Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
3181
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5baa4f90dcd7702c588b4567/a-road-to-be-me
a Road to be Me Manado, di pertengahan tahun 2004, "Yan minggu depan kamu nyusul kesini" kata bokap di telepon Baru seminggu setelah pengumuman kelulusan Sekolah Menengah Pertama, gw mendapat kabar bahwa jenjang pendidikan gw akan dilanjutkan ke kota J******* menyusul kedua orang tua dan kedua adik gw, sebelumnya gw tinggal dengan kakek dan nenek gw di manado. bokap gw bekerja di BUMN ya
Lapor Hansip
25-09-2018 22:09

a Road to be Me

Past Hot Thread
a Road to be Me


a Road to be Me





Manado, di pertengahan tahun 2004,


Quote:
"Yan minggu depan kamu nyusul kesini" kata bokap di telepon


Baru seminggu setelah pengumuman kelulusan Sekolah Menengah Pertama, gw mendapat kabar bahwa jenjang pendidikan gw akan dilanjutkan ke kota J******* menyusul kedua orang tua dan kedua adik gw, sebelumnya gw tinggal dengan kakek dan nenek gw di manado.

bokap gw bekerja di BUMN yang bergerak di bidang telekomunikasi, sejak masih TK gw sudah terbiasa hidup berpindah-pindah, entah itu ikut orang tua gw atau di asingkan sendiri di rumah kakek dan nenek gw di manado, lembar keterangan pindah di raport gw waktu SD dan SMP penuh terisi dengan cap stempel sekolah yang berbeda-beda. hal ini juga yang membuat gw kurang begitu dekat dengan keluarga gw, sejak kecil gw sudah merasa sebatangkara.

Quote:
"Tembak gak ya" kata gw bertanya kepada batinku

"tembak aja, minggu depan lu udah pindah loh" kata batin gw

"tapi kalo di tolak gimana?" gw membatin

"selow aja, toh minggu depan lu udah pindah" kata batin gw

"iya ya," gw berguman sambil bangkit dari tempat tidur


namanya Livia, cewek agak tomboy tapi begitu cantik yang sudah gw taksir sejak gw masih sd kelas 3, dari SD? iya, gw pernah 1 SD dengan dia waktu kelas 3, lalu kami kembali 1 sekolah waktu gw pindah ke manado lagi saat gw kelas 3 SMP,
cinta monyet? Begitulah...

skip ke 1 hari sebelum gw berangkat >>

Quote:
"Livia mau gak jadi pacar ku?" tanyaku ke livia lewat telepon

"hah, lu serius yan?" tanya livia

"iyalah masak maen-maen, jawab dong deg-degkan nih"

"ehhh... maaf ya yan aku gak bisa,,,,,,"

"eh halo-halo sorry liv pulsa ku habis" gw matikan telepon dengan cepat setelah mendengar kata "aku gak bisa" tuuut tuuuuttt tuuuuttttt


hati gw hampa, pertama kalinya gw nembak cewek dan langsung ditolak! gw lemparkan hp nokia 3315 gw ke lantai kamar gw yang tertutupi karpet tanpa takut rusak,

tit tit tidi tit tit

gw lihat hp gw yang tadi terkapar di lantai bergetar pertanda ada sms masuk, hp pun gw ambil

Quote:
"Maksud ju, maaf gak bisa nolak permintaan mu yan, aku mau jadi pacar kamu" livia


YEEEEEEESSSSSSSSS!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

gw teriak kegirangan lebih keras daripada pertama kali gw dikasih hp sama nyokap
gw langsung kembali menelpon livia

Quote:
"loh yan, katanya pulsa mu habis" tanya livia heran

"eh gak kok, tadi ada telepon masuk aku kira bunyi pulsa habis" jawabku mencari alasan

"Ahh bilang aja kamu mikirnya tadi aku nolak hahahaha"

"Ehh enggak kokkkk" jawab gw mempertahankan harga diri gw tapi risak dengan pipi gw yang merona otomatis begitu juga kembang senyum di pipi gw


kamipun melanjutkan obrolan dari hati ke hati kami, tapi gw belum ngasih tau Livia kalau gw besok akan berangkat pindah ke kota J******* karena terlalu senang.

Dan keesokan harinya tepat sebelum ke bandara gw nelpon livia untuk ngasih tau semuanya,

Quote:
"APA? kenapa baru kasih tau ryan? Apa maksud mu?" tanya livia

"maaf liv, takut kamu tolk" kataku terbata

"ah gak tau deh" kata livia marah dan langsung menutup telepon"

"tuuut tuuuut tuuuutttt"


mampus dah, kata gw dalam hati,
di perjalanan ke bandara gw murung memikirkan livia dan sekali-kali mengutuk kenapa gw harus pindah.

Tiba-tiba hp yw bergetar, ada sms yang masuk kedalam inbox,

Quote:
"have a nice flight ya yan, take care disana, i'll be missing you" livia

"thx liv, maaf ya" gw


Tidak ada balasan lagi dari livia dan begitulah ketidakjelasan hubungan pacaran gw yang pertama, entah itu bisa dibilang putus atau gak, karena 1 hari setelah gw berangkat gw mendengar info kalau livia jadian dengan reno, tetangga gw, WTF, harus banget gitu tetangga gw? -_-


*


Oh iya, sampai lupa, kalian bisa panggil gw ryan. Dan ini adalah cerita kehidupan gw.
Diubah oleh zpy
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zafranramon dan 71 lainnya memberi reputasi
70
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 144 dari 145
a Road to be Me
26-08-2020 21:52
Quote:Original Posted By zpy
Mlm ini rencananya nulis lagi gan,


Rencana doang update kaga
emoticon-Busa
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
a Road to be Me
31-08-2020 03:23
Bab 3 part 55,



Gw akhirnya gak kuasa menolak ide aliya, gw sudah coba menolak dengan halus hingga dengan blak-blakan soal perekonomian gw yang sedang mencari hidup ditanah orang.

Tapi aliyah sepertinya gak perduli, lagian gw lupa kalau aliya ini dari keluarga berada, liburan kesini pasti bukan sebuah masalah untuk ukuran dompet dia.


"Gw gak akan nyusahin lu kok yan"

"Tapi kalau lu gak mau nemenin gw sih yaudah... biar gw disana sendiri aja"
[/QUOTE]

Bukan mengancam, aliyah cuma mengganggu nurani gw sebagai laki-laki. Lagian cewek yang masih sedikit labil dan galau datang ke kota yang penuh hura-hura sendirian layaknya sebuah ikan kecil yang ada disebuah kolam bersama piranha.

Quote:
"Iya iya, gw temenin lu"


Gw menyerah, toh daripada dimakan piranha, lebih baik dimakan buaya kan? Ehhh... maksud ge, gw gak tega 🤣

*




Quote:
"Hey, melamun terus tadi tadi"


Luna menyela lamunan gw,

Quote:
"Iya iya" jawab gw lalu kembali melahap makanan di depan gw

"Ngelamunin apa sih?" Tanya luna jengkel kayaknya gw acuhkan dari tadi

"Enggak" jawab gw menutupi kalau gw lagi mikirin liburan darurat dan dadakan aliya yang tinggal beberapa hari lagi

"..." Luna menatap gw curiga

"Beneran" jawab gw tersenyum sambil mencubit pipi luna yang senewen gw anggurin dari tadi,

"Yaudah" jawab luna kembali melahap makan siangnya

"Yan nanti malam temenin aku ya" ujar luna memulai sebuah obrolan baru,

"Yah lun, tommy mulai curiga aku sering gak tidur di kosan belakangan ini"

"Ihh yan aku curiga loh sama kamu, yang pacar kamu itu tommy atau aku sebenarnya?" Ketus luna

"Ohh kita pacaran ya?" Gw meledek luna balik,

"Aduhhhhh!!!!" Pekik gw


Gw berteriak tertahan setelah sepatu luna mencium tulang kering gw dibawah meja,

Quote:
"Sakit lun" gw meringis tanpa bisa gw tutupi

"Rasain" jawab luna ketus sambil mengemut sedotan minumnya, sedangkan gw masih memijit-mijit tulang kering gw

"Lagian aku gak minta kamu nginep kok, aku mau bawa kamu ketemu seseorang"

"Ketemu siapa?" Tanya gw masih memijat-mijat kaki gw

"Ada deh" jawab luna masih ketus

"Gak nginep kan? Syukurlah jadi gak perlu bikin alasan ke tommy" gw semakin meledek luna

"..." Luna melotot dan menggigit bibir bawahnya,

"Eit gak kena" dengan sigap kini gw bisa menghindar dari tendangan luna

"Hahaha" gw tertawa diikuti luna yang juga tertawa kecil menertawakan kekanak-kanakan kami berdua.


Gw agak bertanya-tanya luna mau mengajak gw untuk ketemu siapa, tapi pikiran gw masih lebih fokus mikirin soal aliya yang akan akan datang kesini.

Terlalu mendadak rasanya, gw juga berpikir mungkin itu cuma rencana sesaat aliya yang gak akan terealisasi, terlalu nekat rasanya, tapi kalau mengingat aliya yang memang nekat ya gw jadi bingung sendiri.

*




Quote:
"Ke tempatku dulu yan, kita pake mobil aja kesana" ujar luna di telpon

"Tuh kan, bilang aja mau di temenin bobo" ledek gw

"Ihhh benerannn, pake pakaian rapi ya"

"Rapi?, Mau kemana emangnya?"

"Udah, nurut aja kenapa"

"Ya kan aku harus tau kemana biar bisa menyesuaikan harus pake apa"

"Ihh ribet deh. pake kemeja, celana panjang sama sepatu" perintah luna

"Iya iyaaaa" gw mengiyakan tak mau berdebat lebih lama


Gw lebih dulu ke apartemen luna, tanpa berlama-lama atau ada "laga tambahan" kami langsung pergi,

Quote:
"Mau kemana sih lun?" Gw penasaran

"Udah ikut aja" luna tertawa kecil sambil memberikan tatapan licik nan menggoda


Merasa rasa penasaran gw gak akan terjawab, gw memilih diam dan duduk manis.

Mobil luna berbelok mendadak ke sebuah tempat yang gak asing,

Quote:
"Loh kok kesini lun?" Tanya gw setelah luna memarkirkan mobilnya

"Ya emang mau kesini" jawab luna masih dengan senyum liciknya,

"Ayo turun" ujar luna langsung turun dari mobil

"Ta.. tapi luna...." Alih-alih jawaban, suara pintu mobil sebelah kiri yang tertutup menjadi jawaban


Gw sedikit terpakuku menatap luna yang berjalan kedepan mobil. Gw masih enggan turun dan hanya menatap luna yang berhenti di depan mobil sambil menatap gw menyuruh gw turun.

Dengan langkah berat, gw coba turun dari mobil, luna tertawa kecil menuntun gw berjalan masuk kedalam.

Kami berjalan masuk kedalam cafe, cafe ini gak terlalu ramai mengingat ini belum terlalu malam dan masih weekday, gw tau persis jam ramai cafe ini.

Yup kalian benar. Ini cafe bang togar.

Kami duduk di sofa biasa, jantung gw berdegub kencang, tapi enggak dengan luna, dia begitu tenang bahkan menyelipkan ledekan di setiap tatapannya,

Quote:
"Mau pesan apa kak luna?" Tanya waiters yang juga melirik gw yang membuat gw lupa namanya saking gugupnya


Luna dengan lancarnya memesan makanan, sedangkan gw membakar sebatang rokok guna mengusir kekalutan di dada gw.

Quote:
"Paps udah ada?" Tanya luna

"Belum datang kak, janjian sama bos kak?"

"Iya, tadi katanya udah jalan"

"Mungkin sebentar lagi kak, Itu aja pesanannya kak?"

"Iya itu aja" jawab luna

"Tunggu sebentar ya kak, yan" ujarnya sambil melirik gw dan menyebut nama gw dengan ledekan


Gw bak kucing yang disiram air, terdiam manis di sofa depan luna,

Quote:
"Kok gak bilang kalau mau kesini lun?" Tanya gw

"Ya mana mau kamu kalau aku bilang mau kesini" jawab luna

"..." Jelas sekali luna bisa melihat kesalah tingkahan gw

"Gpp yan, tenang aja" ujar luna


Gak seperti sebelumnya kalimat terakhir luna di temani senyum teduhnya seakan menenangkan gw, tapi itu gak cukup membantu, gw menyesap sebatang rokok tadi seperti sebuah kereta yang gak henti-hentinya ngebul.

Meski gw kenal dekat dengan bang togar, tapi postur dan tampang sangarnya tetap bisa mengintimidasi gw mengingat waktu itu bang togar pernah "mengintrogasi" gw.

Gw gak perlu takut sebenarnya, tapi gw merasa gak enak aja selama ini menutupi sesuatu dari bang togar.

Luna yang duduk di depan gw tiba-tiba merubah duduknya lalu tersenyum sambil melihat kearah pintu masuk. Gw pun tau, ajal gw sudah dekat.

Quote:
"Mana katanya tadi udah deket, masak aku duluan sampai" ujar luna menyambut bang togar yang muncul dari belakang gw

"Isi bensin dulu aku tadi, kau juga gak sopan mendadak bilangnya mau datang" suara khas bang togar bagai petir yang menyambar gw,


bahkan melihat kearah bang togarpun gw gak berani, gw matikan rokok gw yang masih sisa setengah.

Quote:
"Eh yan, ada kau rupanya" sapa bang togar berhasil melihat gw yang gagal dalam berkamuflase dengan warna merah sofa.

"I.. iya bang" jawab gw hanya sedikit sekali memberikan kontak mata

"Eh," pekik bang togar mengagetkan gw

"mana? aku sudah ngebut-ngebut, katanya kau mau bawa pacarmu" ujar bang togar belum menangkap kenapa alasan gw ada disana

"Mampus gw" kata gw dalam hati,

"Ih duduk dulu dong paps" ujar luna, "Masak ngobrol sambil berdiri"


Luna yang berdiri dari sofanya lalu berjalan mengitari meja kecil di depan kami lalu duduk di ruang kosong sofa disamping gw yang memang di design untuk berdua.

Bang togar menatap kami berdua tapi tetap melangkah perlahan dan duduk di sofa tempat luna tadi duduk, sedangkan matanya tetap menempel ke kami berdua

Gw gak tau lagi harus ngomong apa, gw masih duduk manis seperti kucing basah, luna disamping gw dengan tenangnya, dan bang togar duduk di depan kami terlihat kaget.

Bang togar memajukan sedikit duduknya lalu mengambil sebatang rokok dari bungkus rokok gw dan membakarnya. Setelah ini nyawa gw kayaknya yang diambil pikirku.

Quote:
"Kalian berdua" ujar bang togar


Gw gak tau ucapan bang togar barusan itu sebuah pertanyaan atau apa.

Quote:
"Yan" ujar bang togar

"Ya bang?" Tanpa berlama-lama langsung gw jawab

"Kau tolong bantu putu dulu di station" ujar bang togar

"Iya bang" sedikit ragu gw akhirnya melangkah pasti setelah melihat luna mengangguk mengijinkan


Gw paham bang togar mau ngomong dengan luna, gw yakin bang togar pasti kaget karena di depan dia kami enggak dekat sama sekali. Hanya saja gw kini semakin deg-degkan tentang apa topik yang akan mereka bicarakan.

Quote:
"Peh tumben kamu rapi sekali nok" putu yang sedang standby di station menyambut gw

"Minum tu" ujar gw

"Oke" jawab putu

"Kamu datang sama luna?" Tanya putu sambil menuangkan vodka kedalam gelas seperti tau tingkat kebutuhan alkohol gw dari wajah gw yang mumet

"Iya" jawab gw singkat dan langsung meneguk habis gelas sloki yang baru diisi

"Tumben" ujar putu yang punya banyak arti.


Gw gak menjawab, gw sesekali mencuri pandang ke bang togar dan luna yang duduk cukup jauh dari bar station, tapi dari gerak geriknya sih enggak ada pertikaian diantara mereka, mungkin gw aja yang kepedean.

Gw memainkan bibir gelas dengan jari sambil melamun entah sudah berapa lama memikirkan nasib apa yang sebentar lagi menghampiri gw.

Quote:
"Putu, ambilkan vodka" ujar bang togar yang sudah duduk di kursi disamping gw

"Oke" putu mulai menuangkan vodka tadi kedalam gelas sloki

"Tinggal aja botolnya" ujar bang togar mengambil alih sebotol vodka bening dari tangan putu

"Nih" bang togar menaruh satu shoot vodka tepat didepan gw

"Makasih bang"

"Minum dulu baru bilang makasih" ujar bang togar


Gw raih gelas tadi dan langsung melahap habis dalam satu tegukan. Baru gelas kosong tadi menyentuh meja sudah langsung diisi penuh lagi,

Quote:
"Minum" perintah bang togar lagi

"Wah pulang merayap nih gw" gw membatin kembali meraih gelas tadi dan langsung menenggak habis isinya


Wajah gw masam seketika merasakan tendangan khas minuman asal rusia yang mengeringkan tenggorokan.

Quote:
"Ahh jelek kali muka kau" bang togar meledek

"Kau kenapa gak bilang?" Gw yang masih susah bicara karena kering tenggorokan langsung disambar pertanyaan oleh bang togar

"Maaf bang" cuma ini yang bisa gw ucapkan

"Maaf... maaf" bang togar menenggak minuman lalu membakar sebatang rokok yang nampaknya gak asing

"..." Bang togar menyodorkan sebungkus rokok yang adalah rokok gw yang tadi ketinggalan di meja

"..." Gw ambil sebatang lalu membakarnya.

"Jangan salah tangkap, aku gak marah sama kau, aku kaget saja tadi. Siapa suruh kau gak ngasih tau dari sebelum-sebelumnya"

"..." Gw diam coba meraba kemana obrolan ini akan mengarah

"Kenapa kamu gak ngomong dari kemarin-kemarin?" Tanya bang togar

"Aku gak enak bang" jawab gw

"Aih, kenapa rupanya?" Tanya bang togar lagi

"..." Gw diam karena perasaan di hati gw berkecamuk entah yang mana dulu mau gw utarakan

"Apa karena yang pernah aku ceritain ke kamu waktu itu?" Bang togar menerka isi hati gw

"Iya bang, aku ngerasa bang togar bakal marah kalau tau"

"kalau soal waktu itu justru aku takut kau yang sakit hati karena aku tau luna, kasian lah kau masih kecil masih polos dikerjain sama dia" ujar bang togar

"Telat bang, udah sempet sakit hati" tentu saja gw membatin dalam hati

"Minum, jadi agar-agar itu kalau lama kau diamkan" perintah bang togar

"Iya bang" gw tenggak lagi sampai habis, dan langsung diisi penuh bang togar saat gelas gw taruh diatas meja

"Ah hebat juga kau" ujar bang togar menabok pundak gw dengan tangannya yang besar, hampir jatuh gw dari kursi

"Ini pertama kalinya luna kenalin aku ke pacarnya" ujar bang togar lalu menenggak habis sloki yang tadi diatas meja

"..." Ada rasa bangga tersendiri di hati gw

"Eh ayo kita pindah kesana, marah nanti dia, dikiranya aku apa-apain kau lagi" ujar bang togar berdiri dari kursi sambil menggenggam leher botol di tangannya

"Ta.. tapi beneran gak marah kan bang?" Gw coba meyakinkan diri gw sekali lagi

"Ehh kalau kau lama lagi, yang ada dia itu yang marah-marah ditinggal sendiri" ujar bang togar sambil menunjuk luna yang duduk bersandar sambil bermain dengan hpnya

"..." Tawa kecil menghiasi wajah kami berdua yang sudah mulai memerah


Kami berjalan perlahan kembali ke table,

Quote:
"Huh, baru jam segini udah merah muka kalian" ketus luna menyambut gw dan bang togar

"Ah namanya juga laki-laki" jawab bang togar

"Nah liat, udah gak takut-takutan dia sekarang" bang togar meledek gw yang dengan pedenya langsung melipir duduk disamping luna

"Hahaha" luna ikut tertawa, sedangkan gw kembali jadi salah tingkah, susah ya jadi cowok polos, serba salah 🤭


Obrolan pun berlanjut, canda tawa mengisi waktu kami bertiga sampai kami pulang,

Quote:
"Aku kira bakal bang togar bakal marah" ujar gw yang sedang duduk manis sedangkan luna menyetir mobil

"Ya enggak lah, kamu aja tuh yang mikirnya kejauhan" ujar luna

"Tadi bang togar ngomong apa lun?" Gw penasaran apa yang diobrolan mereka berdua tadi

"Gak ada, paps cuma nanya sejak kapan, dia kira aku cuma mau main-mainin kamu" jawab luna

"Loh emang bener kan?"

"Hah? Enggak lah..." Protes luna

"Waktu itu" gw meledek luna, mengingatkan dulu kami sempat gak berhubungan beberapa waktu

"Ihh itu kan gak dihitung" ujar luna sambil menahan tawanya

"Hahaha" gw tertawa puas yang juga diikuti luna, kami memang suka tertawa kalau memgingat-ingat kejadian waktu itu.

*




Kami sudah sampai di parkiran. luna mematikan kontak mobil dan kami keluar dari mobil.

[QUOTE]
"aku langsung keatas ya" ujar luna sambil menatap gw dengan tatapan menggoda

"Kamu hati-hati di jalan" masih dengan lirikan menggoda luna langsung meninggalkan gw, membuat gw berada di persimpangan


Luna sangat tau gimana caranya "mempermainkan" perasaan gw dengan reverse psychologynya, ditarik ulur bagai layang-layang yang pasrah saja diterbangkan angin.

Dan gw pun mengikuti luna berjalan pelan menaiki tangga,

Quote:
"Loh katanya mau pulang" luna berbalik karena mendengan langkah kaki gw

"Iya, ini aku mau pulang" jawab gw tersenyum gengsi dan mempercepat jalan gw mendahului luna menuju kamarnya


Luna bersandar di samping pintu, melipat lemgan di dadanya dan tersenyum melihat gw yang sedang mencari-cari kunci kamar di tas selempang kecil gw,

Quote:
"Ada gak?" Tanya luna dengan nada meledek

"Ada dong" kuncinya akhirnya ketemu

"Awas aja kalau sampe hilang" ancam luna yang langsung melipir masuk setelah pintu terbuka

"Kenapa emangnya kalau hilang?" Tanya gw bermain dengan maut


Luna berbalik menutup pintu dan mendekati telinga gw

Quote:
"Kalau hilang, ku kunci kamu di dalam kamar gak boleh keluar-keluar" bisik luna dengan lenguh nafasnya menggelitik bagian sensitif di leher gw


Ya beginilah kalau pacaran sama yang lebih tua, harus bisa "mengimbangi" 🤭, tenang aja, gak sampe di iket-iket pake tali tambang kok 🤣

*




Sampai ke hari kamis, aliya belum juga nelpon gw perihal liburan mendadaknya. Gw juga gak mau menghubungi balik seakan gw yang mau dia datang. Gw juga bingung gimana harus cerita ke luna soal aliya ini, rencananya sehari sebelum aliya datang gw baru akan ngomong ke luna.

Sebenarnya gw juga ada sedikit rasa kangen ke aliya, bukan kangen yang gimana-gimana ya, tapi dengan munculnya aliya seperti kembali mengingatkan gw ke kenangan-kenangan dulu yang beberapa bulan belakangan sempat gw lupakan.

Quote:
"Ryan siapin 8 meja ada yang reservasi buat jam 2"


Bu inggit supervisor gw hari ini mengagetkan gw yang sedang ngecek-ngecek hp gw di loker kichen.

Quote:
"Baik bu, ada request lain bu?" Jawab gw gelagapan buru-buru memasukan hp gw ke kantong

"Enggak ada, gak perlu rubah-rubah posisi meja" jawab bu inggit

"Baik bu" jawab gw bergegas mempersiapkan meja yang diminta


Hari ini gw dapat job DW shift pagi 9-5 di sebuah cafe. Setelah beres dengan meja reservasi, gw kembali ke kitchen. Hari ini gak begitu banyak tamu, gw juga bingung kenapa mereka nyari daily worker.

Quote:
"Drrtttt drrrtttt drrttttt drrttttt"


Suara getaran dari dalam loker terdengar nyaring waktu gw lewat, gw langsung tau itu pasti hp gw, rasanya gak ada handphone lain yang bisa ngalahin kencangnya getaran Nokia 3315.

Dengan cepat gw buka loker gw dan mendapati ho gw sedang meraung-raung ada telepon masuk.

Quote:
"Aliya" gw membatin melihat layar hp gw tertulis nama aliya yang sedang menelpon

"Ya halo" gw angkat telpon aliya dengan sedikit berbisik

"Yan" ujar aliya

"Bentar-bentar" ujar gw sambil mencari spot aman untuk menelpon

"Halo al, ada apa?" Ujar gw begitu berhasil mendapat spot sepi di belakang kichen

"Selesai kuliah gw langsung ke bandara" ujar aliya

"Hah? Bandara?" Gw terkejut

"Lu kesini hari ini? Bukannya hari sabtu?" Seingat gw aliya ngomongnya weekend yang berarti hari sabtu atau ya paling mentok hari jumat lah,

"Changes of plan" jawab aliya singkat

"Ta tapi, jam berapa?" Gw jadi panik sendiri,

"Enggak tau, gw baru mau nyari tiket di bandara nanti" ujar aliya terdengar ketus dan gak tenang


Gw yang kaget dari tadi ternyata gak menyadari sesuatu, dari suaranya aliya terdengar sedih dan marah,

Quote:
"I iya, maksud gw lu ke bandaranya jam berapa? Ini gw masih kerja"


Gw bahkan sempat berpikir aliya gak bakal datang, gw pikir rencana aliya cuma rencana penyegar telinga semata, eh tau-taunya nelpon mau datang beneran

Quote:
"Ini kalau dosennya lama datangnya gw cabut" ujar aliya semakin membuat gw panik

"Lu balik gawe jam berapa?" Tanya aliya

"Jam 5" jawab gw sambil melihat kearah jam dinding

"Yaudah gw kabarin kalau udah dapat tiket"


Aliya berhasil membuat kerja gw gak tenang, dikit-dikit gw ngecek jam, dikit-dikit gw ngecek hp gw yang kini gw kantongin meski kalau ketahuan bu inggit pasti krna semprot gw, karena di cafe ini anak waiters dan kitchen gak boleh pegang hp selama jam kerja.




profile-picture
profile-picture
profile-picture
noth84 dan 24 lainnya memberi reputasi
25 0
25
a Road to be Me
31-08-2020 05:20
Wah kedatangan cewek nih
Curiga ni
Jangan jangan...
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
31-08-2020 23:44
Eh udah ketemu camer ternyata emoticon-Leh Uga
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
04-09-2020 08:43
update lagi gan....kena kentang nih...
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
08-09-2020 17:33
update nya yan...tar keburu luna di samber ariel nih
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
12-09-2020 15:13
Bab 3 part 56,


Quote:
"Maaf bu, besok saya gak bisa masuk kerja" gw memulai obrolan setelah jam kerja gw selesai

"loh kenapa?" tanya bu inggit

"ada sedikit urusan keluarga bu" gw terpaksa berbohong

"oh, yaudah, bayaran kamu ambil di personalia ya"

"baik terima kasih bu" tanpa memperpanjang obrolan gw langsung bergegas pergi


Gw buru-buru karena gw harus ke bandara menjemput aliya, untung saja jamnya gak bentrok dengan jam kerja gw tadi meski gw harus melerelakan job DW weekend ini karena gw pasti harus menemani aliya, belum apa-apa aliya udah nyusahin.

Gw sudah standby menunggu di depan gate kedatangan domestik bandara. duduk di pinggiran jalan sambil mata gw tertuju ke gate kedatangan. Gw sudah mencoba menelpon aliya tapi hpnya masih tidak aktif jadi gw tinggalkan sms untuk ngasih tau gw sudah ada di depan gate.

Jantung gw entah kenapa berdetak sedikit memburu saat pengumuman sebuah pesawat dari jakarta telah mendarat sempurna, pesawat yang gw tau adalah tumpangan aliya. Jantung gw berdetak kencang bukan tanpa alasan, banyak perasaan yang berkecamuk di dada gw.

Aliya memang gak punya kedekatan khusus dengan gw sebelumnya tapi gw merasa senang karena gw akan bertemu seseorang yang berasal dari masa lalu, kenangan-kenangan hilir mudik di pikiran dan perasaan menemani waktu gw menunggu, hingga gw mencurigai seseorang yang sedang celingak-celinguk setelah keluar dari gate kedatangan.

seseorang tadi yang mengenakan jaket hitam dengan kupluk terpasang, celana jeans hitam dan tas ransel yang juga matching warnanya nampak kebingungan di depan gate hingga dia melihat kearah gw lalu berjalan lurus menghampiri gw. gw gak yakin karena ada kacamata hitam yang sedang dia kenakan.Tapi semakin dekat, wajahnya yang tadi samar-samar mulai menampakan siapa dia.

aliya berdiri tepat di depan gw mematung dan menatap gw dibalik kacamata hitamnya. gw pun turut membisu gak mau membuka ucap duluan, takutnya ternyata salah.

Quote:
"Lu gak ada berubah-berubahnya ya yan" ujar aliya datar


dari suaranya,  ini fix 100% aliya,

Quote:
"emangnya gw power ranger bisa berubah?" jawab gw berbasa basi berniat melawak


tapi lawakan gw gak berbalas tawa karena tiba-tiba aliya melangkah mendekat lalu menyandarkan kepalanya di dada gw.

Gw kaget, tapi akhirnya merangkul aliya juga, bukan sebuah pertemuan dua teman lama yang gw harapkan.


gak ada senda gurau atau obrolan kecil, kami langsung menuju motor di parkiran, dan mulai keluar dari area parkiran bandara.

Aliya belum bicara banyak, dia lebih banyak termenung di kursi belakang sementara gw menyetir motor kesana kemari tanpa tujuan jelas karena gak tau harus membawa aliya kemana

Quote:
"kita mau kemana yan?" tanya aliya dari bangku belakang

"lah ini gw dari tadi nunggu lu ngomong mau diantar kemana" jawab gw

"yeee kenapa gak nanya dari tadi" aliya menoyor kepala gw yang terlindung helm

"habis lu diem mulu melamun kayak orang kesambet"

"huuuuu" aliya kembali menoyor kepala gw

"terus ini mau kemana? lu rencananya mau nginap dimana?"

"belum tau" dengan entengnya aliya menjawab

"lah terus?"

"gw pengen mandi" jawab aliya yang gak memberikan gw jawaban sama sekali


Merasa gw gak akan mendapat jawaban dan keputusan dari aliya, gw berinisiatif untuk membawa aliya ke kost gw dulu, biarkan dia mandi, mungkin setelah fresh dia bisa berpikir dengan benar.

begitu gw parkir di parkiran kost gw aliya sama sekali gak bertanya-tanya kemana gw membawa dia, dia manut saja seakan percaya dengan gw yang baru di temuinya lagi setelah sekian lama.

Quote:
"kamar mandinya ada diujung lorong" gw membuka kamar gw dan meletakan tas ransel aliya di dekat kasur

"sorry nih kalau berantakan"

"iya sih emang berantakan" ujar aliya tanpa dosa sambil melihat-lihat sekeliling kamar gw yang sempit ini

"sialan" ketus gw dalam hati

"..." sambil tersenyum aliya membuka tas ranselnya dan mengeluarkan perlengkapan mandinya.

"di ujung lorong ini kan?" tanya aliya memastikan

"hu uhm" jawab gw lalu menghilanglah aliya yang masih mengenakan jaket keluar dari pintu kamar dan menuju ke kamar mandi


gw rebahan di tempat tidur, sambil mengeluarkan hp gw dari kantong celana.

Quote:
"mampus gw belum ngasih tau luna" gw berguman saat teringat luna


Sudah dari beberapa hari yang lalu gw udah mau ngasih tau luna, cuma gw takut dan gak yakin, kemaren-kemaren gw masih belum yakin kalau aliya beneran  datang, kalaupun datang kan katanya hari sabtu, jadi mungkin sehari sebelum gw baru akan ngasih tau luna. Jadilah sekarang gw bingung harus ngomong gimana ke luna.

Gw juga gak bisa menolak karena waktu itu gw pernah dijamu aliya waktu gw dan hendra ke jakarta, ya meski gw jadi obat nyamuk tetep aja gw merasa tau diri untuk membalas budi.

Di tengah kegundahan gw yang sedang rebahan sambil menumpuk kaki gw yang satu diatas kaki yang satunya lagi, aliya muncul dari luar pintu, masuk kedalam dam langsung menutupnya.

Gw terkejut karena sempat melihat aliya yang masuk ke kamar hanya mengenakan handuk yang melilit tubuhnya, tubuh ramping yang tadi tertutupi jaket hitam yang melahap lekuk tubuh aliya yang kini hanya di lilit oleh handuk.

Aliya benar-benar sudah ber transformasi menjadi seorang wanita utuh, lekuk tubuh serta kulit sawo matangnya yang eksotis mampu menghipnotis setiap pria yang menatapnya.

mulustrasi


Quote:
"bikin kaget aja al" ujar gw yang bangkit dari tempat tidur dan sedikit membuang tatapan gw menjauh

"kenapa?" entah aliya ini polos, bego atau sengaja menggoda gw

"gw tunggu di luar" ujar gw lalu melipir keluar kamar


ya gw bukan laki-laki suci yang gak pernah ngeliat tubuh wakita tentu saja, hanya saja batin gw masih menganggap aliya ini pacar sahabat gw.

gw tutup lagi pintu kamar, dan membakar sebatang rokok, menyesapnya dalam sambil melihat pemandangan macetnya jalan majapahit.

pintu kamar gw terbuka, dan aliya berdiri di samping gw, mengeluarkan sebungkus rokok putih, mengeluarkannya sebatang lalu menempelkannya di bibirnya,

Quote:
"cerita lah" ujar gw, sambil menyalakan korek api membakar sebatang rokok yang menempel di bibir aliya

"..." aliya menyesapnya dalam-dalam lalu mengembuskan kepulan asap ke udara

"ya gitu deh yan" aliya nampak bingung mau memulainya darimana

"lu ngomong apa ke orang tua lu kalau lu datang kesini? liburan? emang diijinin?"

"gw gak ngomong ke mereka kalau mau kesini yan"

"hah?, emang lu gak dicariin?"

"enggak" jawab aliya singkat

"ahh gak mungkin"

"enggak tau, kan gw belum nyalain hp dari tadi" jawab aliya enteng

"Lu pasti dicariin al, kabarin dulu deh"

"Mereka lebih peduli apa kata dia kok yan"


Gw terdiam berada di persimpangan untuk terus bertanya lebih dalam, atau memberikan waktu untuk aliya.

Sebatang rokok kami habiskan dalam diam sambil menatap sunset yang samar-samar terbenam di ujung pantai kuta.

Quote:
"Yan" ujar aliya

"Hmmm?"

"Gw lapar"

"Eh, gw kira kalau galau gak ngerasain lapar"

"Makan hati gak bikin kenyang kali yan"

"Hahaha" kami berdua tertawa kecil


Kami pergi makan di warung lalapan di depan kost gw, gak ada duit gw kalau harus jajanin anak gedongan yang lagi galau ini di tempat-tempat mewah.

Quote:
"Berapa mbak?" Tanya gw bersiap membayar apa yang baru kami makan

"Ini aja yan" selembar uang berwarna merah mendahului dompet gw.

"Kan gw udah bilang gak bakal nyusahin" ujar aliya sambik tersenyum

"Yaelah gak nyusahin kok" gw berbasa basi

"Terus mau kemana nih? Tanya gw saat kami kekuar dari warung lalapan

"Kan lu tuan rumahnya yan" jawab aliya

"Yaudah, ayooo"


Gw mengajak aliya berjalan kaki menyusuri daerah legian, yang cukup dekat dari tempat kost gw. Aliya gak banyak komentar ataupun mengeluh, sepertinya kegalauannya memvuat dia terlalu lelah untuk mengeluh

Cukup jauh kami berjalan menyusuri jalan legian sampai ke kuta dan kembali berjalan sampai di ujung jalan melasti hingga kami berhenti di sebuah circle K yang menghadap kearah pantai kuta.

Quote:
"Capek enggak?" Tanya gw sambil meminum softdrink yang barusan kami beli di dalam

"Lumayan"

"Lumayan bisa ngilangin galau?"

"Aliya tertawa kecil"

"Gw gak galau sih yan, bahkan gw sebenarnya bingung sama apa yang gw rasain sekarang"

"Maksudnya?"

"Honesly dari awal gw gak punya perasaan apa-apa ke dia bahkan sebenarnya sampai sekarang"

"Terus kenapa lu pacaran sama dia? Terus kenapa sekarang lu galau kalau emang gak punya perasaan ke dia?"

"Itulah yan, gw benci sama diri gw sendiri" nada bicara aliya berubah gusar

"Gw pacaran sama dia karena gw merasa terdesak, keluarga gw terus ngejodohin gw sama dia sampai gw iyain aja tanpa pikir panjang"

"Dan bodohnya gw udah ngasih segalanya ke dia karena mikir keluarga kami sudah dekat, gw pikir ya dia ini suami gw nntinya, soal perasaan, gw yakin suatu saat bakal muncul sendiri seiring waktu berjalan"

"Eh taunya dia orangnya kayak gitu" disini aliya mulai menangis gak mampu menahan perasaannya

"Gw benci sama diri gw sendiri yan, gw benci udah ngasih sesuatu yang berharga milik gw ke dia, gw benci kalau ternyata gw salah ngasih ke orang yang salah"


Aliya mulai menangis sesengukan, gw gak bisa ngomong apa-apa selain menyapu-nyapu punggung aliya agar dia tenang dan gak merasa sendiri.

Quote:
"Gw bingung mau curhat ke siapa, nyokap gw selalu ngebelain dia, bahkan sebelum gw cerita. Gw tau gw ini anaknya susah diatur, tapi gw sakit hati orang tua gw gak mau dengerin gw"

"Gw gak kuat yan kalau harus nyimpen semuanya sendiri"


Tangis aliya semakin pecah tapi gw semakin gak tau harus apa, kesedihan yang aliya rasakan menekan semua kata-kata bijak gw agar gak terucap.

Malam semakin larut dan kami berjalan pulang, aliya sudah cukup bisa mengendalikan dirinya, meski mata bengkaknya gak berkata demikian.

Quote:
"Lu tidur di kamar gw aja al, nanti gw tidur di kamar temen gw disebelah"

"Duh yan, gw gak mau ngerepotin"

"Enggak al, gak mungkin kan kita tidur bareng"

"Kasurnya kecil" gw jadi salah tingkah karena ucapan gw sendiri

"maksud gw, temenin gw cari hotel"

"Ohh, sayang duitnya al kalau jam segini mau buka kamar, besok aja gw temenin cari hotel"

"Gpp nih?" Tanya aliya

"Ya itupun kalau lu betah sama kamar panas ini sih"

"Ah elah, gak sepanas jayapura ini" jawab aliya

"..." Kami berdua tersenyum kompak seakan pikiran kami juga memikirkan hal yang sama

"Yaudah, lu istirahat deh, gw ada di depan kalau lu butuh apa-apa"

"Iya" jawab aliya singkat

"Oh iya, lu kabarin nyokap lu gih, kasihan dia pasti khawatir"

"..." Aliya tersenyum masam dan mengangguk terpaksa sebelum gw tinggal


Gw bersandar di tepian balkon lantai 2, mengeluarkan sebatang rokok lalu membakarnya,

Di tengah nikmatnya sebatang surya, gw lihat tommy muncul bersama marlon,

Quote:
"Kamu kemana yan baru keliatan" tanya marlon yang lebih dulu muncul dari tangga

"Aku jemput temenku di bandara"

"Temen kuliahmu dulu?" Kali ini tommy yang bertanya

"Bukan" jawab gw

"Terus?"

"Ada deh, aku bingung jelasinnya"

"..." Mereka berdua menyerngit bingung

"Eh iya, ntar aku numpang tidur di kamar mu ya tom"

"Di kamarku?" Tanya tommy bingung


Belum sempat gw menjelaskan karena bingung mau dimulai darimana, dari kamar gw terdengar suara aliya tang sedang menelpon mamanya.

Quote:
"AKU GAK MAU MAH, MAMA PERNAH GAK MIKIRIN GIMANA PERASAAN AKU?"


Suara pertengkaran aliya dan nyokapnya terdengar sampai di telinga kami bertiga,

Tommy dan marlon langsung menatap gw bingung karena tiba-tiba mendengar ada suara perempuan yang lagi bertengkar didalam kamar gw,

Aliya terdengar masih beradu mulut lewat telepon, bahkan suara aliya terdengar parau karena menahan tangisnya,

Quote:
"MAH, BOBBY ITU GAK SEBAIK YANG MAMA PIKIR"


Saking kerasnya suara aliya sampai kami bertiga terperanjat,

Quote:
"Itu siapa yan?" Tanya marlon

"Kenapa itu yan? Tommy gak mau kalah penasaran


Saking penasarannya mereka berdua sampai celingak celinguk mencari tau siapa yang ada di dalam kamar gw

Quote:
"Hus hus, udah biarin aja" gw sibuk menahan rasa penasaran merrka berdua

"Itu gak apa-apa yan?"

"Gak apa-apa, udah-udah kita kebawah aja" gw mengusir mereka berdua seperti lagi menuntun ayam kembali ke kandang

"Gw mau ke kamar yan" ujar marlon yang kamarnya ada di ujung

"Ntar aja, kita nongkrong dibawah" gw kekeuh mengajak mereka kebawah


Kami bertiga nongkrong sambil ngudut dibawah, gw coba jelaskan sedikit ke mereka. Setelah terasa cukup lama dan mengantuk, kami kembali naik keatas.

Gw coba ketuk pintu kamar gw tapi gak ada jawaban dari aliya, gw putar perlahan gagang pintu, pintu pun terbuka karena gak terkunci.

Gw lihat aliya sudah tertidur di kasur gw, gw yakin aliya lelah pikiran juga fisiknya setelah perjalanan jauh jakarta-denpasar ditambah tadi berjalan kaki cukup jauh.

Gw matikan lampu kamar gw, gw kunci pintu dari luar lalu melemparnya lagi dari ventilasi.

Diubah oleh zpy
profile-picture
profile-picture
profile-picture
noth84 dan 17 lainnya memberi reputasi
18 0
18
a Road to be Me
12-09-2020 15:51
Quote:Original Posted By Arikempling78
Wah kedatangan cewek nih
Curiga ni
Jangan jangan...


Jangan2 jadi korban siluman buaya putih ya gan?

Quote:Original Posted By ariid
Eh udah ketemu camer ternyata emoticon-Leh Uga


Kepalan tangannya hampir sebesar kepala ane gan, serem 🤣

Quote:Original Posted By malaikatpenjaga
update lagi gan....kena kentang nih...

Quote:Original Posted By malaikatpenjaga
update nya yan...tar keburu luna di samber ariel nih


Udah up gan, tenang, ariel mah lewat sama ane 😎
profile-picture
alif.tiger.revo memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
a Road to be Me
12-09-2020 19:11
Perasaan tadi sebelum baca, nyecroll nya lama. Tapi ketika dibaca kok cuma bentar udah kelar ya??
emoticon-Bingung
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
12-09-2020 19:39
Semedi berapa lama yan?

Abis ini ada yang baku hantam sama Luna nih
emoticon-Embarrassment
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
13-09-2020 07:35
Quote:Original Posted By .g.gowang
Perasaan tadi sebelum baca, nyecroll nya lama. Tapi ketika dibaca kok cuma bentar udah kelar ya??
emoticon-Bingung


Bacanya alon-alon gow biar lama, jangan cepet-ceprt keluarnya eh kelarnya 🤣

Mungkin karena aku set rata kiri kanan paragrafnya, jadi agak ketarik2 keliatannya panjang karena banyaj kosong di tengah gow

Quote:Original Posted By night.fury95
Semedi berapa lama yan?

Abis ini ada yang baku hantam sama Luna nih
emoticon-Embarrassment


Semoga aja mereka gak cakar-cakaran ya 🤣,

Lagi ngurus banyak hal gan, gelar nikahan di tengah pandemi ribet ijin sana sini #ehh 🤐


*


Ada yang kangen sama mbak stefi kah?

awas baper!!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Arsana277 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 7 balasan
a Road to be Me
16-09-2020 15:02
siip bosque....thanks dah di update...dilanjut lagi yan
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
22-09-2020 18:24
Yahh..kok mulai macet..
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
a Road to be Me
22-09-2020 22:22
Lanjut yannn
profile-picture
profile-picture
zussie dan zpy memberi reputasi
1 1
0
a Road to be Me
23-09-2020 08:25
tetep team keyla aku mas hahahahahaa

piye kabare ? tahun iki ora ono acara silaturahmi ke kendal aku mas

dadine tahun iki aku ora lewat salatiga hahahahahaha
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
23-09-2020 17:36
Amazing
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Ex.One dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
a Road to be Me
23-09-2020 18:30
Quote:Original Posted By malaikatpenjaga
siip bosque....thanks dah di update...dilanjut lagi yan


Siap gan,,,

Quote:Original Posted By togoggodot
Yahh..kok mulai macet..


Banyak peristiwa yang terjadi di real life gan, jadi kemaren fokus dulu

Quote:Original Posted By bolot78
Lanjut yannn


Siappp

Quote:Original Posted By hari11
tetep team keyla aku mas hahahahahaa

piye kabare ? tahun iki ora ono acara silaturahmi ke kendal aku mas

dadine tahun iki aku ora lewat salatiga hahahahahaha


Wah tetap setia ambek keyla, yo wes nih ada sedikit oleh-oleh dari keyla 🤭
ehemm


Kabarku apik mas, sempet rapid sama swab karena kerjaan tapi hasilnya negatif
Iyo, pandemi ngene emang susah kemana-mana mas, aku cuma sekali terpaksa terbang karena ada kerjaan sedikit

Quote:Original Posted By scarlot
Amazing


Ane bukan spiderman gan 🤭


*****



Maaf lagi2 update macet karena kerjaan dan sibuk mempersiapkan diri untuk pernikahan,

Sibuk mempersiapkan fisik dan mental untuk kena bully habis2an karena yang nikah adek gw si anne 🤣🤣🤣
Diubah oleh zpy
profile-picture
kkaze22 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
a Road to be Me
23-09-2020 20:44
Naise gans
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zpy dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
a Road to be Me
23-09-2020 21:52
a Road to be Me

Ijin gelar tenda gan
Diluar dingin nih
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
26-09-2020 07:54
Ya ampun pada kentang semua
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
Halaman 144 dari 145
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
kami-dan-senyum-pucatmu
Stories from the Heart
completed-hey-fanny
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
harus-pilih-yang-mana-18
Stories from the Heart
aku-dan-dunia-lain
B-Log Collections
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia