Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Segera Daftarkan Komunitas Kalian Disini
19266
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f93fd65dbf764247a1f3c0d/hitamseason-2
 Halo agan dan sista semua.. jumpa lagi dalam threadku yang baru ini. Sesuai permintaan agan dan sista, maka TS akan melanjutkan lagi thread sebelumnya yang sudah tamat. Mohon diperhatikan, ini adalah cerita fiksi, hasil karangan TS yang diambil dari gabungan antara pengalaman pribadi, pengalaman temen-temen, mitos, urban legend dan ditambah banyak sekali imajinasi.  Jadi TS cuma orang b
Lapor Hansip
24-10-2020 17:09

HITAM Season 2

icon-verified-thread
HITAM
Season 2


HITAM
Season 2


Quote:

 Halo agan dan sista semua.. jumpa lagi dalam threadku yang baru ini. Sesuai permintaan agan dan sista, maka TS akan melanjutkan lagi thread sebelumnya yang sudah tamat. Mohon diperhatikan, ini adalah cerita fiksi, hasil karangan TS yang diambil dari gabungan antara pengalaman pribadi, pengalaman temen-temen, mitos, urban legend dan ditambah banyak sekali imajinasi.

 Jadi TS cuma orang biasa, TS cuma menuangkan gabungan antara nyata dan imajinasi ke dalam tulisan di thread ini dan thread sebelumnya. Maka dimohon jangan bertanya soal supranatural, karena TS cuma sedikit sekali mengerti tentang yang gaib.

 Thread ini dibuat bukan untuk menyinggung, menghina atau merendahkan orang lain atau suatu kelompok, karena thread ini hanyalah untuk hiburan semata. Kalau ada kata-kata yang tanpa di sengaja telah menyinggung atau merendahkan, TS mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga thread ini bisa berguna dan bisa diambil hikmahnya.

 Sebelumnya mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau updatenya nggak bisa terus-terusan setiap hari seperti dulu lagi, update bisa  sehari sekali atau dua hari sekali, tapi tidak akan lebih dari dua hari.

 Terima kasih buat agan dan sista yang udah setia tongkrongin thread sebelumnya. Nggak nyangka thread sebelumnya itu akan banyak mendapat respon. Terima kasih juga atas saran dan kritiknya, hingga TS bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan yang nggak di sengaja. Tanpa pembaca, maka seorang penulis dan tulisannya nggak akan berarti apa-apa...

Selamat membaca…..





Prolog


 Ini adalah cerita fiksi, lanjutan dari thread sebelumnya yang berjudul HITAM. Menceritakan tentang anak yang bernama Aryandra, seorang anak yang ndableg, serba cuek dan nggak nggagasan.  Dari kecil Aryandra bisa melihat makhluk halus dan sebangsanya, dia juga punya kemampuan untuk melihat masa depan hanya dengan sentuhan, pandangan mata, dan juga lewat mimpi. 

 Karena sejak kecil Aryandra sudah terbiasa melihat makhluk halus yang bentuknya aneh-aneh dan menyeramkan, maka dia sudah tidak merasa takut lagi melihat makhluk alam lain itu. Setelah di beri tahu oleh mbah kakungnya, Aryandra baru tahu kalau kemampuannya itu berasal dari turunan moyangnya. Dengan bimbingan mbah kakungnya itulah, Aryandra bisa mengetahui seluk-beluk dunia gaib.

 Pada thread sebelumnya menceritakan tentang masa kecil Aryandra. Takdir telah mempertemukan dia dengan sesosok jin yang bernama Salma, jin berilmu sangat tinggi, tapi auranya hitam pekat karena rasa dendamnya yang sangat besar, dan juga karena dia mempelajari ilmu-ilmu hitam yang dahsyat. Tapi Salma telah bertekad untuk selalu menjaga dan melindungi Aryandra, dan akhirnya merekapun bersahabat dekat. 

 Belakangan baru diketahui oleh Aryandra kalau Salma adalah ratu dari sebuah kerajaan di alam jin. Salma menampakkan diri dalam wujud gadis sangat  cantik berwajah pucat, berbaju hitam, memakai eye shadow hitam tebal, lipstick hitam, dan pewarna kuku hitam. Kehadiran Salma selalu ditandai oleh munculnya bau harum segar kayu cendana, 

 Salma juga sering berubah wujud menjadi sosok yang sangat mirip dengan kuntilanak hitam dengan wajah menyeramkan, memakai jubah hitam panjang, rambut panjang awut-awutan, mulut robek sampai telinga, mata yang bolong satu, tinggal rongga hitam berdarah. Tapi wujudnya itu bukan kuntilanak hitam. 

 Bedanya dengan kuntilanak hitam adalah, Salma mempunyai kuku yang sangat panjang dan sangat tajam seperti pisau belati yang mampu menembus batu sekeras apapun. Kuku panjang dan tajam ini tidak dimiliki kuntilanak biasa. 

 Dalam cerita jawa, sosok seperti Salma itu sering dikenal dengan nama kuntilanak jawa, sosok kunti paling tua, paling sakti dan paling berbahaya daripada segala jenis kuntilanak yang lain. Kuntilanak jawa sangat jarang dijumpai, karena makhluk jenis ini memang sangat langka. Manusia sangat jarang melihatnya, dan kalau manusia melihatnya, biasanya mereka langsung ketakutan setengah mati, bahkan mungkin sampai pingsan juga, dan setelah itu, dia akan menjadi sakit.

 Aryandra juga dijaga oleh satu sosok jin lagi yang dipanggil dengan nama eyang Dim, dia adalah jin yang menjaga nenek moyangnya dan terus menjaga seluruh keturunannya turun-temurun hingga sampai ke Aryandra. Dari eyang Dim dan Salma inilah Aryandra mempelajari ilmu-ilmu olah kanuragan, beladiri, ilmu pukulan, tenaga dalam, dan ilmu-ilmu gaib.

 Perjalanan hidup Aryandra mempertemukannya dengan satu sosok siluman yang sangat cantik, tapi memiliki wujud perempuan setengah ular. Siluman itu mengaku bernama Amrita, dengan penampilan yang khas, yaitu serba pink, mulai pakaiannya dan bahkan sampai ilmu kesaktian yang dikeluarkannya pun juga berwarna pink. Amrita adalah siluman yang selalu menggoda manusia untuk berbuat mesum, yang pada akhirnya manusia itu dibunuh olehnya. Semua itu dilakukan karena dendamnya pada kaum laki-laki.

 Awalnya Aryandra berseteru dengan Amrita, dan Amrita sempat bertarung mati-matian dengan Salma, yang pada akhirnya Amrita bisa dikalahkan oleh Salma. Dan kemudian Amrita itupun bersahabat dekat dengan Aryandra dan Salma. Dia  juga bertekad untuk terus menjaga Aryandra. Jadi Aryandra memiliki 3 jin yang terus melindunginya kemanapun dia pergi.

 Di masa SMA itu Aryandra juga berkenalan dengan cewek yang bernama Dita, kakak kelasnya. Cewek manis berkacamata yang judes dan galak. Tapi setelah mengenal Aryandra, semua sifat Dita itu menghilang, Dita berubah menjadi sosok cewek yang manis dan penuh perhatian, Dita juga sangat mencintai Aryandra dan akhirnya merekapun jadi sepasang kekasih.

 Dalam suatu peristiwa, Aryandra bertemu dengan dua saudara masa lalu nya, saudara keturunan sang raja sama seperti dirinya. Mereka bernama Vano dan Citradani. Dan mereka menjadi sangat dekat dengan Aryandra seperti layaknya saudara kandung. Saking dekatnya hingga kadang menimbulkan masalah dan salah paham dalam kehidupan percintaannya.

 Aryandra mendapatkan suatu warisan dari nenek moyangnya yaitu sang raja, tapi dia menganggap kalau warisan itu sebagai suatu tugas untuknya. Warisan itu berupa sebilah keris kecil yang juga disebut cundrik. Keris itu bisa memanggil memerintah limaratus ribu pasukan jin yang kesemuanya ahli dalam bertarung, pasukan yang bernama Pancalaksa ini dibentuk oleh sang raja di masa lalu. Karena keris itu pula, Aryandra bisa kenal dengan beberapa tokoh jin yang sangat sakti dan melegenda. 

 Tapi karena keris itu jugalah, Aryandra jadi terlibat banyak masalah dengan kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Dewa Angkara. Ternyata keris itu sudah menjadi rebutan para jin dan manusia sejak ratusan tahun yang lalu. Keris itu menjadi buruan banyak makhluk, karena dengan memiliki keris itu, maka  akan memiliki ratusan ribu pasukan pula.

 Perebutan keris itulah yang akhirnya mengantarkan Aryandra pada suatu peperangan besar. Untunglah Aryandra dibantu oleh beberapa sahabat, yang akhirnya perang itu dimenangkan oleh pihak Aryandra, meskipun kemudian Aryandra sendiri memutuskan untuk mengorbankan dirinya untuk menghancurkan musuh utamanya. Dan karena itulah Aryandra jadi kehilangan kemampuannya untuk beberapa waktu, tapi akhirnya kemampuan itu kembali lagi padanya dengan perantara ratu utara.

 Pada thread kali ini akan menceritakan kisah hidup Aryandra setelah lulus dari SMA, dari pertama masuk kuliah, tentang interaksinya dengan alam gaib dengan segala jenis makhluknya. Juga tentang persahabatan dengan teman kuliah dan dengan makhluk alam lain, percintaan, persaingan, tawuran, segala jenis problematika remaja yang beranjak dewasa, dan juga sedang dalam masa pencarian jati diri. Teman baru, musuh baru, ilmu baru dan petualangan baru.

 Sekali lagi, thread ini adalah cerita fiksi. Dimohon pembaca bijak dalam menyikapinya. Mohon maaf kalau ada kesalahan penulisan, kesalahan tentang fakta-fakta, dan kesamaan nama orang. Tidak ada maksud apa-apa dalam pembuatan thread ini selain hanya bertujuan untuk hiburan semata. Semoga thread ini bisa menghibur dan bisa bermanfaat buat agan dan sista semuanya. 

 Seperti apakah kisah hidup Aryandra setelah lulus dari SMA ini..? Mari kita simak bersama-sama...



Salma




Amrita


Diubah oleh Mbahjoyo911
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dizzydeez dan 242 lainnya memberi reputasi
229
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 229 dari 321
HITAM Season 2
21-05-2021 16:42
Lek apdet mbah,,,
Diubah oleh lombokjowo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
oliv48 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
21-05-2021 16:58
ssttttt...... tararaa....emoticon-Selamat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
21-05-2021 17:04

Mulai terkuak

     Malam itu, dari rumah Dita, aku langsung menuju ke kosan. Sepanjang perjalanan itu, darahku terasa mendidih dan dadaku seakan mau meledak karena menahan luapan amarah yang teramat sangat. Seumur hidupku, baru kali ini aku merasakan apa yang namanya dendam. Nggak peduli agama, norma, etika dan bahkan hukum, keinginanku cuma satu, mencari dan membunuh si kunyuk yang telah membuat Dita jadi seperti itu.

     Sampai di kosan, kuambil sikap rebahan, aku mau menerapkan raga sukma, karena hampir mustahil mencarinya dengan ragaku. Kota ini terlalu luas untuk mencari si kunyuk itu dengan ragaku. Setelah membaca basmalah dan ayat kursi, aku mulai fokus untuk keluar dari raga. Tapi mendadak kurasakan seluruh tubuhku bagaikan ditusuk ribuan jarum!

       Tanpa sadar aku berteriak. Rasa sakit ini benar-benar luar biasa. Kuurungkan niat menerapkan raga sukma. Aku terduduk di kasur. Seakan masih bisa kurasakan sengatan ribuan jarum di seluruh permukaan kulitku. Jantungku berpacu dengan cepat, napas ngos-ngosan dan keringat membanjir. Disaat genting kayak gini malah terjadi keanehan. Kenapa bisa gini?! Apa yang sebenarnya terjadi?! 

Quote:      "Orang yang mau menerapkan raga sukma itu terlebih dulu harus berhati bersih dan pikiran tenang, itu syarat mutlak dalam penerapan raga sukma.." kata Salma.

       "Jadi rasa sakit tadi itu karena pikiranku nggak tenang dan hati nggak bersih..?" tanyaku.

       "Bener.. kamu diliputi kemarahan dan dendam, jadi nggak akan bisa menerapkan raga sukma.."

       "Kenapa kamu nggak bilang dari tadi?" tanyaku.

       "Kamu terlalu buru-buru tadi, jadi aku nggak sempat memperingatkanmu.."

       "Jadi apa yang harus kulakukan untuk bisa menerapkan raga sukma..?"

       "Tenangkan pikiran dan bersihkan hati lebih dulu.."

       "Gimana aku bisa tenang dalam keadaan kayak gini..?" tanyaku.

       "Maka malam ini kamu nggak akan bisa menerapkan ilmu itu. Raga sukma yang kamu kuasai bersumber dari ilmu putih, dan dasar dari ilmu putih adalah hati yang bersih dan pikiran tenang.."

      Kepalaku jadi terasa sakit memikir hal ini. "Bisakah kalian menolongku mencari…."

      "Enggak..!" potong Salma. "Bagi kami, keselamatanmu jauh lebih penting.. dan saat ini adalah saat yang genting, karena kamu bisa dapat serangan balasan sewaktu-waktu, jadi kami nggak akan ninggalin kamu, dan kalo misal cuma salah satu dari kami aja yang menjagamu, itu nggak akan cukup nggak akan cukup.."

      Satu jalan buntu lagi, kalo mereka udah bilang nggak, maka akan tetap bilang nggak. Ini adalah masalah pribadiku, jadi aku nggak mungkin meminta bantuan Pancalaksa.

       "Coba kamu tenangkan pikiranmu dulu, berwudhu dan sunnah 2 rekaat.." kata Salma.


      Seakan baru terbangun dari mimpi, tanpa sadar mulutku mengucap istighfar. Kenapa bisa sedemikian sombongnya aku sampai melupakan Allah dan nggak memohon pertolongan-Nya?! Mungkin karena aku sudah banyak bergelimang dosa dan merasa nyaman hingga melupakan Yang Maha Esa? Mulutku terus mengucap istighfar. Lalu aku beranjak mengambil air wudhu dan melaksanakan dua rekaat. 

       Saat berdoa, tubuhku terasa gemetaran, aku sangat takut kalo Allah murka karena kesombonganku. Dalam doaku, aku terus memohon ampun pada-Nya. Sekaligus memasrahkan semua pada Allah, karena manusia emang sangat lemah. Aku sadar, beginilah sifat jelek manusia, saat dia terpuruk dan nggak ada yang membantunya, maka dia akan mengadu pada Allah. Sangat berbeda dengan pada saat dia berada di atas.

      Selesai sholat, kulanjutkan dengan meditasi sejenak, mengedarkan hawa dingin ke seluruh tubuh, meredam segala amarah dan hawa nafsu membunuh. Dan sepuluh menit kemudian pikiranku jadi tenang, nggak ada lagi kemarahan yang meledak-ledak. Pikiran jernih menyeruak, sampai kapanpun, rasa dendam nggak pernah ada baiknya. 

        Malam itu praktis aku nggak bisa berbuat apa-apa. Mungkin memang harus dibiarin dulu sampe ada petunjuk yang lain, yang penting Dita sekarang udah bebas dari si kunyuk itu, aku yakin dia nggak akan berani mendekati Dita lagi karena sudah ada Roro Saraswati yang tentunya makin waspada, ditambah lagi ada pasukan roro di belakangnya. Terlepas dari rasa sayangku ke Dita, ini adalah upaya menolong orang yang telah jadi korban ilmu hitam.

      Pagi hari itu, kuliah berjalan seperti biasa, tapi aku nggak bisa konsen pada perkuliahan, otakku terus melayang ke Dita, gimana keadaannya sekarang? pengen rasanya menjenguknya, tapi aku masih takut kalo dia mengusirku lagi. Memang rasa sayang nggak bisa menipu, seperti kata-katanya Dita dulu, cinta buta itu nyata. Masa bodoh lah.. ditolak atau nggak,itu urusan nanti, yang penting aku harus tau keadaannya.

      Siang itu itu sepulang kuliah, kuarahkan motorku langsung ke rumahnya Dita. Nggak lupa membawa dua porsi bakso kesukaannya, karena aku yakin dalam keadaan seperti itu dia nggak bakal mau makan. Sampai di rumahnya, yang membuka pintu adalah tante Friska, dia udah nggak sedih lagi, pertanda putrinya udah baik-baik aja.

Quote:      "Dita udah pulang tante.." tanyaku tanpa basa-basi lagi.

       "Dia nggak masuk kuliah hari ini.."

      "Terus gimana keadaannya sekarang..?" tanyaku.

      "Dari pagi dia nggak keluar kamarnya, nggak makan sama sekali.."

       "Aku masuk kamarnya boleh nggak tante..? Mau ketemu dia..?" tanyaku.

       "Ya boleh lah.. kamu ini kayak sama siapa aja lho.."

       "Makasih tante…" jawabku sambil masuk ke rumah itu. "Oiya.. ini aku bawa makanan kesukaan Dita.. siapa tau dia mau makan ntar.. pinjam mangkoknya ya tante.."

       "Kamu ambil sendiri aja di dapur ya.. Biasa aja lah Ndra.. kayak dulu gitu.."

       "Iya tante.."


       Aku menuju ke dapur, mengambil mangkok untuk wadah bakso, dan langsung nyelonong masuk ke kamarnya Dita tanpa mengetuk lagi. Kulihat kamar itu kayak abis dilanda angin ribut, semua barang berserakan di lantai, bahkan meja kursi juga terbalik. Ternyata Dita sempat ngamuk juga. Beberapa botol oksigen yang sudah kosong tergeletak di tempat tidurnya. Dan Dita sedang rebahan menutupi wajahnya dengan bantal.

       Kulihat Roro Saraswati berdiri di pinggiran tempat tidur, pipinya basah oleh air mata. Salma dan Amrita segera mendekatinya, mereka berangkulan bertiga. Mereka udah kayak sodara aja. Kudekati tempat tidur itu dan duduk di pinggirannya. Aku tau Dita nggak tidur, tapi dia diam aja.

Quote:      "Gimana kabarmu..?" tanyaku.

       Dita nggak menjawab, tapi kemudian aku sadar kalo pertanyaanku tadi sangat tolol.

       "Aku bawain bakso kesukaanmu, mungkin kamu laper.." kataku sambil meletakkan mangkok bakso itu di meja samping tempat tidur.


       Masih nggak ada respon dari Dita. Maka aku beranjak dan mulai membereskan barang-barang yang terserak di seluruh lantai kamar,m dan kukembalikan pada tempatnya semula. Saat aku selesai, kulihat Dita mengangkat bantal dari wajahnya dan menatapku. Tapi begitu pandangan kami bertemu, Dita langsung menunduk, dua matanya bengkak besar, pertanda dia telah menangis terus-terusan. Kudekati dia lagi dan duduk di sebelahnya. Kusibak rambut yang menutupi wajahnya, dia diam aja, seakan nggak berani menatapku. Memar membiru itu masih ada, tapi udah berkurang. Kuulurkan tanganku.

Quote:      "Bolehkah aku lihat memar itu..? Aku mau coba meredakannya.."

       Dita diam aja, tapi dia mengangguk, maka kutempelkan telapak tangan pada memar di pipinya itu dan kusalurkan hawa dingin dari Ratu Utara.

      Roro Saraswati mulai bicara. "Aku sudah menyalurkan hawa dingin padanya sejak semalam.."

      "Terus kenapa dia bisa ngamuk gini..?" tanyaku

      "Aku nggak tau.. dia seperti sedang bingung.. sangat kebingungan.. tapi aku nggak begitu tau tentang perasaan manusia.." jawab Roro Saraswati.

      Kuusap air mata di pipi Dita, dari sorot matanya aja udah kelihatan kalo jiwanya sedang labil. "Kamu makan dulu ya.. kata mama kamu nggak makan dari kemarin..?"


      Dita masih aja nggak ngerespon. Maka kuambil mangkuk bakso itu dan kusuapkan padanya. Awalnya dia diam aja, tapi kemudian dia mau membuka mulutnya. Suapan demi suapan masuk ke mulutnya hingga seporsi bakso itu habis, maka kuambil porsi kedua dan kutuang ke mangkok, dan aku mulai menyuapinya lagi. Dan akhirnya dua porsi bakso itupun ludes, ternyata dia lapar juga. Masih untung dia mau kusuapin.

Quote:      "Sekarang kamu tidur aja.. istirahat, abis ngamuk pasti capek kan..? Hehe.."

       Dita nggak merespon guyonanku, tapi yang ketawa malah Amrita 

       "Aku balik dulu…" kataku sambil beranjak dari tempat tidur. Lalu aku berpesan pada Roro Saraswati. "Kalo dia ngamuk lagi.. kamu transfer energi dingin sebanyak-banyaknya, kalo butuh bantuan, hubungi aku.."

      "Energiku nggak akan habis kalo cuma buat ditransfer ke dia.."

       "Iya.. aku percaya.. jaga dia baik-baik.."


      Aku keluar kamar dan berpamitan dengan tante Friska, dia juga nanya-nanya soal Dita, dan kujawab apa adanya aja. Aku gas motorku menuju kosan sambil berpikir, pertemuan tadi sungguh canggung, Dita nggak ngomong sama sekali, bahkan menatapku aja nggak. Berkali kali kucoba mencairkan kecanggungan itu, tapi nggak berhasil juga. Mungkin memang dia masih bingung, biar kuberi kesempatan buatnya untuk menata hati dan perasaannya dulu. Memang tadi aku kesana cuma untuk memeriksa keadaannya.

     Sampai di kosan, kulihat tante Silvy duduk di beranda depan rumahnya. Ternyata dia menungguku untuk menemaninya makan siang. Aku nggak enak buat menolaknya, lagian aku juga belum makan siang. Jadilah siang itu aku makan bareng tante Silvy. Dan waktu balik, dia masih sempat memelukku. Udah dapet makan siang gratis, masih dapet pelukan pula, rejeki nggak akan kemana.. emoticon-Ngakak (S)

      Malam harinya sehabis isya, aku kerjain tugas-tugas kuliah ditemani Salma dan Amrita. Amarahku sudah hilang sama sekali, tapi aku masih nggak punya satu petunjukpun untuk mencari keberadaan si kunyuk itu, jadi untuk sementara kubiarin aja dulu. Hingga sebuah panggilan telepon mengubah semuanya, dan telepon itu dari om Wisnu.

Quote:    "Ndra.. kamu lagi sama adikmu nggak..?"

     "Nggak i om.. aku lagi dikosan.. udah lama nggak ketemu Inaya juga.." kataku.

      "Dari pagi dia belum pulang juga.. aku jadi kuatir.."

      Kutengok jam dinding udah jam 10 malam. "Tadi berangkat kuliah sama siapa om..?"

      "Dijemput pacarnya, ini aku lagi nyari rumah pacarnya itu.. tapi aku nggak punya alamat ataupun fotonya.."

      "Ntar coba tak bantuin nyari ya om.." kataku.

      "Yaudah.. kabari aku secepatnya.."

      "Siap om.."


      Telepon ditutup, otakku berputar cepat. Kami bertiga saling berpandangan, dan langsung punya sebuah kesimpulan. Ini baru sehari setelah kejadian yang terjadi pada Dita. Dan melihat tingkah aneh dari Citradani dulu yang sangat mirip dengan tingkahnya Dita, aku langsung menarik kesimpulan kalo si kunyuk itu ada hubungannya dengan menghilangnya Citradani. Mungkin cowoknya Citradani itu ada hubungannya dengan si kunyuk. Dan kalo dugaanku benar, berarti sebenarnya yang mereka incar adalah aku!

     Yang membuat aku heran, Citradani itu bisa telepati, kalo dia benar-benar diculik, tentu dia akan memanggilku dengan telepati, tapi selama ini dia nggak melakukannya. Apa mungkin dia udah kena pelet sama kayak Dita?! Lalu kemana nini Raradewi dan Eyang Dim..? Kenapa mereka nggak membantu Citradani? Apa mereka bernasib sama kayak Roro Saraswati dulu? Kalo benar ada yang bisa menangkap eyang Dim, berarti dia sangat sakti sekali, karena ilmu kesaktian eyang Dim itu nggak terukur.

      Ada satu hal lain, aku belum pernah ketemu dengan pacarnya Citradani, jadi aku belum tau gimana bentukannya. Lalu aku teringat Cindy, mungkin dia udah pernah melihat pacarnya Citra itu. Maka aku beranjak menuju kamarnya Cindy, kuketuk pintunya berkali-kali, tapi nggak dibuka juga. Mungkin dia udah tidur. Tapi ini masalah penting, maka kuminta pada Amrita untuk membangunkannya. Dan Amrita pun langsung menembus pintu itu. Tak lama kemudian pintu itu terbuka, Cindy muncul dengan wajah lecek.

Quote:      "Apa sih mas?! Gangguin aja!"

       "Sory dek.. ini penting.. Citradani menghilang.."

       "Menghilang gimana?"

       "Dia belum pulang dari pagi.." kataku

       "Lah kok bisa..? Terus sekarang gimana..?"

       "Ya nggak tau lah.. Udah diurus papanya, kan dia polisi.." kataku

       "Duh.. kok sampe jadi gini sih..?!

       "Kapan kamu terakhir ketemu Citra..?" 

       "Tiap hari ketemu lah.. cuma dia itu nggak ngumpul bareng sama aku.. dan tadi kayaknya dia nggak masuk deh.."

      "Berarti dari pagi dia udah menghilang. Kamu pernah lihat cowoknya nggak dek..?" tanyaku.

       "Belum pernah si mas.. emang apa hubungannya..?"

       "Tadi pagi yang jemput Citradani kan cowoknya itu.." kataku.

      "Jadi mas curiga kalo ini ulah cowoknya itu..?"

      "Iya pasti lah.. Soalnya terakhir dia sama cowoknya kok.." kataku.

      "Dari awal aku juga  udah menduga.. soalnya cowoknya kayak nggak jelas gitu.."

      "Kalo fotonya Citradani yang lagi bareng cowoknya..? kamu punya nggak..?" tanyaku.

        "Ya nggak ada.. buat apa aku nyimpen foto mereka?!"

       "Kali aja kamu pernah foto bareng mereka…" kataku.

       "Nggak kok.. tapi kayaknya di sosial media nya ada deh.. bentar.." Cindy mengambil hpnya dan mulai memencet-mencet. "Nah.. ini ada…"


      Kuambil hp dari tangan Cindy, dan aku langsung terhenyak kaget. Pada layar hp itu terpampang foto Citradani dengan seorang cowok yang tak lain adalah si kunyuk itu sendiri alias mantannya Dita! Emosiku seakan naik pada level tertinggi. Aku seakan kayak dikalahkan 2 kaii, si kunyuk itu udah dua langkah di depanku  Segera kukirim foto itu ke hpku, dan langsung kukirim lagi ke om Wisnu, mungkin foto bisa menambah bahan penyelidikan.

Quote:      "Yaudah.. makasih ya dek.. kamu tidur lagi aja..?"

      "Lah..? Cuma gitu doank..?"

      "Iya.. emang mau apa lagi?"

      "Nggak jelas banget deh.. Moga aja Citradani cepet ditemukan.. aku kuatir sama dia.." kata Cindy.

     "Iya moga aja.. aku juga ikut bantuin nyari kok.. Yaudah.. kamu tidur lagi aja ya..? Makasih buat fotonya.." kataku.

     "Ntar aku dikabari soal Citradani ya mas..?"

     "Iya lah.."


      Setelah Cindy masuk ke kosannya dan menutup pintu, aku kembali menuju kamarku. Ini sudah bukan masalah pribadi lagi karena menyangkut Citradani juga, meskipun sumber masalahnya berasal dari aku. Padahal aku masih nggak bisa menerapkan raga sukma. Sungguh hebat sekali si kunyuk itu, dia bisa menyimpan rapi hubungannya dengan Citradani, bahkan Cindy sebagai temen deket juga belum pernah ketemu sama si kunyuk.


Lanjut bawah gan sist..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 86 lainnya memberi reputasi
87 0
87
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
HITAM Season 2
21-05-2021 17:05

Lanjutan

       Kalo udah kayak gini kejadiannya, baru aku mau meminta bantuan dari pancalaksa. Saat itu juga aku memanggil Ekawadya. Dan tanpa ngomong apa-apa, kutunjukkan foto dari si kunyuk dan Citra pada Ekawadya, aku juga mentransfer energi yang mirip dengan energinya Citradani dan si kunyuk, agar Ekawadya bisa lebih mudah mencari mereka.

Quote:    "Tolong kalian cari saudariku dan  orang itu.. bawa prajurit sebanyak-banyaknya.. Kalo perlu, minta bantuan Mandala yang lain.."

      "Baik raden.."

      "Tolong kalian cari juga nini Raradewi dan Eyang Dim.. Kirim 10 prajurit buat menjaga Dita. Jangan biarkan seseorang mendekatinya." kataku.

      "Siap raden…"

      "Aku tunggu kabarmu secepatnya.." kataku.


       Aku menoleh ke Salma, dan dia langsung bersalaman dengan Ekawadya untuk mentransfer aura energi dari Raradewi dan eyang Dim. Cara ini jauh lebih efektif hingga Ekawadya bisa menemukan mereka dengan cepat. Aku sudah hafal energi Citradani dan si kunyuk itu, jadi aku bisa menciptakan bentuk tiruan energi mereka, minimal mendekati. Salma juga demikian, dia bisa meniru aura dari Raradewi dan Eyang Dim.

      Setelah Ekawadya pamit, aku ngerasa masih belum cukup, maka kuminta Salma dan Amrita untuk ikut mendeteksi keberadaan mereka. Aku masih belum bisa mendeteksi jarak jauh semacam itu, karena emang aku belum pernah mempelajarinya. Tapi setelah lama mendeteksi, merekapun nggak menemukan apa-apa.

Quote:      "Mereka berada di luar jangkauan kami.. mungkin mereka sedang berada di tempat yang sangat jauh.." kata Salma.

      "Bagaimana bisa mereka ninggalin Citradani begitu saja..?"

      "Apa mungkin mereka telah tertangkap? Sama kayak Saraswati..?" kata Amrita.

      "Kalo itu kemungkinannya kecil, eyang Dim itu kesaktiannya sangat tinggi, nggak mungkin kalo bisa tertangkap begitu aja.." kataku.


       Salma dan Amrita cuma terdiam, mereka tentu nggak punya jawaban dari semua ini. Sementara aku malah uring-uringan sendiri, Citradani dalam bahaya dan aku nggak bisa berbuat apa-apa, kalo mau mencari, harus nyari kemana? Kepalaku jadi sakit lagi, cuma emosi aja yang kurasakan. Meskipun Ekawadya sudah menyebar mata-mata, tapi aku masih aja nggak tenang. Maka kuambil air wudhu untuk sembahyang 2 rekaat. Setelah itu kuminta Amrita menerapkan ilmu sirepnya padaku agar aku bisa tidur. Dan malam itu terlewatkan begitu saja dengan sia-sia.

       Pagi harinya aku nggak masuk kuliah, dengan otak yang semrawut, mana bisa aku fokus pada perkuliahan. Sepanjang pagi, mulai dari sehabis subuh, aku terus bermeditasi, menyerap energi angin dan energi tanah, agar hawa dingin semakin besar, biar bisa mengenyahkan emosi jiwa. Aku berusaha untuk menenangkan diri, agar segera bisa menerapkan raga sukma. Tapi ternyata menenangkan diri sendiri itu jauh lebih sulit daripada menenangkan orang lain.

     Bahkan sampai jam 11 siang, aku tetap nggak berhasil, tubuhku malah terasa sangat nggak enak, perutku terasa sakit dan mau muntah aja. Aku ingat omongan Salma dulu, kalo terlalu banyak menyerap energi alam, maka bisa berpengaruh pada raga, dan hal itu terjadi juga padaku, karena saat itu aku merasa masuk angin. Jadinya aku malah cuma rebahan doank. 

      Mendadak pintu kamarku diketuk, siapapun itu, langsung aja kusuruh masuk tanpa beranjak dari tempat tidur karena aku malas membuka pintu. lagian pintunya juga nggak dikunci. Ternyata Dinda yang datang dengan wajah yang tampak kuatir.

Quote:      "Sayang kamu kenapa nggak masuk..? Kamu sakit..?" Dinda memegang dahiku.

      "Nggak kok.. cuma capek aja.." jawabku.

      "Nggak panas ini.. beneran kamu cuma capek..?"

      "Iyaa… Dari mana kamu tau kalo aku nggak masuk..?" tanyaku.

      "Aku nungguin kamu di kantin, tapi kamu nggak datang.. terus aku samperin kamu ke fakultasmu dan nanya temenmu.. mana chatmu nggak dibalas lagi.. makanya aku langsung kesini.."

      "Aku nggak papa yo.. dari tadi emang belum buka hp... cuma males aja mau kuliah.." jawabku.

      "Yaudah.." Dinda melepas almamaternya, menyisakan TT putih kebesarannya, lalu dia duduk disebelahku.

       "Kamu udah pulang?" tanyaku.

       "Ya belum.. masih ada satu mata kuliah lagi.. tadi udah ngikuti dua.."

       "Lah..? Kok malah kesini..?" tanyaku.

       "Orang kamu nggak masuk gitu kok.. bikin kuatir aja.."

       "Aku nggak papa yo.. kamu masuk lagi aja.."

       "Males ah.. lagian udah telat juga.." kata Dinda. "Eh iya lupa.. pintunya tak tutup lagi tadi.." Dinda mau beranjak.

        "Udah biarin aja nggak papa.."

        "Ntar dimarahin tante lagi lah.."

        "Kamu tenang aja.. nggak akan marah dia.." kataku.

        "Aku heran kenapa dia sampe marah-marah gitu, padahal anak kosan lain juga nggak papa.."

        "Mungkin dia cemburu kali.." kataku ngasal.

        "Masak iya dia suka sama kamu? Nggak mungkin.."

        "Bukan itu, dia cemburu karena kamu kecantikannya.." kataku tambah ngaco.

        Dinda tersenyum manis, dia pegang kedua pipiku. "Makasih sayang.." lalu dia memagut bibirku.

       Gampang banget bikin cewek senang. emoticon-Ngakak (S)  Sepertinya aku udah mulai terbiasa mengeluarkan gombalan semacam itu. emoticon-Hammer (S)

       "Terus abis ini kamu mau ngapain..?" tanyaku.

       "Ya nggak ngapa-ngapain.. disini aja.."


      Dinda merebahkan diri di sebelahku, maka kupeluk aja pinggangnya sekalian. Cewek terindah udah berada dalam pelukan, tapi otakku malah melanglang nggak karuan, pikiranku tertuju pada Citradani, makin lama dia menghilang, akan tambah bahaya baginya, ilmu susuk itu terbukti sangat hebat dalam menundukkan cewek. Tapi ternyata kebingungan ini terbaca oleh Dinda.

Quote:      "Kamu mikirin apa..?"

      "Dita.." jawabku ngasal.

       "Aku udah disini lho.. malah mikir dia!" bibirnya udah mengerucut lancip.

       "Kamu tau kalo Dita itu kena pelet..?" kataku

       "Haahh?! Kena pelet?! Kok bisa? Darimana kamu tau..?"

       "Aku sempat ketemu dia kemarin.." kataku.

     Lalu kuceritakan semua kejadian di warung bakso itu, juga saat aku mengantar Dita pulang. Untuk sesaat Dinda terdiam.

       "Terus sekarang hubungan kalian gimana..?"

       "Ya nggak tau.. masih awut-awutan gitu…" jawabku.

      "Kamu masih sayang sama dia..?"

      "Kalo soal sayang sih, ya masih lah.." jawabku.

      Dinda kembali terdiam, mungkin dia marah atau kecewa, tapi dia nggak menjauh dariku. Dan tiba-tiba..

      "Aku nggak peduli kamu masih sayang sama dia atau nggak.. yang penting aku tetep sayang sama kamu.. Dan kita masih bisa kayak gini.."

      "Tapi Din…" omonganku langsung dipotong.

      "Kamu tau... aku akan berusaha bikin kamu lupa sama Dita..!"

      "Maksudnya gimana..?" tanyaku.


       Dinda beranjak menduduki perutku. Saat aku masih kebingungan dengan ini semua, tangannya bergerak cepat melepas TT, terpampang sebuah br* warna hitam yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih mulus itu. Dan saat tangannya bergerak lagi hendak melepas br* itu, maka kupegang tangannya untuk mencegahnya.

Quote:      "Jangan ya..?" kataku.

      "Kenapa? Kamu kan udah pernah melihatnya.."

      "Malah justru itu.. kamu terlalu indah buat dilihat orang kayak aku.." kataku.

     Senyum Dinda merekah indah. "Tapi kamu suka dengan yang kamu lihat kan..?"  Dinda memegang tanganku dan mengarahkan ke dadanya hingga aku bisa merasakan kelembutannya.

     "Suka banget lah.. nggak ada cowok yang nggak suka.. tapi ya itu.. terlalu sayang dan eman-eman untuk di lihat.." kataku.

     "Tapi aku sendiri yang menginginkannya.. biar kamu lupa sama Dita dan terus inget aku.."

     "Cuma kayak gini aja udah ngebuatku lupa kok.." kataku, dan dua tanganku membuat gerakan meremas. 

     Dinda ketawa renyah. "Beneran...?"

    "Iya lah.." kataku sambil meraih TT putih yang tergeletak di kasur dan kuserahkan ke Dinda. "Kamu pake lagi ya..?"

    "Nggak usah.. biar kamu lupa sama Dita kok.."

    "Simpanlah itu untuk suamimu nanti...." jawabku sambil beranjak duduk dan memeluk pinggangnya.

     "Tapi suamiku adalah kamu.." 

     Kata-kata Dinda membuatku terhenyak, tapi aku segera lupa kata-kata itu karena rangkulan Dinda di leherku telah membuat wajahku tenggelam di tengah dadanya, dan TT itu  tetap nggak dipakainya lagi.

     "Momen kayak gini aja udah ngebuat aku senang kok.."

      Aku menengadah menatap matanya. "Tapi aku ngerasa kalo ini sangat nggak adil buatmu.."

     Dinda kembali menarik leherku, dan wajahku kembali tenggelam di dadanya. "Makasih buat perhatianmu ini sayang.. Tapi aku merasa udah cukup dengan apa yang udah kamu beri padaku selama ini.. aku sudah merasa senang.."

     Kutatap matanya lagi. "Menurutku itu jauh dari cukup.. sangat kurang malah.."

     Dinda tersenyum manis. "Jangan ngeyel ah.. orang aku yang ngerasain… Denger ya sayang.. kalo misal nanti kamu balik lagi sama Dita, maka aku akan tetap jadi yang kedua.. kayak dulu lagi.."


     Lagi-lagi Dinda merangkul leherku. Lama kami dalam posisi ini, lalu dia mendorongku hingga aku rebah di kasur, dan dia sendiri rebah tengkurap di atasku, kupeluk punggungnya, kulitnya terasa sangat halus dan lembut ditanganku. Kami sama-sama diam. Ruangan kamar itu jadi sunyi. Entah berapa lama kami berdiam diri dalam posisi itu, sampai akhirnya kudengar napasnya yang teratur, Dinda telah tertidur di pelukanku.

       Otakku berputar nggak jelas, Dita dalam keadaan bingung, Citradani belum ditemukan, tapi aku malah berpelukan dengan seorang cewek. Sepertinya otakku benar-benar telah bergeser. emoticon-Hammer (S)   Tadi aku melarang Dinda bukan karena Dita, tapi karena kasihan padanya, meskipun itu adalah kemauannya sendiri, tapi ini sungguh nggak adil buatnya. Aku bahkan heran dan sampe terharu, kenapa Dinda segitu sayangnya sama aku, bahkan sampai rela dijadiin yang kedua. Yang aku tau, nggak ada orang yang mau diduakan.

      Aku juga teringat Cindy, aku nggak mau kejadian yang menimpa Cindy kemarin terulang lagi. Kayak yang udah kubilang kemarin, aku nggak percaya dengan adanya karma, tapi untuk berjaga-jaga aja. Adat istiadat di daerahku masih kental dan masih meyakini adanya karma, dan hal ini mau nggak mau berpengaruh juga padaku.

       Dinda berada di kosanku sampai sore. Dia sempat bangun jam 2 dan kami juga sempat makan siang bareng di luar, lalu balik lagi ke kosan hingga dia pamit pulang jam 4 sore. Saat aku mengantar Dinda ke mobilnya, kami sempat berpapasan dengan tante Silvy, wajahnya langsung cemberut, tapi dia nggak ngomong apa-apa. Dinda malah ketakutan. Tapi kuyakinkan dia kalo nggak akan ada masalah. 

      Selepas kepergian Dinda, aku jalankan ashar dan dilanjut meditasi sebentar, masih mencoba menghilangkan emosi yang meracuni jiwa dan raga hingga aku nggak bisa menerapkan raga sukma. Selesai meditasi, ternyata Ekawadya lagi duduk bersila di belakangku bersama tiga anak buahnya, entah sejak kapan mereka berada di situ.

Quote:    "Kami menemukan sebuah aktivitas yang mencurigakan di sebuah rumah. Banyak jin yang berada di area itu. Kami juga mendeteksi beberapa energi jin yang kuat. Tapi kami nggak bisa mendekat karena tempat itu dijaga dengan ketat dan diberi pagar pelindung yang kuat.."

      "Apa kalian mendeteksi keberadaan saudariku..?"

      "Tidak raden, rumah itu dilindungi suatu pagar kuat yang membuat energi apapun nggak bisa keluar ataupun masuk. Tapi kami mendeteksi energi laki-laki itu, dan kami juga melihatnya keluar masuk rumah itu.."

      Mungkinkah pagar itulah yang membuat Citradani jadi nggak bisa melakukan telepati..? Entahlah.. yang penting akhirnya si kunyuk itu ketemu juga! 

      "Apa disitu juga ada pasukan..?"

     "Ada ratusan yang berjaga di sekitar rumah itu, tapi kami yakin bisa mengatasinya.. mereka termasuk jin berenergi rendah..cuma ada beberapa jin yang kuat.."

      "Terus sekarang apa masih ada anak buahmu yang berada di sana..?"

       "Masih raden, 30 anak buah hamba sudah menyebar di tempat itu untuk mengawasi.."

       "Bagus.. bisakah kau mengantarku ke sana..?" tanyaku.

       "Tentu bisa raden.."

       "Tapi kita akan mampir dulu di satu tempat.."


       Lalu aku langsung menelepon om Wisnu dan menjelaskan kalo ada satu tempat yang perlu diperiksa terkait dengan menghilangnya Citradani. Tapi menjelaskan hal kayak gini lewat telepon tentunya akan sangat sulit.. Maka segera aku gas motorku menuju ke kantor poltabes bersama Salma, Amrita, Ekawadya dan tiga anak buahnya. Moga semua kecurigaan Ekawadya ini benar adanya, biar masalah ini bisa cepat selesai.


bersambung…



150

profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 103 lainnya memberi reputasi
104 0
104
Lihat 29 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 29 balasan
HITAM Season 2
21-05-2021 17:19
asli mbah ini part ternanggung dr semua episode wjwkwkwk,,,btw tengkyu updatenya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mbahjoyo911 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
21-05-2021 17:23
Perangnya di undur sampai sabtu 🤪🤪🤪🤪
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mbahjoyo911 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
HITAM Season 2
21-05-2021 17:26
asli penasaran mbah.... makin mantap mbah ...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mbahjoyo911 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
21-05-2021 17:29
kenapa Andra yang ingin di jadikan sasaran ? apakah dia musuh masa lalu Andra,,, si orang tajir melintir, sakti, dan punya pelet ampuh? siapakah dia?... emoticon-Marah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
21-05-2021 17:42
Musuh besar datang lagi kah?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
21-05-2021 17:45
Perang.....perang.....perang emoticon-Ngamuk emoticon-Ngamuk emoticon-Ngamuk emoticon-army emoticon-army emoticon-army
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
21-05-2021 17:46
Harus nunggu besok nih buat acra tawuran nya bareng pancalaksa😂
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
21-05-2021 17:46
Makasih updatenya mbah..👍
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
21-05-2021 17:49
Wah bakal ada pertarungan sengit nih
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
21-05-2021 18:14
Apakah masih pihak yang sama dengan yang nyuruh Ratu Kala kemarin? Kita tunggu saja pemirsa, sementara Arya masih menikmati selir selirnya sebagai intermeso cerita emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sugarbeet dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
21-05-2021 18:30
Hahaha...emang enaknya nyari yang empuk2 dulu.biar pikiran fresh...
Mantap Ndra...
Hajar terus Dinda dan mbak Silvy.

Uhuy..
Diubah oleh beqichot
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senja87 dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan
HITAM Season 2
21-05-2021 18:32
Kenapa pagar rumah dita n citradani masih bisa di tembus kekuatan lain y???
Ntar pas war panggil panggil birendra mbah....
Krn gw suka gaya songong nya.... emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senja87 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
21-05-2021 18:33
Judulnya reader pada kecewaemoticon-Wakaka

Udah kek indosiar sengaja gawe erosi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senja87 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
HITAM Season 2
21-05-2021 18:41
Yang jadi penasaran...apakah Dita dan Citradani udah sempet di 'apa-apain' si Kunyuk.....


Makasi apdetnya Mbah...semoga besok ada pencerahan lagi...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senja87 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
21-05-2021 18:45
Kentangnya renyah bgt ya mbah, heuheuheu...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senja87 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
21-05-2021 18:48
Thanks update nya mbah....moga slalu diberi kesehatan dari-Nya...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 229 dari 321
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
your-tea-love-story-17
Stories from the Heart
pernikahan-sasuku
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia