Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

  • Beranda
  • ...
  • Sista
  • Does Virginity Still Important In Indonesian Culture?

adindaptrarnAvatar border
TS
adindaptrarn
Does Virginity Still Important In Indonesian Culture?
Topik kali ini cukup sensitif tapi menarik banget untuk dibahas. Ok, berapa banyak dari orang Indonesia yang masih skeptis dengan “keperawanan seorang wanita”? Ini bukan menjadi hal yang jarang ditemui lagi melainkan banyak banget masyarakat yang masih memandang wanita hanya dari “Dia perawan gak sih?” “Masa iya dia masih perawan?” “Masa iya dia udah nggak? Kelihatannya kalem gitu” dan banyak lagi persepsi dan perkataan lainnya yang dikatakan netizen mengomentari hidup seseorang.


Apa itu Virginity sendiri? Virginity atau yang biasa dikatakan sebagai keperawanan adalah wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual dengan lawan jenis. Indonesia sendiri adalah negara yang masih menjunjung tinggi akan keperawanan seseorang. Tidak banyak wanita yang mau menceritakan atau mendapatkan bantuan jika mereka memiliki masalah dengan keperawanan atau menjadi korban pemerkosaan.


Does Virginity Still Important In Indonesian Culture?

Photo by  mentatdgt  from Pexels



Kehilangan keperawanan tidak semerta-merta karena berhubungan seksual, melainkan memiliki beberapa faktor lainnya seperti kecelakaan dan hal yang tidak disengaja. Banyak kaum lelaki yang masih tidak membuka mata mereka bahwa nilai wanita tidak hanya dari keperawanan mereka, tetapi juga banyak faktor dari wanita yang masih menjadi kekuatan yang mereka miliki. Hati yang penuh kasih sayang dan lemah lembut sudah menjadi dasar yang dimiliki kaum hawa.


Pergaulan di Indonesia selama 1 dekade terakhir, seharusnya bisa menghilangkan mindset dan sikap menilai wanita hanya berdasarkan keperawanan yang mereka miliki. Mudahnya zaman sekarang pergi ke club malam, melakukan prostitusi dan berbagai hal lainnya yang mengarah kepada topik tersebut, tidak hanya dilakukan oleh satu orang melainkan berpasangan. Tetapi, sangat jarang lelaki yang mendapatkan persepsi negatif dengan alasan bahwa tidak akan terlihat mana lelaki yang perjaka dan mana yang tidak.


Banyak kasus yang menyeret perempuan sehingga ia kehilangan keperawanan mereka di Indonesia, tetapi banyak stigma negatif yang hanya diberikan kepada perempuannya saja. Tentu masalah keperawanan menjadi hal yang sangat sensitif untuk wanita. Setiap wanita pasti ingin menjaganya, tetapi terkadang hidup menunjukkan jalan lainnya. Stigma mengenai virginity di Indonesia harus dihilangkan. Omongan pedas atau berbagai perkataan yang menyudutkan wanita mengenai status virgin mereka tidak seharusnya menjadi hal yang wajar dilakukan. 


Terang-terangan mengakui bahwa diri kita virgin mungkin hal yang wajar dilakukan bagi wanita yang belum melakukannya, tapi apakah hal tersebut tidak menyinggung wanita lainnya? Beberapa masyarakat, tidak mau dengar dan tidak mau tau tentang bagaimana keperawanan seorang wanita diambil. Tidak semua wanita setuju saat itu dilakukan, tapi tidak semua wanita dapat melakukan sesuatu ketika itu terjadi. Tubuh seorang manusia menjadi hak dari individu tersebut untuk mengaturnya atau kemana ia akan berjalan dan apa yang mereka mau lakukan.


Masih banyak ditemui bahwa lelaki berkata “Gue gak mau nikah sama dia karena dia udah gak perawan, masa pake bekasan”. Apakah kata-kata tersebut wajar untuk dikeluarkan? Tentu itu menyakiti hati orang lain, dan membuat tidak adanya rasa percaya diri. Ketika sudah menjalani suatu hubungan dan sayang dengan orang lain, seharusnya kita bisa menerima dan mau tumbuh bersama. Bukan memojokkan pasangan kita dan menilai itu hanya kesalahan yang ia lakukan secara tunggal.


Kesetaraan gender sudah menjadi motto yang banyak dibicarakan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Aspek penting dalam hal tersebut adalah walaupun laki-laki dan perempuan melakukan kesalahan yang sama, tidak bisa hanya menyalahkan salah satu gender saja. Membuka pikiran terhadap hal-hal baru memang sulit bagi sebagian orang, tapi itu lah yang akan membawa kepada perkembangan. Menghargai orang lain tidak hanya dengan semata-mata dengan memuji mereka tetapi juga menghormati apa yang harusnya diketahui dan tidak.


Pemerkosaan menjadi salah satu aksi di mana banyak wanita kehilangan keperawanan mereka. Hal tersebut juga meninggalkan bekas trauma yang mendalam bagi beberapa korban yang menyebabkan sulitnya menata kembali hidup yang mereka miliki. Trauma ini banyak memimpin ke beberapa kegiatan untuk menjadi pelampiasan dari kesedihan dan beban yang mereka miliki seperti tidak mau makan, melakukan cutting atau bahkan ketakutan untuk mendapatkan pertolongan mental. Faktor untuk seorang wanita yang menjadi korban takut untuk mendapatkan pertolongan adalah adanya mindset masyarakat yang negatif tentang wanita yang kehilangan keperawanan mereka. 



Does Virginity Still Important In Indonesian Culture?

Photo By bbc.com


Korban akan merasakan ketakutan untuk diketahui masalahnya walaupun oleh orang terdekat. Akibatnya ia tidak mendapatkan pertolongan yang sebenarnya sangat dibutuhkan untuk menyemangati diri mereka dan mensupport. Tidak hanya kaum lelaki, masih banyak kaum hawa yang bahkan menjatuhkan wanita lainnya dengan hal ini. Tidak mau berteman, membicarakan di belakang, memberikan informasi valid ini kepada khalayak luas untuk mendapatkan perhatian, merupakan beberapa tingkah yang dilakukan terkait kasus mengenai keperawanan. 


Seharusnya kita sebagai seorang masyarakat, harus tumbuh dewasa dan tumbuh seiring dengan zaman yang terus berlalu. Setiap orang memiliki hak masing-masing yang tidak bisa dicampur tangankan oleh orang lain. Kita juga tidak bisa menilai apa yang mereka lakukan itu salah dan benar karena pada akhirnya tanggung jawab terdapat di tangan mereka sendiri. Menghormati setiap manusia adalah kewajiban tanpa terkecuali dan tidak pandang bulu. Setiap wanita memiliki kehormatannya sendiri dan tidak bisa dihilangkan hanya karena masalah keperawanan.


Stigma negatif tentang Virginity tidak bisa dihilangkan 100% tetapi setidaknya bisa diminimalisir. Jika sista calon mertua, jangan memandang calon menantu hanya dari perawan atau tidak, melainkan juga hatinya dan bagaimana ia berusaha untuk menjadi versi diri terbaiknya untuk anak kalian. Jika sista adalah seorang ibu yang memiliki anak dengan kasus ini, hargai anak kalian dan apapun penyebab hal itu terjadi. Kalian adalah makhluk yang memiliki andil besar dalam hidup mereka. Dukungan akan menjadi hal yang sangat berharga. 



Does Virginity Still Important In Indonesian Culture?

Photo by  Andrea Piacquadio  from Pexels 


Jika sista adalah seseorang yang mengalami kasus direndahkan hanya karena keperawanan, mengalami trauma pemerkosaan atau membutuhkan bantuan tentang permasalahan ini, jangan takut untuk berbicara dan memberikan pendapat. Tidak semua hal akan menjadi baik jika kita tidak berusaha memperbaikinya. Untuk masyarakat Indonesia tidak peduli wanita atau laki-laki, tidak boleh ada perbedaan pandangan jika keduanya melakukan bersama. Memperhatikan apa yang harus ditanyakan kepada kaum hawa dan tidak menilai hanya dari Virginity harus ditanamkan pada budaya masyarakat Indonesia.  




Diubah oleh adindaptrarn 09-04-2021 03:51
cheria021
husnamutia
boxculvert
boxculvert dan 23 lainnya memberi reputasi
22
8.6K
262
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sista
SistaKASKUS Official
4KThread7.9KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.