- Beranda
- Tribunnews.com
4 Fakta Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita, Pelaku Sembunyi 3 Hari seusai Cekik Korban
...
TS
tribunnews.com
4 Fakta Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita, Pelaku Sembunyi 3 Hari seusai Cekik Korban
TRIBUNWOW.COM - Polisi mengungkap fakta terbaru kasus pembunuhan dua wanita di Medan, Sumatera Utara.
Dikutip dari Tribun Medan, dua wanita yang tewas diketahui berinisial RF (21) dan AC (13).
Keduanya tewas seusai dicekik oleh oknum polisi Aipda Roni Syahputra (RS) karena pelaku merasa sakit hati.
Jasad keduanya kemudian dibuang di dua tempat berbeda di Medan, hingga akhirnya ditemukan pada Senin (22/2/2021).
Dua Sahabat Bertetangga, RF (21/kiri) dan AC (13/kanan). Keduanya ditemukan tewas di dua lokasi berbeda. Jasad RF ditemukan di Jalinsum, Kabupaten Serdang Bedagai. Sedangkan jasad AC ditemukan di Pulo Brayan, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (22/2/2021). (Istimewa via Tribun-Medan.com)
Baca juga: Sosok Oknum Polisi yang Bunuh 2 Wanita di Medan, Pelaku Dikenal Kerap Membolos dan Buat Onar
Berikut fakta selengkapnya:
1. Pelaku Ditangkap setelah Sempat Bersembunyi
Ternyata oknum Polisi Aipda Roni Saputra yang bunuh 2 gadis ditangkap pihak kepolisian di rumahnya daerah Kelurahan Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan.
Usai membawa AC (13) dan RF (21) sejak Sabtu 20 Februari 2021 lalu mengeksekusi keduanya pada Minggu 21 Februari di sebuah hotel kawasan Padang Bulan Medan.
Aipda Roni Saputra membuang jenazah keduanya di dua tempat berbeda pada Minggu malam yaitu di Jalinsum Kecamatan Perbaungan, Serdangbedagai dan di Kelurahan Pulo Brayan Kota, Medan Barat yang ditemukan pada Senin (22/2/2021) pagi.
Kasubbid Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan menjelaskan usai berhasil mengidentifikasi para korban, polisi mendapatkan petunjuk pelaku dan menangkapnya langsung di rumahnya.
"Setelah penyidik berhasil mengidentifikasi korban, barulah kita menemukan titik terang. Terus kita lakukan pengembangan-pengembangan dan kita ketahui pelakunya adalah seorang oknum berinisial RS. Pelaku ditangkap pada Rabu 24 Februari tepatnya di rumahnya di Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan," bebernya, Sabtu (27/2/2021).
Nainggolan menegaskan bahwa cepatnya kasus terungkap adalah bukti ketegasan Ditreskrimum menindak pelaku meski anggota kepolisian sendiri.
"Itulah cepatnya Ditreskrimum menindak, kita tidak pandang bulu, itulah mereka cepat bertindak dan berhasil menemukan pelaku. Dan kita tidak pandang bulu," tegasnya.
Baca juga: Detik-detik Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita di Medan, Pelaku Tak Terima Dikomplain Korban
Saat dikonfirmasi, Plt Kepala Kelurahan Rengas Pulau Elias Padang menyebutkan dirinya tak mengenal wajah pelaku Roni Saputra meski telah ditunjukkan foto.
"Belum kenallah, enggak kenal, kalau tahu lingkungannya aja mungkin bisa kita konfirmasi ke keplingnya," bebernya.
2. Cara Pelaku Hilangkan Jejak
Pembunuhan terhadap AC (13) dan RF (21) yang dilakukan oknum polisi Aipda Roni Saputra (RS), terbilang cukup profesional.
Pasalnya, jenazah kedua gadis muda itu dibuang di tempat berbeda untuk menghilangkan jejak pembunuhan.
Jenazah RF pertama kali ditemukan sopir truk pada Senin (22/2/2021) sekira pukul 01.30 WIB di Jalinsum Kecamatan Perbaungan, Serdangbedagai (sergai).
Sementara jenazah AC ditemukan di Kelurahan Pulo Brayan Kota, Medan Barat pada Senin pagi dengan pakaian loreng-loreng cokelat.
Kedua jenazah terlihat masih dalam kondisi utuh.

Tak terlihat luka yang cukup serius di jenazah korban.
Kasubdit Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan menyebutkan bahwa pelaku membuang mayat keduanya di tempat berbeda untuk membuat alibi khusus.
Serta hal itu dijelaskan untuk menghilangkan jejaknya.
"Alibi khusus, membuat alibi baru dan menghilangkan jejak," tuturnya, Jumat (26/2/2021).
Kata MP Nainggolan, setelah berhasil mengidentifikasi kedua korban, barulah polisi bisa mengembangkan dan mencari pelaku.
"Terus kita lakukan pengembangan-pengembangan dan kita ketahui pelakunya adalah seorang oknum berinisial RS," ujarnya.
Baca juga: Bunuh 2 Wanita, Oknum Polisi Akui Terpaksa Habisi Korban Kedua yang Masih Bocah
3. Dibawa ke Hotel
MP Nainggolan juga menerangkan bahwa kedua korban sempat dibawa oleh pelaku ke hotel kelas melati di daerah Padang Bulan, Medan.
"Jadi setelah permasalahan kemarin, datanglah si korban dengan membawa satu orang temannya. Kemudian si pelaku ngajak mereka pergi. Tiga orang mereka di mobil. Ternyata dia membawa ke salah satu penginapan di daerah Padang Bulan," ungkapnya.
Lalu, Nainggolan menjelaskan di tempat tersebutlah kedua pelaku dieksekusi. Pelaku mencekik leher kedua gadis muda tersebut.
"Di situlah dia melakukan eksekusi dengan cara mencekik kedua korban dan meninggal di tempat," ungkapnya.
Setelahnya, kedua korban dibuang di dua tempat yang berbeda yaitu di Serdangbedagai dan Kota Medan.
"Kemudian pelaku membuang mayatnya di dua tempat. Si PHL (RF) dibuangnya di sekitar Kabupaten Serdangbedagai, sementara temannya di sekitar Kelurahan Pulo Brayan,” kata MP Nainggolan.
Ia menambahkan, ada hubungan antara pelaku dengan korban RF yang bekerja sebagai Pekerja Harian Lepas di Polres Belawan.
"Sakit hati, hanya sakit hati karena si korban itu pegawai harian lepas di Polres Belawan bukan hubungan cinta, mungkin adalah masalahnya," bebernya.
Ia membeberkan saat diperiksa pelaku menyebutkan motif membunuh karena sakit hati.
"Waktu ditanya polisi dia jawab karena sakit hati, kan dia yang tahu," jelasnya.
Terkait, apakah kedua korban juga dirudapaksa oleh pelaku, MP Nainggolan menyebut tak menahu.
"Enggak tahu, teknisnya ke Serse," bebernya.
Diberitakan sebelumnya, jasad AC ditemukan pertama kali oleh Rohmad Efendi, petugas P3SU, pada 22 Febuari 2021 sekira pukul 05.30 WIB kemarin.
Aprilia ditemukan tewas tergeletak di pinggir jalan kawasan Pulo Brayan, Medan Barat, akhirnya terungkap.
"Pada saat kami sedang bertugas seperti biasa untuk mengutip sampah dan kemudian kami melintas di Jalan Budi Kemasyarakatan saya melihat seperti ada sesosok perempuan yang tergeletak di pinggir jalan," katanya, kepada Tribun-Medan.com, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Tampang Oknum Polisi yang Cekik 2 Wanita hingga Tewas, Pelaku Kerap Membolos dan Buat Onar
Saat melihat korban tergeletak, Rohmad bersama rekannya mencoba membangunkan.
"Saya memberitahukan kepada rekan kerja saya dan setelah kami mendekatinya kami melihat memang benar ada sesosok perempuan yang sedang tergeletak," tuturnya.
Lebih lanjut, Rohmad menuturkan ketika dibangunkan ternyata AC sudah tewas, lalu ia dan rekannya langsung melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.
"Kami berusaha membangunkannya dengan cara membunyikan suara klakson mobil namun sosok perempuan tersebut tidak bergerak. Setelah itu kami melaporkan kepada pihak Polsek Medan Barat," ujarnya.
4. Jasad RF di Sergai
Lokasi penemuan jasad RF hanya berjarak sekitar 15 meter dari beberapa rumah makan dan tempat usaha lain di pinggir Jalinsum kawasan Lingkungan Pasiran Kelurahan Simpang Tiga Pekan Kecamatan Perbaungan.
Lokasinya sering dijadikan tempat parkir oleh para sopir truk-truk besar dan tempat beristirahat.
Mutia, pemilik Rumah Makan Keluarga menceritakan jasad RF ditemukan Senin (22/2/2021) dini hari.
"Sekitar jam 01.00 itu bang. Kami taunya dari Budi tukang parkir yang ada di sini baru kemudian kami pun lihat. Kebetulan warung punya kami inikan 24 jam bukanya. Sudah sepi sebenarnya karena memang kalau malam Senin selalu sepi truk-truk nggak banyak yang singgah. Kami nggak ada yang kenal, nggak lama kemudian datanglah polisi," kata Mutia, Selasa (23/2/2021).
Sementara itu, Wina pekerja di rumah makan ini menyebut sebelum polisi datang posisi mayat kaki di atas dan kepala di bawah seperti hendak dibuang dan dijatuhkan dari jalan.
Saat itu tidak ada yang berani memegang jasad korban.
Warga hanya melihat-lihat dari jarak dekat. Ia mengingat kalau saat itu wajah korban tampak membiru.
"Kalau darah kayaknya nggak ada cuma mukanya membiru gitu. Sebenarnya ada juga truk-truk parkir tapi jaraknya berjauhan. Ya mungkin naik mobil itu menurunkan mayatnya, cuma nggak ada nampak pula kami ada mobil berhenti di depan ini," ucap Wina. (*)
Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Usai Cekik Dua Gadis Muda, Aipda Roni Saputra Sembunyi 3 Hari di Rumahnya dan Coba Hilangkan Jejak Pembunuhan, Aipda Roni Saputra Sengaja Buang Mayat 2 Gadis di Tempat Berbeda
Editor: Mohamad Yoenus
Baca juga:
Ardi Dibui seusai Pakai Uang Salah Transfer BCA Rp 51 Juta, Sempat Ingin Kembalikan tapi Ditolak
Tembaki TNI saat Perpindahan Pasukan hingga Terjadi Baku Tembak, Satu Anggota KKB Tewas
Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran hingga 1.000 Meter ke Arah Barat Daya
Kronologi Tukang Tambal Ban Tewas Terlempar ke Aspal seusai Ban Truk yang Ditambal Tiba-tiba Meletus
Detik-detik Penambal Ban Tewas Terpental karena Ban Truk Tiba-tiba Meletus, Kepala Terluka Parah
Dikutip dari Tribun Medan, dua wanita yang tewas diketahui berinisial RF (21) dan AC (13).
Keduanya tewas seusai dicekik oleh oknum polisi Aipda Roni Syahputra (RS) karena pelaku merasa sakit hati.
Jasad keduanya kemudian dibuang di dua tempat berbeda di Medan, hingga akhirnya ditemukan pada Senin (22/2/2021).
Dua Sahabat Bertetangga, RF (21/kiri) dan AC (13/kanan). Keduanya ditemukan tewas di dua lokasi berbeda. Jasad RF ditemukan di Jalinsum, Kabupaten Serdang Bedagai. Sedangkan jasad AC ditemukan di Pulo Brayan, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (22/2/2021). (Istimewa via Tribun-Medan.com)Baca juga: Sosok Oknum Polisi yang Bunuh 2 Wanita di Medan, Pelaku Dikenal Kerap Membolos dan Buat Onar
Berikut fakta selengkapnya:
1. Pelaku Ditangkap setelah Sempat Bersembunyi
Ternyata oknum Polisi Aipda Roni Saputra yang bunuh 2 gadis ditangkap pihak kepolisian di rumahnya daerah Kelurahan Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan.
Usai membawa AC (13) dan RF (21) sejak Sabtu 20 Februari 2021 lalu mengeksekusi keduanya pada Minggu 21 Februari di sebuah hotel kawasan Padang Bulan Medan.
Aipda Roni Saputra membuang jenazah keduanya di dua tempat berbeda pada Minggu malam yaitu di Jalinsum Kecamatan Perbaungan, Serdangbedagai dan di Kelurahan Pulo Brayan Kota, Medan Barat yang ditemukan pada Senin (22/2/2021) pagi.
Kasubbid Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan menjelaskan usai berhasil mengidentifikasi para korban, polisi mendapatkan petunjuk pelaku dan menangkapnya langsung di rumahnya.
"Setelah penyidik berhasil mengidentifikasi korban, barulah kita menemukan titik terang. Terus kita lakukan pengembangan-pengembangan dan kita ketahui pelakunya adalah seorang oknum berinisial RS. Pelaku ditangkap pada Rabu 24 Februari tepatnya di rumahnya di Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan," bebernya, Sabtu (27/2/2021).
Nainggolan menegaskan bahwa cepatnya kasus terungkap adalah bukti ketegasan Ditreskrimum menindak pelaku meski anggota kepolisian sendiri.
"Itulah cepatnya Ditreskrimum menindak, kita tidak pandang bulu, itulah mereka cepat bertindak dan berhasil menemukan pelaku. Dan kita tidak pandang bulu," tegasnya.
Baca juga: Detik-detik Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita di Medan, Pelaku Tak Terima Dikomplain Korban
Saat dikonfirmasi, Plt Kepala Kelurahan Rengas Pulau Elias Padang menyebutkan dirinya tak mengenal wajah pelaku Roni Saputra meski telah ditunjukkan foto.
"Belum kenallah, enggak kenal, kalau tahu lingkungannya aja mungkin bisa kita konfirmasi ke keplingnya," bebernya.
2. Cara Pelaku Hilangkan Jejak
Pembunuhan terhadap AC (13) dan RF (21) yang dilakukan oknum polisi Aipda Roni Saputra (RS), terbilang cukup profesional.
Pasalnya, jenazah kedua gadis muda itu dibuang di tempat berbeda untuk menghilangkan jejak pembunuhan.
Jenazah RF pertama kali ditemukan sopir truk pada Senin (22/2/2021) sekira pukul 01.30 WIB di Jalinsum Kecamatan Perbaungan, Serdangbedagai (sergai).
Sementara jenazah AC ditemukan di Kelurahan Pulo Brayan Kota, Medan Barat pada Senin pagi dengan pakaian loreng-loreng cokelat.
Kedua jenazah terlihat masih dalam kondisi utuh.

Tak terlihat luka yang cukup serius di jenazah korban.
Kasubdit Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan menyebutkan bahwa pelaku membuang mayat keduanya di tempat berbeda untuk membuat alibi khusus.
Serta hal itu dijelaskan untuk menghilangkan jejaknya.
"Alibi khusus, membuat alibi baru dan menghilangkan jejak," tuturnya, Jumat (26/2/2021).
Kata MP Nainggolan, setelah berhasil mengidentifikasi kedua korban, barulah polisi bisa mengembangkan dan mencari pelaku.
"Terus kita lakukan pengembangan-pengembangan dan kita ketahui pelakunya adalah seorang oknum berinisial RS," ujarnya.
Baca juga: Bunuh 2 Wanita, Oknum Polisi Akui Terpaksa Habisi Korban Kedua yang Masih Bocah
3. Dibawa ke Hotel
MP Nainggolan juga menerangkan bahwa kedua korban sempat dibawa oleh pelaku ke hotel kelas melati di daerah Padang Bulan, Medan.
"Jadi setelah permasalahan kemarin, datanglah si korban dengan membawa satu orang temannya. Kemudian si pelaku ngajak mereka pergi. Tiga orang mereka di mobil. Ternyata dia membawa ke salah satu penginapan di daerah Padang Bulan," ungkapnya.
Lalu, Nainggolan menjelaskan di tempat tersebutlah kedua pelaku dieksekusi. Pelaku mencekik leher kedua gadis muda tersebut.
"Di situlah dia melakukan eksekusi dengan cara mencekik kedua korban dan meninggal di tempat," ungkapnya.
Setelahnya, kedua korban dibuang di dua tempat yang berbeda yaitu di Serdangbedagai dan Kota Medan.
"Kemudian pelaku membuang mayatnya di dua tempat. Si PHL (RF) dibuangnya di sekitar Kabupaten Serdangbedagai, sementara temannya di sekitar Kelurahan Pulo Brayan,” kata MP Nainggolan.
Ia menambahkan, ada hubungan antara pelaku dengan korban RF yang bekerja sebagai Pekerja Harian Lepas di Polres Belawan.
"Sakit hati, hanya sakit hati karena si korban itu pegawai harian lepas di Polres Belawan bukan hubungan cinta, mungkin adalah masalahnya," bebernya.
Ia membeberkan saat diperiksa pelaku menyebutkan motif membunuh karena sakit hati.
"Waktu ditanya polisi dia jawab karena sakit hati, kan dia yang tahu," jelasnya.
Terkait, apakah kedua korban juga dirudapaksa oleh pelaku, MP Nainggolan menyebut tak menahu.
"Enggak tahu, teknisnya ke Serse," bebernya.
Diberitakan sebelumnya, jasad AC ditemukan pertama kali oleh Rohmad Efendi, petugas P3SU, pada 22 Febuari 2021 sekira pukul 05.30 WIB kemarin.
Aprilia ditemukan tewas tergeletak di pinggir jalan kawasan Pulo Brayan, Medan Barat, akhirnya terungkap.
"Pada saat kami sedang bertugas seperti biasa untuk mengutip sampah dan kemudian kami melintas di Jalan Budi Kemasyarakatan saya melihat seperti ada sesosok perempuan yang tergeletak di pinggir jalan," katanya, kepada Tribun-Medan.com, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Tampang Oknum Polisi yang Cekik 2 Wanita hingga Tewas, Pelaku Kerap Membolos dan Buat Onar
Saat melihat korban tergeletak, Rohmad bersama rekannya mencoba membangunkan.
"Saya memberitahukan kepada rekan kerja saya dan setelah kami mendekatinya kami melihat memang benar ada sesosok perempuan yang sedang tergeletak," tuturnya.
Lebih lanjut, Rohmad menuturkan ketika dibangunkan ternyata AC sudah tewas, lalu ia dan rekannya langsung melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.
"Kami berusaha membangunkannya dengan cara membunyikan suara klakson mobil namun sosok perempuan tersebut tidak bergerak. Setelah itu kami melaporkan kepada pihak Polsek Medan Barat," ujarnya.
4. Jasad RF di Sergai
Lokasi penemuan jasad RF hanya berjarak sekitar 15 meter dari beberapa rumah makan dan tempat usaha lain di pinggir Jalinsum kawasan Lingkungan Pasiran Kelurahan Simpang Tiga Pekan Kecamatan Perbaungan.
Lokasinya sering dijadikan tempat parkir oleh para sopir truk-truk besar dan tempat beristirahat.
Mutia, pemilik Rumah Makan Keluarga menceritakan jasad RF ditemukan Senin (22/2/2021) dini hari.
"Sekitar jam 01.00 itu bang. Kami taunya dari Budi tukang parkir yang ada di sini baru kemudian kami pun lihat. Kebetulan warung punya kami inikan 24 jam bukanya. Sudah sepi sebenarnya karena memang kalau malam Senin selalu sepi truk-truk nggak banyak yang singgah. Kami nggak ada yang kenal, nggak lama kemudian datanglah polisi," kata Mutia, Selasa (23/2/2021).
Sementara itu, Wina pekerja di rumah makan ini menyebut sebelum polisi datang posisi mayat kaki di atas dan kepala di bawah seperti hendak dibuang dan dijatuhkan dari jalan.
Saat itu tidak ada yang berani memegang jasad korban.
Warga hanya melihat-lihat dari jarak dekat. Ia mengingat kalau saat itu wajah korban tampak membiru.
"Kalau darah kayaknya nggak ada cuma mukanya membiru gitu. Sebenarnya ada juga truk-truk parkir tapi jaraknya berjauhan. Ya mungkin naik mobil itu menurunkan mayatnya, cuma nggak ada nampak pula kami ada mobil berhenti di depan ini," ucap Wina. (*)
Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Usai Cekik Dua Gadis Muda, Aipda Roni Saputra Sembunyi 3 Hari di Rumahnya dan Coba Hilangkan Jejak Pembunuhan, Aipda Roni Saputra Sengaja Buang Mayat 2 Gadis di Tempat Berbeda
Editor: Mohamad Yoenus
Baca juga:
Ardi Dibui seusai Pakai Uang Salah Transfer BCA Rp 51 Juta, Sempat Ingin Kembalikan tapi Ditolak
Tembaki TNI saat Perpindahan Pasukan hingga Terjadi Baku Tembak, Satu Anggota KKB Tewas
Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran hingga 1.000 Meter ke Arah Barat Daya
Kronologi Tukang Tambal Ban Tewas Terlempar ke Aspal seusai Ban Truk yang Ditambal Tiba-tiba Meletus
Detik-detik Penambal Ban Tewas Terpental karena Ban Truk Tiba-tiba Meletus, Kepala Terluka Parah
tien212700 dan tetetaetet memberi reputasi
2
459
1
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Tribunnews.com
192.6KThread•2.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya