- Beranda
- Berita dan Politik
Cerita Tunawisma Terjaring Razia-Dibina di BRSEGP Pangudi Luhur Bekasi
...
TS
TurutMeramaikan
Cerita Tunawisma Terjaring Razia-Dibina di BRSEGP Pangudi Luhur Bekasi


Jakarta - Tuna wisma yang terjaring razia di Jakarta, dibawa ke Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pemulung (BRSEGP) Pangudi Luhur, Bekasi milik Kementerian Sosial (Kemensos) untuk dibina. Menurut salah satu tunawisma, dia ditangkap di Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus) bersama sekitar sepuluh orang lainnya.
"Iya di situ, sedang duduk di situ, anu rombongan itu ditangkap 10 orang itu," ujar Irfansyah di BRSEGP Pangudi Luhur Bekasi, Komplek Depsos, Margahayu, Bekasi, Kamis (7/1/2020).
Ia dibawa ke BRSEGP setelah sebelumnya dibawa oleh Satpol PP ke GOR Tanah Abang untuk menjalani rapid test. Menjadi warga binaan BRSEGP merupakan pilihannya dan tanpa ada paksaan dari siapapun
"Di sana sudah itu diambil tes, rapid test, udah dites terus diomongkan siapa yang mau gini, gini, gini. Kalau mau merubah nasib daripada hidup di jalanan lebih baik di Bekasi, ke daerah sini kan. Namanya juga keadaan saya udah tua kan, 50 ke atas. Kalau emang tujuannya memang bagus kan saya coba ke sini kan," ujarnya.
Irfansyah sudah setengah tahun ini berprofesi sebagai pemulung. Sebelumnya ia merupakan pedagang pakaian namun karena pandemi Corona, ia beralih profesi menjadi pemulung.
"Baru datang dulu itu di Tanah Abang, saya jualan di AURI, diajak teman kan, akhirnya sampai (pandemi) Corona, pertengahan Corona itu kan jualan sudah nggak bisa, dagangan habis, duit habis," begitu ceritanya hingga akhirnya ia memutuskan menjadi pemulung.
Irfansyah sudah mengadu nasib di Jakarta lebih dari setahun. Ia berasal dari Jambi dan berharap bisa kembali ke daerah asalnya.
"Sebenarnya kalau ada duit, saya juga ngomong, 'Bu, jangankan besok, jangankan lusa, hari ini saya diongkosin, cukup untuk ongkos, belikan lah saya tiket, saya pulang'," kata Irfan menjelaskan.
Irfansyah mengaku nyaman berada di Balai Rehabilitasi tersebut. Namun ia juga masih khawatir nasib ke depannya akan seperti apa setelah tidak berada di balai rehabilitasi tersebut.
"Kalau untuk makan, kehidupan di sini layak kan, tidur ya di sini kayaknya enak, makan juga dikasih. Cuma untuk keperluan lain tu nggak, nggak mungkin ada terus di sini kan," lanjutnya
BRSEGP Pangudi Luhur merupakan balai milik Kemensos. Di sini gelandangan dan pemulung akan dibina agar memiliki keterampilan yang berguna untuk penghidupannya.
Balai tersebut memiliki beberapa fasilitas keterampilan kerja seperti keterampilan las, montir motor, montir mobil, dan desain grafis, dan hidroponik.
https://news.detik.com/berita/d-5324...397.1607423772
Desain Grafis/Hidroponik itu bagus, bagus banget, tapi masih terlalu canggih untuk yg sblumnya adalah pemulung apalagi calon peserta udah pada berusia lanjut.
Mungkin harus ditambah keterampilan pertukangan dan perkayuan yg bisa modal tenaga dulu, kalau sdh bisa , nanti jadi "kenek (helper)" dulu di kerjaan bangunan, atau kalo perkayuan khn byk jg yg butuh jasa bikin-bikinin perabot simpel atau sekedar servis lemari/kursi.
Tapi gak tau jg ya, nanti kita cari info lagi....
Diubah oleh TurutMeramaikan 07-01-2021 16:20
tien212700 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
461
5
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
696.2KThread•59.5KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya