Kaskus

Story

dwiuta022Avatar border
TS
dwiuta022
Kaleidoschool Part 2 : Aku dan Kak Fathan
Kaleidoschool part 1

Part 2: Aku dan Kak Fathan

Ketika gadis remaja seusiaku bersemangat bercerita tentang cinta, tentang pacar, tentang hangatnya keluarga, tentang kesetiaan; aku adalah remaja yang sangat tidak suka bercerita tentang semua itu. Tak ada yang menarik dari kehidupanku. Semua sangat biasa. Sungguh bukan kehidupan yang menarik.

Aku adalah Kinan, terlahir dari seorang Ibu yang berstatus single parent yang bernama Lidya, dan aku mempunyai seorang kakak menyebalkan bernama Fathan. Aku sangat yakin, saat ini anda sedang bertanya mengapa tak ada kalimat sedikitpun mengenai ayahku. Baiklah, jika aku tidak salah mengingat, ayahku seorang manager sebuah perusahaan ternama di Jakarta, saat ini hidup bersama anak dan istrinya dalam sebuah keluarga yang aman, damai, dan sejahtera. Tak banyak yang kutahu mengenai ayahku. Cukup hanya itu saja.

Kak Fathan dan aku masih sangat kecil ketika ayah pergi meninggalkan kami. Saat itu Kak Fathan berusia dua tahun, sedangkan aku masih berusia dua bulan. Oleh karena itu, aku tidak terlalu mengenal ayah, bagaimana ayah, seperti apa sifat ayah, apakah ia pernah menggendongku atau tidak, aku tidak tahu.

Berbeda dengan Kak Fathan. Tentu saja ia mengenal ayah, pernah menyayangi dan disayangi ayah, dan tentu saja ia pernah merindukan ayah. Itulah salah satu dari sekian banyak perbedaan antara aku dan Kak Fathan-ia pernah merindukan ayah, sedangkan aku selalu bertanya seperti apa rasanya merindukan seorang ayah.

Aku memang terkesan menyedihkan, dan aku setuju dengan orang-orang yang membenarkan bahwa aku memang menyedihkan. Tapi masih ada satu orang yang tidak menganggapku sepenuhnya menyedihkan. Dengarlah sesuatu yang sangat sering Ibu ucapkan padaku,
"Berhentilah merasa bahwa kau orang yang paling menderita karena keputusan ini. Kakakmu jauh lebih menderita, Kinan," Ibu sangat pintar membuatku iri pada Kak Fathan.

Aku mengerti bahwa Kak Fathan lebih menderita, karena ia pernah mencintai ayah, pernah menyayangi ayah, dan pernah merasakan ditinggalkan begitu saja. Aku mengerti bahwa rasa sakit yang ia rasakan tak sebanding dengan penyesalanku terhadap keputusan kehidupan. Tapi, tetap saja aku tidak bersimpatik padanya. I don't like him so much.

Terlalu banyak hal yang membuatku iri pada Kak Fathan. Mulai dari kecerdasan (yang menurutku adalah kelicikan) yang dianugerahkan Tuhan untuknya, sampai dengan kebebasannya makan eskrim. Saat ini anda sedang bertanya, bukan? Bagaimana mungkin eskrim bisa membuat iri seseorang? Menurutku, orang yang cerdas dan orang yang diperbolehkan makan eskrim adalah orang yang beruntung. Aku adalah orang yang tercipta dengan segala ketidakberuntungan, karena aku tidak cerdas dan aku dilarang makan eskrim.

Seandainya, sebelum aku dilahirkan, Tuhan memberitahuku bahwa di dunia aku akan mempunyai kakak seperti Fathan, maka aku akan bernegosiasi terlebih dahulu dengan Tuhan agar memberi keputusan yang sedikit berpihak padaku.

Alfathan Arafat. Entah mengapa ia terlahir menjadi kakakku. Kakak yang memiliki segala keberuntungan yang tidak aku miliki. Di saat aku baru pertama kali melakukan suatu kesalahan, sedangkan ia sudah berkali-kali melakukannya, maka akulah yang paling diingat melakukan kesalahan itu.

"Kinan, kenapa meletakkan buku tidak pada tempatnya?! Apa kau tak melihat di sini ada rak buku?!" Ibu berteriak padaku suatu hari.

Sungguh, demi Allah dan demi Rasulullah, itu pertama kalinya aku tidak meletakkan buku pada tempatnya. Tapi Ibu sudah berteriak seperti orang kesurupan. Aku tak pernah mendengarnya berteriak jika Kak Fathan yang melakukannya.

Kak Fathan bukan hanya makhluk yang membuatku semakin menghakimi Tuhan, ia juga makhluk yang paling sering membuatku menghakimi diri sendiri.
"Ckckckckckck... Semakin hari kau kelihatan semakin gendut," ia menggeleng-gelengkan kepala seolah aku adalah manusia paling gendut di dunia. "Tak usah terlalu disesali, Kinoy," katanya dengan nada mengejek sambil memperlihatkan senyumnya yang licik. Ia benar-benar licik. Satu lagi, ia hanya tahu namaku adalah Kinoy, bukan Kinan. Really, he is like devil.

To be continue...
Rebek22Avatar border
Rebek22 memberi reputasi
1
714
2
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.