Berbagai Legenda penunggu Bulan - Chang'e dari Negri Tiongkok (Bagian Pertama)
TS
biel.fine
Berbagai Legenda penunggu Bulan - Chang'e dari Negri Tiongkok (Bagian Pertama)
Di thread ini saya akan berbagi cerita yang bisa jadi menarik untuk disimak. Diantara banyaknya kisah menarik salah satunya adalah kisah misteri langit. Kita selalu penasaran, apa gerangan terjadi di luar angkasa sana. Beberapa dari kita mempelajari secara ilmiah, beberapa lainnya menyimak kisah kisah tentang langit dari para leluhur.
Dari sisi ilmiah maupun legenda, langit memang selalu punya cerita yang membuat kita terheran heran. Salah satu benda langit yang sering di bincang kan adalah bulan. Peristiwa yang berkaitan dengan bulan selalu menjadi sorotan, mulai dari Super moon, atau gerhana bulan, bahkan bulan sabit maupun bulan purnama yang indah. Tapi tahukah kalian, banyak masyarakat yang memiliki kisah unik tentang para penjaga bulan?
Mari simak kisahnya!
Quote:
Chang'E dari Tiongkok
Spoiler for Chang'E:
Kisah ini juga biasa dikenal dengan "Chang'e terbang ke Bulan"
Chang'e awalnya adalah wanita biasa, yang tinggal disuatu wilayah di Tiongkok. Pada masa itu dipercaya matahari berjumlah 10, Kaisar Langit mengatur setiap matahari, memerintahkan setiap matahari mendapat jatah terbit dan tenggelam setiap 10 hari sekali, bergantian.
Tiba suatu saat para matahari tidak mematuhi peraturan kaisar langit, mereka muncul secara bersamaan, yang membuat bumi terbakar, terjadi banyak kekacauan dihari itu, para siluman memanfaatkan keadaan itu, memporak porandakan bumi.
Seorang pemimpin bersama Yao mengadu pada kaisar langit, kaisar langit akhirnya mengirim bantuan, seorang kesatria dari langit dengan kekuatan dewa bernama Hou Yi, seorang pemanah yang handal berbekal kekuatan dewa.
Dengan kekuatannya, Hou Yi memanah 9 matahari dan menyisakan 1, untuk menyinari bumi. Ketika Hou Yi hendak kembali ke langit, rakyat Bumi memintanya untuk menetap, untuk membantu membersihkan Bumi dari kekuatan jahat. Hou Yi meminta izin kepada Kaisar Langit agar tetap tinggal di Bumi, Kaisar Langit mengabulkan permintaannya dengan batasan waktu selama 3 tahun lamanya. Pada suatu hari Hou Yi melintas sebuah sungai, Hou Yi yang kehausan turun menuju tepian sungai, dan bertemu seorang gadis bernama Chang'e. Seorang wanita biasa, dengan kepribadian yang baik.
Seiring berjalannya waktu Hou Yi dan Chang'e saling jatuh cinta, dan memutuskan untuk menikah. Setelah menikah Chang'e memulai untuk memelihara ulat sutra, dan menenun. Sedangkah Hou Yi setiap hari mencari kayu, berburu, dan mengajar para pemuda memanah. Hou Yi melupakan perjanjiannya dengan Kaisar Langit untuk kembali ke kerajaan langit, akhirnya sebagai hukuman, kaisar langit mengambil kekuatan Hou Yi, dan Hou Yi menjadi manusia biasa.
Untuk memperoleh keabadian bersama Chang'e, Hou Yi berencana pergi ke puncak Kunlun, untuk menemui Dewi Xiwangmu, konon ia memiliki obat keabadian yang sangat langka. Akhirnya Hou Yi pergi menuju Puncak Kunlun di pegunungan Nirwana. Dewi Xiwangmu yang mengetahui perjuangan Hou Yi pun berbaik hati memberikan ramuan keabadian itu.
"Ini adalah obat para Dewa, jika kau makan semua maka kau akan kembali ke langit menjadi Dewa, dan jika kau masing masing memakan setengah pada bulan purnama tanggal 15 bulan 8, kau akan mendapat keabadian."
Hou Yi kembali ke kampungnya membawa ramuan sakti tersebut. Dan kembalilah Hou Yi pada rutinitas seperti hari hari biasanya. Hou Yi mengajarkan kursus memanah, salah satu murid Hou Yi adalah Feng Meng, diantara murid yang lain Feng Meng lah yang paling pintar, tetapi ia memilki hati yang licik. Ia ingin menandingi gurunya, karena ia sangat iri akan kemampuan gurunya sebagai pembuat busur dan anak panah, sekaligus guru memanah terbaik. Terlepas lagi, Feng Meng mengetahui bahwa Hou Yi telah mendapatkan ramuan obat sakti milik Dewi Xiwangmu. Muncul niat jahat pada benak Feng Meng.
Tepat di tanggal 15 bulan 8, Chang'e sudah menunggu Hou Yi pulang berburu. Chang'e sudah menyiapkan makan malam di kala itu. Ditengah ia menunggu, tiba tiba seseorang menerobos masuk rumahnya. itu adalah Feng Meng, ia mengancam Chang'e agar memberikan ramuan obat sakti itu. Chang'e yang enggan memberikannya memakan semua bagian obat itu.
Tiba tiba kakinya terasa ringan, Chang'e melayang ke langit dan berhenti dibulan. Ia menatap bumi, ia melihat kampung halamannya disana. Sedangkan Hou Yi yang baru pulang berburu, terkejut melihat keadaan rumahnya yang amat berantakan. Ia mencari Chang'e dirumah, berteriak memanggil, tetapi tidak menemukan Chang'e. Obat dari Dewi Xiwangmu pun sudah tidak ada. Hou Yi pergi keluar, mencari Chang'e di sekitar rumah, Feng Meng yang dari tadi mengintai pun keluar, dengan tongkat persik ditangannya, ia memukul bagian belakang Hou Yi hingga tewas.
Konon murid murid Hou Yi yang tidak terima atas kematian Hou Yi, menangkap Feng Meng dan mengikatnya disebuah pohon, lalu memanahnya hingga merenggang nyawa.
Ribuan tahun berlalu, Chang'e selalu sendirian menatap kampung halamannya dari istana bulan. Konon pada tanggal 15 bulan 8, permukaan bulan akan terlihat keperak perakan, cahayanya akan menjadi sangat lembut, itu karena Chang'e sedang menatap rindu kampung halamannya dan rindu pada Hou Yi.
Ini adalah salah satu cerita, yang diceritakan turun temurun oleh penduduk Tiongkok, bukan hanya Tiongkok yang memiliki legenda tentang penghuni bulan, berbagai negara, bahkan Indonesia pun punya.
Di episode selanjutnya akan dibahas legenda bulan dari negara negara lain
DeviMp memberi reputasi
1
1.6K
Kutip
2
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!