- Beranda
- Stories from the Heart
Pundak Merapuh (?): Dariku yang siap ke depan
...
TS
afi.25
Pundak Merapuh (?): Dariku yang siap ke depan
Kebergantungan pada seseorang menunjukkan seberapa kau diliputi kecemasan. Jika menumpuk, itu akan menjadi sebuah keegoisan dan obsesi.
Kau tak bisa hanya memikirkan perasaanmu saja. Ada perasaan orang lain yg kau harapkan dan dia punya hak menentukan perasaannya juga.
Aku tak tahu kenapa aku dulu begitu memercayaimu. Aku tak kenal teman-temanmu. Di sisi lain aku lega. Tak diliputi rasa curiga dan was-was akan kejujuranmu jika datang slentingan dari mereka. Namun, di sisi lain aku juga sedih kau belum percaya padaku bahwa aku akan baik-baik saja dengan mengenal duniamu.
Cemburu hanya untuk mereka yg tak percaya diri. Dan ya... Aku tak percaya diri pada orang yang kau suka selainku. Aku tak percaya diri bila nantinya aku bisa membuatmu bahagia lebih dari kau dengannya saat itu.
Berbeda denganmu yang ketika datang perjaka lain mendekat, kau begitu yakin bahwa kaulah yang terbaik dan meyakinkanku. Namun, dengan kata saja tak cukup sayang, aku butuh pembuktian.
Akan tetapi, kurasa aku akan berterima kasih pada Tuhan karena telah mendatangkanmu dan memisahkanmu dariku untuk sementara. Aku tak ada pikiran nantinya bisa menemui dengan perasaan yang sama dalam kondisi yang memungkinkan. Namun, aku menantikan saat itu.
Aku percaya kau akan temukan bahagiamu. Kau mampu dan berhak wujudkan serta ciptakan bahagiamu. Begitu pun aku. Aku akan berusaha ciptakan dan doakan bahagiaku.
Ini hanya soal perasaan yg berubah. Tak ada yang salah dengan perubahan selama itu dibarengi dengan pembaikan menuju perbaikan perasaan dan keberuntungan.
Mungkin ada benarnya juga kata Bang Radit bahwa cinta jaman SMA/Sederajat itu egois. Aku ini milikmu dan kamu milikku jadi "pergunakanlah" sebaik mungkin. Bukan dengan teman futsalmu atau teman game-mu, melainkan denganKU lah. (Tiba-tiba flash back... Haha)
Hubungan bukan hanya soal seberapa lama menenun kasih, mengkarantina hati, atau mengaitkan diri pada aturan Ilahi(meski kadang-kadang nakal melanggar... Eh manusiawi kan? Hehe), melainkan juga santai menikmati alur liku, nanjak, sampai curam ini.
Dariku yang siap ambil langkah ke depan setelah sekian fajar kulenggang angan kenangan bersama. Kalau memang itu bisa kudapat dengan memberikan kesan tak baik bagimu, akan kuambil secara lapang. Aku hidup mungkin sampai hari ini dan esok tak akan terasa lagi sakit hati. Jadi, tak apa. Aku bahagia :')
Teras Balkon, Afi 23 April '20--31 Mei '20
Kau tak bisa hanya memikirkan perasaanmu saja. Ada perasaan orang lain yg kau harapkan dan dia punya hak menentukan perasaannya juga.
Aku tak tahu kenapa aku dulu begitu memercayaimu. Aku tak kenal teman-temanmu. Di sisi lain aku lega. Tak diliputi rasa curiga dan was-was akan kejujuranmu jika datang slentingan dari mereka. Namun, di sisi lain aku juga sedih kau belum percaya padaku bahwa aku akan baik-baik saja dengan mengenal duniamu.
Cemburu hanya untuk mereka yg tak percaya diri. Dan ya... Aku tak percaya diri pada orang yang kau suka selainku. Aku tak percaya diri bila nantinya aku bisa membuatmu bahagia lebih dari kau dengannya saat itu.
Berbeda denganmu yang ketika datang perjaka lain mendekat, kau begitu yakin bahwa kaulah yang terbaik dan meyakinkanku. Namun, dengan kata saja tak cukup sayang, aku butuh pembuktian.
Akan tetapi, kurasa aku akan berterima kasih pada Tuhan karena telah mendatangkanmu dan memisahkanmu dariku untuk sementara. Aku tak ada pikiran nantinya bisa menemui dengan perasaan yang sama dalam kondisi yang memungkinkan. Namun, aku menantikan saat itu.
Aku percaya kau akan temukan bahagiamu. Kau mampu dan berhak wujudkan serta ciptakan bahagiamu. Begitu pun aku. Aku akan berusaha ciptakan dan doakan bahagiaku.
Ini hanya soal perasaan yg berubah. Tak ada yang salah dengan perubahan selama itu dibarengi dengan pembaikan menuju perbaikan perasaan dan keberuntungan.
Mungkin ada benarnya juga kata Bang Radit bahwa cinta jaman SMA/Sederajat itu egois. Aku ini milikmu dan kamu milikku jadi "pergunakanlah" sebaik mungkin. Bukan dengan teman futsalmu atau teman game-mu, melainkan denganKU lah. (Tiba-tiba flash back... Haha)
Hubungan bukan hanya soal seberapa lama menenun kasih, mengkarantina hati, atau mengaitkan diri pada aturan Ilahi(meski kadang-kadang nakal melanggar... Eh manusiawi kan? Hehe), melainkan juga santai menikmati alur liku, nanjak, sampai curam ini.
Dariku yang siap ambil langkah ke depan setelah sekian fajar kulenggang angan kenangan bersama. Kalau memang itu bisa kudapat dengan memberikan kesan tak baik bagimu, akan kuambil secara lapang. Aku hidup mungkin sampai hari ini dan esok tak akan terasa lagi sakit hati. Jadi, tak apa. Aku bahagia :')
Teras Balkon, Afi 23 April '20--31 Mei '20
nona212 dan jhonthor501 memberi reputasi
2
618
6
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33.1KThread•55.1KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya