Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Ikuti Surveynya, Dapatkan Badge-nya! Klik Disini
15147
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f93fd65dbf764247a1f3c0d/hitamseason-2
   Halo agan dan sista semua.. jumpa lagi dalam threadku yang baru ini. Sesuai permintaan agan dan sista, maka TS akan melanjutkan lagi thread sebelumnya yang sudah tamat. Mohon diperhatikan, ini adalah cerita fiksi, hasil karangan TS yang diambil dari gabungan antara pengalaman pribadi, pengalaman temen-temen, mitos, urban legend dan ditambah banyak sekali imajinasi.     Jadi TS cuma orang
Lapor Hansip
24-10-2020 17:09

HITAM Season 2

icon-verified-thread
HITAM
Season 2


HITAM
Season 2



   Halo agan dan sista semua.. jumpa lagi dalam threadku yang baru ini. Sesuai permintaan agan dan sista, maka TS akan melanjutkan lagi thread sebelumnya yang sudah tamat. Mohon diperhatikan, ini adalah cerita fiksi, hasil karangan TS yang diambil dari gabungan antara pengalaman pribadi, pengalaman temen-temen, mitos, urban legend dan ditambah banyak sekali imajinasi.

    Jadi TS cuma orang biasa, TS cuma menuangkan gabungan antara nyata dan imajinasi ke dalam tulisan di thread ini dan thread sebelumnya. Maka dimohon jangan bertanya soal supranatural, karena TS cuma sedikit sekali mengerti tentang yang gaib.

    Threat ini dibuat bukan untuk menyinggung, menghina atau merendahkan orang lain atau suatu kelompok, karena thread ini hanyalah untuk hiburan semata. Kalau ada kata-kata yang tanpa di sengaja telah menyinggung atau merendahkan, TS mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga thread ini bisa berguna dan bisa diambil hikmahnya.

    Sebelumnya mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau updatenya nggak bisa terus-terusan setiap hari seperti dulu lagi, update bisa  sehari sekali atau dua hari sekali, tapi tidak akan lebih dari dua hari.

    Terima kasih buat agan dan sista yang udah setia tongkrongin thread sebelumnya. Nggak nyangka thread sebelumnya itu akan banyak mendapat respon. Terima kasih juga atas saran dan kritiknya, hingga TS bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan yang nggak di sengaja. Tanpa pembaca, maka seorang penulis dan tulisannya nggak akan berarti apa-apa...

   Selamat membaca…..


-----<<<{0}>>>-----



Prolog

    Ini adalah cerita fiksi, lanjutan dari thread sebelumnya yang berjudul HITAM.
Menceritakan tentang anak yang bernama Aryandra, seorang anak yang ndableg, serba cuek dan nggak nggagasan.  Dari kecil Aryandra bisa melihat makhluk halus dan sebangsanya, dia juga punya kemampuan untuk melihat masa depan hanya dengan sentuhan, pandangan mata, dan juga lewat mimpi. 

     Karena sejak kecil Aryandra sudah terbiasa melihat makhluk halus yang bentuknya aneh-aneh dan menyeramkan, maka dia sudah tidak merasa takut lagi melihat makhluk alam lain itu. Setelah di beri tahu oleh mbah kakungnya, Aryandra baru tahu kalau kemampuannya itu berasal dari turunan moyangnya. Dengan bimbingan mbah kakungnya itulah, Aryandra bisa mengetahui seluk-beluk dunia gaib.

   Di thread sebelumnya menceritakan tentang masa kecil Aryandra. Takdir telah mempertemukan dia dengan sesosok jin yang bernama Salma, jin berilmu sangat tinggi, tapi auranya hitam pekat karena rasa dendamnya yang sangat besar, dan juga karena dia mempelajari ilmu-ilmu hitam yang dahsyat. Tapi Salma telah bertekad untuk selalu menjaga dan melindungi Aryandra, dan akhirnya merekapun bersahabat dekat. 

     Belakangan baru diketahui oleh Aryandra kalau Salma adalah ratu dari sebuah kerajaan di alam jin. Salma menampakkan diri dalam wujud gadis sangat  cantik berwajah pucat, berbaju hitam, memakai eye shadow hitam tebal, lipstick hitam, dan pewarna kuku hitam. Kehadiran Salma selalu ditandai oleh munculnya bau harum segar kayu cendana, 

   Salma juga sering berubah wujud menjadi sosok yang sangat mirip dengan kuntilanak hitam dengan wajah menyeramkan, memakai jubah hitam panjang, rambut panjang awut-awutan, mulut robek sampai telinga, mata yang bolong satu, tinggal rongga hitam berdarah. Tapi wujudnya itu bukan kuntilanak hitam. 

   Bedanya dengan kuntilanak hitam adalah, Salma mempunyai kuku yang sangat panjang dan sangat tajam seperti pisau belati yang mampu menembus batu sekeras apapun. Kuku panjang dan tajam ini tidak dimiliki kuntilanak biasa. 

    Dalam cerita jawa, sosok seperti Salma itu sering dikenal dengan nama kuntilanak jawa, sosok kunti paling tua, paling sakti dan paling berbahaya daripada segala jenis kuntilanak yang lain. Kuntilanak jawa sangat jarang dijumpai, karena makhluk jenis ini memang sangat langka. Manusia sangat jarang melihatnya, dan kalau manusia melihatnya, biasanya mereka langsung ketakutan setengah mati, bahkan mungkin sampai pingsan juga, dan setelah itu, dia akan menjadi sakit.

    Aryandra juga dijaga oleh satu sosok jin lagi yang dipanggil dengan nama eyang Dim, dia adalah jin yang menjaga nenek moyangnya dan terus menjaga seluruh keturunannya turun-temurun hingga sampai ke Aryandra. Dari eyang Dim dan Salma inilah Aryandra mempelajari ilmu-ilmu olah kanuragan, beladiri, ilmu pukulan, tenaga dalam, dan ilmu-ilmu gaib.

    Perjalanan hidup Aryandra mempertemukannya dengan satu sosok siluman yang sangat cantik, tapi memiliki wujud perempuan setengah ular. Siluman itu mengaku bernama Amrita, dengan penampilan yang khas, yaitu serba pink, mulai pakaiannya dan bahkan sampai ilmu kesaktian yang dikeluarkannya pun juga berwarna pink. Amrita adalah siluman yang selalu menggoda manusia untuk berbuat mesum, yang pada akhirnya manusia itu dibunuh olehnya. Semua itu dilakukan karena dendamnya pada kaum laki-laki.

     Awalnya Aryandra berseteru dengan Amrita ini, dan Amrita sempat bertarung mati-matian dengan Salma, yang pada akhirnya Amrita bisa dikalahkan oleh Salma. Dan kemudian Amrita itupun bersahabat dekat dengan Aryandra dan Salma. Dia  juga bertekad untuk terus menjaga Aryandra. Jadi Aryandra memiliki 3 jin yang terus melindunginya kemanapun dia pergi.

    Di masa SMA itu Aryandra juga berkenalan dengan cewek yang bernama Dita, kakak kelasnya. Cewek manis berkacamata yang judes dan galak. Tapi setelah mengenal Aryandra, semua sifat Dita itu menghilang, Dita berubah menjadi sosok cewek yang manis dan penuh perhatian, Dita juga sangat mencintai Aryandra dan akhirnya merekapun jadi sepasang kekasih.

    Dalam suatu peristiwa, Aryandra bertemu dengan dua saudara masa lalu nya, saudara keturunan sang raja sama seperti dirinya. Mereka bernama Vano dan Citradani. Dan mereka menjadi sangat dekat dengan Aryandra seperti layaknya saudara kandung. Saking dekatnya hingga kadang menimbulkan masalah dan salah paham dalam kehidupan percintaannya.

   Aryandra mendapatkan suatu warisan dari nenek moyangnya yaitu sang raja, tapi dia menganggap kalau warisan itu sebagai suatu tugas untuknya. Warisan itu berupa sebilah keris kecil yang juga disebut cundrik. Keris itu bisa memanggil memerintah limaratus ribu pasukan jin yang kesemuanya ahli dalam bertarung, pasukan yang bernama Pancalaksa ini dibentuk oleh sang raja di masa lalu. Karena keris itu pula, Aryandra bisa kenal dengan beberapa tokoh jin yang sangat sakti dan melegenda. 

   Tapi karena keris itu jugalah, Aryandra jadi terlibat banyak masalah dengan kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Dewa Angkara. Ternyata keris itu sudah menjadi rebutan para jin dan manusia sejak ratusan tahun yang lalu. Keris itu menjadi buruan banyak makhluk, karena dengan memiliki keris itu, maka  akan memiliki ratusan ribu pasukan pula.

   Perebutan keris itulah yang akhirnya mengantarkan Aryandra pada suatu peperangan besar. Untunglah Aryandra dibantu oleh beberapa sahabat, yang akhirnya perang itu dimenangkan oleh pihak Aryandra, meskipun kemudian Aryandra sendiri memutuskan untuk mengorbankan dirinya untuk menghancurkan musuh utamanya. Dan karena itulah Aryandra jadi kehilangan kemampuannya untuk beberapa waktu, tapi akhirnya kemampuan itu kembali lagi padanya dengan perantara ratu utara.

    Pada thread kali ini akan menceritakan kisah hidup Aryandra setelah lulus dari SMA, dari pertama masuk kuliah, tentang interaksinya dengan alam gaib dengan segala jenis makhluknya. Juga tentang persahabatan dengan teman kuliah dan dengan makhluk alam lain, percintaan, persaingan, tawuran, segala jenis problematika remaja yang beranjak dewasa, dan juga sedang dalam masa pencarian jati diri. Teman baru, musuh baru, ilmu baru dan petualangan baru.

    Sekali lagi, thread ini adalah cerita fiksi. Dimohon pembaca bijak dalam menyikapinya. Mohon maaf kalau ada kesalahan penulisan, kesalahan tentang fakta-fakta, dan kesamaan nama orang. Tidak ada maksud apa-apa dalam pembuatan thread ini selain hanya bertujuan untuk hiburan semata. Semoga thread ini bisa menghibur dan bisa bermanfaat buat agan dan sista semuanya. 

    Seperti apakah kisah hidup Aryandra setelah lulus dari SMA ini..? Mari kita simak bersama-sama..



HITAM
Season 2




HITAM
Season 2
Diubah oleh Mbahjoyo911
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Visiliya123 dan 211 lainnya memberi reputasi
204
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 218 dari 258
HITAM Season 2
13-05-2021 19:01
Andra yang udah pusing tujuh keliling dan ingin menghilangkan kemampuannya tapi belum berhasil juga, akhirnya melihat ada celah begitu tau kalau Cindy juga mempunyai potensi seperti dirinya. Akhirnya kemampuan yang dimiliki Andra diturunkan ke Cindy, berikut dengan semua teman teman jinnya. Dan cerita berlanjut ke Hitam season 3 dengan tokoh utama Cindyemoticon-Leh Uga



Ups, abaikan saja Mbah, ini cuma imajinasi ngawur ane lhoemoticon-Maaf Agan
Diubah oleh indrag057
profile-picture
profile-picture
profile-picture
emak.kece dan 19 lainnya memberi reputasi
20 0
20
Lihat 45 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 45 balasan
HITAM Season 2
13-05-2021 20:21
Suwun mbah bwt apdetnya, salut nih sama si mbah walaupun hari raya begini masih bisa sempatin utk apdet...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senja87 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
13-05-2021 20:27
Makin penasaran,,atur2 aja mbaaahh aluurnya,,biar tambah penasaraaan,,semangaaaatt mbaahemoticon-Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
HITAM Season 2
13-05-2021 22:01
Makasi apdetnya Mbah......

Dita....Dita........
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
13-05-2021 22:09
Happy Ied Mubarak
Taqaballahu Minna wa minkum...
Maaf lahir batin agan sista semua💕
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senja87 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
13-05-2021 22:58
Taqobalallahu Minna Wa Minkum..
Selamat hari Raya ied Fitri 1442 H..
D hari lebaran masih sempatnya utk menyenangkan fans nya dngan update thread , makasih mbah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senja87 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
HITAM Season 2
14-05-2021 01:06
Mohon maaf lahir dan batin mbah.....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senja87 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
HITAM Season 2
14-05-2021 06:51
Wah update jg ternyata...minak aidzin walfaidzin ya mbah 😊
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senja87 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
HITAM Season 2
14-05-2021 08:44
Quote:Original Posted By demarco999
Taqobalallahu Minna Wa Minkum..
Selamat hari Raya ied Fitri 1442 H..
D hari lebaran masih sempatnya utk menyenangkan fans nya dngan update thread , makasih mbah

Quote:Original Posted By ardhys74
Mohon maaf lahir dan batin mbah.....

Quote:Original Posted By aan1984
Wah update jg ternyata...minak aidzin walfaidzin ya mbah 😊

Minal aidzin wal faidzin
Mohon maaf lahir batin agan semua..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senja87 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
HITAM Season 2
14-05-2021 10:15
met lebaran mbah n juga seluruh warga tret Hitam yg setia menunggu update
masih penasaran ama Dita, menunggu bab ada apa dengan Dita
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senja87 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
HITAM Season 2
14-05-2021 15:14
Terima kasih updatenya mbah.. minal aidin wal fa izin.. mohon maaf lahir dan banthin.. 🙏
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senja87 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
HITAM Season 2
14-05-2021 16:47
Mbah,update apa ngga mbah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senja87 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
14-05-2021 17:03
parkir menjelang update, gile gabut bener dah ini 🙈
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan Mbahjoyo911 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
14-05-2021 17:05

Keanehan

       Pasca lebaran kami masih 4 hari menginap di rumah mbah kakung, dan selama 4 hari itu kuhabiskan waktu dengan memancing bersama pakde, om Handri dan mas Hanung. Tapi nggak bisa disebut memancing karena isinya cuma becandaan terus. Aku juga sering datang ke kebunnya mbah kakung bersama Cindy, melihat para pegawai memelihara kebun sayur dan buah-buahan.

      Selama 4 hari itu pula aku banyak mendapat wejangan berharga dari mbah kakung, bersama pakde juga, kami sharing tentang segala hal gaib dan keilmuan. Dari situ aku mendapat banyak pelajaran berharga tentang alam gaib dengan segala keanehannya.

     Rencananya minggu pagi itu kami akan pulang ke rumah, karena senin aku dan Cindy udah masuk kuliah kembali. Kami akan pulang bareng dengan keluarganya pakde memakai mobil masing-masing. Amrita memberikan pelukan perpisahan padaku, karena dia akan berada di rumah mbah kakung lebih lama lagi, jadi cuma Salma yang akan ikut denganku.

    Jam 9 pagi, dua mobil beriringan meninggalkan rumah mbah kakung, ini lebih baik daripada kami balik sendiri, cuma satu mobil aja. Anak blacan itu juga dibawa Cindy pulang, dia udah terlanjur sayang sama anak blacan itu. Kini anak blacan itu sudah melek dan bisa jalan, hingga membuatnya makin tambah lucu.

      Menjelang sore hari jam 3, iringan mobil udah sampai di peternakannya pakde, karena emang beliau meminta kami untuk mampir melihat-lihat pemerahan sapi. Cuma satu jam kami berada di sana dan lanjut pulang ke rumah. Kami juga diberi 5 kaleng susu sapi oleh pakde, padahal satu kaleng aja isinya 15 liter, entah siapa yang akan menghabiskannya ntar. Yang jelas Cindy lah yang seneng karena nggak perlu membeli susu lagi buat anak blacan-nya. Jam 5 sore kami telah sampai di rumah. 

     Sehabis mandi aku rebahan di tempat tidurku, berpikir apa aku harus silaturahmi ke rumahnya Dita, karena mengingat papa-mamanya sangat baik padaku. Tapi gimana kalo misal Dita malah mengusirku? Tapi akhirnya aku memutuskan untuk silaturahmi ke rumahnya, niatku adalah ketemu papa-mamanya, dan bukan ketemu Dita. 

      Maka jam 7 malam itu, dengan naik motor bersama Salma, aku nekat berangkat ke rumahnya Dita, nggak peduli dengan apa yang terjadi nanti. Sampai dirumah itu, lampunya menyala, pertanda ada orang di dalamnya. Kuketuk pintu rumah itu, setelah 4 kali mengetuk, baru pintu itu terbuka dan muncullah tante Friska. Dia tampak terkejut melihatku, tapi kemudian wajahnya langsung berubah murung, dan mendadak aja dia memelukku, ada tangisan di sana.

Quote:      "Maafin tante ya Ndra.. tante nggak bisa mencegah ini semua.."

      "Tante nggak perlu minta maaf.. ini bukan salah tante kok.." jawabku.

      "Kamu tau, tante ngerasa malu sama kamu…"

      "Udahlah tante.. aku kesini cuma mau bersilaturahmi.. met Hari Raya Idul Fitri ya tante.. maafin semua kesalahanku selama ini.."

    "Tante juga minta maaf sama kamu Ndra.. tante ngerasa bersalah banget.."

     "Lupain itu tante.. Apa om ada tante..?" tanyaku mengalihkan.

     "Ada di dalam.. mari masuk.."


     Kuikuti tante Friska sampai di ruang tamu, ada papanya Dita disana. Salma langsung melayang berkeliling rumah itu. Tidak kurasakan auranya Roro Saraswati, dan aku juga nggak melihat Dita. Kudekati papanya Dita dan langsung menjabat tangannya, sekaligus mencium punggung tangannya.

Quote:      "Minal aidzin wal faidzin om.. maafkan semua kesalahanku…" kataku.

      "Om juga minta maaf kalo om udah berbuat kesalahan padamu.."

      "Dita ada nggak om..?"

      Mereka saling berpandangan, dan tante Friska yang menjawab. " Dita lagi keluar.. paling bentar lagi juga balik.."

     "Yaudah kalo gitu, mungkin aku tunggu bentar lagi.." jawabku.

     "Sebenarnya om juga ngerasa salah sama kamu Ndra.. om lebih suka kalo Dita sama kamu.. sekarang ini kelakuannya udah banyak berubah. Om sebenarnya juga nggak cuma diam aja, nggak kurang-kurang ngasih nasehat. Tapi kamu tau sendiri gimana Dita itu.."

      "Nggak papa kok om.. emang udah jadi keputusan dia.. jadi aku cuma bisa menerimanya aja.." jawabku.

     "Yang sabar ya Ndra.. om juga nggak bisa ngapa-ngapain lagi.."


    Kami ngobrol ngalor ngidul tentang kabar, cerita tentang mudik, sampai pada kuliah juga. Tapi kami sama sekali nggak membahas Dita. Aku jarang banget ngobrol lama dengan mereka kayak gini, hingga setengah jam kemudian kudengar suara knalpot blong dari mobil merah sialan itu, maka akupun pamit pulang karena nggak ingin berlama-lama ngelihat Dita dengan cowok barunya.

     Sebelum keluar rumah, lebih dulu aku menarik napas panjang dan mengeluarkan dengan pelan. Kulihat Dita bersama si kunyuk itu berjalan memasuki rumah. Saat itu juga aku sadar kalo aku masih sayang banget sama Dita. Dan anehnya, nggak ada rasa perih atau sedih saat melihat mereka berdua. Mungkin aku udah jadi lebih kuat sekarang.

     Mendadak aja kata hatiku berbisik kalo aku harus mengeluarkan energiku sampai puncaknya, aku nggak tau apa maksudnya, tapi kuturuti aja kata hati itu. Tubuhku langsung berpendar cahaya putih, hijau dan emas, energi itu terus kunaikkan hingga batas tertinggi. Salma tau-tau muncul dan ikut mengeluarkan aura hitamnya yang perkasa.

     Ita dan si kunyuk itu terkejut besar melihatku, tapi aku tau kalo keterkejutan mereka berbeda, Dita terkejut melihatku berada di sini, dan kunyuk itu terkejut melihat pendaran cahaya di tubuhku. Aku nggak ngerasain aura ataupun energi sedikitpun dari si kunyuk itu. Kudekati mereka dan kusalami Dita.

Quote:      "Minal aidzin wal faidzin ya Dit.. aku minta maaf atas kesalahanku selama ini.."


      Bahkan suaraku sendiri terdengar sangat aneh di telingaku karena memanggil Dita dengan namanya. Dita sendiri tampak tertegun, matanya membesar, lalu tampak dua mata itu mulai berkaca-kaca. Dita cuma mengangguk seperti nggak sadar. Kulihat sekilas pada si kunyuk itu, dia tampak tersenyum mengejek, meskipun bisa kulihat dengan jelas kalo tangannya gemetar dengan hebat karena himpitan energiku dan auranya Salma. Memang himpitan energiku cuma kufokuskan menyerang si kunyuk, hingga Dita nggak ikut terpengaruh. 

      Kini aku tau kenapa kata hatiku membisikiku agar mengeluarkan energi sampai puncaknya, yaitu untuk mengintimidasi si kunyuk agar nggak mengejekku waktu kami di depan Dita. Tapi tanpa mempedulikannya lagi, kuteruskan langkah menuju ke motorku. Tapi saat aku udah naik ke jok motor..

Quote:    "Ndra… tunggu.." kata Dita pelan, lalu dia mendekatiku.

     "Ada apa..?" tanyaku lirih.

     Dita meraih tanganku. "Maafin atas semua kesalahanku.. aku tau kalo aku udah banyak salah sama kamu.. tapi.." dua garis tegak di bawah matanya memantulkan cahaya lampu jalan, Dita menangis.

     "Sudahlah.. itu sudah jadi keputusanmu… cowok itu menang dalam memilih dan mengejar, tapi cewek lebih menang untuk bilang iya atau tidak… Aku pulang dulu ya Dit.."


     Masih sempat kudengar isak tangisnya saat motorku keluar dari pintu gerbang rumahnya. Otakku berputar nggak karuan. Si kunyuk itu pasti hebat sekali dalam menyembunyikan sesuatu. Aku yakin masih banyak hal yang disembunyikannya. Tapi aku sudah nggak peduli, yang kupikirkan adalah sikapnya Dita. Kenapa dia bisa menangis dan mengaku bersalah?! Apa sebenarnya yang terjadi. Kurasakan pelukan Salma makin erat di punggungku, dan dia berbisik di telingaku.

Quote:      "Nggak ada yang aneh dari rumah itu, ki Ludira masih di dalam lukisan, tapi dia nggak mau menemuiku. Dalam tubuh Dita juga nggak ada aura yang aneh.. tapi ada satu hal yang kurasakan dari dia.."

      "Apa emang..?" tanyaku.

      "Dia sedang dilanda kebingungan yang teramat sangat.."

      "Kenapa bisa gitu?" tanyaku.

      "Aku juga nggak tau.. Ada satu hal lagi.. orang itu sangat hebat dalam menyembunyikan energinya, bahkan lebih hebat dari kamu. Dia membungkus raganya dengan energi hingga nggak ada sedikitpun energi yang terpancar keluar.."

      "Tapi menurutku, energi tenaga dalamnya jauh lebih rendah dariku.." kataku.

     "Kalo itu udah jelas, tapi yang lebih berbahaya darinya adalah otak liciknya.. dan kamu harus hati-hati.."

      "Sebenarnya apa tujuannya?" tanyaku.

      "Itulah yang harus kita selidiki nanti.."

      "Tapi aku udah nggak peduli sama dia.." jawabku.

      "Seharusnya kamu peduli dan waspada.."


      Setengah perjalanan ke rumah, aku teringat dengan mama Erna. Maka kubelokkan arah motorku menuju ke rumahnya Citradani. Dan sesampainya disana, pintu rumah itu juga tertutup, apa mungkin mereka belum balik dari mudik? Tapi aku udah nyampe disini, jadi kuketuk dulu aja pintunya. Ternyata pintu gerbangnya nggak dikunci, maka aku langsung nyelonong aja ke halaman rumah, lalu kuketuk pintu itu, dan Citradanilah yang membukanya.

Quote:    "Oh.. ternyata kakak.. kirain siapa.."

     Aku tertegun dan penuh keheranan, bagaimana dia bisa berubah kayak gini..? Biasanya kalo lama nggak ketemu, dia akan langsung memelukku. Tapi kemudian segera kujabat tangannya.

     "Minal aidzin wal faidzin ya Nay.. aku minta maaf kalo ada salah sama kamu.."

      "Iya kak.. aku juga minta maaf kalo ada salah.."

      "Papa mama ada Nay..?" tanyaku.

      "Ada didalam.."


      Citra ngeloyor masuk begitu aja, membuatku makin tambah heran. Kuikuti dia sampe ke ruang tamu. Ku lihat om wisnu dan tante Erna duduk di ruang tamu. Begitu melihatku, tante Erna langsung bangkit dan memelukku, seperti sebuah pelukan hangat dari seorang ibu.

Quote:    "Kenapa baru sekarang kesininya sih Ndra..? Nggak kasihan sama mamamu ini..?"

     "Ya maaf ma.. aku juga baru balik dari mudik.. Minal aidzin wal faidzin ya ma.. mohon maaf kalo ada salahnya.."

      "Mama juga minta maaf kalo ada salah sama kamu.."


      Kudekati om Wisnu dan menjabat tangannya, kami juga saling bermaafan. Lalu aku ikut duduk di sofa bersama mereka, sedangkan Citradani sama sekali nggak mengalihkan pandangannya dari layar hp-nya. Aku ngobrol dengan om Wisnu dan tante Erna, saling nanya kabar masing-masing, dan selama itu pula Citra terus sibuk dengan hp nya. Tidak kurasakan auranya nini Raradewi dan eyang Dim, aku juga sempat melihat ke Salma untuk meminta penjelasan, dan dia juga menggeleng.

Quote:      "Inaya kenapa itu om..?" tanyaku.

      "Kamu tanya aja dia.. kelakuannya udah berubah banget.."

      Citra sempat menoleh ke kami dengan wajah cemberut, laku dia balik lagi ke hp nya.

     "Ya maklum.." kata tamte Erna. "Sekarang dia kan udah punya pacar.."

     Citra nyeletuk. "Iih mama.. kayak gitu kok bilang-bilang lho.."

     "Beneran ma..?"

     "Kamu tanya aja sendiri.." jawab tante Erna.

     "Cowokmu siapa Nay..? Kenalin sama aku lah.." kataku

      "Kakak kepo deh.."


      Aku cuma bisa geleng kepala, benar benar berubah drastis. Lagian kemana juga nini Raradewi dan eyang Dim? Kenapa jadi semua terasa aneh banget gini ya..? Tapi obrolan kami mengalihkan pikiranku tentang keanehan ini, meskipun cuma obrolan formal. 

     Cuma setengah jam aku berada di rumah Citradani, dan akupun pamit. Seperti biasa, tante Erna menyuruhku untuk menginap, tapi kutolak dengan alasan aku masih harus ke rumah beberapa temen. Aku udah nggak nyaman aja disitu karena ngelihat perubahan kelakuan Citradani yang jadi judes gitu.

      Masih setengah sembilan malam, masih ada waktu ke rumah Yudi dan Daffa sekalian. Tapi setelah sampai di rumah Yudi, ternyata Daffa juga ada di sana, jadilah kami tiga orang aneh ngumpul jadi satu. Cuma mereka sahabat cowok yang kumiliki, karena cuma mereka yang bisa ngerti. Kami sudah saling tau satu sama lain, hingga seakan udah kayak sodara.

Quote:      "Elu putus ya sama Dita?" tanya Yudi.

      "Lah.. kok elu malah udah tau..?" tanyaku.

      "Kabar cepet menyebar kali.."

      "Tapi kuliah belum masuk lho.. terus dari mana kabar itu..?" tanyaku keheranan.

      "Dari temen-temen lah.."

      "Biasanya orang yang digosipin itu adalah yang terkenal di kampus, padahal gue sama sekali nggak terkenal.." kataku.

       Daffa menyahut. "Elu emang nggak terkenal, tapi Dita lah yang terkenal.. jadi dia yang digosipin.. bukan elu.."

      "Terserah lu aja lah.." jawabku.

      "Gue heran banget.." kata Yudi. "Dita itu udah cinta mati sama elu gitu, tapi kok tau-tau gini jadinya.."

      "Iya.. cinta mati.. cintanya yang mati.." jawabku. "Kalo gue sih terserah dua aja.. sebahagianya dia aja.. pusing gue mikirin.."

      "Terus nggak lu kejar lagi gitu..?" tanya Yudi. "Seenggaknya lu usahain gitu kek.."

      "Kalo orang udah nggak suka, mau gimana lagi… pasrah aja lah.." kataku.


       Setelah pembicaraan itu, mereka udah nggak ngebahas lagi soal Dita, mereka udah langsung tau kalo aku nggak mau ngebahas dia lagi. Aku di rumah Yudi sampai jam 11 malam, dan aku pamit bareng dengan Daffa. Setengah jam kemudian aku sudah berada di rumah.

       Kurebahkan diri di kasur, sambil mikirin keanehan-keanehan yang terjadi, Roro Saraswati menghilang, Dita berubah. Raradewi dan eyang Dim juga menghilang, dan Citradani juga berubah tingkah lakunya. Ini benar-benar di luar nalar, otakku buntu dan nggak bisa merangkai suatu dugaan kejadian. 

    Dari pada pusing mikirin itu, mending ngelakuin hal yang berguna. Maka aku duduk bersila di tempat tidur dan mulai membuka laptop, melihat-lihat tugas kuliah, sampe pada desain kaos untuk distro. Tanpa sengaja aku membuka folder fotonya Dita. Pandanganku terpaku pada senyum manisnya, senyum yang nggak bisa dikalahkan oleh cewek manapun. Hingga akhirnya aku mulai tenggelam dalam membuka foto-fotonya yang lain. Suatu kesedihan kembali merayapi.

      Mendadak Salma menghampiriku, dia mewujud menjadi sangat mirip manusia, punya daging, kulit dan bisa kusentuh. Salma duduk di pangkuanku dan menghadap padaku. Kulitnya jadi terasa nggak dingin lagi, mirip dengan manusia. Mata indahnya sendu menatapku. Dari jarak sedekat ini, bisa kulihat kulit wajahnya yang putih pucat itu mulai merona merah dan sangat mulus. bibir tipis yang dipoles lipstick hitam itu tampak indah. Salma benar-benar cantik jelita.

Quote:      "Apa yang bisa kulakukan untuk menghilangkan kesedihanmu itu..?"

       "Nggak perlu… kamu selalu bersamaku aja udah bisa menghilangkan kesedihan kok.." jawabku.

       "Tapi menurutku itu belum cukup, kamu masih ngerasa sedih kalo mengingat dia.."

      "Kamu tenang aja.. itu bukan masalah besar buatku.." jawabku.

       "Tapi itu udah jadi masalah besar buatku.. aku nggak mau orang yang kujaga merasa sedih.. aku nggak rela kalo orang yang kusayang disakiti.. Apa aku perlu membantai gadis itu dan mencerai-beraikan raga laki-laki gundiknya agar kamu bisa nggak sedih lagi..?"

      Aku terkejut setengah mati, tentu Salma mampu dan benar-benar akan melakukannya. Nggak kebayang kalo Salma sampe memutilasi si kunyuk itu.

      "Jangan terlalu sadis gitu lah.. aku nggak papa kok.." kataku dengan pelan.

       Mata itu mulai berkaca-kaca. "Kamu tau kan.. kalo kamu sedih, aku pasti juga ikutan sedih.."

      "Ya maaf udah membuatmu sedih.."


      Kurangkul pinggang Salma, dan entah setan mana yang merasuki, kupagut bibirnya yang merekah itu. Salma tampak terkejut, tapi kemudian dia mengimbanginya. Bibirnya terasa hangat dan basah, benar-benar mirip seperti bibir cewek. Lama kami tenggelam dalam pagutan. Baru kali ini aku melakukan itu ke Salma, padahal udah 20 tahun lebih dia bersamaku. Akhirnya kulepas pagutan itu. Salma memeluk kepalaku dan menenggelamkan di dadanya, dan dia berbisik di telingaku.

Quote:      "Dengarkan aku Arya... aku nggak mau kamu sedih.. maka mulai sekarang, lakukan semua yang membuatmu bahagia, aku nggak akan melarangmu lagi… Lakukan apapun agar kamu senang.."

      "Kamu nggak perlu melakukan itu, aku masih butuh saran dan nasehat darimu.. jadi tolong, tetaplah memberiku saran.. Dan satu hal lagi, kehadiranmu udah bisa membuatku melupakan kesedihan, seperti sekarang ini. Cuma kamu dan Amrita yang selalu bersamaku dalam segala situasi.."


     Kali ini Salma yang memagut bibirku. Aku benar-benar ngerasa seperti berciuman dengan seorang cewek. Aku bahkan lupa kalo dia adalah sosok jin yang sangat kejam dan brutal dalam sebuah pertarungan. Tapi kemudian aku tersadar, kali ini nggak akan ada yang mengingatkanku.

Quote:    "Biasanya kamu lah yang mengingatkanku kalo dalam keadaan kayak gini, tapi kali ini aku melakukannya denganmu, terus siapa yang akan mengingatkanku..?"

     Salma tertawa sangat merdu, sangat bertolak belakang dengan tawa khas kunti yang melengking-lengking. Wajahnya makin merah merona, membuatku bertambah heran.

      "Baiklah.. kita hentikan aja sebelum kebablasan…"


       Salma mendorong tubuhku hingga rebah di kasur, lalu dia ikut rebah di atasku. Kepalanya disandarkan di dadaku. Kubelai rambut hitamnya yang kini terasa sangat nyata. Aku nggak pernah menyangka kalo segini dalam perasaannya padaku, tapi aku nggak mau mengecewakannya meskipun dia adalah jin. Semalaman itu aku tidur dalam pelukan Salma. 


Lanjut bawah gan sist..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
andir004 dan 83 lainnya memberi reputasi
84 0
84
HITAM Season 2
14-05-2021 17:06

Lanjutan

      Pagi hari, kuliah udah masuk. Aku berangkat bareng Cindy, kami naik motor sendiri-sendiri, dan aku terus mengawalnya sampai kampus. Dan saat udah sampai di fakultasnya Cindy, kuputar arah motorku. Saat itulah kulihat sebuah mobil berhenti tepat di depan fakultas. Pintu mobil itu terbuka dan muncullah Dinda. Aku bermaksud nyamperin dia, tapi kemudian dari jendela mobil itu muncul kepala seorang cowok yang ngomong ke Dinda. Mereka tampak tertawa bersama dengan mesra.

     Kuurungkan niatku untuk nyamperin dia. Dan ternyata Dinda sempat melihatku, dia terlihat terkejut sekali dan sempat berteriak memanggilku. Tanpa menggubrisnya lagi aku bleyer motorku dan segera berlalu dari sana, menuju fakultasku sendiri. Satu keanehan lagi kutemukan, Dinda telah dianter sama seorang cowok. Tapi hal ini malah membuatku sedikit lega, setidaknya dia telah menemukan seorang cowok.

      Kuliah hari itu diisi dengan silaturahmi halal bi halal, setelah itu cuma ada satu mata kuliah yang kuikuti, jadi kuliah selesai jam 11 siang. Aku mau menuju ke kantin, tapi kemudian aku inget satu hal, Dinda pasti ada disana, aku yakin dia pasti mau menemuiku, jadi kuurungkan niatku itu. 

      Aku malah lewat fakultasnya Cindy, kalo-kalo ketemu dia dan bisa kuajak makan siang bareng. Tapi yang kutemui malah Erin yang lagi jalan bareng sama seorang cowok, ternyata keanehan yang kutemui dari kemarin itu belumlah habis. Erin sempat melihatku dengan pandangan aneh. Tanpa menyapanya, kutarik gas motorku dalam-dalam, dan bersama Salma, aku langsung pergi dari sana, mending langsung ke kosan aja.

     Sampai di kosan, Suasana sepi, mungkin penghuninya masih pada kuliah. Baru aja standarkan motor, kulihat tante Silvy keluar dari pintu rumahnya, dia tersenyum manis dan melambai ke arahku, saat itu dia memakai jaket dan celana pendek. Maka akupun mendekatinya dan langsung kujabat tangan tante Silvy.

Quote:      "Maaf lahir batin ya tante.. "

      "Aku juga, sekiranya ada salah sama kamu, tante minta maaf.."

       Jabatan tangan itu nggak dilepasnya, dan dia malah menarik tanganku untuk masuk ke rumahnya. "Kamu pasti belum makan, aku tadi udah masak banyak buat kamu.."

     "Tante mesti kok repot-repot gini lho.." 

     "Kamu itu yang mesti gitu, udah dibilangin nggak repot kok.."

      Begitu berada di ruang tamu rumahnya, tante Silvy langsung memelukku erat hingga membuatku gelagapan, gimana kabarnya laki-laki yang dulu menjemputnya itu ya?

      "Udah berapa bulan kita nggak ketemu? Kamu tega banget deh.. aku kangen sama kamu tau nggak.."

     "Ya maaf tante.. akhir-akhir ini aku tambah sibuk gitu.."

     "Kok manggil tante lagi sih..?"

     "Hehe.. maaf kakak.. lupa aku.."

     Tante Silvy tersenyum. "Yaudah.. kita makan dulu aja ya..?"

      Kami menuju meja makan dirumah itu. Tante Silvy membuka jaketnya dan menyisakan t*nktop nya yang nampak kekecilan.

      "Kakak tadi mau kemana kok pake jaket..?"

      "Mau nyamperin kamu.. aku denger suara motormu jadi langsung cepet-cepet keluar rumah.. kamu sih.. susah banget ditemuin.."

     Aku cuma bisa nyengir aja. "Ini kok masak banyak banget gini sih kak..?"

     "Sekali-kali kan nggak papa.. lagian ini juga buat kamu kok…"


     Jadilah aku dapat makan siang gratis, mana masakan tante enak banget, tambah selalu disuguhi senyuman manisnya. Benar-benar nikmat duniawi. emoticon-Ngakak (S)  Kami makan sambil sesekali ngobrol tentang hal-hal yang ringan, tentang mudik dan kegiatan selama hari raya. Tapi aku belum berani menyinggung laki-laki yang menjemputnya dulu.

      Selesai makan aku pindah ke ruang tamu dan duduk di sofa panjang. nggak enak rasanya kalo abis makan langsung pergi begitu aja. Salma berdiri tepat di belakangku. Kubuka-buka hp yang dari kemarin belum kubuka, ternyata ada puluhan chat dan misscall dari Dinda dan juga Erin. Tapi nggak ada yang kubalas.

     Tante Silvi menyusulku, dan yang membuatku keheranan, dia mengunci pintu depan, lalu duduk menempel padaku, dia menatapku lama sekali. Aku jadi ngerasa canggung dan serba salah, kenapa tante kayak gini lagi..? Salma langsung melayang menembus pintu depan.

Quote:      "Aku beneran kangen deh sama kamu.. kenapa kamu nggak kesini sih.. padahal aku udah beli daleman itu khusus buat kamu.. malah nggak kesini.."

     Saking terkejutnya, leherku seakan jadi terasa tercekik. "Tadi kan udah bilang kalo agak sibuk kak.." 

      "Yaudah.." tante Silvy merebahkan kepalanya di pangkuanku. "Kalo ntar malam bisa kan..?"

      "Ya lihat sikon dulu kakak.." kubelai rambut panjangnya dengan pikiran berkecamuk.

      "Kamu suka nggak dengan pakaian yang tak kasih lihat ke kamu dulu..?"

      "Ya semua laki-laki pasti suka lah kak..' jawabku.

      Senyumnya mengembang.  "Tapi itu cuma buat kamu kok.."

      "Gimana dengan laki-laki yang menjemput kakak dulu..?" tanyaku.

      Wajah tante Silvy berubah. "Nggak tau lah.. ngebosenin banget.."

      "Ngebosenin gimana..?" tanyaku.

      "Dia selalu ngasih saran yang dihubungkan dengan agama.."

      "Masak sampe segitunya..?" tanyaku.

      "Coba kamu bayangin, pas lagi enak-enak ngobrol cerita-cerita, tau-tau dia ngasih saran kayak gitu, kan jadi badmood.. udah kayak dengerin khotbah aja.. lama-lama aku bisa jadi illfeel sama dia.."

     Kutahan tawaku agar nggak tersembur keluar, laki-laki itu bener-bener alim dan lugu. "Ya kayaknya niatnya juga baik gitu.."

     "Iya emang sih.. tapi ya nggak segitunya kali.. Udah ah.. nggak usah bahas dia lagi.."

     "Terus mau bahas apa..?" tanyaku.

     "Bahas kamu aja.."

     "Kok aku..?" tanyaku.

     "Iya.. kamu dan aku.."


     Tante Silvy merangkul leherku dan menariknya hingga bibir kami bertemu. Kali ini nggak ada rasa bersalah, cuma beban moral aja. Tante Silvy adalah perempuan dewasa yang berpengalaman. Dia menuntun tanganku menjelajahi semuanya, dan kemudian menyuruhku untuk berhenti di bawah sana. Entah berapa lama dia tenggelam dalam sentuhan tanganku, pakaiannya udah hilang entah kemana. Hingga desahan napas yang keras darinya menyadarkanku, badannya menegang sejenak, lalu lemah tak berdaya.

Quote:    "Makasih sayang.. aku senang sekali.." Tante Silvy beranjak duduk di pangkuanku menghadap ke arahku, dia memelukku erat. "Giliran.kamu?"

     "Nggak usah lah kak.. tadi itu aja udah salah kok.." kataku.

     "Ssstt.. ini aku yang minta kok.. bukan kamu.."

     "Jangan ya kakak.. jangan sampai kita ngelakuin itu deh.." kataku.

     "Mungkin emang kamu belum siap.. mungkin nanti aja.."


     Aku tertegun mendengarnya. Tante Silvy malah menenggelamkan kepalaku ditengah dadanya. Beberapa menit kami saling terdiam, sedangkan otakku berputar nggak karuan. Hingga akhirnya kata hatiku menyuruhku untuk segera pergi dari sana. Maka kupindahkan tante ke sebelahku.

Quote:    "Aku harus ke kamar mandi dulu kakak.."

     "Hihi.. tadi aja nggak mau.."

     "Bukan itu yo.. aku harus buang air beneran ini.."


     Akupun beranjak ke kamar mandi untuk mencuci tanganku. emoticon-Ngakak (S)  Dan saat aku keluar, kulihat tante berjalan berlenggak-lenggok tanpa pakaian menuju ke arahku. Lalu dia memeluk dan memagutku sekali lagi. Sungguh semua godaan ini terlalu berat untukku, seakan aku nggak sanggup untuk menghadapinya lagi.

Quote:    "Aku balik dulu ke kosan ya kak.. bentar lagi anak-anak pasti pada pulang.." kataku beralasan.

      "Yaudah.. tapi ntar malem kamu kesini lagi ya.."

      "Diusahain ya kak.."

      "Makasih banget ya sayang.. aku seneng banget hari ini, setelah sekian lama.. meskipun tanpa itu, tapi aku seneng banget.."


      Aku sudah nggak memperhatikan kata-katanya lagi. Kubuka pintu samping dan celingukan sebentar kayak pencuri, emoticon-Hammer (S)  Lalu aku mengendap-endap keluar rumah tante. Lalu aku jalan santai ke tangga sambil berpikir, kukira tante udah melepasku, nggak taunya malah tambah parah. Keberadaan lali-laki itu sempat membuatku lega, ternyata cuma sementara. Hari ini lagi-lagi kutemukan satu keanehan.

     Salma belum juga kelihatan, paling bentar lagi dia muncul. Kuteruskan langkah sampai ke tangga dan akan menaikinya. Tapi kemudian kulihat Kinara duduk di depan kosannya sambil menatapku dengan curiga. Entah udah sejak kapan dia berada disitu. Maka dengan berlagak biasa, kusamperin aja sekalian.

Quote:    "Elu dari rumah tante ya?!"

     "Iya abis disuruh makan disana.." jawabku.

     "Gue udah satu jam duduk disini.. dan elu baru keluar.. jangan-jangan elu macem-macem tadi?"

      "Gue itu nungguin tante masak dulu yo.." jawabku.

      Kinara tertawa. "Masa' iya harus nunggu masak dulu..?"

      "Iya.. kenapa? Kamu cemburu ya..?"

      "Pede mu itu lho Ndra.."

      "Lagian elu nanya detail banget gitu.."

      "Soalnya kamu mencurigakan.." kata Kinara sambil ketawa. "Elu putus sama Dita ya..?"

      "Kok kabarnya bisa cepet banget nyebar gitu ya..?" kataku.

      "Nggak nyangka aja kalian bisa putus, dan denger-denger dia ninggalin elu buat cowok lain.."

      "Ya begitulah.. gue udah nggak mau mikir itu lagi.." jawabku.

       "Abis ini pasti cewek-cewek makin mendekat deh.. Dinda.. Erin.."

       "Nggak papa.. asal elu ikut mendekat.. gue milih lu aja.." jawabku sambil ngakak.

       "Dasar player lu.." kata Kinara, tapi pipinya jadi merah.

       "Kalo udah milih kan nggak jadi player lagi to.." jawabku. "Gimana..? lu mau nggak..?" 

       "Udah ah.. balik ke kosanmu sana..! Lama-lama gue bisa gila kalo dengerin omongan lu.."

       "Lah.. tadi aja dipanggil suruh kesini, sekarang malah diusir.."

       "Biarin.. abis lu ngeselin sih.."


       Dan kemudian kulihat mobilnya Dinda masuk ke halaman kosan, Dinda muncul dari dalam mobil dengan wajah muram. Kinara ketawa ngakak kenceng banget, laku dia ngeloyor masuk kamarnya begitu aja. Akupun jalan menuju ke tangga dan menaikinya tanpa menggubris Dinda. Tapi Dinda berlari menyusulku ke atas. Sampai di kamarku, Dinda ikut masuk ke kamar dan memelukku.

Quote:    "Maafkan aku.. tadi aku dianterin temenku, kami nggak ada hubungan apa-apa kok.."

      "Ada hubungan juga nggak papa kok.. kamu bebas menjalin hubungan sama orang lain.." jawabku.

      "Enggak yo.. aku sayang sama kamu.. nggak mungkin sama orang lain.."

      "Jangan bilang nggak mungkin dulu.. kamu udah ngebuka jalan buat cowok lain hingga dia punya kesempatan buat nganter kamu.."

      "Tapi aku nggak ada maksud kayak gitu, mobilku masuk bengkel dari kemarin, kalo dianter mama, ntar pasti telat nungguin mama dandan dulu. Jadi aku minta tolong sama temen buat jemput.."

     "Oiya..? Kalian sempat bercanda dan tertawa bareng dengan mesra tadi.." kataku dengan pelan.

     "Iya emang udah lama dia ngejar aku.. tapi nggak aku gubris sampe sekarang.. Lagian kamu tak panggil malah bablas aja tadi.."

     "Sampe sekarang ya.. dan tadi kamu udah mulai menanggapinya kan..?! Denger.. tadi aku mau nyamperin kamu, mau minta maaf karena ini masih lebaran. Tapi ngelihat cowok itu, aku nggak tega..  aku cuma nggak mau ngeganggu kalian.. Aku heran kenapa semua cewek bisa berubah pikiran dalam waktu yang sangat singkat..?" jawabku.

      "Enggak Ndra.. aku nggak berubah.. aku tetap sama.. kalo kamu nggak percaya.. aku akan buktikan.." ada dua bulir air bening mengalir di pipinya Dinda.

      "Kamu nggak perlu membuktikan apapun padaku.." kataku. "Kita ini cuma sahabat…"

      "Tapi menurutku Itu perlu!"

      "Sebenarnya apa maumu?" tanyaku.

      "Aku mau kamu percaya sama aku, dan aku mau kamu memaafkan aku.."

      "Denger ya Dinda.." kataku dengan lembut dan lirih. "Kamu nggak ada salah sama aku, kamu nggak perlu minta maaf.. kalopun kamu salah.. tentu aku udah memaafkanmu.."

     Dinda langsung memelukku dengan erat, bahkan dia mendorongku hingga rebah di kasur. Dia masih di atasku dengan tangisnya.

     "Makasih sayang.. makasih banget.. kamu percaya kan sama aku?"

     "Masalah kepercayaan itu nggak penting, karena kamu bukan milikku, dan aku bukan milikmu.. dan kubilangin aja sekalian dari sekarang., saat ini aku belum bisa membuka hati buat cewek lain.." kataku.

      "Iya dari awal aku sudah tau, tapi aku udah menganggap diriku sebagai milikmu.. aku nggak peduli soal hatimu, karena cuma memeluk ragamu aja udah bisa membuatku bahagia.."


     Dinda memagut bibirku dengan brutal. Dan terjadilah hal itu lagi, bergulat dalam hasrat, menari dalam gelimangan naluri birahi, saling pagut diiringi nafsu setan yang merajai. Hingga akhirnya ketukan pintu lah yang menghentikan kami. Dinda langsung beranjak ke kamar mandi, untung dia masih berpakaian lengkap. emoticon-Hammer (S)  Aku beranjak membuka pintu kamar. Ada Cindy di depan pintu.

Quote:    "Mas aku mau nyari makan siang, kamu titip nggak..?"

     "Aku udah makan dek.. kamu sendiri aja ya..?"

     "Yaudah kalo gitu.."

     "Titip es teh aja ya.. ada duitnya nggak..?" tanyaku.

      "Oke.. ada kok.."


      Cindy ngeloyor menuju tangga dan menuruninya. Kali ini bisa dikatakan kalo Cindy lah penyelamatku, udah 2 kali ini dia menyelamatkanku. Kembali aku masuk kamar dan menutup pintu, Dinda keluar kamar mandi sambil senyum-senyum, wajahnya memerah. Dia melingkarkan dua tangannya di leherku.

Quote:      "Aku seneng banget hari ini… kamu udah maafin aku.. juga percaya sama aku.. Ingatlah satu hal.. aku adalah milikmu, nggak peduli yang keberapa.."

      "Aku pernah mendengar kata-kata kayak gitu.. dan omongan semacam itu nggak bisa dipercaya.." kataku.

       "Dita ya..?! Tapi aku bukan Dita.. dan akan kubuktikan kata-kataku.."

      "Kita lihat aja kedepannya.." jawabku.

      Dinda memelukku dan memagutku sekali lagi. "Aku pulang ya sayang.. makasih buat semua ini.."

      "Hati-hati.." kataku.


      Kupandangi kepergian Dinda sampai masuk ke mobilnya dan mobil itupun jalan meninggalkan halaman kosan. Dalam hati terjadi perdebatan, haruskah aku menerimanya..? Tapi aku nggak mau kejadian itu terulang, meski kami baru saja berbuat dosa, tapi aku belum bisa percaya lagi sama perempuan, kecuali ibu dan adikku.


Lanjut bawah lagi gan sist..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
andir004 dan 86 lainnya memberi reputasi
87 0
87
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 6 balasan
HITAM Season 2
14-05-2021 17:07

Lanjutan

      Malam hari sehabis maghriban, aku keluar bareng Cindy buat makan malam, nyari makan di seputaran gor. Dan kulihat lagi mobil merah dengan knalpot blong itu, ternyata mereka sering beredar di sekitar sini juga, sepertinya aku harus membiasakan diri melihat mereka. Cindy udah melihatku dengan kuatir, tapi aku emang nggak menggubris hal semacam itu, biarlah Dita sebahagianya aja..

      Kami balik ke kosan jam 7 malam. Dan kali ini ada mobilnya Erin di depan kosan, dia pasti berada di kosannya Kinara. Tanpa menggubrisnya aku langsung naik ke lantai dua bareng Cindy. Sampai di kamar. Kubuka laptop di meja kecilku untuk meneruskan desain kaos distro. Tapi kemudian ada chat masuk di hp ku, ternyata udah ada ada tiga pesan dari nomor berbeda.

Quote:emoticon-mail    "Makasih buat yang tadi.." dari Dinda.

      "Ntar malam kamu jadi ke sini kan..?" dari tante Silvy.

      "Gue tungguin lu di kosan.. ini gue dikosan Kinara.." dari Erin.

emoticon-mail     Dan yang kubalas cuma chatnya Erin doank. "Gue udah ada di kosan.."


      Kuletakkan hpku dan mulai fokus pada laptop. Salma duduk tenang di sebelahku, dia sama sekali nggak ngebahas tentang tadi siang, bahkan mengingatkan aja nggak sama sekali. Nggak lama kemudian Erin nyelonong masuk kamar, pintunya emang kubiarin terbuka.

Quote:      "Maaf lahir batin ya Ndra.." Erin menyalamiku.

      "Iya sama-sama Rin.. mungkin nggak sengaja gue udah berbuat salah sama elu.." kataku.

      "Elu ngerjain tugas itu? Baru aja masuk kok udah ada tugas..?"

      "Bukan kok.. ini desain kaos buat distro.." jawabku.

      "Distro nya siapa..?"

      "Gue, Yudi sama Daffa patungan bikin usaha kecil, ya distro tadi.. di seputaran alun-alun.." kataku.

      "Wah.. ternyata elu udah punya usaha sampingan ya.. salut gue.."

      "Cuma kecil-kecilan yo.."

      Erin duduk di sebelahku dan ikut memperhatikan layar laptop. "Jadi desain kaos sama sablon kalian buat sendiri gitu..?"

     "Iya.. sablon sama bordir, kaos, topi, jaket.." kataku.

     "Nggak nyangka gue, berarti ketinggalan berita ini.."

      "Halah.. cuma kecil aja.. kapan-kapan lu mampir aja kesana .. distro deket bakso di alun-alun sebelah timur.." kataku.

      "Oke kapan-kapan tak mampir.. Btw, elu tadi siang di depan fakultasku tak panggil-panggil nggak berenti.. Kenapa tuh..?"

      "Orang lu lagi mesra jalan sama cowok gitu kok.. nggak mungkin gue ganggu lah.." jawabku

       "Mesra dari mana? Orang dia temenku satu kelas kok.. tadi mau masuk kelas, cuma jalan bareng aja dibilang mesra.."

       "Gue kan nggak tau.. Siapa tu elu udah punya cowok.. ya nggak..?" kataku.

       "Enggak yo.. gue belum punya cowok.. tadi itu cuma temen sekelas.. beneran deh.."

       Jawaban itu membuatku heran, seakan Erin benar-benar berusaha meyakinkan aku, padahal aku sendiri nggak begitu mikirin itu.

        "Udah.. santai aja kali.. kalo bener cowok lu juga nggak papa.." jawabku.

      "Dibilangin gue belum punya cowok kok ngeyel aja.."

      "Iya deh terserah aja, daripada nggak selesai-selesai ntar.." kataku.

      "Lagian elu nya juga gitu…" kata Erin. "Btw, elu beneran putus sama Dita ya..?"

      "Ya begitulah.." jawabku.

      "Nggak nyangka gue.. padahal elu udah segitunya sama Dita, dan dia kayaknya udah sayang banget sama elu.."

      "Hati orang siapa bisa menduga.. ya nggak..?" kataku.

      "Iya juga sih.. jadi sekarang elu jomblo donk.."

      "Bukan jomblo.. tapi single.." jawabku.

      "Halah sama aja kali.."

      "Ya beda lah.. jomblo itu karena nggak dapet-dapet, tapi kalo single itu pilihan, bisa milih single atau pacaran.." jawabku.

     "Bisa aja lu Ndra.." Erin tertawa, duduknya makin merapat padaku. "Terus elu nggak usaha buat deketin Dita lagi.."

      "Tau lah Rin… kalo dia nya udah nggak mau.. terus gue bisa apa..?" kataku.

       "Iya juga sih.. tapi kayaknya elu nggak perlu kuatir soal itu.. banyak cewek yang suka sama elu.."

      "Halah.. kata siapa..? Ngimpi kali.." jawabku.

       "Beneran yo.. elu nya aja yang kurang peka sama tanda dari cewek.."

       "Bukannya nggak peka, tapi gue emang nggak bisa baca pikiran cewek.. cuma pake tanda aja nggak mungkin bisa ngerti.. harusnya diomongin.." kataku.

       "Yo nggak mungkin kalo cewek yang ngomong duluan.."

       "Mungkin aja.. jaman udah emansipasi gini.." kataku.

       "Wuu.. itu udah beda kasus kali.."


       Kini Erin udah duduk nempel padaku. Sedangkan aku fokus ke layar laptop. Untuk beberapa saat kami terdiam, suasana jadi sepi, detak jam dinding seakan terdengar makin jelas. Salma pindah ke tempat tidur dan rebahan di sana. Mendadak kepalanya Erin diletakkan di pundakku, tangan kirinya melingkar di pinggangku sebelah belakang.

Quote:    "Makin lama gue kenal sama elu, gue makin yakin kalo elu emang beda dengan cowok lain.."

     "Ya jelas beda.. mana ada dua orang yang sama persis?"

     "Ihh.. Bukan gitu maksudku.."

     "Ow gue tau.. gue ini orang aneh, lain dari yang lain.. bahkan menyerempet ke gila.."

      Erin tertawa. "Bukan gitu yo.. elu ini ngerusak suasana aja deh.. inilah yang gue sebutin kalo lu nggak peka tadi.."

     "Terus beda gimana..?"

     "Elu itu tulus.. apa-apa lu lakuin dari hati, kayak ngebantu orang misalnya.. Elu juga lebih suka bertindak daripada ngomong.."

      "Halah.. gue nggak sebaik itu.. masih banyak hal buruk yang gue lakuin.." kataku.

     "Tuh.. dengan ngaku kayak gitu aja elu udah nunjukin kalo elu orang baik kok.." kata Erin. "Gue heran deh sama Dita, cowok sebaik elu kok ditinggalin begitu aja, gue inget waktu kkn dulu.. elu sampe tiap minggu dibela-belain kesana.."

     "Kayak yang gue bilang tadi.. hati orang mana ada yang tau.. lagian gue udah bilang tadi, gue nggak sebaik yang lu pikirin.." kataku.

     "Yang nilai bukan lu sendiri, tapi orang lain.. dan menurut gue, elu itu cowok baik.."

     "Hadeh.. dibilangin kok.. yaudah terserah aja.." kataku.

     "Kalo gue jadi Dita, gue nggak akan lepasin lu sampe kapanpun.."

     "Udah deh.. jangan bikin kepala gue tambah gede.." kataku.

     Erin ketawa ngakak. "Gue cuma ngomong apa adanya kok.."


    Kembali kami terdiam. Satu desain yang tadinya baru setengah jadi, kini udah selesai, maka kuterusin ngebuat desain baru lagi dari awal, mulai dari sketsa, sampai memperhalus garis-garis, sampai pada pewarnaan. Erin tetep terdiam dengan kepala bersandar di pundakku dan tangan kiri melingkar di pinggangku.

Quote:    "Coba elu sebutin warna yang elu suka.." kataku.

     "Merah.." jawab Erin tanpa ragu.

     Maka kutambahkan warna merah pada desain itu. Erin menatapku dan tersenyum manis.

     "Boleh ngasih saran nggak..?"

     "Ya boleh lah.." jawabku.

     "Bagian ini di kasih merah juga.. sama yang ini dikasih tepian biru.

     Kuikuti apa yang diomongkannya. Kembali Erin tersenyum manis.

     "Elu bakal lihat warna kesukaanmu berada di gambar kaos ntar.."


     Sekali lagi Erin tersenyum, kini tangan kanannya ikut melingkar di perutku, dia memelukku dari samping, bisa kurasakan ada sesuatu yang menekan lengan kananku. Kulihat Erin tampak berpikir sesuatu. Kuterusin aja mewarnai desain itu, kutambahkan beberapa warna lagi dan juga sedikit coretan.

Quote:      "Gue heran, kok gue kayak pengen ketemu terus sama elu ya.. mau ke rumah lu juga nggak tau dimana.."

       "Ceritanya gue digombalin nih..? Hehe.." kataku sambil nyengir.

       "Beneran yo.. orang gue sendiri juga bingung.. nggak biasanya gue kayak gini ke cowok.."

       "Mungkin elu udah kena pelet gue kali.." kataku

       "Eh.. Iya juga ya.... emang lu bisa..!?"

       "Jelas nggak bisa lah.. haha.."

       "Dasar..! Tapi kalo elu yang melet, gue mau kok.. hihi.."

        "Nggak jelas banget.. mana ada orang dipelet kok pasrah gitu.. elu ngegombal lagi nih.." kataku.


        Erin ketawa ngakak. Lalu suasana kembali sepi. Aku masih fokus ke layar. Saat aku tengok ke arahnya, ternyata dia sedang menatapku, wajahnya deket banget dengan wajahku. Bisa kulihat matanya yang bundar dan bening itu, berlapis eyeshadow dan ditambah eyelashes, membuat mata itu makin indah aja.. eh.. emoticon-Ngakak (S)  Bibir itu terlalu menggoda buat dilewatkan, maka kuserobot aja sekalian. Erin tampak terkejut.

Quote:    "Ehh.. Ngagetin aja deh.. udah nggak ada Dita, mulai nakal ya.."

     "Salah sendiri, ngapain deket-deket gitu.." jawabku.

     Kukira dia akan marah, tapi ternyata nggak. Kembali dia menyandarkan kepalanya, pelukannya makin erat. Dan dia berbisik.

     "Badan lu masih hangat kayak dulu.. nyaman banget deh.. kayaknya gue mulai kangen deh sama elu.."

      "Jangan lah Rin.. gue nggak mau elu kecewa nantinya.. gue nggak mau bikin cewek nangis.. jangan ya..?" kataku.

      "Tapi udah terlanjur Ndra.. lagian tadi elu udah nyium gue gitu.."

      "Hehe..  ya maaf.. gue khilaf tadi.. Tapi sebelum terlambat, lebih baik elu ilangin duluan.."

       "Khilaf kok disengaja.. Gue nggak mau ngilangin.. biar gue nikmati dulu rasa kangen dan sayang sama seseorang.."

      Kata-kata itu terdengar sangat aneh di telingaku. "Gue ngasih tau ke elu duluan nih.. daripada elu sakit dan kecewa ntar.."


       Erin cuma diam aja nggak menjawab, dan saat kutengok dia lagi, ternyata wajahnya deket banget dengan wajahku. Dan tau-tau bibir kami telah bertemu lagi. Kali ini dialah yang mendominasi. Entah berapa lama hal itu berlangsung, dan dia melepasnya saat udah kehabisan napas. Dan napas Erin jadi memburu, dia makin erat memelukku. 

    Mungkin aku telah membuat kesalahan besar karena ngelakuin ini, tapi seakan aku nggak peduli, mata hati kayak udah beku tertutupi. Nggak ada lagi kata benar atau salah. Aku berbalik menghadap ke Erin, sekalian kupeluk dia dengan erat, kembali bibir kami bertemu. Suasana jadi panas. Dan beberapa menit kemudian Erin melepasnya, wajahnya udah sangat merah.

Quote:    "Gue minta maaf Rin.. nggak seharusnya gue ngelakuin ini.. karena kita cuma temen.. ini semua salah.." kataku.

      "Jangan kuatirkan soal itu.. gue yang udah memulai ini semua.. karena gue sadar kalo udah mulai sayang sama elu…"

      "Apa elu nggak inget kata-kata gue tadi..?" tanyaku.

      "Soal kecewa dan sakit hati..? Gue nggak peduli itu, dipikir ntar-ntar aja.. yang penting sekarang gue udah lega karena udah bilang ke elu.." Kembali Erin memelukku dan menenggelamkan kepalanya di dadaku. "Gue udah nyaman sama lu.. sama pelukan lu ini.."


      Aku nggak tau harus gimana, jadi kubiarin aja dia memelukku, sementara kuteruskan kerjaanku mendesain. Jam udah menunjuk di angka 9 malam, udah saatnya Erin pulang, daripada kepergok tante Silvy. emoticon-Hammer (S)  Dari awal ini emang udah salah besar. Kulepaskan pelukan Erin.

Quote:      "Udah malem.. ntar lu pulang kemaleman lho.." kataku.

      "Bentar lagi lah.."

       "Nggak bisa gitu.. elu cewek naik mobil sendirian malem-malem, kan nggak aman.."

       Erin tersenyum manis. "Perhatian banget.. so sweet.. Oke deh.. gue pulang sekarang.. tapi gue boleh kesini lagi kan..?"

       "Ya boleh lah.. nggak ada yang ngelarang elu main kesini kok.." kataku.

     "Makasih buat semuanya.. Gue sayang sama elu Ndra.."


     Aku nggak bisa jawab omongannya itu, karena emang aku nggak tau harus jawab gimana. Erin beranjak dari pangkuanku, dan dia memelukku sekali lagi, memagut bibirku dengan hangat. Lalu dia berjalan keluar kamar. Kuantar Erin sampai ke mobilnya, entah kenapa aku mau aja ngelakuin itu, padahal Dinda tadi siang juga nggak kuantar ke mobilnya. Saat kami jalan itu, senyum Erin nggak lepas-lepas dari bibirnya, entah kenapa dia kayak seneng banget gitu.

     Setelah mobilnya Erin menghilang dari pandangan, aku masuk ke halaman kosan. Aku nggak nyadar kalo pintu kosan Kinara masih terbuka, dia berada di dalam dan melambai ke arahku. Kudekati dia dan masuk ke kamarnya, dia cuma pake TT putih dan celana pendek doank. emoticon-Hammer (S)

Quote:      "Elu nggak kedinginan apa pake kayak gitu?" tanyaku.

      "Nggak lah.. orang mau tidur juga.."

      "Tapi lu udah manggil gue gini.. lu kira gue maho apa..?" kataku.

      "Kenapa? Lu seneng lihat ginian? Dasar mesum lu.."

      "Bukan mesum.. tapi kan udah terpampang di depan mata gini, bukan salah gue lah..." kataku.

      "Nggak jelas banget deh.. Gue mau nanya.. itu cewek-cewek pada senyum-senyum abis ketemu elu, emang udah lu apain mereka?"

      "Hadeh.. nggak nyangka kalo elu kepo juga.." kataku.

      "Kepo pala lu..Mereka temen-temen gue lho.. awas aja kalo macem-macem.."

      "Hadeh.. mereka senyum itu tandanya lagi seneng, harusnya lu bersyukur karena gue bisa ngebuat temen-temen lu seneng. Kalo gue macem-macem, pasti mereka nggak akan senyum gitu.." kataku.

      "Iya juga sih.."

      "Kalo gue mau macem-macem, gue milih sama elu aja… haha.."

      "Mulai kumat ya lu..?" kata Kinara.

      "Eh.. nggak macem-macem ding.. satu macem aja udah cukup kok.."

      "Elu beneran kumat gilanya deh.." kata Kinara sambil memukul lenganku. "Serius nih…! tadi siang tante Silvy dan Dinda, abis ketemu elu terus senyum-senyum, sekarang gantian Erin. Sebenernya elu ada apanya sih Ndra?!"

       "Diem-diem lu suka stalking juga ya.. gue nggak tau kenapa, elu tanya sendiri aja sama mereka.." 

      "Gue nanya ke elu kok.." kata Kinara.

      "Kalo lu pengen tau ya.. kita semacam aja, nggak sampe macam-macam.. elu ntar pasti tau deh.. haha.."

       "Ngomong sama elu lama-lama gue ketularan gila tau nggak.."

      Aku cuma ketawa ngakak sambil ngeloyor pergi dari kamar Kinara.

      "Heh.. diajak ngomong malah ngeloyor aja.."

       "Gue ngantuk.. mau tidur.."


        Tanpa memperdulikan gerundelan dari Kinara, aku naik menuju kamarku. Baru dua minggu putus dengan Dita, tapi aku udah menggila. Sepertinya aku emang udah bener-bener gila, dalam satu hari aku udah main api sama tiga cewek berbeda. Tapi kalo kupikir-pikir, sebenarnya emang menyenangkan jadi kayak gitu, single dan bebas ngelakuin apa aja. Selama ini aku belum pernah ngelakuin hal kayak gitu, jadi kayak ngerasain suatu sensasi baru. Apa sebaiknya aku jadi badboi aja.. atau malah fakboi sekalian? emoticon-Ngakak (S)

        Dalam 24 jam terakhir ini benar-benar penuh dengan keanehan. Mulai Dita yang nangis saat ketemu aku, Citradani yang berubah drastis, tante Silvy yang kukira udah lepas, tapi ternyata malah makin dekat, sampai Dinda dan Erin. Bahkan Salma pun juga ikut bertingkah aneh. Ada suatu misteri yang perlu dipecahkan, tapi aku terlalu malas untuk memikirkannya. Biar semua kebuka dengan sendirinya..


bersambung…



145

Diubah oleh Mbahjoyo911
profile-picture
profile-picture
profile-picture
andir004 dan 104 lainnya memberi reputasi
105 0
105
Lihat 22 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 22 balasan
HITAM Season 2
14-05-2021 17:13
Inyong bensin mbah hehe
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senja87 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
14-05-2021 17:27
Amazing, triple update
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senja87 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
14-05-2021 17:36
Trimakasih mbah,buat Thr lebarannya,sampe 3 chapter...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
14-05-2021 17:38
wah banyakan updatenya tapi malah makin bikin penasaran 😭😭
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 218 dari 258
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
seumur-hidup-dibalik-penjara
Stories from the Heart
just-a-little-kitten-tamat
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
B-Log Collections
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia