- Beranda
- The Lounge
Review Film : CATS | Film Terburuk Penutup Tahun 2019.
...
TS
Nulis.nulisan
Review Film : CATS | Film Terburuk Penutup Tahun 2019.
Quote:
hey hey hey selamat datang di thread gw dan kali ini gw bakal ngereview salah satu film yang masih anget karna baru dirilis di penghujung tahun 2019, tepatnya tanggal 27 desember.
film besutan sutradara Tom hooper ini nampaknya akan jadi film paling "panas" Hingga beberapa tahun kedepan. Pasalnya, film yang mengusung genre drama musikal keluarga ini dibanjiri komentar pedas baik dari para kritikus maupun penggemar film. Gak percaya? Liat aja rattingnya di imdb yang cuma 2,7 dan 20% di Rotten tomatoes.
Padahal film yang digarap dengan anggaran kurang lebih 100 juta usd ini, di isi oleh jajaran aktor dan aktris papan atas seperti Ian mckellen, Idris elba, Jason derulo, James corden, hingga Taylor Swift. Namun, deretan nama-nama itu rupanya juga tidak bisa menyelamatkan Cats dari label "film terburuk" Tak lama setelah perilisannya.
Sebenernya, seburuk apa sih film besutan sutradara Tom hooper yang pernah berhasil menyabet piala Oscar lewat film kolosal The King's Speech (2010) dan Les Miserables (2012) ini? Mari kita cari tahu!
Cats awalnya adalah kumpulan puisi berjudul Old Possums Book of Practical Cats karya T.S. Elliot yang diadaptasi oleh Andrew Lloyd Webber menjadi sebuah pertunjukan musikal broadway pada tahun 1980 yang mendapatkan respon cukup bagus. Dan kemudian di tahun 2018, universal pictures menunjuk Tom hooper untuk mengangkat pertunjukan teater musikal ini ke dalam bentuk sebuah film.
Film berdurasi kurang lebih 110 menit ini menceritakan seekor kucing bernama viktoria yang dibuang oleh pemiliknya ke jalanan kota london. Viktoria yang diperankan oleh Francesca Hayward itu pun dihampiri oleh sekelompok kucing-kucing yang kemudian mengenalkannya ke suku kucing jellicle. Di jellicle, viktoria diberitahu bahwa mereka punya semacam upacara yang diselanggarakan setiap tahun, dimana para kucing akan beradu bakat di upacara itu dan yang beruntung akan dikirim ke Heaviside Layer untuk menjalani kehidupan baru yang lebih baik.
Dan itulah inti cerita dari film Cats. Selama nyaris dua jam, kita hanya akan disuguhi nyanyi-nyanyi dan joget-joget. Sebenarnya itu tidaklah buruk mengingat Cats memang mengusung genre drama musikal. Namun jangan harap film ini bisa disandingkan dengan film bergenre serupa seperti the greatest showman atau Les Miserables.
Yang membuat Cats begitu buruk, bukan hanya plot ceritanya yang terkesan remeh dan tak di eksplor lagi. Namun juga animasi yang aneh dan terkesan menyeramkan. Meskipun suara dan koreografi yang dieksekusi oleh para pemain terbilang cukup apik, namun itu tak mampu menyelamatkan Cats sedikitpun dari kritikan super pedas yang datang dari segala penjuru.
Jangan bayangkan kucing-kucing di film ini akan terlihat seperti si kucing tambun Garfield atau si kucing petualang puss in boots yang menggemaskan. Tidak, buang jauh-jauh gambaran itu dari kepala kalian. Karna selama kurang lebih 2 jam, kalian akan disuguhi dengan pemandangan seekor kucing berwajah manusia. Atau lebih jelasnya, seorang manusia yang tubuhnya berbulu seperti seekor kucing, lengkap dengan telinga dan ekornya. Dan sosok-sosok itu, akan bernyanyi dan berjoget nyaris selama film berlangsung. Bukannya lucu dan menggemaskan, kucing-kucing di film Cats ini justru seperti makhluk yang rasanya lebih cocok menjadi sosok vilain di film film batman.
Lantas, siapakah yang akhirnya beruntung dan dikirim ke heaviside layer??? Buat kalian yang penasaran, gw sarankan untuk tidak pernah mencoba menonton film ini dan membuang-buang waktu kalian. Lebih baik kalian kubur rasa penasaran kalian soal siapa yang beruntung dan pergi ke heaviside layer. Kecuali kalian memang benar-benar gabut atau siap mati dengan cara paling membosankan. Jujur, daripada menonton film ini, gw lebih memilih untuk menonton serial upin-upin atau deretan sinetron adzab di mnc dengan durasi yang sama. Tapi buat kalian yang masih penasaran dan nekat ingin menonton, siapkanlah kantung kresek, barangkali kalian muntah di tengah-tengah film. Atau jika kalian ingin menikmati film ini, sebelum menonton hisaplah ganja banyak-banyak.
Oke cukup sekian review dari gw karna jujur saja, gw ogah mengingat-mengingat lagi film ini dan sangat-sangat menyesal pernah menontonnya, di bioskop pula. Meskipun gw nonton sama kakak dan ponakan, percayalah, di paruh 20 menit awal, ponakan gw merengek minta pulang karna ia ketakutan dengan sosok sosok kucing biadab ini. Sementara gw, akhirnya bertahan seorang diri menyelsaikan film ini yang rasanya sudah seperti siksaan saja.
Oh ya, sebelum pamit, gw ucapkan terimakasih banyak karna sudah mampir dan membaca. Tunggu review-review lainnya dari gw, atau buat kalian yang mau request film untuk direview, tulis saja di kolom komentar, ya. Sampai jumpa....
Padahal film yang digarap dengan anggaran kurang lebih 100 juta usd ini, di isi oleh jajaran aktor dan aktris papan atas seperti Ian mckellen, Idris elba, Jason derulo, James corden, hingga Taylor Swift. Namun, deretan nama-nama itu rupanya juga tidak bisa menyelamatkan Cats dari label "film terburuk" Tak lama setelah perilisannya.
Sebenernya, seburuk apa sih film besutan sutradara Tom hooper yang pernah berhasil menyabet piala Oscar lewat film kolosal The King's Speech (2010) dan Les Miserables (2012) ini? Mari kita cari tahu!
Cats awalnya adalah kumpulan puisi berjudul Old Possums Book of Practical Cats karya T.S. Elliot yang diadaptasi oleh Andrew Lloyd Webber menjadi sebuah pertunjukan musikal broadway pada tahun 1980 yang mendapatkan respon cukup bagus. Dan kemudian di tahun 2018, universal pictures menunjuk Tom hooper untuk mengangkat pertunjukan teater musikal ini ke dalam bentuk sebuah film.
Film berdurasi kurang lebih 110 menit ini menceritakan seekor kucing bernama viktoria yang dibuang oleh pemiliknya ke jalanan kota london. Viktoria yang diperankan oleh Francesca Hayward itu pun dihampiri oleh sekelompok kucing-kucing yang kemudian mengenalkannya ke suku kucing jellicle. Di jellicle, viktoria diberitahu bahwa mereka punya semacam upacara yang diselanggarakan setiap tahun, dimana para kucing akan beradu bakat di upacara itu dan yang beruntung akan dikirim ke Heaviside Layer untuk menjalani kehidupan baru yang lebih baik.
Dan itulah inti cerita dari film Cats. Selama nyaris dua jam, kita hanya akan disuguhi nyanyi-nyanyi dan joget-joget. Sebenarnya itu tidaklah buruk mengingat Cats memang mengusung genre drama musikal. Namun jangan harap film ini bisa disandingkan dengan film bergenre serupa seperti the greatest showman atau Les Miserables.
Yang membuat Cats begitu buruk, bukan hanya plot ceritanya yang terkesan remeh dan tak di eksplor lagi. Namun juga animasi yang aneh dan terkesan menyeramkan. Meskipun suara dan koreografi yang dieksekusi oleh para pemain terbilang cukup apik, namun itu tak mampu menyelamatkan Cats sedikitpun dari kritikan super pedas yang datang dari segala penjuru.
Jangan bayangkan kucing-kucing di film ini akan terlihat seperti si kucing tambun Garfield atau si kucing petualang puss in boots yang menggemaskan. Tidak, buang jauh-jauh gambaran itu dari kepala kalian. Karna selama kurang lebih 2 jam, kalian akan disuguhi dengan pemandangan seekor kucing berwajah manusia. Atau lebih jelasnya, seorang manusia yang tubuhnya berbulu seperti seekor kucing, lengkap dengan telinga dan ekornya. Dan sosok-sosok itu, akan bernyanyi dan berjoget nyaris selama film berlangsung. Bukannya lucu dan menggemaskan, kucing-kucing di film Cats ini justru seperti makhluk yang rasanya lebih cocok menjadi sosok vilain di film film batman.
Lantas, siapakah yang akhirnya beruntung dan dikirim ke heaviside layer??? Buat kalian yang penasaran, gw sarankan untuk tidak pernah mencoba menonton film ini dan membuang-buang waktu kalian. Lebih baik kalian kubur rasa penasaran kalian soal siapa yang beruntung dan pergi ke heaviside layer. Kecuali kalian memang benar-benar gabut atau siap mati dengan cara paling membosankan. Jujur, daripada menonton film ini, gw lebih memilih untuk menonton serial upin-upin atau deretan sinetron adzab di mnc dengan durasi yang sama. Tapi buat kalian yang masih penasaran dan nekat ingin menonton, siapkanlah kantung kresek, barangkali kalian muntah di tengah-tengah film. Atau jika kalian ingin menikmati film ini, sebelum menonton hisaplah ganja banyak-banyak.
Oke cukup sekian review dari gw karna jujur saja, gw ogah mengingat-mengingat lagi film ini dan sangat-sangat menyesal pernah menontonnya, di bioskop pula. Meskipun gw nonton sama kakak dan ponakan, percayalah, di paruh 20 menit awal, ponakan gw merengek minta pulang karna ia ketakutan dengan sosok sosok kucing biadab ini. Sementara gw, akhirnya bertahan seorang diri menyelsaikan film ini yang rasanya sudah seperti siksaan saja.
Oh ya, sebelum pamit, gw ucapkan terimakasih banyak karna sudah mampir dan membaca. Tunggu review-review lainnya dari gw, atau buat kalian yang mau request film untuk direview, tulis saja di kolom komentar, ya. Sampai jumpa....
Quote:
Quote:
Diubah oleh Nulis.nulisan 14-08-2020 11:28
abdurrahman19 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
1.3K
22
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•107.6KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya