News
Batal
KATEGORI
link has been copied
14
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5fdf3be2c0cad76f8a244f3f/benarkah-vaksin-covid-19-sinovac-paling-lemah
Jakarta -  Beredar kabar vaksin COVID-19 yang dikembangkan Sinovac Biotech paling lemah bila dibandingkan dengan kandidat lainnya. Kabar ini muncul setelah pada November silam, Al Jazeera melansir artikel yang memuat tabel tentang perkembangan uji klinis berbagai vaksin COVID-19. Tabel secara detail membandingkan 10 vaksin COVID-19, antara lain dari AstraZeneca-Oxford, CanSino, Gamaleya Resea
Lapor Hansip
20-12-2020 18:56

Benarkah Vaksin COVID-19 Sinovac Paling Lemah?

Benarkah Vaksin COVID-19 Sinovac Paling Lemah?

Jakarta -  Beredar kabar vaksin COVID-19 yang dikembangkan Sinovac Biotech paling lemah bila dibandingkan dengan kandidat lainnya. Kabar ini muncul setelah pada November silam, Al Jazeera melansir artikel yang memuat tabel tentang perkembangan uji klinis berbagai vaksin COVID-19.

Tabel secara detail membandingkan 10 vaksin COVID-19, antara lain dari AstraZeneca-Oxford, CanSino, Gamaleya Research Institute, INOVIO, Johnson & Johnson, Moderna, Pfizer-BioNTech, Sinopharm, dan Sinovac.

Disebutkan vaksin COVID-19 yang paling tinggi menimbulkan respons imun adalah dari Pfizer dengan angka mencapai 95 persen. Kemudian yang paling lemah adalah Sinovac tanpa dicantumkan angka, hanya keterangan "low".

Benarkah Vaksin COVID-19 Sinovac Paling Lemah?
Tabel perkembangan vaksin COVID-19. (Foto: Tangkapan layar/Al Jazeera)

Tidak dijelaskan lebih jauh darimana sumber data tabel. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang jelas sampai saat ini belum pernah memberikan keterangan atau rekomendasi vaksin COVID-19 yang dapat digunakan seluruh dunia.

"Sejauh ini sudah ada tiga jenis vaksin COVID-19 yang mendapat izin tertentu dari otoritas kesehatan di beberapa negara," tulis WHO di situs resminya dan dikutip pada Minggu (20/12/2020).

"Belum ada yang mendapat izin penggunaan darurat dari WHO, tapi kami berharap bisa segera meninjau vaksin dari Pfizer pada akhir Desember ini lalu kemudian kandidat yang lain menyusul," lanjutnya


https://health.detik.com/berita-deti...201.1608017031

Intinya.. WHO sendiri belum keluarin data2 resmi apapun terkait efektivitas vaksin covid.. emoticon-Malu (S)


emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
Diubah oleh valkyr1
profile-picture
profile-picture
tien212700 dan kelazcorro memberi reputasi
2
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Benarkah Vaksin COVID-19 Sinovac Paling Lemah?
20-12-2020 19:07
Menanti label dari LSM muiemoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
BukanFPI dan valkyr1 memberi reputasi
2 0
2
Benarkah Vaksin COVID-19 Sinovac Paling Lemah?
20-12-2020 19:09
Seandainya terlemah pun, jika hanya itu yg kita bisa, knp?
profile-picture
profile-picture
brentie dan valkyr1 memberi reputasi
2 0
2
Benarkah Vaksin COVID-19 Sinovac Paling Lemah?
20-12-2020 19:12
Dibalik presepsinya...

Sinivac vaksin paling aman...
profile-picture
valkyr1 memberi reputasi
1 0
1
Benarkah Vaksin COVID-19 Sinovac Paling Lemah?
20-12-2020 19:20
Pfizer-BioNTech, Moderna dan Sinovac: Sekilas Tentang Tiga Vaksin Utama Covid-19


JAKARTA - Sejumlah negara yang paling terdampak pandemi Covid-19 pada akhir minggu ini akan memperoleh akses ke vaksin . Terbaru adalah Amerika Serikat (AS) yang melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) mengesahkan penggunaan mRNA-1273 - kandidat vaksin yang dibuat oleh perusahaan bioteknologi Amerika Moderna - sebagai vaksin yang aman dan efektif.

Ini membuka jalan untuk otorisasi darurat vaksin, keputusan yang akan dibuat FDA setelah panel penasihat dari luar bertemu pada hari Kamis.

Jika diizinkan, vaksin Moderna akan mengikuti jejak penggunaan vaksin dari Pfizer-BioNTech, yang telah mulai diberikan oleh AS dan Inggris kepada masyarakat umum.

Singapura juga telah menyetujui penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech,dengan pengiriman pertama diharapkan pada akhir tahun ini.

Negara lain seperti Kanada, Arab Saudi, Meksiko dan Kuwait juga telah mengizinkan penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech. Sebuah kelompok besar juga akan segera menyusul, jika Uni Eropa memberikan persetujuan akhir, yang bisa datang paling cepat pada 23 Desember.

Vaksin COVID-19 lainnya, yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech China, juga sedang dalam uji coba tahap akhir. Indonesia sudah memiliki 1,2 juta dosis CoronaVac, vaksin yang diuji sejak Agustus lalu.

Berikut adalah perbedaan ketiga vaksin Covid-19 yang dinukil dari Channel News Asia :

PFIZER-BIONTECH

Vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh raksasa farmasi AS Pfizer dan BioNTech Jerman ini adalah vaksin Covid-19 pertama yang disetujui oleh FDA AS untuk penggunaan darurat.

Cara kerjanya: Vaksin Pfizer-BioNTech menggunakan teknologi messenger RNA (mRNA). Vaksin mRNA mengajarkan sel kita untuk membuat protein yang memicu respons imun di dalam tubuh kita. Ini berbeda dengan vaksin tradisional yang memasukkan kuman yang lemah atau tidak aktif ke dalam tubuh kita.

Penyimpanan: Vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech perlu disimpan pada suhu minus 70 derajat Celcius, yang menghadirkan tantangan logistik, terutama untuk negara-negara miskin.

Khasiat: 95 persen

Peluncuran: Inggris adalah negara pertama di dunia yang meluncurkan suntikan vaksinasi pada 8 Desember, dengan AS menyusul sekitar seminggu kemudian pada 16 Desember. Singapura, Kanada, Meksiko, dan Arab Saudi juga telah mengizinkan penggunaan vaksin Covid-19 produksi Pfizer-BioNTech ini.

MODERNA

Hasil awal dari vaksin Moderna yang dijelaskan sebulan lalu oleh ahli penyakit menular terkemuka AS Anthony Fauci sebagai "sangat mengesankan".

Cara kerjanya: Sama seperti vaksin Pfizer-BioNTech, vaksin Moderna menggunakan teknologi mRNA.

Penyimpanan: Dapat disimpan selama 30 hari dengan pendinginan, enam bulan pada suhu minus 20 derajat Celcius.

Khasiat: 94,5 persen

Peluncuran: Belum diketahui.

SINOVAC

Dikembangkan oleh China Sinovac Biotech, vaksin yang dikenal sebagai CoronaVac ini sedang menjalani uji klinis fase 3 di tempat-tempat seperti Brasil dan Indonesia.

Selain Brasil dan Indonesia, sejumlah negara lain yang berencana menggunakan Sinovac adalah Turki dan Chili.

Cara kerjanya: Vaksin Sinovac menggunakan teknologi vaksin yang tidak aktif, yang menggunakan bentuk virus hidup yang dilemahkan untuk merangsang tubuh kita menghasilkan respons kekebalan. Vaksin ini mirip dengan vaksin flu dan cacar air.

Penyimpanan: Vaksin dapat disimpan pada suhu lemari es normal 2 hingga 8 derajat Celcius dan dapat tetap stabil hingga tiga tahun. Ini mungkin pilihan yang menarik untuk tempat-tempat di mana akses ke pendinginan sulit.

Khasiat: Tidak diketahui

Peluncuran: Belum diketahui.

Dari ketiga vaksin di atas, sejumlah negara telah memberikan lampu hijau untuk penggunaan vaksin Pfizer-BionTeceh mengingat tingkat persentase khasiatnya yang mencapai 95%. Bahkan China yang mempunyai vaksin sendiri juga memesan vaksin Pfizer.

“Dengan teknologi mRNA, keuntungan yang jelas adalah bahwa sejumlah besar vaksin dapat diproduksi dengan cepat, tanpa menggunakan kultur sel dan zat yang berpotensi beracun lainnya,” ungkap Profesor Artur Summerfield, deputi direktur kepala imunologi Institut Virologi dan Imunologi Swiss.

“Secara umum, hasil yang dipublikasikan sejauh ini menunjukkan terdapat reaksi antibodi yang baik, serta respons imun seluler yang baik. Keduanya penting melawan virus," imbuhnya.


Meski mempunyai khasiat hingga 95%, bukan berarti vaksin Pfizer tidak memiliki efek samping. Dua petugas kesehatan di Alaska mengalami reaksi alergi setelah menerima suntikan Pfizer minggu ini, dan reaksi alergi parah juga dilaporkan pada dua petugas kesehatan di Inggris minggu lalu.

Peristiwa tersebut masih diselidiki, dan tidak jelas apakah ada satu komponen atau bahan dalam vaksin Pfizer yang dapat menyebabkan reaksi tersebut.

Untuk vaksin Moderna sendiri, FDA baru saja mengeluarkan rekomendasi penggunaannya seperti dikutip dari NBC News

Vaksin Moderna bekerja dengan cara yang sama dengan vaksin Pfizer, menggunakan potongan kecil kode genetik yang disebut messenger RNA, atau mRNA, untuk mendorong sistem kekebalan memproduksi antibodi terhadap virus corona, tanpa menggunakan potongan-potongan virus itu sendiri.

Uji klinis menunjukkan vaksin itu 94 persen efektif dalam mencegah gejala penyakit dalam dua minggu setelah dosis kedua.

Dalam rapat dewan penasihat hari Kamis, perwakilan dari Moderna mengatakan bahwa di antara lebih dari 30.000 peserta uji klinis, tidak ada kasus anafilaksis yang tampaknya terkait. (Seorang peserta mengembangkan anafilaksis 63 hari setelah mendapatkan dosis kedua. Reaksi biasanya terjadi segera setelah terpapar alergen.)

Ada juga diskusi tentang apakah orang yang baru saja menjalani kosmetik filler berisiko lebih besar mengalami pembengkakan wajah sementara setelah penyuntikan.

Tiga orang dalam uji klinis Moderna yang mengalami pembengkakan di wajah juga memiliki pengisi, baik di pipi atau bibir. Prosedur tersebut telah diselesaikan antara dua minggu dan enam bulan sebelum vaksinasi.

https://news.okezone.com/read/2020/12/19/1/2330610/pfizer-biontech-moderna-dan-sinovac-sekilas-tentang-tiga-vaksin-utama-covid-19



Benarkah Vaksin COVID-19 Sinovac Paling Lemah?

Benarkah Vaksin COVID-19 Sinovac Paling Lemah?




si juki dan keluarganya yg pertama disuntik vaksin chinak abis itu para kecebong idiot emoticon-Najis


rakyat jelata tolong disuntik vaksin berkualitas dari pfizer dan moderna emoticon-Angkat Beer

profile-picture
valkyr1 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
Benarkah Vaksin COVID-19 Sinovac Paling Lemah?
20-12-2020 19:22
Bomat. Suntik ya suntik aja...takut apa sih ada 200 juta plus kelinci percobaan menengah ke bawah mau mampus atau cacat permanen setengahnya juga ga masalah...lagian stoknya cuma 40 jutaan kan tuh vaksin


emoticon-Wakaka


Sori ye horang kuaya beda vaksin dan prosedur dari kelinci percobaan coy.....emoticon-Shakehand2
profile-picture
valkyr1 memberi reputasi
1 0
1
Benarkah Vaksin COVID-19 Sinovac Paling Lemah?
20-12-2020 19:24
Susah jg cari tempat penyimpanan -70
Makanya sinovac paling relevan utk masal
profile-picture
valkyr1 memberi reputasi
1 0
1
Benarkah Vaksin COVID-19 Sinovac Paling Lemah?
20-12-2020 19:36
Benarkah Vaksin COVID-19 Sinovac Paling Lemah?
Benarkah Vaksin COVID-19 Sinovac Paling Lemah?
Diubah oleh cPOP
profile-picture
valkyr1 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Benarkah Vaksin COVID-19 Sinovac Paling Lemah?
20-12-2020 19:37
Yang penting syarat efektifitas terpenuhi ya tdk masalah. Suatu vaksin udah sampe uji tahap 3 kemungkinan besar memenuhi syarat, kalo kurang bagus maka uji tahap 1 dan 2 sudah dihentikan emoticon-Big Grin
profile-picture
valkyr1 memberi reputasi
1 0
1
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia