untuk menyerap energi lawan, tapi daya penyerapanku belum pernah kucoba pada lawan, mungkin ini saat yang tepat untuk mencobanya.

     Maka kubuka telapak tanganku ke depan, menerima larikan sinar merah darinya, lalu mulailah kuserap energi itu dan kubuang ke lantai melalui telapak tangan kiri. Kuperbesar dinding energi agar bisa menghisap lebih banyak lagi. Seharusnya serangan laki-laki itu sudah berhenti, tapi karena kuhisap energinya, maka sinar merah itu terus aja keluar dari tangannya.

     Laki-laki itu tampak panik, dia berusaha menghentikan aliran energi itu. Tapi ternyata daya hisapan dariku membuatnya nggak bisa bergerak. Beberapa detik berlalu, cahaya merah itu semakin menipis, namun mendadak suatu cahaya hijau berenergi kuat keluar dari tangannya. Ternyata aku berhasil menyerap energi musuhku. Maka kuteruskan aja menyerap cahaya hijau itu, hingga akhirnya cahaya hijau berubah jadi kuning. Berarti udah tiga jenis ilmu kesaktian telah kuserap darinya, dan kini mulai muncul semacam asap hitam bergulung-gulung yang terserap juga ke tanganku.

     Saat asap hitam itu mulai menipis, laki-laki itu jatuh terpuruk di lantai kayak kain basah. Energinya telah habis nggak bersisa, aku nggak menyimpan energi serapan itu, tapi membuangnya ke tanah, karena tanah adalah unsur paling netral. Salma malah tampak terbengong menatapku, entah apa yang dipikirkannya. 


Lanjut bawah gaess..

profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 88 lainnya memberi reputasi
89 0
89
Lihat 10 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 10 balasan
HITAM Season 2
12-06-2021 17:06

Lanjutan

     Kudekati laki-laki itu, napasnya tersengal-sengal kayak mau putus, matanya melotot tajam, tapi dia nggak bisa bergerak sama sekali. Aku masih punya belas kasihan padanya, maka kutransferi dia sedikit energi, cuma agar dia bisa bergerak. Sebentar kemudian dia bisa duduk bersila, dia coba bermeditasi menghimpun kembali energinya. Tapi kemudian dia menghela napas panjang.

Quote:    "Puluhan tahun aku belajar ilmu, menghimpun energi agar jadi besar, dan semua itu musnah hanya dalam beberapa menit. Sebenarnya apa maumu…?"

     "Aku cuma mau bilang, hentikan apa yang sedang sampeyan lakukan saat ini.." jawabku.

     "Kenapa nggak bilang dari tadi?!"

     "Gimana mau bilang kalo baru masuk rumah aja udah dibabat keris kayak gitu?!" kataku.

     "Karena kau telah mendobrak pintu rumahku!"

     "Sampeyan tau apa sebabnya?! Karena waktu aku lagi enak-enak tidur, sampeyan menyerangku begitu saja!" jawabku.

     "Sebenarnya sasaranku bukanlah kau.."

     "Tapi kenapa harus menyuruh jin segitu banyak?! Sebenarnya sampeyan tau kalo aku juga ada disana, sampeyan tau kalo di rumah sakit itu ada banyak sekali orang! Dan mereka bisa kesurupan secara massal! Sampeyan pasti emang sengaja bikin onar dengan mengirim ribuan jin kayak gitu! Niat sampeyan emang mau menyerangku!" kataku.

     Orang itu cuma terdiam nggak bisa menjawab, argumennya telah kupatahkan. Maka aku teruskan omonganku.

     "Aku tau kalo sampeyan cuma dibayar untuk melakukan ini. Tapi apa sampeyan lupa kalo tadi aku dah dua kali memberi peringatan, tapi sampeyan nekat dan terus menyerang. Biar sampeyan tau, aku memperingatkan sampeyan itu agar keadaan kayak gini nggak sampe terjadi. Masih untung cuma energi aja yang hilang, coba kalo ilmu sampeyan ikut hilang?" kataku.

     "Nggak ada yang bisa mencabut ilmu seseorang!"

     "Sampeyan mau coba..? Pengen ilmunya hilang sekalian..?" kuberi tanda pada Salma, dan diapun melayang mendekati orang itu.

    "Tunggu! Baiklah.. aku menyerah kalah.."

     "Udah telat! Harusnya dari tadi sebelum semua energi itu hilang! Moga ini bisa jadi pelajaran buat sampeyan! Mungkin lima atau sepuluh tahun lagi energi sampeyan akan balik lagi, dan moga aja saat itu sampeyan udah nggak mengulangi lagi.." kataku.

     Lalu aku beranjak mendekati orang kedua yang masih duduk di lantai dengan merintih sambil mengurut-urut kakinya, kaki kanannya itu telah membengkak besar akibat terkena tombak Sukmageni. Aku yakin orang inilah yang jadi biang dari semua ini, dialah yang membayar tiga orang itu untuk menyakiti papanya Kinara. 

Quote:    "Kemarin bapak udah nerima pesan dariku kan? Kenapa bapak malah melakukan lagi..?" tanyaku dengan santai.

     "Aku masih nggak terima! Puluhan tahun aku mengabdi pada perusahaan, tapi kenapa malah dia yang dinaikkan jabatannya?! Aku lebih lama berada di perusahaan itu daripada dia! Kenapa bukan aku yang dinaikkan?!"

     "Itu bukan urusanku.. Lagian aku ini ngomong baik-baik lho pak.. kenapa bapak malah bentak-bentak kayak gitu?! Bapak yang lebih tua harusnya lebih tau soal peradaban.." kataku masih santai.

    "Aku nggak peduli lagi! Lagian kenapa kamu mencampuri urusanku?!"

    "Sama kayak bapak yang membayar orang, aku juga dibayar!" kataku berbohong. "Aku kesini cuma mau memperingatkan bapak, jangan teruskan lagi! Cukup sampe disini!"

    "Aku akan tetap teruskan ini sampai dia melarat bahkan sampe mati!"

    "Seharusnya bapak mikir! Bapak udah menebar fitnah kesana-kemari, dan itu masih belum cukup, bapak malah membayar tiga orang untuk menyakiti! Masih untung teluh itu nggak kukembalikan pada bapak! Atau bapak pengen ngerasain teluh itu juga?"  tanyaku.

     Orang kedua itu terlihat kaget, tapi dia masih menatapku dengan tajam, nggak ada raut menyesal atau takut. Aku jadi bingung sendiri harus kuapain orang ini biar kapok. Kulihat Salma mendekat, dan mendadak terlintas ide di kepalaku. Kuberi isyarat pada Salma, dan diapun mengerti.

      Dan mendadak Salma mewujud tepat  didepan mata orang itu, menjadi sosok buto ijo dengan mulut lebar penuh taring, lidah panjang sedada, mata melotot besar, rambut gondrong awut-awutan. Kulitnya berwarna hijau dan sangat kasar benjol-benjol ditumbuhi bulu-bulu kasar. Energi hitam menguar dengan dahsyat.

       Bahkan aku sendiri aja sampe bergidik ngeri melihat wujud jelmaan Salma itu. Kulihat orang itu langsung menggeragap kaget, matanya membelalak, lalu mulai terlihat kalo badannya gemetar hebat. Dan mendadak orang itu menjerit ketakutan. Matanya ditutup dengan tangan, tapi dia terus menjerit-jerit histeris. Dia sampe ngesot beringsut mundur hingga sampai di tembok ruangan. Gimana orang nggak ketakutan kalo mendadak aja muncul makhluk memgerikan tepat didepan matanya.

     Aku tau apa yang telah dilakukan Salma, dia telah memancarkan energi hitamnya, juga menanamkan wujud yang diperlihatkannya tadi langsung ke otak orang itu. Jadi meskipun orang itu menutup mata sekalipun, bayangan makhluk yang sangat  mengerikan tadi seakan masih terus dilihatnya. Ini adalah teror dalam bentuk psikis, jauh lebih mengerikan daripada teror hantu.

     Kudekati dia dan kugoyang-goyangkan bahunya, tapi dia terus aja menjerit histeris, sungguh nggak pantas sama sekali dengan kegarangannya tadi. Setelah beberapa saat nggak berhasil menyadarkannya, maka kutampar aja dia dengan sedikit tenaga dalam. Bibirnya sampe pecah dan berdarah, tapi dia segera sadar, menggeragap kaget kayak baru bangun tidur. Badannya masih gemetar dengan hebat.

Quote:    "To-tolong.. t-tolong j-jauhkan makhluk i-itu dariku… su-suruh diia per-pergi.." bahkan omongannya ikut jadi gagap.

     "Sampeyan ini gimana? Sampeyan udah main-main sama gaib, tapi baru ngelihat makhluk kayak gitu aja udah gemetar ketakutan kayak gini.." kataku.

     "A-akan kubayar kau.. be-berapapun yang k-kau mau.. a-asal makhluk it-itu pergi.."

     "Aku nggak pengen duit sampeyan! Aku cuma mau sampeyan hentikan semua ini! Jangan bayar orang lain lagi buat nyakitin teman kerjamu sendiri! Sampeyan paham nggak?!" kataku.

    "B-baiklah.. baiklah.. aku.. aku akan b-berhenti.."

     "Kupegang kata-kata sampeyan. Kalo sampeyan sampe melanggar, ingatlah wujud tadi, di akan datang lagi pada sampeyan, nggak cuma satu, tapi banyak!" kataku.

    "Baik.. b-baik.. k-kau bisa pegang janjiku.."

     "Satu lagi.. jangan sampe menebar fitnah keji lagi, atau makhluk itu akan mendatangi sampeyan lagi!" ancamku.

     "Baik.. baik… aku akan hentikan semua ini.."

     Kutinggalkan dia yang masih gemetar ketakutan sambil bersandar di tembok. Kulihat orang yang satunya tampak bermeditasi. Tanpa ngomong apa-apa lagi, aku keluar dari rumah itu. Pasukan Pancalaksa masih berdiri diam di luar, nggak ada bekas-bekas pertempuran sama sekali, cuma bau sangit dan bau daging gosong yang memenuhi tempat itu.

Quote:    "Terima kasih kalian mau datang membantuku.."

      "Dengan senang hati raden.. kami senang bertempur dibawah kepemimpinan raden.." jawab Mandala Pertama.

      "Sekarang kalian boleh kembali ke tempat.. sekali lagi terimakasih.."

     Sosok seratus ribu jin mengabur dan menghilang bagai asap tertiup angin. Aku masih berdiri di halaman rumah itu, ada perasaan sesal di hati, aku telah gagal mencegah pertempuran, lagi-lagi ribuan jin terbantai sia-sia. Salma mendekatiku dan memelukku erat, dia membawa ragaku melesat menuju ke rumah sakit.

     Sampai di kamar vip itu, kulihat Ekawadya dan anak buahnya masih berjaga-jaga. Kinara tertidur lelap di sofa panjang. Akupun duduk di salah satu sofa disebelahnya. Tubuhku terasa capek sekali. Rasa perih dari luka-luka akibat sayatan keris mulai terasa, meskipun racun keris itu sudah bisa dinetralisir dan darah udah nggak keluar lagi, tapi luka tetaplah luka, apalagi terkena keringat, rasanya jauh lebih perih lagi. Kaosku udah robek-robek nggak karuan dan belepotan darah. Salma mendekat dan duduk di pangkuanku begitu aja.

Quote:    "Ini bukan salahmu, kamu lihat sendiri gimana brutalnya serangan itu.. kalo kamu nggak memanggil bantuan, kamu sendiri yang akan celaka.."

     "Harusnya aku bisa mencegahnya.. ternyata aku belum cukup kuat.." kataku.

     "Kadang suatu hal itu nggak bisa dilakukan sendiri, dan kamu butuh bantuan.. lihat situasi dulu lah.. dalam perang itu situasi nggak bisa diduga, semua bisa berubah dengan cepat…"

     "Ribuan jin musnah sia-sia, dan itu semua adalah tanggungjawabku.." kataku.

     "Sudahlah.. jangan menyalahkan diri sendiri.. ini bukan salahmu yo.."

     Salma merangkul kepalaku dan menenggelamkan wajahku ke tengah dadanya. Terasa nyaman sekali di dalam lembah itu, maka kupeluk pinggangnya sekalian, dan diapun mewujud, menjadi raga asli. Lama sekali kami dalam posisi itu. Hingga akhirnya aku sadar kalo aku harus mandi, sisa darah kering di tubuhku harus dihilangkan,aku nggak ingin ada orang tau tentang keadaanku ini. Akupun beranjak ke kamar mandi sambil membawa baju ganti. 

     Begitu masuk kamar mandi, aku terkejut setengah mati karena udah ada Salma disana, entah kenapa lagi dia. Aku terus aja mandi tanpa menggubrisnya, lagian dia juga udah sering ngelihat. emoticon-Ngakak (S)  Kadang aku penasaran, kalo Salma mewujud gitu, apa bajunya akan basah kalo kena air ya..? emoticon-Cape d... (S) Dan begitu luka-luka itu terkena air, sontak aku berteriak tertahan, sakitnya luar biasa! Selesai mandi, aku mau memakai baju, tapi mendadak Salma mendekat dan memelukku, tambah lagi keherananku.

Quote:    "Kamu kenapa lagi..?"

     "Nggak papa.. pengen aja.. aku suka bau tubuhmu.. bau manusia emang menarik.."

     Bulu kudukku merinding, tapi Salma nggak melepasnya, dia malah mewujud kembali. 

     "Ntar kalo aku masuk angin gimana..?"

     Salma tertawa merdu. "Nggak mungkin lah.."

     Wajahnya mendekat, dan bibir itu menempel padaku, agak lama.. baru kemudian dilepas pelukannya. Segera kupakai baju dan keluar kamar mandi. Lama-lama bisa gawat kalo di kamar mandi terus sama Salma. emoticon-Hammer (S)  Perasaan manusia aja susah dimengerti, apalagi perasaan jin..

     Kuperiksa kondisi papanya Kinara, kesehatannya terus membaik. Untuk sejenak kutransfer energi lagi padanya. Dalam penglihatanku, luka-luka di kakinya itu telah mengering, tapi memang luka itu sedemikian parah. Moga dengan bidara besok, kakinya akan cepat sembuh. Lalu aku terjingkat kaget saat ada sesuatu menyentuh lenganku. Lalu kudengar suara tawa Kinara.

Quote:      "Cuma gitu aja kagetnya sampe segitunya.."

      "Iya lah.. orang sepi gini kok.. Kamu ngapain kok bangun..?" tanyaku.

      "Mau ke kamar mandi.. Lha kamu ngapain itu..?"

      "Cuma ngelihat kondisi papamu.." jawabku.

      Senyumnya merekah dengan mata berbinar. "Kamu ini udah kayak dokter pribadi aja.."

      "Nolongin orang itu harus sampe selesai.. jangan setengah-setengah.." kataku.

     "Iya deh.. makasih ya.."

     Kinara beranjak ke kamar mandi dan aku duduk di karpet, kucoba salurkan hawa dingin untuk meredam rasa perih di seluruh tubuhku. Beberapa menit kemudian kudengar langkah kaki sangat cepat, Kinara muncul sambil membawa kaosku yang robek-robek belepotan darah tadi. Kutepuk jidatku sendiri, emoticon-Cape d... (S)  aku lupa menyembunyikan kaos itu. Ini gara-gara pelukan Salma tadi. emoticon-Hammer (S).

Quote:    "Ini apa? Kamu kenapa..? Apa yang terjadi..?"

     Berondongan pertanyaan itu membuatku gugup, maka kujawab sekenanya. "Aku jatuh dari motor tadi.." 

     "Dari motor? Kok bisa? Kapan..? Emang kamu dari mana?"

     "Beli makanan tadi.." jawabku.

     "Nggak mungkin.." Kinara menarik kaosku ke atas. "Tuh kan?! Ini bukan luka karena jatuh.. ini.. ini karena senjata tajam..! Sekarang kamu cerita! apa yang terjadi..?!"

     "Gimana ya.. susah ngejelasinnya.." jawabku.

     "Kamu ngomong apa adanya aja.."

     "Tapi jangan ketawa ya.." kataku.

     "Nggak lah.. luka kayak gitu nggak mungkin ngebuat ketawa.."

     Dengan terpaksa aku mulai cerita apa yang terjadi tadi, tentunya ada beberapa hal yang kusembunyikan. Memang luka-luka itu terlalu dalam kalo cuma akibat jatuh dari motor. Kulihat wajah Kinara berubah-ubah saat aku bercerita, sebentar sedih, sebentar bergidik ngeri, kejap berikutnya heran sampe melongo. Dan saat aku selesai bercerita, dia terdiam, kayak lagi loading, mencerna semua ceritaku.

Quote:    "Nggak bisa dipercaya.. tapi luka itu nyata.. luka itu buktinya.."

    "Aku udah menduga kalo kamu nggak bakal percaya, katamu aku harus cerita apa adanya.." jawabku.

    "Bukannya nggak percaya, tapi nggak nyangka banget sampe segitunya… dan ini semua demi papaku.."

    "Aku tadi kan udah bilang.. nolongin orang nggak boleh setengah-setengah.. harus sampe selesai.." kataku.

    "Kalo tadi aku nggak nemuin kaosmu, pasti kamu nggak bakalan cerita..!"

     "Buat apa di ceritain..?" kataku.

     "Ya harus lah.. gimana sih.." mata itu berkaca-kaca. "Maaf ya Ndra.. udah ngebuat kamu jadi kayak gini.."

     "Santai lah Kin.. udah biasa kok.." kataku.

      "Biasa katamu?! Ini luar biasa bagiku..! Luka itu banyak banget.." 

      Kinara memelukku, isak lirih terdengar, aku jadi heran kenapa dia malah menangis, jadi kubiarin aja dia.

    "Aku nggak nyangka kalo ternyata susah banget nolongin papaku.. kalo tau gitu, aku nggak akan ngebolehin kamu.."

     "Udah terlanjur juga.." jawabku.

     "Kalo kamu kenapa-kenapa gimana coba.."

     "Aku nggak akan kenapa-kenapa yo.."

     "Kalo misal kok.. aku nggak mau kamu kenapa-kenapa.."

     "Udah.. yang penting semua udah selesai.." jawabku.

     "Menurutmu apa orang itu nggak akan ngelakuin lagi..?"

     "Aku yakin dia udah kapok sekarang.." kataku. "Kamu tidur lagi aja.. masih jam segini lho.."

     "Tapi kamu jangan kemana-mana lagi.."

     "Iyaa…"

     Aku duduk selonjor di karpet dengan bersandar di sofa. Kinara malah rebah di pangkuanku, dan menggunakan pahaku sebagai bantalnya. Sebentar kemudian dia udah terlelap. Sedangkan aku, harus terus salurkan hawa dingin untuk meredam rasa perih. Tapi untunglah Salma membantuku menyalurkan hawa dingin, hingga akhirnya aku bisa tidur dengan posisi duduk bersandar di sofa.

      Pagi hari jam 9, seorang dokter datang dan memeriksa papanya Kinara, dia tampak heran, mungkin karena kondisi papanya Kinara yang membaik dengan cepat. Bahkan kemudian dia menyatakan kalo siang itu papanya Kinara sudah boleh pulang, sedangkan untuk penyembuhan kakinya bisa dengan rawat jalan. Tentu aja kabar ini menggembirakan seluruh keluarga, udah dua minggu lebih terbaring di rumah sakit, sementara seluruh keluarga selalu dilanda kecemasan.

      Sore itu aku ikut membantu membawa barang-barang saat kepulangan papanya Kinara. Om dan tantenya juga ikut membantu. Kurasa tugasku disini udah selesai, jadi aku berencana akan pulang sore itu juga. Maka sesampainya di rumah Kinar aku menumpang mandi di sana dan langsung bersiap-siap. Tapi kemudian Kinara mengajakku ke kamarnya, katanya dia mau ngomong sesuatu.

Quote:    "Kamu beneran mau pulang sekarang..?"

     "Iya.. besok kan udah masuk lagi.." jawabku.

     "Bisa nggak menginap disini semalam lagi..?"

     "Yo nggak bisa.. lagian tugasku kan juga udah selesai.." jawabku.

     "Hihi… tugas katanya.. kayak apa aja.."

     "Menolong orang itu udah kuanggap tugas dan kewajiban kok.." jawabku.

     "Iya deh.." Kinara merangkulkan sua tangannya di leherku. "Aku nggak tau gimana caranya berterimakasih sama kamu Ndra.. kamu udah banyak nolongin aku.."

    "Udah.. lupain aja.. yang penting papamu udah baik-baik aja.."

    Kinara memelukku. "Aku seneng kamu disini.. moga lain kali kamu akan kesini lagi.."

    "Mungkin aja.. kita nggak tau apa yang terjadi kedepannya.."

      Wajahnya mendekat dan memagutku sekejap. "Ati-ati dijalan ya.. kabari kalo udah sampe di rumah.."

      "Iya.." jawabku. "Ada pesan buatmu.. kamu buruan masuk kuliah.. cuma tinggal skripsi doank lho.. jangan sampe ditinggal.. senin kamu harus udah masuk.."

     "Ya lihat ntar senin dulu.."

     "Kalo kamu nggak masuk, kusamperin kesini lagi!" kataku.

     "Emang mau ngapain kok harus kesini?"

     "Bawa seserahan lamaran.. haha…"

     "Asem..! Dita mau dikemanain..?!"

     Sekali lagi dia memelukku. Lalu kami keluar dari kamar dengan celingukan mengendap-endap. Saat itu juga aku pamit pada seluruh keluarga. Aku juga mengingatkan soal daun bidara itu lagi, gimana cara memakainya dan kapan waktunya. Jam 4 sore aku sudah melaju diatas motorku bersama Salma menuju ke kotaku.

    Selesai sudah petualanganku di kota ini, bersama Kinara juga, entah gimana kedepannya, aku nggak mau mikir soal itu dulu, yang jelas aku akan jaga jarak dengannya, biar semua nggak kebablasan kahak Dinda. Aku senang udah berhasil membantu papanya. Entah kenapa aku selalu senang membantu orang, apalagi kalo berhasil sampai selesai kayak gini, seakan ada semacam rasa puas yang nggak bisa terungkapkan.


bersambung…



166

profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 116 lainnya memberi reputasi
117 0
117
Lihat 15 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 15 balasan
HITAM Season 2
12-06-2021 17:09
Suwun mbah apdetnya...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senja87 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
12-06-2021 17:10
Makasih Mbah updatenya.....


emoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
12-06-2021 17:31
Terima kasih updatenya mbah.tapi kok selalu merasa kurang yak.pingin nambah lagi ceritanya.fiks gw ketagihan ini...wkwkwk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Halaman 256 dari 321
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
your-tea-love-story-17
Stories from the Heart
pernikahan-sasuku
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia