News
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Mau Saldo GoPay? Yuk ikutan Survei ini GanSis!
51
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7fddc74601cf6b0f566860/sempat-tulis-pesan-untuk-jokowi-satu-jurnalis-pdp-corona-meninggal-dunia
Sempat Tulis Pesan untuk Jokowi, Satu Jurnalis PDP Corona Meninggal Dunia Fachri DjamanFachri Djaman 28 Mar 2020 18:19 WITA https://makassar.terkini.id/sempat-tulis-pesan-untuk-jokowi-satu-jurnalis-pdp-corona-meninggal-dunia/ Terkini.id, Tangerang – Kabar duka datang dari dunia Jurnalis di tengah wabah virus corona atau COVID-19. Seorang Jurnalis Otomotif, Willy Dresskandar, dikabarkan meninggal
Lapor Hansip
29-03-2020 06:29

Sempat Tulis Pesan untuk Jokowi, Satu Jurnalis PDP Corona Meninggal Dunia


Sempat Tulis Pesan untuk Jokowi, Satu Jurnalis PDP Corona Meninggal Dunia
Fachri DjamanFachri Djaman
28 Mar 2020 18:19 WITA

https://makassar.terkini.id/sempat-t...ninggal-dunia/




Terkini.id, Tangerang – Kabar duka datang dari dunia Jurnalis di tengah wabah virus corona atau COVID-19. Seorang Jurnalis Otomotif, Willy Dresskandar, dikabarkan meninggal dunia akibat Covid-19 Sabtu, 28 Maret 2020

Willy diketahui merupakan salah satu pasien PDP Covid-19 di Tangerang.

Kabid Humas RSUD Kabupaten Tangerang Muhammad Rifki mengatakan, Almarhum memang sempat datang untuk berobat.

Namun, kata Rifki, Almarhum ketika itu tidak membawa surat rujukan untuk diperlihatkan kepada kepada RSUD Tangerang sebagai rumah sakit rujukan Covid-19.

“RSUD Kabupaten Tangerang ini memang RS rujukan Covid-19. Dia datang untuk berobat ke sini. Yang bersangkutan memang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19. Sayangnya, dia datang tidak membawa surat rujukan,” ujar Rifki, seperti dilansir dari Warta Nusa, Sabtu, 28 Maret 2020.



Sebelum wafat, Willy Dresskandar sempat menulis pesan berisi curhatannya lewat akun Twitter miliknya pada Jumat, 20 Maret 2020, lalu.

Cuitannya itu ditujukan untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Kesehatan dr Terawan.


“Pak Jokowi dan Dr Terawan, semoga bapak-bapak sehat. Mohon bantuan RS rujukan. Semalam saya di RSUD Kabupaten Tangerang, 5 jam tanpa tindakan. Saya tidak kuat. Sekarang saya di Eka Jaya Hospital, BSD. Harus balik lagi ke RSUD. Maaf merepotkan, terima kasih. Wassalamu’alaikum,” tulis Willy di akun Twitter miliknya.


Kabar terkait meninggalnya Willy Dresskandar juga dibenarkan oleh sahabat dekat Almarhum, Hendra Noor Saleh, lewat unggahannya di Facebook.

“Dan tadi subuh, ketika berita duka itu terbaca di-WA, dan saya sampaikan ke istri. Hati kami laksana teriris silet. Airmata pun tak bisa dibendung,” tulis Hendra yang merupakan Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo.

“Kesedihan bukan semata lantaran kami sulit datang memberi penghormatan terakhir ke rumah duka. Tapi karena begitu banyak memori ketulusan dan keagungan persahabatan kami,” sambungnya.

Willy Dresskandar merupakan wartawan senior otomotif. Almarhum adalah Pemimpin Redaksi tabloid otomotif, Motor Plus
profile-picture
profile-picture
profile-picture
4iinch dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 2
Sempat Tulis Pesan untuk Jokowi, Satu Jurnalis PDP Corona Meninggal Dunia
29-03-2020 06:40
Jangan remehkan jamu gaes...
Jangan cuman ngandalin obat dokter dan rumah sakit
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ngopi.heula dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Sempat Tulis Pesan untuk Jokowi, Satu Jurnalis PDP Corona Meninggal Dunia
29-03-2020 06:43
emang udeh keliatan banget kaga ada penanganan yg baik jd korban trs bertambah.apalagi kalo liat mtrotifuk udah kaya kbnykan acara sinetron aje.emoticon-Marah
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan samsol... memberi reputasi
2 0
2
Sempat Tulis Pesan untuk Jokowi, Satu Jurnalis PDP Corona Meninggal Dunia
29-03-2020 06:46
Miris...
profile-picture
samsol... memberi reputasi
1 0
1
Sempat Tulis Pesan untuk Jokowi, Satu Jurnalis PDP Corona Meninggal Dunia
29-03-2020 06:53
Jemaah Masjid Kebun Jeruk yang Dikarantina Diusulkan Pindah ke Wisma Atlet


Antara
Sabtu, 28 Maret 2020 - 21:58 WIB


hmm agak gimana gitu
tetap aja dikarantina di masjid aja



Sempat Tulis Pesan untuk Jokowi, Satu Jurnalis PDP Corona Meninggal Dunia
profile-picture
samsol... memberi reputasi
1 0
1
Sempat Tulis Pesan untuk Jokowi, Satu Jurnalis PDP Corona Meninggal Dunia
29-03-2020 06:53
Seharusnya status PDP itu cukup sebagai pengganti surat rujukan.

Geblek banget tuh RSUD.
Apa surat rujukan lebih tinggi dari status PDP.

lha buat apa trus dikasih status PDP kalau masih harus discreening lagi.

Kerja dua kali jadinya.

Geblek nih RSUDnya.


emoticon-Kagets
profile-picture
profile-picture
profile-picture
checkedusername dan 8 lainnya memberi reputasi
9 0
9
Sempat Tulis Pesan untuk Jokowi, Satu Jurnalis PDP Corona Meninggal Dunia
29-03-2020 07:00
Seharusnya diberlakukan begini:

Semua yang sudah beroleh status ODP apalagi PDP berhak langsung dapat kamar di RS rujukan walau tanpa surat dokter.

Kan sudah melalui proses screening tuh orang. Lha ngapain statusnya kembali jadi orang biasa sampai perlu discreening ulang segala.

RSUDnya yang geblek.
Kerja kok dua kali.

emoticon-Kagets
profile-picture
profile-picture
profile-picture
chisaa dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 4 balasan
Memuat data ..
Sempat Tulis Pesan untuk Jokowi, Satu Jurnalis PDP Corona Meninggal Dunia
29-03-2020 07:04
turut berduka cita
profile-picture
samsol... memberi reputasi
1 0
1
Sempat Tulis Pesan untuk Jokowi, Satu Jurnalis PDP Corona Meninggal Dunia
29-03-2020 07:06
Dalam keadaan sekaratpun masih sempet protes ke pemerintah akibatnya tambah drop fisiknya.
profile-picture
profile-picture
chisaa dan samsol... memberi reputasi
2 0
2
Lihat 3 balasan
Memuat data ..
Sempat Tulis Pesan untuk Jokowi, Satu Jurnalis PDP Corona Meninggal Dunia
29-03-2020 07:11
Quote:Original Posted By suryanto.abc
Dalam keadaan sekaratpun masih sempet protes ke pemerintah akibatnya tambah drop fisiknya.


Bukan protes kayaknya.

Dia ini enga dikasih kamar ama RS rujukannya.

Dalam kondisi sudah enga kuat (kesakitan) dia bingung harus mengadu ke mana. Minta tolong.

RSUDnya yg geblek. Kerja dua kali.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
chisaa dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Sempat Tulis Pesan untuk Jokowi, Satu Jurnalis PDP Corona Meninggal Dunia
29-03-2020 07:17
ya ampun.. 5 jam ga diapa2in emoticon-Mewek
profile-picture
profile-picture
profile-picture
chisaa dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Sempat Tulis Pesan untuk Jokowi, Satu Jurnalis PDP Corona Meninggal Dunia
29-03-2020 07:38
korban birokrasi yg tidak efisien.
prosedur kaku.
mirip ngurus ktp jaman baheula
profile-picture
profile-picture
profile-picture
checkedusername dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Sempat Tulis Pesan untuk Jokowi, Satu Jurnalis PDP Corona Meninggal Dunia
29-03-2020 07:46
Kalau dia mati, salahkan aja buzzer cebong yang gak mau lockdown, ini virus bukan virus biasa, jangan samakan dengan flu biasa atau mers, lewat !
profile-picture
profile-picture
checkedusername dan bukanaccfake memberi reputasi
2 0
2
Lihat 3 balasan
Memuat data ..
Sempat Tulis Pesan untuk Jokowi, Satu Jurnalis PDP Corona Meninggal Dunia
29-03-2020 07:56
innalillahi turut berduka cita
profile-picture
samsol... memberi reputasi
1 0
1
Sempat Tulis Pesan untuk Jokowi, Satu Jurnalis PDP Corona Meninggal Dunia
29-03-2020 07:57
ini miris dan tragis sih.
presiden yang lahir dari sosmed, tapi akun sosmednya dipegang admin.
yang bersangkutan sendiri udah gak berani liat2 sosmed lagi. isinya cacian semua. lol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
checkedusername dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Sempat Tulis Pesan untuk Jokowi, Satu Jurnalis PDP Corona Meninggal Dunia
29-03-2020 07:58
gila...founder mplus emoticon-norose
profile-picture
chisaa memberi reputasi
1 0
1
Sempat Tulis Pesan untuk Jokowi, Satu Jurnalis PDP Corona Meninggal Dunia
29-03-2020 08:04
cuma gara2 virus dagelan WHO kok bisa sampai mati ya

padahal obatnya sederhana

cukup matikan tivi dan medsos

bubar langsung itu wabah dagelan WHO emoticon-Recommended Seller





Quote:Original Posted By barak51

COVID19 PANDEMIC IS WORLD WAR III

Pertanyaannya adalah "does covid19 pandemic really exist ?"
apakah pandemi covid19 benar ada ?

lihat ini dahulu..
seorang peneliti di Eropa mensurvey tingkat kecerdasan 2 sekolah. Hasilnya sekolah A memiliki tingkat kecerdasan 50% dan sekolah B 30%. Namun sebelum hasil itu diumumkan peneliti melakukan sebuah eksperimen, dg cara merekayasa (mengedit) persentase sekolah B menjadi 80%. Setahun kemudian benar2 terjadi tingkat kecerdasan sekolah B melesat jauh di atas 50% melebihi sekolah A.

Di atas tadi adalah ttg keajaiban sebuah Angka. Cara kerja angka dalam mempengaruhi pola pikir manusia.

Seandainya wabah demam berdarah ditata sedemikian rupa jumlah penderitanya, jumlah korbannya, jumlah daerah rawannya ke dalam bentuk angka *yg dipertontokan dan di update* setiap detik, menit, waktu di televisi dan sosmed. Yakin saja, orang akan berburu bubuk abate. Harga angkak pun melonjak karena diborong. Bahkan anda akan menegur tetangga anda yg membiarkan genangan di rumahnya.

Fear, ketakutan dan panik...itu yg ditanamkan oleh media.

Hari ini kita ketakutan setiap hari hanya dengan melihat angka setiap hari di broadcast tv dan sosmed. Masuk akal ?

Kita melihat angka seolah2 seperti melihat ajal kita di depan mata. Kita ketakutan. Masuk akal ?

ITS ONLY A F*CKiN NUMBER !

mari berpikir kritis, bayangkan hari ini tidak ada media apa pun di dunia. (balik ke jaman dulu). ketika ada pandemi seperti covid19 akan seperti apa kehidupan kita. apakah akan sehoror hari ini ? besar kemungkinan tidak sedramatis sekarang dan hidup akan terus berjalan seperti hari2 biasanya. Ada orang yg mati karena covid19, akan dianggap seperti kematian biasa. Kematian sehari2. Toh kita sudah paham setiap hari ada orang yg mati baik ada isu wabah ataupun tidak.

Mulai melihat perbedaannya ?

Sekarang kita lihat bagaimana struktur isu Covid19. Selalu akan menyebutkan ini setiap hari

ada data Positif (tertular)
ada data Negatif (sembuh)
ada data Kematian

Ketika kita akan menebar FEAR, caranya adalah kita harus mengkatrol data yg berpotensi mempengaruhi psikologi publik dan sulit dikonfirmasi dan paling lemah faktanya. Data yg manakah itu ?

Yap Data POSITIF. Data orang2 yg terjangkit covid19. Maka jangan heran. data positif selalu melonjak melebihi data Kematian. Angkanya bombastis Kenapa ? karena data kematian yang diumumkan itu layaknya data kematian sehari-hari. Tetapi angka positif penderita covid19 inilah yg merupakan angka psikologis seperti contoh peneliti sekolah tadi

Angka ini tidak dapat dikonfirmasi
Angka ini rawan rekayasa
Angka ini tidak jelas faktanya
Angka inilah FEAR. Karena anda takut maka anda langsung percaya. karena angka ini dikaitkan dg keselamatan jiwa kita.

Siapa yg berani mengkonfirnasi kalau keluar rumah saja takut ?

Sebuah jalan tol akan kita anggap aman dan kita berani ngebut. Tetapi kita akan melaju pelan di jalan yg sama saat kita melihat papan dipinggir jalan yg isinya angka kematian dan kecelakaan di jalan tersebut meskipun data itu bohong.

Ini yg disebut efek PLACEBO. atau sugesti. Pikiran kita dikendalikan oleh materi yg direkayasa. Kita akan benar2 menderita covid19 dan mati karena kita percaya

Mengapa direkayasa ? WELCOME TO WORLD WAR 3

Sebuah perang dunia (lagi) dalam sebuah konteks yang cerdas, yaitu *teknologi informasi*. Bukan lagi teknologi primitif seperti senjata, alat perang. Semua dunia merasakan isu covid19. Media massa bahkan melabeli dengan PANDEMI. (wabah global)

Di mulai dari memanasnya perang dagang antara Barat-Eropa vs Tiongkok. Dominasi lapak ekonomi oleh Tiongkok menggerus pendapatan Barat dan Eropa. Amerika dan Eropa menuju defisit ? Bangkrut ?

Ketika kita sudah tersudut, maka pernyataan menyerah (menyatakan negara bangkrut) adalah pilihan paling buruk. Pilihan yg lebih baik dari itu ? Kembali ke Nol alias RESTART.

Isu pandemi covid19 - Work From Home - Stay home and safe - LOCKDOWN

Yes Lockdown ! itu adalah cara paling tepat untuk mengatakan "Negara Bangkrut" tanpa perlu pusing memikirkan tanggung jawabnya kepada rakyat. Karena rakyat sedang fokus memikirkan keselamatan jiwanya di rumah masing2 dan tercerai berai. Negara tidak perlu repot2 melakukan jam malam, karena anda sudah melakukannya sendiri.

Tidak ada protest, tidak ada demo, tidak ada pemberontakan. Good way to exit.

Dikala masyarakat dunia "dibungkam" isu covid19 para protokoler mulai bekerja merestrukturisasi sistem-sistem di dalam negara tanpa gangguan. Struktur ekonomi, struktur dagang dan segala sesuatunya dirombak mumpung MOMENTUMNYA tepat. Karena tidak akan datang dua kali.
Kapan lagi anda bisa melihat tawaf di ka'bah berhenti, vatikan kosong. orang libur jumatan dan ibadah ? efek yg luar biasa

Tidak kah anda lihat...
Harga minyak dunia diobral ?
Mekanisme pasar modal berubah ?
Konsep pariwisata hancur lebur ?
Anggaran negara meluncur menuju nol ?

SHIFTING sedang terjadi
format dan tren baru dunia akan hadir dan kita masih belum paham seperti apa wujudnya. Hanya Tuhan dan para protokoler yang tahu


Sialnya, ketika restrukturasi berjalan. Orang2 setiap hari mati karena menelan pil sugesti dan fear covid19.

Ingat selalu ini, setiap restrukturisasi akan selalu memakan korban, entah jiwa atau bukan. Perang Dunia I dan II sesungguhnya adalah sebuah RESTRUKTURISASI global. Dan korbannya selalu jiwa.


Dan Pandemi Covid19 adalah Perang Dunia III. Dengan teknologi dan mesin perang tercanggihnya yaitu Teknologi Informasi (media massa, medsos, data dan statistik)
Dengan WHO sebagai panglima perang tertingginya yg me-rudal setiap negara dengan data2. Dan setiap statementnya adalah maklumat perang.

Sasarannya adalah Tiongkok. Meskipun Tiongkok pulih dari wabah yg so-called Covid19. Tetapi di masa depan citra Tiongkok sudah hancur dan akan dikenal sebagai "negeri pusat wabah" yg memicu trauma warga dunia. Kesepakatan2 dagang dg Tiongkok akan dikaji ulang. Dan produk2 Tiongkok akan menanggung beban citra buruk yg traumatis.

Beginilah ongkosnya untuk menghancurkan sebuah negara raksasa setara Tiongkok.


Pertanyaannya sekarang adalah.
Dapatkan anda menghentikan Perang Dunia III ini ?
Jangan bermimpi, bahkan untuk keluar rumah dan bertemu orang lain saja anda takut mati kena pandemi hahaha

Jawabannya adalah ini :
Tidak banyak yg bisa kita lakukan untuk menghentikan perang ini. Setidaknya yang bisa kita lakukan adalah JANGAN MATI.
Jangan mati karena sugesti peluru2 informasi yg ditembakan secara beruntun ke diri kita. Yakinkan diri anda bahwa sebenarnya tidak ada apa2, tidak ada covid19 dibalik semua omong kosong ini.

Tidak ada yg perlu dicemaskan
Tidak ada yg perlu dikhawatirkan
Tidak ada yg perlu ditakutkan

Jangan cemas
Jangan khawatir
Jangan takut

Berpikirlah di luar cara dunia berpikir hari ini.
Tinggalkan mental ala sinetron yg melihat tv langsung nangis.
Keluarlah dari papan permainan ini.
Dengan begitu anda akan merasa hidup !

Anda merasa hidup di tengah kebanyakan orang takut kematian. Nikmat seperti apa lagi yg anda cari di tengah dunia yg sedang krisis global bergoncang hebat dan berperang ini.

Jadilah PENYINTAS !


Diubah oleh barak51
0 0
0
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Sempat Tulis Pesan untuk Jokowi, Satu Jurnalis PDP Corona Meninggal Dunia
29-03-2020 08:15
#BukanUrusanSaya emoticon-Leh Uga ahahahaha

Anyway Turut Berduka Cita, semoga Almarhum diterima di-sisi NYA, dilapangkan kuburnya dan diterima segala amalnya emoticon-Sorry

Hayo Pak Presiden dan KemenKes, ditunggu tanggung jawabnya

Btw Cebong, waktu dan tempat dipersilahkan untuk membela Menteri dan Presidennya emoticon-Malu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
checkedusername dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Sempat Tulis Pesan untuk Jokowi, Satu Jurnalis PDP Corona Meninggal Dunia
29-03-2020 08:23
Udah PDP masih ditolak? harusnya ludahin aja yg nolak
profile-picture
profile-picture
chisaa dan samsol... memberi reputasi
2 0
2
Sempat Tulis Pesan untuk Jokowi, Satu Jurnalis PDP Corona Meninggal Dunia
29-03-2020 08:40
5 jam tanpa tindakan ?
mending jalan jalan keliling rumah sakit bre emoticon-Kagets
profile-picture
profile-picture
profile-picture
garwet dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Sempat Tulis Pesan untuk Jokowi, Satu Jurnalis PDP Corona Meninggal Dunia
29-03-2020 08:57
Quote:Original Posted By yellowmarker
Bukan protes kayaknya.

Dia ini enga dikasih kamar ama RS rujukannya.

Dalam kondisi sudah enga kuat (kesakitan) dia bingung harus mengadu ke mana. Minta tolong.

RSUDnya yg geblek. Kerja dua kali.


Quote:Original Posted By yellowmarker
Ya 5 jam itu paling banter cuma ditampung di UGD aja, dibantu alat nafas sampai vitalnya stabil.
Dia nasibnya sama seperti direktur pwc yang ditolak di sulianti suroso. Walau bawa surat rujukan. Bedanya statusnya bukan PDP.

Seharusnya kalau udah dapat status, langsung aja proses
Enga kerja dua kali.

emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)


Quote:Original Posted By Verial
#BukanUrusanSaya emoticon-Leh Uga ahahahaha

Anyway Turut Berduka Cita, semoga Almarhum diterima di-sisi NYA, dilapangkan kuburnya dan diterima segala amalnya emoticon-Sorry

Hayo Pak Presiden dan KemenKes, ditunggu tanggung jawabnya

Btw Cebong, waktu dan tempat dipersilahkan untuk membela Menteri dan Presidennya emoticon-Malu


Quote:Original Posted By lucid
kalo ngemeng berhak sih gampang nya kayak kentut, sering kenyataannya kamar isolasi nya penuh emoticon-Big Grin

perlengkapan medisnya terbatas dan bahkan habis termasuk apd

masuk pun tuh pasien ke rs, kemungkinan juga bakal gak ada tindakan intensif


ini kejadian di daerah loh... emoticon-Big Grin

apd yg dijanjikan belum nongol sampai skrg, rakyat gak peduli pokoknya rumah sakit rujukan nya udah ditetapkan duluan ama pemda dan pusat

trus dokternya mau tarung pake apa? emoticon-Big Grin
kalo dokternya ngeluh, malah disuruh baca sumpah dokter, kalian profesinya apa sekarang, masih ingat sumpah mahasiswa dan sarjana kalian?
trus kalian yg diangkat jadi pejabat sudah baca sumpah jabatan kalian lagi?


dokter mau nolong pasien bukan mau bertukar nyawa!
tidak ada kondisi darurat dalam situasi pandemiemoticon-Embarrassment


Quote:Original Posted By yellowmarker
@lucid

Bisa jadi betul.

Tapi kita pegang aja klarifikasi Humasnya kalau si pasien yang walau status PDP ditolak karena tidak bawa surat rujukan.

Jadi si Humas mengakui kalau permasalahannya ada di surat rujukan, bukan karena kamar isolasi penuh atau APD habis.

itu yang aku permasalahin.
Kan berarti kerja dua kali.


birokrasi di indonesia ini sistemnya klo bisa ribet kenapa di bikin mudahemoticon-Ngakak


Rip tuk korbanemoticon-Turut Berduka
Pecat tuh menkes pakde...
Masyarakat sudah eneg liat kinerjanyaemoticon-Blue Guy Bata (L)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
checkedusername dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia