News
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Ikuti Surveynya, Dapatkan Badge-nya! Klik Disini
13
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/609b89645d50816b58095dbf/sistem-hukum-nasional-dalam-perspektif-feminisme
        Indonesia adalah a state of law. Itu artinya, seperti negara mana pun di dunia ini, Indonesia mempunyai sistem hukum dalam menjalankan pemerintahannya. Definisi sistem adalah unsur-unsur yang membentuk suatu kesatuan, sementara hukum adalah peraturan-peraturan yang disetujui orang banyak dan bersifat mengikat. Menurut Handri Raharjo (2018), sistem hukum terdiri dari bagian-bagian keci
Lapor Hansip
12-05-2021 14:53

SISTEM HUKUM NASIONAL DALAM PERSPEKTIF FEMINISME

SISTEM HUKUM NASIONAL DALAM PERSPEKTIF FEMINISME   

    Indonesia adalah a state of law. Itu artinya, seperti negara mana pun di dunia ini, Indonesia mempunyai sistem hukum dalam menjalankan pemerintahannya. Definisi sistem adalah unsur-unsur yang membentuk suatu kesatuan, sementara hukum adalah peraturan-peraturan yang disetujui orang banyak dan bersifat mengikat. Menurut Handri Raharjo (2018), sistem hukum terdiri dari bagian-bagian kecil sistem dengan fungsi berlainan dari satu bagian sistem dengan sistem lainnya.

   Sistem hukum di Indonesia sendiri merupakan rule of law yang merupakan gabungan dari hukum pada masa penjajahan Belanda yang telah digubah, hukum agama-agama yang ditetapkan secara resmi di Indonesia, dan hukum adat. Sistem rule of lawbersumber dari sistem hukum Eropa Kontinental yang menjadikan hukum tertulis (undang-undang) sebagai sumber hukum. Meskipun tujuan dari penerapannya adalah supaya setiap warga negara mendapatkan kepastian hukum, pada praktiknya, tujuan ini masih jauh dari kata berhasil. Masih banyak masyarakat yang tidak mendapatkan perlindungan hukum yang layak, terutama mereka yang berjenis kelamin perempuan.

   Sementara itu, menurut Najmah dan Khatimah (2003), definisi feminisme adalah sadarnya seseorang terhadap opresi yang menimpa kaum perempuan di lingkungan keluarga, lingkungan kerja, dan masyarakat, yang mencakup kesadaran untuk mengubah kondisi tersebut. Feminisme adalah gerakan yang menginginkan equality atau kesetaraan antara perempuan dan laki-laki.

   Dalam kaitannya dengan aliran feminisme, sistem hukum di Indonesia dapat dibilang masih gagal dalam menegakkan dan melindungi hak-hak kaum perempuan. Masih banyak norma-norma hukum yang melanggengkan nilai-nilai patriarki yang merugikan perempuan dan menempatkan perempuan sebagai makhluk subordinat. Lihat saja bagaimana tingginya angka kasus kriminalisasi perempuan dalam kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga.  Berdasarkan data Pengaduan Komnas Perempuan sejak 2011 sampai 2013, sebanyak 60 persen korban KDRT mengalami kriminalisasi di mana 10 persen di antaranya dikriminalkan lewat UU PKDRT. Ya, peraturan yang seharusnya digunakan untuk melindungi korban kekerasan pada praktiknya malah digunakan untuk mengkriminalkan korban yang sebagian besar adalah perempuan. Hal ini tidak terlepas dari bagaimana Aparat Penegak Hukum (APH) masih belum memprioritaskan kepentingan korban dan malah mempersulit proses pengaduan korban kekerasan, seperti kewajiban menghadirkan saksi yang jumlahnya ditentukan undang-undang, menolak menerapkan Penetapan Perlindungan bagi korban, sampai menjerat kembali perempuan sebagai pelaku KDRT dikarenakan adanya perlawanan dari korban perempuan ketika KDRT memuncak atau alasan pencemaran nama baik.

   Bukti lain dari lemahnya penegakan perlindungan hukum bagi kaum perempuan dalam sistem hukum Indonesia adalah tidak adanya peraturan yang mengatur tentang kasus kekerasan seksual. Selama ini, jika ada perempuan yang menjadi korban kekerasan berbasis gender, baik itu kasus pelecehan maupun pemerkosaan, seringkali hak-hak korban untuk mendapatkan keadilan dikesampingkan. Ketika korban perempuan melaporkan kekerasan yang didapatkannya kepada pihak kepolisian, korban malah disalahkan kembali (victim blaming) dan diberi stigma negatif. Pertanyaan-pertanyaan yang tidak sensitif, tidak relevan, dan tidak membantu dalam proses penyelidikan justru paling sering dipertanyakan oleh pihak yang berwenang. Belum lagi kewajiban bagi korban untuk membuktikan bahwa dirinya adalah korban dengan menyertakan bukti fisik. Jika korban tidak dapat membuktikan secara fisik, maka kasus kekerasan dianggap tidak valid karena tidak sesuai dengan unsur-unsur pemerkosaan dalam KUHP, yaitu “unsur paksaan”.

   Rendahnya kasus kekerasan seksual yang mendapatkan penanganan dan tingginya angka kriminalisasi terhadap korban perempuan yang melaporkan kekerasan yang didapatkannya adalah sinyal darurat bahwa kita sebagai warga negara Indonesia perlu segera melakukan perbaikan terhadap sistem hukum yang ada. Melakukan pengesahan terhadap Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) dapat menjadi langkah dini untuk menghapus ekosistem hukum yang tidak ramah terhadap perempuan. Selanjutnya, menghapus pasal-pasal bermasalah dalam undang-undang yang rentan menjerat kaum perempuan dapat diupayakan jika kita semua memang menginginkan Indonesia yang bebas dari penindasan berbasis gender.

Penulis : Adinda Saskia Herlambang

Nim       : 191011500113

Tulisan dibuat guna memenuhi tugas salah satu mata kuliah

Dosen pengampu : Amelia Haryanti S.H., M.H

profile-picture
profile-picture
profile-picture
extreme78 dan 6 lainnya memberi reputasi
-3
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Post ini telah dihapus oleh KS06
SISTEM HUKUM NASIONAL DALAM PERSPEKTIF FEMINISME
12-05-2021 15:07
Saat ini bukan nya

Paham Feminisme (dalam kesetaraan gender) makin surut di Indonesia

Maraknya polygamy di kalangan tertentu




Dan banyak nya kasus cerai ( Talak 3) yang di lakukan sang suami ke pihak wanita (istri)

Banyak kasus pernikahaan dini yang di alami wanita

juga pernikahan paksa atau ka-win kontrak (bahasa halus dari jual beli wanita)

Di kalangan tertentu!




Contoh terbaru

istri UAS setelah menikah malah memakai nigab yang cuma terlihat matanya saja


Pembodohan, Penindasan terhadap hak hak dasar wanita Indonesia atas dasar ke agamaan dan dalam lembaga pernikahan di kalangan masyarakat Indonesia saat ini!

Bagaimana paham Feminisme bisa berkembang subur di Indonesia?

Apakah wanita indonesia punya pilihan ?

Seperti para wanita di ujung barat di provensi Aceh?

Bisakah para wanita aceh bicara soal feminisme!






Praktisi wanita yang semesti nya melindungi para wanita

Malah sebalik nya jadi juru bicara keagamaan kalangan tertentu

Menjadi lembaga legalisasi yang melakukan penindasan kewanitaan bagi kalangan ke agamaan tertentu tersebut


Contoh nyata

Adalah istri pembom surabaya yang mengecap pendidikan perguruan tinggi sampai ke luar negri (bahkan ada menerbitkan buku) yang merupakan bukti nyata hasil dari paham feminisme, tetapi tetap saja tak berdaya dalam pembodohan, pencuci otak dan penindasaan keagamaan dari kalangan tertentu

Feminisme Indonesia sudah tercabik cabik

Sudah lama masuk tong sampah di Indonesia

Diubah oleh daimond25
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
1 0
1
SISTEM HUKUM NASIONAL DALAM PERSPEKTIF FEMINISME
12-05-2021 15:13
Tahu t1t1d gak?
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
1 0
1
SISTEM HUKUM NASIONAL DALAM PERSPEKTIF FEMINISME
12-05-2021 15:21
feminisme my ass lah
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
1 0
1
SISTEM HUKUM NASIONAL DALAM PERSPEKTIF FEMINISME
12-05-2021 15:23
Cantik bgt ts nya.. mau jd pacar aa gk emoticon-Malu (S)
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
1 0
1
SISTEM HUKUM NASIONAL DALAM PERSPEKTIF FEMINISME
12-05-2021 16:56
Feminis ga tau, taunya femina (majalah) emoticon-Leh Uga
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
1 0
1
SISTEM HUKUM NASIONAL DALAM PERSPEKTIF FEMINISME
12-05-2021 17:15
Topik yang bisa panjang ini kalo gak ada batasan
Bisa kemana mana
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
1 0
1
SISTEM HUKUM NASIONAL DALAM PERSPEKTIF FEMINISME
12-05-2021 18:42
setuju dek dinda, tukeran no wa yuk emoticon-Malu
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
1 0
1
SISTEM HUKUM NASIONAL DALAM PERSPEKTIF FEMINISME
12-05-2021 20:09
Sini dek abang bantuin buat tugas kuliah emoticon-Kiss
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
1 0
1
SISTEM HUKUM NASIONAL DALAM PERSPEKTIF FEMINISME
12-05-2021 20:48
Feminax, obat anti nyeri haid
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
1 0
1
SISTEM HUKUM NASIONAL DALAM PERSPEKTIF FEMINISME
12-05-2021 21:43
Masih timpang sih setau ane karna kaum hawanya sekalipun intelektual masih terdoktrin ajaran agama.
Sebenarnya tidak salah menuruti ajaran agama namun sikapi dgn bijak karena ada yg sudah tidak sesuai kehidupan kaum hawa yg skrg.
Kaum hawa mank lemah secara fisik tapi bkn secara pola pikirnya.
Ada kemajuan pesat bila di sandingkan lifestyle jaman dulu.
Kaum hawa skrg terdidik sama dgn kaum adam tingginya.
Namun sayangnya lagi kaum yg di garis depan memperjuangkan hak yg sama dgn kaum adam masih terkekang dgn agama emoticon-Hansip
Diubah oleh extreme78
profile-picture
profile-picture
daimond25 dan gabener.edan memberi reputasi
2 0
2
SISTEM HUKUM NASIONAL DALAM PERSPEKTIF FEMINISME
12-05-2021 23:54
Kekerasan seksual yang terjadi pada cewe jaman sekarang banyak bet gan 🤧 mau yang masih kecil atau udah gede nga Mandang gan 🤧
0 0
0
SISTEM HUKUM NASIONAL DALAM PERSPEKTIF FEMINISME
15-05-2021 11:51
0 0
0
SISTEM HUKUM NASIONAL DALAM PERSPEKTIF FEMINISME
31-05-2021 04:28
ehee. komnas ham dan perempuan kayaknya juga kurang menangani secara global permasalahan ini
soalnya entu kan karena yang diusut kebanyaakan yang sudah ter blow up. heu, kayak mana ya gansis?
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia