News
Batal
KATEGORI
link has been copied
85
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/600e3232c8393a6c5e08c465/alumnus-non-muslim-merasa-guru-smkn-2-padang-toleran
Sunday, 24 Jan 2021 | 13:51 WIB REPUBLIKA.CO.ID, PADANG - Alumnus SMKN 2 Padang, Delima Febria Hutabarat, mengaku heran isu aturan menggunakan jilbab sekarang dipertentangan. Delima yang merupakan seorang non-Muslim merasa selama sekolah di SMKN 2 Padang sejak 2008-2011 merasa tidak pernah ada perbedaan. Delima merasa lingkungan sekolahnya dulu tidak pernah mempersoalkan perbedaan agama dan aturan
Lapor Hansip
25-01-2021 09:51

Alumnus Non-Muslim Merasa Guru SMKN 2 Padang Toleran

Alumnus Non-Muslim Merasa Guru SMKN 2 Padang Toleran
Alumnus Non-Muslim Merasa Guru SMKN 2 Padang Toleran

Sunday, 24 Jan 2021 | 13:51 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG - Alumnus SMKN 2 Padang, Delima Febria Hutabarat, mengaku heran isu aturan menggunakan jilbab sekarang dipertentangan. Delima yang merupakan seorang non-Muslim merasa selama sekolah di SMKN 2 Padang sejak 2008-2011 merasa tidak pernah ada perbedaan.

Delima merasa lingkungan sekolahnya dulu tidak pernah mempersoalkan perbedaan agama dan aturan berpakaian Muslim di sekolah. Meski demi mengaku selama di SMKN 2 Padang, ia tidak merasa keberatan dengan aturan sekolah harus memakai rok panjang, baju kurung lengan panjang dan memakai kerudung.

"Sekolah tidak memaksakan harus memakai jilbab. Dan guru-guru kami itu sangat menghormati perbedaan agama dan keyakinan. Makanya heran kenapa sekarang heboh-heboh mengenai aturan pakaian," kata Delima, Ahad (24/1).

Delima mengatakan dia adalah penganut Nasrani. Karena itu tidak ada aturan dalam agamanya harus menggunakan jilbab.

Tapi Delima merasa dulu waktu masih sekolah, ia tidak keberatan memakai pakaian seragam baju kurung, rok panjang dan pakai jilbab. Karena menurut dia, memakai pakaian yang identik dengan pakaian Muslim tidak mengubah keyakinan dan kepercayaan terhadap agama yang ia anut.

"Tidak masalah memakai jilbab selagi tidak merusak keimanan. Cuma menutup kepala kan bukan berarti keimanan jadi berubah,"
ujar Delima.

Ketika baru masuk SMKN 2 Padang tahun 2008 lalu, orang tua Delima memang sempat mempertanyakan kenapa dirinya memakai jilbab. Tapi Delima meyakinkan orang tuanya bahwa semua murid di sekolahnya memakai pakaian berjilbab sehingga ia juga ingin seragam dengan teman-teman yang lain.

Selain mengenai berpakaian, Delima dan teman-temannya juga tidak pernah merasa risih bila ada acara-acara keagamaan mayoritas di SMKN 2 Padang. Karena para guru memberi kebebasan bagi siswa-siswi non Muslim untuk ikut atau tidak.

"Guru-guru memberi kebebasan (kepada kami non-Muslim). Sehingga tidak ada kami dulu yang merasa didiskriminasi," kata Delima menambahkan.

https://m.republika.co.id/berita/qnf...padang-toleran



Alumnus Non-Muslim Merasa Guru SMKN 2 Padang Toleran

1. Fix komen alumni dari kaum KAFIR SMK NEGERI 2 sudah jelas peraturan seragam disekokah tsb sudah ada dari sejak dulu.. Dengan pakaian lengan panjang dan rok panjang plus jilbab.

2. Berhijab tidak mengubah keyakinan dan kepercayaan penganut agama kafir.

3. Permasalahan terbesar dalam kehidupan bermasyarakat ini salah satu nya adalah sebuah KEDUNGUAN yg di balut bumbu bumbu dapur yg di campur sedemikian rupa dan hal tsb disajikan atasnama DISKRIMINASI.

Padahal sudah jelas sekolah tsb menerapkan peraturan tsb dari sejak lama. Pilihan SMK di tempat lain pun banyak kenapa memilih sekolah disitu??

Itu sudah jelas adalah sebuah KEDUNGUAN yg harus di berantas dari setiap perilaku manusia agar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Semoga kelak ada pasal soal "KEDUNGUAN YG MENIMBULKAN KEGADUHAN" yg bisa diterapkan di masyarakat!!

Waktu dan tempat ane persilahkan untuk menggonggong di ronde ketiga atas kasus ini..
Diubah oleh bang.0don
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Somad.Monyong dan 6 lainnya memberi reputasi
-3
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 3
Alumnus Non-Muslim Merasa Guru SMKN 2 Padang Toleran
25-01-2021 09:54
Quote:Original Posted By bang.0don
Alumnus Non-Muslim Merasa Guru SMKN 2 Padang Toleran


suka stalking orang, iri ya ?

suami ente sendiri mana neng ?









bata.
profile-picture
profile-picture
Somad.Monyong dan extreme78 memberi reputasi
0 2
-2
Alumnus Non-Muslim Merasa Guru SMKN 2 Padang Toleran
25-01-2021 10:01
Logika TS sangat sederhana dan dangkal ya
Macam manusia purba

Kalau ada sesuatu yg salah dan terjadi pembiaran selama bertahun2 bukan berarti kesalahan tsb berubah menjadi suatu kebenaran

Contoh
TS tinggal di bantaran kali selama 25 tahun
Kok sekarang dipermasalahkan dan akan digusur?

Kok tjd pembiaran?
Banyak faktor
Salah satunya keberanian
Keberanian untuk mengungkap kesalahan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mony372an dan 8 lainnya memberi reputasi
9 0
9
Lihat 11 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 11 balasan
Alumnus Non-Muslim Merasa Guru SMKN 2 Padang Toleran
25-01-2021 10:04
kalo emang katanya tidak ada paksaan maka kasus jeni tidak akan terjadi

Delima mau pakai itu hak dia , jeni ngak mau pakai itu juga hak dia dong emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kakidal27 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Alumnus Non-Muslim Merasa Guru SMKN 2 Padang Toleran
25-01-2021 10:04
ada yg bisa buktikan itu memang alumnus? memang Kristen? tidak di bawah tekanan? alumnus juga, kalau kerjanya di tempat yg mayones, ya susah juga
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan extreme78 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Post ini telah dihapus oleh KS06
Alumnus Non-Muslim Merasa Guru SMKN 2 Padang Toleran
25-01-2021 10:07
tidak ada paksaan

TAPI DIWAJIBKAN (jelas melanggar uud nasional dan HAM karna sekola umum, bukan khusus, dan apa lagi dibiayai negara)

TS DUNGUU nya super
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Somad.Monyong dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Alumnus Non-Muslim Merasa Guru SMKN 2 Padang Toleran
25-01-2021 10:07
cara propaganda penggirngan opini oleh agama kebencian dimulai


memaksakan kewajiban agama mereka kpd orang lain dikatakan bentuk toleran ?


sama dgn yg mengatakan poligami bisa dilakukan asal bisa adil ?
poligami sendiri adalah ketidakadilan, kok bisa dibenarkan dgn keadilan ?


logika agama kebencian mirip dgn cara orang2 yg suka bermain dgn kata2 manis
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Somad.Monyong dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Alumnus Non-Muslim Merasa Guru SMKN 2 Padang Toleran
25-01-2021 10:08
ga jadi
banyak yg sudah mewakili



emoticon-Traveller
Diubah oleh pasti2periode
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
1 0
1
Alumnus Non-Muslim Merasa Guru SMKN 2 Padang Toleran
25-01-2021 10:11
Kalo mau cari testimoni.. ya cari yg dulu juga ga (mau) pakai jilbab dong.. emoticon-Malu (S)

Ibarat elo cek pelayanan service center.. tapi nyari testimoni dari yg ga pernah klaim service.. kan tolol.. emoticon-Malu (S)


emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dalamuka dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Alumnus Non-Muslim Merasa Guru SMKN 2 Padang Toleran
25-01-2021 10:12
maklum kaum sebelah imannya lemah sama kain aja langsung kejang tak karuan
0 0
0
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
Alumnus Non-Muslim Merasa Guru SMKN 2 Padang Toleran
25-01-2021 10:14
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Hi

Quote:Tapi Delima merasa dulu waktu masih sekolah, ia tidak keberatan memakai pakaian seragam baju kurung, rok panjang dan pakai jilbab. Karena menurut dia, memakai pakaian yang identik dengan pakaian Muslim tidak mengubah keyakinan dan kepercayaan terhadap agama yang ia anut.

"Tidak masalah memakai jilbab selagi tidak merusak keimanan. Cuma menutup kepala kan bukan berarti keimanan jadi berubah," ujar Delima.


Prinsip orang terhadap agama beda2,
buat delima menggunakan jilbab di sekolah mungkin tidak masalah,
buat yang lain belum tentu karena jilbab di sini itu identitas agama,
sama halnya ada yang keberatan mengucapkan selamat natal,
ada juga yang tidak keberatan.

Permasalahannya adalah pemaksaan berjilbab di sekolah negeri.


Quote:"Sekolah tidak memaksakan harus memakai jilbab. Dan guru-guru kami itu sangat menghormati perbedaan agama dan keyakinan. Makanya heran kenapa sekarang heboh-heboh mengenai aturan pakaian," kata Delima, Ahad (24/1).

Dia gak keberatan memakai jilbab,
jadi darimana dia tau sekolah tidak memaksakan harus memakai jilbab kalau dia tidak pernah menolak memakai jilbab?
Baru ketahuan memaksakan atau tidak itu jika ada yang menolak memakai jilbab, reaksi sekolah atas penolakan itu baru akan ketahuan sekolah memaksa/tidak.


Simpel saja emoticon-linux2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
haroldjordan dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Alumnus Non-Muslim Merasa Guru SMKN 2 Padang Toleran
25-01-2021 10:18
tidak boleh memaksakan aturan yg diskriminatif @ts, kan permen nya dah jelas, kalo sekolah tidak mengikuti aturan dari mendikbud terus dia ikut aturan siapa?

menuding orangtua harus ikut aturan sekolah, lah sekolahnya sendiri gak ikut aturan mendikbud emoticon-Big Grin

ironi
profile-picture
profile-picture
dalamuka dan extreme78 memberi reputasi
2 0
2
Alumnus Non-Muslim Merasa Guru SMKN 2 Padang Toleran
25-01-2021 10:20
Ya, kau blg tdk apa2 karena otak kau idiot.
Gak bisa bedakan keimanan sama hak dan kewajiban.

Tolol namanya. Mrmakai itu memang tdk mengurangi iman mu. Tapi itu bentuk penindasan hak.

Mungkin kau ok2 sj, tp yg lain belum tentu ok. Jadi org jgn ego jgn make standar diri sendiribsebagai standar umum.
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
1 0
1
Alumnus Non-Muslim Merasa Guru SMKN 2 Padang Toleran
25-01-2021 10:21
Republika si corong hoax kadrun lagi.

Noh tonton videonya jelas2 si guru bilang wajib kok

Diubah oleh rezern.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
extreme78 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Alumnus Non-Muslim Merasa Guru SMKN 2 Padang Toleran
25-01-2021 10:21
Over-reaktif, sudah dari lebih 10 tahun, baru dipermasalahkan sekarang..dari alumni juga selow
0 0
0
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
Alumnus Non-Muslim Merasa Guru SMKN 2 Padang Toleran
25-01-2021 10:26
oh 10 thn yg lalu emoticon-Ngakak

itu sebelum negara api menyerang emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
nievmizzet dan extreme78 memberi reputasi
2 0
2
Alumnus Non-Muslim Merasa Guru SMKN 2 Padang Toleran
25-01-2021 10:27
Toleransi di Indonesia sedang diuji kembali nih, dan seperti biasa orang bisanya protes tp ga suka kalau diprotes.. emoticon-Big Grin

Coba aja berita ini tampil di luar negri, kira2 apa sih komentar mereka? emoticon-Big Grin
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
1 0
1
Alumnus Non-Muslim Merasa Guru SMKN 2 Padang Toleran
25-01-2021 10:27
Kita tau
Good cop
Bad cop
Itu perlu 😁
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
1 0
1
Alumnus Non-Muslim Merasa Guru SMKN 2 Padang Toleran
25-01-2021 10:28
"Sekolah tidak memaksakan harus memakai jilbab. Dan guru-guru kami itu sangat menghormati perbedaan agama dan keyakinan. Makanya heran kenapa sekarang heboh-heboh mengenai aturan pakaian," kata Delima, Ahad (24/1).

"Saya tanya, ini kebijakan siapa, karena tidak ada keputusan menteri pendidikan atau keputusan gubernur. Mereka menjawab ini keputusan sekolah. Wajib katanya," kata Elianu.

Tidak ada paksaan tapi wajib emoticon-Leh Uga

emang engga mengubah keimanan

sama juga dengan mengucap selamat natal ke nusroni atau happy Pesach ke yahudi kan?

atau memakai topi santa buat pegawai di mal emoticon-Leh Uga

tapi tiap taon ributnya soal itu melulu ahahaha

drun kadrun emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
slider88 dan extreme78 memberi reputasi
2 0
2
Alumnus Non-Muslim Merasa Guru SMKN 2 Padang Toleran
25-01-2021 10:29
seperti yg sudah sudah, dgn adanya bola testlsmani tsb, korban akan jadi tersangka

emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
dalamuka dan extreme78 memberi reputasi
2 0
2
Halaman 1 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia