Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
3155
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cbc851a018e0d5684371b5f/pacarku-hidup-kembali
Hayati tertarik ke alam baka dan memaksanya harus berpisah dengan Asnawi. Dia sebenarnya masih hidup namun akhirnya dia bisa kembali meski dalam wujud kuntilanak
Lapor Hansip
21-04-2019 21:58

PACARKU HIDUP KEMBALI (Romance, Ecchi, Horror, Comedy)

Past Hot Thread
icon-verified-thread
PACARKU HIDUP KEMBALI
Permisi Gan/Sis pembaca setia cerita cinta Hayati dan Asnawi, dalam trit baru ini ane mau cerita lanjutan petualangan Hayati setelah berpisah sama Asnawi.
Sinopsis


KARAKTER


Karakter Utama

Mahluk Gaib dan Bangsa Siluman

Karakter Pendukung



Quote:
PERHATIAN !!

1. Cerita ini hanyalah fiktif belaka, untuk karakter, tempat kejadian dan nama perusahaan adalah murni dari imajinasi penulis. Penulis berpesan agar pembaca tidak terlalu menganggap serius

2. Cerita ini adalah lanjutan dari PACARKU KUNTILANAK. Bagi pembaca yang baru mengikuti cerita ini, harap membaca prequelnya terlebih dahulu

3. Penulis membebaskan pembaca untuk berkomentar apapun di dalam trit ini, selama tidak menyinggung SARA

4. Cerita ini banyak menampilkan adegan kekerasan. Harap bagi pembaca yang dibawah 17 Tahun untuk tidak membacanya

5. Mohon maaf apabila ada kesalahan kata dan Typologi




Soundtrack cerita biar kayak film-film ANIME....emoticon-Embarrassmentemoticon-Embarrassment

Opening Song


 
BAGIAN 1
ALAM BAKA
part 1



Malam itu setelah petarungan besar antara Bendoro dan Hayati, keadaan tampak sangat memilukan. Asnawi dan Hayati saling berpelukan dalam waktu lama, tubuh Hayati yang masih mengeluarkan darah tidak menjadi batu sandungan buat dirinya untuk memeluk Hayati.

Hayati menangis tersedu sedu dalam pelukan Asnawi. akhirnya setelah sekian lama, dia bisa bersatu dengan Asnawi tanpa harus mengalami berbagai gangguan. Bendoro yang selama ini muncul di kehidupannya, telah lenyap begitu saja. Memang Bendoro mempunyai tujuan yang baik demi membela kamu arwah penasaran yang diperbudak oleh bangsa siluman bangsawan, namun dia telah merenggut kebahagiaan Hayati dengan memaksanya untuk ikut berjuang. Bagi diri Hayati, Asnawi berperan sebagai pahlawan besar dalam kahidupannya sebagai arwah penasaran. Dimulai dengan pertemuan pertamanya yang sangat menyeramkan sampai mereka menjadi satu seperti sekarang ini. Banyak lika liku kehidupan cinta diantara mereka berdua ditengah jurang perbedaan yang menganga.

Hayati merasa sangat bahagia kala itu, hatinya merasa sangat tenang dan jiwanya berbunga bunga. Tubuhnya mulai menghangat seperti manusia hidup. Detak jantungnya mulai terasa dan aliran darahnya mulai menggelora. Tiba tiba seberkas cahaya berwana keemasan muncul dari langit dan menerpa tubuh Hayati yang masih beperlukan dengan Asnawi. Hayati langsung kaget dengan cahaya itu dan melapaskan pelukannya dengan Asnawi.

“mas...sinar ini?”

“maksudnya apa Hayati?”

“hatiku sekarang tenang banget dan jiwaku juga terasa hangat...jangan jangan ini tanda tanda...”

“maksudnya arwah kamu udah nggak penasaran lagi?”

“iya mas ku...huft..huft..mas.....mas..........gimana ini?”

“Hayati....kamu jangan tinggalin aku... kita udah berjanji mau hidup bersama”

“aku juga sama mas aku...hiks ...hiks...aku nggak mau pisah sama kamu mas”

Tubuh Hayati menjadi sangat hangat dan perlahan mulai memudar. Panggilan dari alam baka mulai menggema, Hayati mau tidak mau harus pergi kesana dan meninggalkan Asnawi di dunia ini. Asnawi semakin erat memeluk Hayati. Dia histeris dan tidak mau melepas Hayati.

“Hayati....tolong tetap disini, jangan pergi dulu ke alam baka..hiks..hiks”

“maafin aku mas, aku juga nggak bisa berkehendak....ini udah takdir...udah seharusnya aku berada di alam sana”

“HAYATIIIIII...........TOLONG HAYATI....TETEP JADI ARWAH PENASARAN....JANGAN TINGGALIN AKU”

“mas.....kayanya aku udah nggak bisa....aku udah pasrah akan keadaan sekarang..mas...denger aku mas...”

Hayati berusaha menegakkan kepala Asnawi yang tertunduk. Tampak mata Asnawi yang merah karena menangis dan wajahnya yang basah terkena air mata. Hayati berusaha tegar dan menguatkan Asnawi yang tengah jatuh dan larut dalam kesedihan. Hayati harus menyampaikan pesan yang bisa dijadikan bekal hidup Asnawi ditengah waktu yang samakin sempit. Lama kelamaan tubuh Hayati semakin memudar, dia harus berpacu dengan waktu.

“mas....maafin aku yah...mas...aku pengen kamu janji...aku pengen kamu berjanji sebelum aku pergi selamanya ke alam baka”

“nggak mau....kamu harus tetep disini Hayati..”

“mas...ku sayang...tolong aku yah mas.....mas harus ngerelain kepergianku yah...dan aku pengen mas berjanji”

Asnawi terdiam beberapa saat. Dia tampak berusaha untuk ikhlas untuk melepas Hayati pergi ke alam baka. Dia mulai mengatur napasnya dan menghentikan tangisannya.

“hiks...hiks....hiks..............iya aku berjanji”

“aku pengen kamu berjanji untuk menyayangi Cascade sabagaimana kamu menyayangi ku...aku pengen kamu melanjutkan hidupmu bersama dia....aku pengen kamu balikan lagi sama dia.....janji mas!”

“aku janji Hayati.........aku akan melaksanakan janji janjimu Hayati”

“makasih banget mas ku sayang...sekarang aku bisa pergi dengan tenang”

“iya Hayati sayang...aku sayang banget sama kamu...aku cinta banget sama kamu...aku nggak akan ngelupain kamu..Hayati...hatiku udah milik kamu....aku nggak akan ngasihin sama orang lain”

“mas....hiks..hiks....kamu harus tetap sehat yah mas, kamu harus rajin mandi, makan makanan sehat, nggak boleh ngerokok dan rajin olahraga mas....mas.....kayanya waktuku udah tiba...peluk aku mas”

Asnawi kembeli berpelukan dengan erat disertai tangisan yang luar biasa yang membuat suasan semakin menyedihkan.

“mas...walaupun di dunia ini kita nggak bisa bersatu...semoga di akhirat kelak kita akan ketemu lagi dan hidup bersama selamanya”

“iya Hayati..aku janji...aku akan selalu mendoakan mu dan akan melakukan semua yang kamu perintahin ka aku.....Hayati aku akan menemuimu di akhirat nanti...tunggu aku disana yah sayang....capet atau lambat aku juga akan menyusulmu ke alam sana....terima kasih Pacar Kuntilanak Ku tersayang...kamu udah mewarnai hidupku yang menyedihkan ini....”

Hayati pun akhirnya menghilang dari pelukan Asnawi. dan cahaya keemasan yang berasal dari langit pun juga ikut menghilang. Kejadian itu sama persis seperti yang Asnawi saksikan ketika 6 kuntilanak anak buah Wewe Gombel yang juga pergi ke alam baka. Asnawi kembali menangis dan berteriak teriak menyebut nama Hayati. Dia seakan akan tidak sanggup ditinggal Hayati dalam keadaan seperti itu.

Hayati terbang di dalam sebuah pusaran energi dalam tuangan yang tak terbatas. Dia melayang tanpa arah yang jelas, Hayati mencoba untuk berbalik arah melawan arus tarikan gaya,akan tetap usahanya itu gagal. Hayati menangis selama berada dalam pusaran itu. Dalam hatinya dia terus berkeluh kesah dengan keadaan yang dialaminya.

“Oh Tuhan....kenapa Engkau melakukan ini kepadaku?.....aku cuma ingin hidup bahagia bersama kekasihku....kenapa Tuhan??” gerutu Hayati dalam tangisannya.

Tiba tiba seberkas cahaya putih kecil mulai muncul diujung pusaran. Hayati langsung melihat kearah cahaya itu, dia tampak mengernyitkan dahinya. “Mungkin itu adalah pintu alam baka” gumam Hayati dalam hati. Lama-lama cahaya putih itu semakin membesar dan mendekati Hayati. Jantungnya semakin berdebar kencang ketika dia mendekatinya dan akhirnya dia masuk kedalam cahaya putih itu.

Tiba-tiba Hayati berbaring diatas tanah yang tandus. Dia menghela napas dengan kencang dan berusaha membuka matanya pelan-pelan. Hayati mulai berdiri dan melihat keadaan disekitarnya. Ternyata tempat itu adalah sebuah padang tandus yang sangat luas dan memiliki kontur permukaan tanah yang datar. Hayati tampak sangat kebingungan dengan tempat itu. Dia kemudian berjalan untuk mencari tahu tempat yang baru didatanginya itu. Padang tandus itu dipenuhi oleh kabut dan bersuhu panas, seperti suasana Kota Bandung di siang hari.

Hayati berjalan lurus kedepan untuk mengetahui tempat itu. Dia tidak bisa melihat jauh karena terhalang oleh kabut, jarak pandangnya sangat terbatas. Akhirnya dia menemukan sebuah pohon kering yang menjulang cukup tinggi. Hayati memiliki ide untuk memanjat pohon itu dengan tujuan dapat melihat keadaan di sekitarnya. Dia pun memanjat pohon itu dengan susah payah.

Wujud Hayati berubah menjadi seperti manusia, dia tidak bisa melayang dan terbang seperti biasanya, tampak tubuhnya juga memadat. Hayati masih memakai baju gaun putih kuntinya yang berlumuran darah akibat pertarungan dengan Bendoro. Ketika sampai di puncak pohon, Hayati mulai melihat lihat kondisi sekitar yang masih tertutup kabut.

Tak lama berselang, tiba-tiba angin kencang bertiup dan menyingkirkan kabut yang mengahalangi pandangannya. Hayati tampak menutup matanya ketika diterpa angin tersebut. Setelah angin itu hilang, Hayati kembali membuka matanya. Betapa kagetnya dia ketika melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Dia melihat orang-orang yang sangat banyak tampak antri untuk masuk ke dalam sebuah pintu besar yang berada di sebuah benteng yang sangat tinggi dan panjang di ujung cakrawala. Orang-orang yang kira kira berjumlah jutaan itu tampak bersabar dalam menunggu antrian masuk ke gerbang itu. Mereka tampak mengenakan kain kafan yang digunakan untuk menutup tubuh. Tergambar berbagai macam ekspresi yang tersirat di raut wajah mereka, ada ekspresi senyum bahagia, sedih, menangis dan penuh penyesalan.

................................................................

Closing Song



Polling
257 Suara
Siapakah yang akan menjadi pendamping hidup Asnawi ? 
Diubah oleh Martincorp
profile-picture
profile-picture
profile-picture
valbo dan 116 lainnya memberi reputasi
115
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 108 dari 119
PACARKU HIDUP KEMBALI
13-02-2020 08:27
semenjak update tulisan hitam muncul,awalnya bakal ada update secepetnya.ternyata sampai hari ini tulisan berwarna hitam itu belum berubah menjadi link xnxx
0 0
0
PACARKU HIDUP KEMBALI
13-02-2020 10:27
Kejar tayang nih cerita hehehe penonton sudah gak tahan pengen dengerin cerita hayati hehehe
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
PACARKU HIDUP KEMBALI
13-02-2020 12:44
Quote:Original Posted By Martincorp
ane udah masuk kantor lagi gan/sis, sekarang lagi ngetik kejar tayang buat cerita hayati


Yes
0 0
0
PACARKU HIDUP KEMBALI
13-02-2020 20:52
Sundul lagi ah
0 0
0
PACARKU HIDUP KEMBALI
13-02-2020 21:52
ijin gelar tenda gan
0 0
0
PACARKU HIDUP KEMBALI
14-02-2020 04:43
Quote:Original Posted By Martincorp
MOHON MAAF SEBESAR BESARNYA gan/sis, ane belum bisa update cerita terbaru, karna ane masih sakit dan cedera pinggang ane kembali kambuh sepulang dr jogja, insyaallah kalo sembuh, ane mau ngegas lagi buat update... Mohon doanya emoticon-Maaf Agan emoticon-Maaf Aganwati


kebanyakan ngeluarin monster kyuubi ya om? masuk ke sarang siapa lagi tu? emoticon-Ngakak
0 0
0
PACARKU HIDUP KEMBALI
14-02-2020 07:00
144 blm update
0 0
0
PACARKU HIDUP KEMBALI
14-02-2020 17:33
Update
0 0
0
PACARKU HIDUP KEMBALI
14-02-2020 17:36
BAGIAN 30
RUANG BAWAH TANAH
part 1


Enam bulan sudah Hayati bekerja menjadi petugas kebersihan di sebuah Klinik Kesejatan di Kota Jakarta. Selama itu pula, Hayati merasakan kembali menjadi seorang manusia yang seutuhnya. Dia harus menyambung hidup disana dengan bekerja mencari nafkah. Dia juga mengalami banyak hal yang mungkin sudah tak pernah dia rasakan selama menjadi kuntilanak seperti merasakan sakit, lelah, buang air, menstruasi dan berkeringat.

Pagi pagi buta, Hayati dengan sigap membersihkan rumahnya. Dia menyapu kemudian mengepel lantai yang terlihat berdebu. Semenjak Hayati pulang ke rumah, dia selalu berusaha untuk membuat rumah terlihat asri dan terawat. Berbeda dengan sebelumnya, kondisi rumah terlihat sangat kotor dan angker. Miramareu sebagai penghuni rumah jarang sekali membersihkannya karena terlalu sibuk bekerja dan ketika malam hari dia tidak bisa berkeliaran di luar rumah karena berwujud kuyang. Dia sangat takut jika dirinya terlihat berkeliaran di rumah itu dengan wujud kuyang, maka warga sekitar akan menyerang rumah itu dan berusaha menangkap dirinya.

Seorang lelaki yang mengendarai motor pun tiba di depan halaman rumah. Dia kemudian menyapa Hayati yang tengah menyapu halaman dari daun daun kering.

“hai Hayati....selamat pagiiii!!!” sapa Arsal.

“pagi bang?....wah tumben nih tengian banget jemput aku?” Hayati menyapa balik.

“tadi aku baru ada order di deket sini Ti....ya sekalian aja lah aku kesini sambil nungguin kamu”

“oalah kamu gak mandi dulu bang?”

“hehehe....nanti aja ah”

“ihhhh badanmu bau tuh...sana gih mandi!!”

“ahh gak enak ah Hayati...nanti bapak sama para ibu tirimu ngeliatin aku”

“enggak lah bang...kalo pagi pagi gini mereka pada tidur”

“beneran nih??”

“iya bang...duuhh kamu tuh yah....jarang mandi...bauuu tau!!”

Hayati menarik tangan Arsal menuju dalam rumah. Arsal pun pasrah ketika Hayati menariknya masuk. Dia diajak masuk ke sebuah kamar dimana yang didalamnya terdapat rak buku besar yang terbuat dari kayu jati. Dalam rak itu terdapat banyak sekali buku-buku yang sampulnya mulai usang. Buku-buku itu adalah koleksi novel milik Hayati ketika masa mudanya dulu.

Arsal pun diperintahkan unuk menunggu di ruangan itu, sementara Hayati pergi ke ruangan lain untuk mengambil handuk buat Arsal. Suasana di ruangan itu cukup menyeramkan dengan penampakan rak buku besar dengan model kuno. Arsal melihat-lihat berbagai buku yang berada didalam rak itu sambil menunggu Hayati kembali. Tak lama berselang, Hayati kembali dengan membawa sehelai handuk bersih berwarna putih.

“nih bang handuknya...kamar mandinya ada dibelakang”

“iya Hayati....tapi bener nih ibu tiri kamu gak ada kan sekarang?”

“ya ampun bang...mereka lagi tidur....kenapa sih bang takut banget sama mereka?”

“aku takut diperkosa aja sama mereka Ti...aku tekut mereka liat aku telanjang pas mandi”

“oalaaah hahahaha...imajinasimu terlalu luar bang..hahahaha..kamu lucu deh bang”

“anjiiirr...beneran Hayati...aku takut....pasti yang namanya setan serem-serem...”

“mereka cakep cakep kok bang....sama sekali gak nyeremin.....ada orang Londo juga lho”

“kalo sama kamu cantikan mana?”

“ihhhhh....abang nih....malah nanya gitu”

“iya lah....soalnya menurutku kamu mahluk paling cantik di rumah ini.....gak mungkin deh ada yang ngalahin kamu...”

“ihhh..udah bang...mandi giihh!!” Hayati semakin salah tingkah ketika digoda oleh Arsal.

Arsal akhirnya pergi menuju kamar mandi setelah dibentak oleh Hayati. Arsal tampak sangat senang karena membuat Hayati tersipu malu di depan dirinya. Hati kecil Arsal merasa kalau Hayati menaruh perasaan suka terhadap dirinya.

Setelah selesai mandi, Arsal kembali berpakaian lengkap. Wangi aroma sabun pun tercium mengikuti semilir angin yang berhembus melewati jendela rumah yang terbuka. Melihat bentuk arsitektur rumah Hayati yang bergaya kolonial Belanda, Arsal merasa sangat takut ketika melihat ruangan dapur yang menghadap halaman belakang. Dia berjalan perlahan mendekati jendela yang terbuka itu, kemudian ia melihat sebuah sumur tua yang berada tepat di tengah tengah halaman. Bulu roma Arsal tiba-tibaberdiri, ketika mendengar suara perempuan yang memanggil namanya. Dia menoleh ke sekeliling ruangan, namun tidak ada seorangpun disana kecuali dirinya. Arsal pun segera pergi meninggalkan ruangan dapur menuju ke ruang tamu.

Ketika melewati ruang tengah, Arsal melihat pintu kamar Hayati yang terbuka. Dia menjadi penasaran dengan isi kamar Hayati. Pikiran jahatnya mendadak timbul dan membayangkan Hayati sedang berganti baju atau dalam keadaan bugil di kamarnya.

Arsal melangkahkan kakinya dengan perlahan menuju kamar Hayati, dia melihat keadaan di sekitar untuk memastikan tidak ada orang yang melihatnya. Dia takut Miramareu memergoki dirinya yang memasuki kamar Hayati. Daun pintu pun dibuka oleh Arsal, dia perlahan masuk ke kamar Hayati. Suasana kamar tampak sangat sepi, tampak tempat tidur yang sudah dalam keadaan rapi. Di sisilain kamar, terdapat sebuah meja rias yang diatasnya sipenuhi oleh berbagai produk kosmetik, mulai dari skincare sampai make up. Arsal duduk di kursi rias sambil menghadap ke cermin yang berada didepannya. Dia melihat satu persatu produk kecantikan yang berada diatas meja itu. Arsal merasa heran dengan semua benda itu, pikirnya Hayati tidak perlu menggunakan semua produk kecantikan itu karena dia sudah cantik secara alami.

Tiba tiba dari balik tempat tidur Hayati terdengar suara wanita yang tengah menguap. Arsal sangat kaget, dia kemudian menoleh kearah suara itu berasal. Dia melihat Miramareu bangun dan bangkit dari atas lantai dengan wujud hantu kuyangnya. Sontak, Arsal langsung berteriak ketika melihat Miramareu yang berwujud kuyang. Dia berlari tunggang langgang keluar dari kamar sambil berteriak. Miramareu yang ikutan kaget juga pergi mengejar Arsal. Ketika Arsal memasuki ruang tamu, tiba tiba dia tersandung dengan kursi dan jatuh. Kepalanya membentur lantai dengan keras. Dia akhirnya pingsan.

Miramareu berteriak panik ketika melihat Arsal terbujur kaku, dia memanggil Hayati. Tak lama berselang Hayati pun datang dari halaman depan.

“Bang Arsal!!!!....kenapa dia Mir?” Hayati kaget.

“kita angkat dulu ke sofa Mal...” jawab Miramareu dengan tenang.

Hayati mengakat tubuh Arsal, lalu membopongnya menuju sofa di ruang tengah, sementara miramare mangambil minyak kayu putih untuk menyadarkan Arsal. Lubang hidung Arsal diolesi minyak kayu putih oleh miramare agar cepat siuman. Beberapa detik kemudian Arsal tiba-tiba sadar. Dia kembali berteriak ketika melihat dihadapannya ada Miramareu yang hanya terlhtat bagian organ dalamnya saja. Hayati dengan cepat menyumpal mulut Arsal dengan handuk.

“ssssstttt!!!.....kamu jangan teriak teriak....aku takut suaramu mengundang tetangga kemari....apa kamu ngerti?” bisik Hayati dengan tatapan tajamnya. Arsal terlihat sangat ketakutan melihat ekspresi Hayati, dia pun mengangguk. Hayati kemudian membuka sumpal mulut Arsal.

“si...si...siapa kalian sebenernya?.......ke..kenapa a...ad...ada hantu kuyang disini?...siapa mira sebenernya?” tanya Arsal dengan terbata bata dengan ekspresi mual ketika melihat wujud Miramareu.
“aku ini manusia Sal.....aku juga hantu kuyang.....aku mendapat kutukan dengan wujud kayak gini”

“ta...tapi...tapi...berarti selama ini...kamu itu suka makan bayi?” tanya Arsal.

“iya....tapi itu dulu...sekarang aku udah gak melakukannya”

Tiba tiba Arsal bangkit, dia mendorong Hayati dan Miramareu sampai terjengkang. Dia berusaha lari menuju luar rumah. “akan kulaporkan kalian ke polisi!!” teriaknya sambil berlari. Hayati dengan cepat mengejar Arsal, dengan tendangan melayangnya, Hayati berhasil kembali menjatuhkan Arsal sebelum keluar. Dia kemudian menduduku tubuh Arsal yang tergeletak diatas lantai sambil menodongkan pedang saktinya tepat dilehernya.

“kalo kamu berani ngelakuin hal itu....aku gak segan segan motong lehermu!!” ancam Hayati.

“i..iiya..aa...ampun Hayati...ampun...maafin aku..........aku gak mau mati” jawab Arsal sambil menengadahkan kedua tangannya.

“baiklah kalo gitu.....awas kamu yah bang....kamu tau kan wujud mengerikan ku kayak gimana?”

“iya iya Hayati....aku gak mau dipotong potong sama pedangmu”

“okeh...sekarang kamu bangun dan ikut aku!!”

Hayati membantu Arsal berdiri kembali, dia menarik tangan Arsal sambil berjalan menuju ke ruang tengah kembali dimana Miramareu memandang sinis kepada Arsal. Matanya tampak menyratkan suatu kemarahan. Arsal disuruh duduk oleh Hayati di sebuah kursi kayu. Kursi itu adalah kursi favorit Margono semasa hidup.

“sekarang jelasin semuanya...kenapa Arsal bisa liat kamu?” tanya Hayati kepada Miramareu.

“ anu....aku...gak..........” tiba tiba Arsal menjawab.

“DIAM KAU!!!.....atau kupotong lidahmu!” bentak Hayati sambil mengacungkan kembali pedangnya kearah Arsal yang tengah duduk. Arsal pun terehnyak dengan aksi kejam hahati.

“sabar Mal...kamu gak usah ancam ancaman gitu sama Arsal...dia kan pacar kamu” Miramareu berusaha menenangkan Hayati yang marah.

“PACAR!!......BUKAN MIR...sembarangan.........dia cuman temenku....lagian dia masih utang nyawa sama aku” jawab Hayati dengan tegas.

Mendengar jawaban yang menohok itu, Arsal serasa tersambar petir di siang bolong. Selama ini Hayati hanya menganggap dirinya adalah teman bukan pacar, padahal selama ini hubungan antara dirinya dengan Hayati semakin dekat, bahkan seperti orang yang pacaran.

“yaudah....kamu tenang dong sayang.......kesian tuh Arsal....dia hampir ngompol gara-gara kamu todong dia pake samurai”

“abisnya aku kesel sama dia...pake mau lapor-lapor segala” Hayati kembali menyarungkan pedangnya, lalu dia menyimpannya diatas meja.

“maafin aku Hayati....aku bener bener nyesel udah ngelakuin perbuatan itu....maafin aku Hayati...kumohon!!” Arsal memelas kepada Hayati.

“hmmm....yaudah aku maafin kamu....tapi kamu jangan kayak gitu lagi!!”

“makasih banget Hayati kamu....baik banget” tiba tiba Arsal berdiri dan bersiap memeluk Hayati, akan tetapi dengan cepat pula Hayati menghindar. Dia mendorong tubuh Arsal kembali ke kursi.

“aku gak mau dipeluk sama kamu!!” kata Hayati ketus.

“maaf Hayati” Arsal pasrah.

“okey...apa kalian udah tenang?....aku mau jelasin kronologisnya” tanya Miramareu yang diikuti oleh anggukan kepala Hayati dan Arsal secara bersamaan.

“pas tadi...aku lagi tidur biasa...ketika bangun aku liat ada Arsal lagu duduk di depan meja rias....maka otomatis dia liat wujud kuyang ku...dan dia tereak sambil lari”

“kenapa kamu bisa ada dikamarku bang?” tanya Hayati kepada Arsal.

“eeeh..anu....tadi pintu kamarmu kebuka Hayati...jadi aku kira ada kamu didalemnya” jawab Arsal dengan terbata bata.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
valbo dan 26 lainnya memberi reputasi
27 0
27
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
PACARKU HIDUP KEMBALI
14-02-2020 17:36
BAGIAN 30
RUANG BAWAH TANAH
part 2


“jadi kamu mau ngintipin aku huh!!”

“enggak...enggak....aku sama sekali gak niat”

“boong kamu yah!.......awas yah...aku gak mau jalan sama kamu lagi”

“jangan dong Hayati...jangan....”

“udah udah kalian berdua jangan berantem......!!...karna udah kadung ketauan sama Arsal...aku pengen nunjukin perubahan wujudku sekaran didepan Arsal..”

“JANGAN MIR.....KAMU KAN TELANJANG SEKARANG...NANTI ARSAL LIAT”

“gak apa apa Mal.....biar dia tau kalo aku masih manusia...bukan setan”

Tak lama berselang cahaya matahari mulai memasuki ruangan. Jendela yang terbuka tampak meneruskan pancaran lurus sinar matahari sampai menerpa tubuh Miramareu. Perlahan, tubuh Miramareu mulai tampak memadat dari semula tansparan. Oragan organ tubuhnya yang sebelumnya nampak, secara perlahan mulai tertutupi oleh daging dan kulit. Perubahan Miramareu sangat cepat, hanya sekitar 20 detik. Arsal terhenyak melihat perubahan wujud Miramareu yang semula hantu kuyang yang buruk rupa dengan organ menggantun menjadi seorang gadis cantik yang anggung. Tanpa disadarinya pula, darah mengalir dari hidung Arsal ketika menatap Miramareu yang dalam keadan tak berusana.

“hmmmmm...dasar laki laki yah....semuanya sama.......TUH IDUNG KAMU BERDARAH!!” bentak Hayati kepada Arsal.

“eh maaf...maaf...aku gak sadar Hayati...” sahut Arsal yang mendadak memejakan matanya.

“hahaha.....Mal...temen kamu tuh kayaknya masih perjaka...baru liat cewek bugil aja langsung mimisan dia hahahaha” ujar Miramareu.

“iya Mir....dia ini pastilah masih perjaka...mana ada cewek yang mau pacaran sama dia...udah kucel bau lagi.....” jawab Hayati dengan nada sinis.

“tapi dia ganteng kan Mal..........”

“hmmmm...iya sih....justru kegantengannya yang nyelametin hidupnya...kalo dia jelek...udah lama aku membunuhnya karena dia sama komplotannya berusaha ngebegal aku dan memperkosaku”
“aku gak merkosa kamu Hayati.........!!” Arsal membela diri.

“iya enggak...tapi kamu ngumpanin aku sama temen temen biadab mu” sahut Hayati sambil mencubit hidung Arsal.

“mereka bukan temenku Hayati....SUMPAHHH!!” Arsal bersikeras.

“iya deh........aku percaya...yaudah Mir...kamu mandi giih!!...mau kerja kan sekarang”

“iya Mal....kamu mau pergi bareng aku atau Arsal?”

“hmmmm....karena dia udah mandi...aku sama Arsal aja deh...sekalian aku pengen ngasih pelajaran buat dia”

“aduh ampun Hayati...jangan siksa aku!!” Arsal kembali memelas.

Hayati dan Miramareu pun terpingkal-pingkal melihat tingkah Arsal yang sangat ketakutan. Suasana rumah pun kembali menjadi kondusif. Miramareu pergi ke kamar mandi dan Hayati pergi ke kamarnya untuk berganti baju dengan seragam kerja. Setelah itu Hayati pergi menuju tempat kerja dengan menaiki motor Arsal.

Sore hari pun tiba, jam kerja sudah selesai. Hayati dan Miramareu bergegas untuk pulang menuju rumah. Hayati sore itu berniat memberi pelajaran kepada Arsal yang telah membuatnya marah di pagi hari. Begitu berjalan keluar gedung klinik, Arsal sudah menanti Hayati di tepi jalan. Hayati dan Miramareu pun berpisah.

“kamu mau ngasih pelajaran apa Hayati?” tanya Arsal yang sangat was was.

“tenang aja bang...aku gak akan ngerasin kamu....sekarang bawa aku ke Kwitang” jawab Hayati santai.

“apaaahh!!...kamu mau ngapain kesana?”

“ya beli buku dong bang.......masa beli sayur”

“iya maksudku...kamu mau ngasih aku pelajaran buat baca buku?”

“lha emang kamu gak suka baca?”

“ya enggak lah Hayati....eku lebih seneng keluyuran dan nongkrong bareng temen...hehehe”

“huh pantes...kamu cuman jadi tukang ojek!!.........makanya kamu tuh rajin belajar disekolah!!”

“iya maaf Hayati........seandainya kamu ngasih tau aku pas jaman sekolah..aku pasti nurut”

“aku kan masih jadi kuntilanak bang pas jaman kamu sekola....yang ada kamu malah takut sama aku”

“ya enggak lah Hayati....mana mungkin aku takut sama kunti secantik dirimu hehehe...yang ada aku malah jatuh cinta”

“MAU AKU CEKEK LAGI NIH!!” tiba tiba Hayati memegang leher Arsal.

“maaf...maaf...becanda..becanda...hehe...yaudah hayu ke Kwitang sekarang”

“nah gitu dong!!...ini baru bang Arsala temenku yang paling baik dan ganteng hehehe”

“aseeeem!!!..........”

Mereka akhirnya pergi menuju pasar buku Kwitang yang berada di kawasan Jakarta Pusat. Suasana lalu lintas yang macet, tidak membuat mereka patah semangat, terlebih Arsal merasa sangat ingin membahagiakan Hayati dengan mengantarnya ke pasar buku lebih cepat. Dia akhirnya menggunakan beberapa jalan tikus dan gang sempit untuk mengambil jalan pintas.

Satu jam kemudian akhirnya mereka tiba di pasar buku Kwitang. Hayati sangat senang ketika melihat para pedagang buku menjajakan banyak brang dagangannya di emperan kios-kios yang berjajar rapi. Dengan semangat tinggi, Hayati mengajak Arsal masuk kedalam komplek pasar buku. Dia menarik Arsala melewati kios kios yang menjajakan buku-buku lama dan bekas dengan harga murah.

“Hayati...kamu mau nyari apa?”

“aku mau nyari toko buku Al Falah bang “

“kenapa harus toko buku itu?....emang itu toko langganan kamu dulu?”

“toko itu punya ayah dari temen sekolahku...namanya Gito...dulu aku sama Yadi sering banget maen kesini pas pulang sekolah....kita suka dikasi diskon gede kalo belanja di toko bapaknya Gito...mungkin sekarang aku juga bisa nemuin Yadi disana”

“hmmmm....okeh...tapi mungkin sekarang temen kamu itu pasti udah tua....seumuran bapakku..apa dia bakalan inget sama kamu?”

“gak tau...semoga aja bisa”

Mereka berjalan tergesa gesa melewati berbagai kios buku yang sangat ramai oleh mahasiswa dan pelajar yang mencari buku pelajaran. Hayati menyusuri gang-gang kecila diantar kios untuk mempercepat waktu tempuh menuju toko AlFalah yang berada di blok paling belakang di komplek pasar itu. Ketika tiba, Hayati harus menelan kekecewaan. Kios Toko Alfalah tampak sudah kosong dan terbengkalai. Semua rak-rak buku pun terlihat sangat berdebu, etalase kaca yang berada di muka toko terlihat sudah beralih fungsi menjadi tempat sampah.

“kenapa tokonya jadi begini?” Hayati sedih.

“mungkin temen kamu udah gak jualan buku lagi Hayati....”

“tapi toko ini tuh dulu rame banget sama orang-orang...mereka gak cuman beli tapi hanya sekedar baca....dulu bapaknya Gito ngebebasin orang orang buat baca buku disini”

“gimana dong sekarang?....apa kamu mau nyari Gito juga?”

“enggak bang...tujuan kesini adalah buat beli buku...anterin aku nyariini buku yah bang!”

“yaelah Hayati...aku males ah...aku paling pusing kalo liat tulisan”

“hadeuh si abang nih....payah banget sih!!”

“ya sorry Hayati....eeehhh..oke aku anterin kamu tapi aku gak mau ikut baca!!”

“oke bang....ayo ah!!”

Akhirnya mereka meninggalkan kios yang terbengkalai itu untuk mencari buku yang dibutuhkan Hayati. Hayati mencari buku novel lama yang sudah langka, ia sangat senang membaca novel –novel romance lama. Setiap toko pun tak luput dari kunjungan mereka berdua. Arsal mulai merasa bosan dengan semua kegiatan yang dijalani Hayati. Dia pun meminta izin kepada Hayati untuk istirahat.

“Hayati....apa masih lama nih nyari bukunya?”

“masih bang....aku belum nemu buku yang kucari”

“hadeuuuhh....aku pusing Ti...pengen ngopi sama ngudud”

“yaelah bang.....gitu aja udah pusing”

“aku mau nyari warung dulu yah disekitar sini....”

“iya bang....sana ngopi gihh!!”

Arsal meninggalkan Hayati yang tengah asyik mencari buku di sebuah kios. Arsal mencari warung kecil atau pedagang asongan yang menjual berbagai macam merk kopi dan rokok. Setiap gang dia kunjungi, namun Arsal tidak menemukan satupun pedagang asongan, sampai akhirnya Arsal pergi menuju bagian depan komplek pasar. Akhirnya dia menemukan seorang pedagang asongan yang tengah duduk termenung di depan sebuah kios buku.

Bagaikan melihat oase ditengah padang pasir, Arsala seakan terharunmelihat keberadaan pedagang asongan itu. Diapun langsun berlari menghampirinya untuk memesan segelas kopi hitam dan rokok. Arsal dengan duduk santai menikmati seruputan kopi panasnya di depan emperan sebuah toko buku yang terlihat sangat bagus. Toko itu menjajakan banyak buku-buku, baik baku bekas maupun buku baru. Pengunjungnya pun cuku ramai dengan dipenuhi oleh para pelajar dan mahasiswa.

Tiba-tiba seorang pria paruh baya keluar dari toko itu. Dia tampak mengenakan setelan baju koko putih dan celana cingkrang warna hitam. Pria itu berambut putih, berjenggot dan mengenakan peci haji. Dia berteriak memanggil seseorang yang berada jauh dari toko itu. Arsal kaget dengan suara teriakan pria itu, dia pun ikut menoleh kearah seseorang yang dipanggilnya.

Seorang pria paruh baya dengan setelan perlente ala eksekutif menghampiri pria berpeci haji itu dengan senyuman merekah diwajahnya. Mereka pun akhirnya berpelukan di depan toko dan saling bercengkrama satu sama lain, Arsal yang tengah duduk di emperan ikut mendengar isi percakapan mereka..

“YADIIIIII..........APA KABAR LU?...HAHAHAHA” teriak pria berpeci haji.

“BAEEEEEEK Gitooooo...hahahahaha......lu gimana?” jawab Yadi.

“alhamdulillah Yad....gini aja lah gue mah hahaha...”

“waaah...ini toko baru lu To?...gile bagus banget”

“yaaaaahhh ini hasil kerja keras gue lah selama ini..tapi semua ini berkat bapak gue yang udah ngewarisin usahanya....eh...ayo duduk!!....kok malah berdiri”

Gito mengajak Yadi untuk duduk di sebuah bangku kayu panjang yang berada tepat di sebelah Arsal yang tengah ngopi. Arsal semakin penasaran dengan isi obrolan mereka, dia pun sengaja menggeser posisi duduknya menjadi semakin dekat dengan dua pria tua itu.

“elu udah tua To.....rambut lu putih semua”
profile-picture
profile-picture
profile-picture
valbo dan 23 lainnya memberi reputasi
24 0
24
PACARKU HIDUP KEMBALI
14-02-2020 17:37
BAGIAN 30
RUANG BAWAH TANAH
part 3



“iya lah....alami Yad...eh lu sekarang tinggal dimana?”

“masih di Jakarta To..tapi kadang gue pulang ke Sukabumi”

“oh elu jadi orang Sukabumi sekarang?”

“iya To....bini gue orang sono...jadi gue ikut ikutan lah...eh elu udah kimpoi belum nih?”

“goblok...lu nanya hal gitu sama gue”

“iya kan dulu elu terkenal jomblo......haha”

“gile lu yah 30 tahun gak ketemu..elu malah nanyain kimpoi...ya gue udah kimpoi lah...gue punya 4 anak”

“alhamdulillah kalo gitu To......akhirya ada gadis yang mau sama elu”

“muke gile lu yah....lu juga udah gak inget Mala lagi kan?”

Tiba tiba suasana hati Yadi berubah, raut wajahnya yang semula ceria, kini menjadi murung ketika mendengar nama Mala. Gito pun merasa bersalah karena telah menanyakan hal yang sangat sensitif bagi Yadi.

“eehhh...maafin gue Yad...gue gak bermaksud buka luka lama lu”

“gak apa apa To.....gue gak sakit kok...Mala udah jadi masa lalu gue....sekarang gue udah nikah dan punya 2 anak...mereka udah gede gede”

“iya Yad...yaudah kita gak usah bahas bahas dia lagi”

“hmmmm.....gak apa apa To bahas dia juga..lagian banyak yang lu gak tau tentang dia”

“ah tapi.....gak bagus lah ngomongin orang yang udah mati Yad”

“DIA BELUM MATI TO....!!!!........GUE YAKIN DIA MASIH HIDUP!!” Yadi tiba tiba membentak Gito. Arsal ikut terkejut dengan suara Yadi yang sangat keras.

“whoa...whoa...tenang brader!!...lu jangan marah-marah gitu...kalem yah...istigfar!!” ujar Gito yang berusaha menenangkan Yadi kembali.

“sorry..sorry...maaf gue udah bentak lu....maaf banget, gue masih belum bisa ngeiklhasin Mala”
“gak apa apa bro....lagian bukan cuman elu yang sedih kehilangan dia...gue juga sedih broo....kita berdua dulu naksir cewek yang sama”

“iya To...tapi sayang gue nyesel banget dulu gue gak pernah berani ngungkapin perasaan gue sama dia”

“hmmmmm......ya gue juga dulu sempet ngungkapin perasaan..tapi gue juga gagal...gue gak berani kayak lu”

Arsal mendapat angin surga ketika mendengar isi pembicaraan dua pria paruh baya itu. Dia yakin sosok wanita yang diceritakan oleh mereka adalah Hayati. Dia pun langsung membuka smartphone nya untuk menghubungi Hayati. Akan tetapi baterai smartphone Arsal telah habis, sehingga gawainya pun mati. Arsal sangat kesal dengan keadaan yang terjadi. Kenapa disaat seperti ini, handphone harus mati? Pikirnya. Ia pu akhirnya mengambil tindakan nekat. Dia langsung berdiri di depan Gito dan Yadi.

“maaf pak...apa bapak ini pak Gito sama pak Yadi?” tanya Arsal dengan sangat gugup.

“iya betul...apa adek mengenal kami?” jawab Yadi.

“ee..ee..ee..aa..ada seseorang yang pengen nemuin kalian...sebentar yah...saya akan bawa orangnya kesinin..kalian jangan kemana mana!” Arsal kemudian pergi menuju kedalam komplek pasar buku, sedangkan Yadi dan Gito merasa heran dengan tingkah Arsal.

“kenapa tuh bocah?....apa dia anak lu?” tanya Yadi.

“sembarangan!!...bukan lah....dia tukang OJOL....mungkin dia lagi stres kali belum dapet penumpang” jawab Gito.

“iya kali...tapi dia bilang tadi ada orang yang pengen nemuin kita?...terus kenapa dia bisa tau nama kita yah?”

“hmm..mungkin dari tadi dia nguping obrolan kita....yaudah lah jangan dipikirin”

“tapi gue malah penasaran sama orang yang mau ketemu....siapa yah?”

“ahh...paling pasien lu kali Yad....”

“bener juga yah.....eh iya tujuan gue kesini sebenernya pengen nyari buku To”

“buku apa?”

Yadi kemudian memberikan secarik kertas yang berisi daftar buku novel kepada Gito.

“wah banyak banget nih...ada 12 buku..mana sekarang udah langka nih”

“iya To...itu semua adalah novel favorit Mala semasa dulu...gue pengen ngasih novel-novel itu buat hadiah ulang tahun anak pertama gue”

“okeh...tapi gue gak bisa hari ini ngasih buku ini....soalnya udah pada langka Yad”

“gak apa apa....nanti bulan depan gue kesini lagi...untuk harga gak masalah”

“okeh kalo gitu........”

Arsal berlari menyusuri setiap gang didalam komplek pasar buku. Sesekali dia menabrak beberapa orang yang sedang berjalan di depannya. Dia menengok ke setiap kios yang dilewatinya, namun tak menemukan Hayati. Arsala semakin panik, dia pontang-panting nerusaha mencari Hayati hingga akhirnya dia menabrak seorang perempuan yang tengah berjalan. Ternyata perempuan itu adalah Hayati, Arsal tidak menyadarinya.

“ABANG!!....kenapa sih pake nabrak nabrak” bentak Hayati.

“sebaiknya kamu ikut aku Hayati” Arsal langsung menarik tangan Hayati dan mengajaknya berlari.
“ada apa bang?...kamu narik narik aku?”

“udah kamu diem aja dan ikuti aku....”

“abang?....ada apa sih sebenernya?”

“aku udah nemuin orang yang kamu cari”

“hah Gito?”

“iya Hayati...bukan cuman dia...tapi Yadi juga ada disana”

Hayati sangat senang ketika mendengar Arsal. Dia menjadi tidak sabar untuk segera menemui mereka. Laju lari semakin cepat, Arsal dan Hayati akhirnya tiba di depan toko buku milik Gito. Akan tetapi di bangku depan tak ada penampakan Gito dan Yadi. Arsal pun menarik kembali Hayati untuk memasuki toko. Dia melihat Gito yang sedang duduk di kursi kasir di pojok ruangan. Dia tampak sedang menelepon.

“pak Gito....ini orang yang mau nemuin bapak” Arsal langsung memperlihatkan Hayati di hadapan gitu.

“GITO APA ITU KAMU?.....” tanya Hayati.

“siapa kamu dek?.....apa adek mengenal saya?” tanya balik Gito yang kebingungan.

“aku ini Mala......Mala NurHayati..temen SMA kamu dulu”

“Mala?.......kamu jangan bercanda yah!!....Mala udah lama mati....dia minggat dari rumah dan kembali kembali!” Gito mulai kesal.

“astaga Gito....kamu gak percaya sama aku”

“lebih baik kalian pergi!!!...jangan ganggu gue.....dasar anak anak gak sopan”

“aku bukan anak anak To...umurku lebih tua 2 tahun darimu”

“lu ngeyel banget yah...pake ngaku-ngaku Mala...kalaupun dia masih hidup....wujudnya pasti udah tua”

“yaudah kalo kamu gak percaya...akan kubuktikan....14 Februari 1984...tepatnya hari selasa..waktu itu kamu dan Yadi masih kelas 1 sedangkan aku kelas 2....kamu mau nraktir aku makan di kantin bu Ratna di belakang sekolah..tapi kamu malah gak bawa duit...jadi akhirnya aku yang bayarin makan...terus kamu juga grogi banget waktu itu karena kamu mau ngungkapin perasaan mu padaku kan...tapi kamu malah mules mules..dan akhirnya aku anterin kamu ke puskesmas....apa kamu inget Anggito Permana?”

Gito membatu ketika mendengar cerita Hayati, bibirnya tampak bergetar seakan tak percaya dengan apa yang ada dihadapannya.

“kamu Mala?”

“iya Gito aku......aku kembali”

“MALAAAAAAAA!!.......” Gito pun langsung memeluk Hayati sambil menangis terharu.

“kupikir kamu udah mati Mal..............”

“aku emang mati To...tapi mati suri...aku hidup lagi”

Akhirnya Gito mempersilahkan Hayati dan Arsal untuk duduk didalam toko. Ia meminta Hayati untuk menceritakan semua yang menimpanya selama ini.

“hari ini sangat luar biasa Mal...aku didatangai sama sahabat lama..pertama Yadi dan sekarang kamu....mimpi apa yah gue semalem”

“apa Yadi juga kesini tadi ?”

“iya Mal...tadi dia kesini”

“kemana sekarang dia?”

“udah pulang lagi Mal.....tapi dia mau kesini lagi sebulan dari sekarang”

“kuharap aku bisa ketemu sama Yadi To....banyak yang harus aku sampaikan sama dia”

“iya Mal......sabar”

Hayati harus menelan kekecewaan berat karena tidak bisa bertemu dengan Yadi. Akan tetapi dia masih bisa bertemu Gito dan pertemuannya membuat dirinya mendjadi lebih dekat dengan Yadi.


profile-picture
profile-picture
profile-picture
valbo dan 33 lainnya memberi reputasi
34 0
34
Lihat 6 balasan
Memuat data ..
PACARKU HIDUP KEMBALI
14-02-2020 18:24
Apakah yadi akan kembali lagi setelah sakit pinggang yang di alaminya pada bulan depan ? kita saksikan di episode selanjutnya. jangan kemana" tetap di mata mata!
profile-picture
Martincorp memberi reputasi
1 0
1
PACARKU HIDUP KEMBALI
14-02-2020 19:02
Update langsung 10 episode gitu loh
Ngilangin nya kan lama
profile-picture
profile-picture
cococrash dan Martincorp memberi reputasi
2 0
2
PACARKU HIDUP KEMBALI
14-02-2020 19:49
Wah mantabb nih om martin updatean nya langsung 3 part sekaligus,makasih om..emoticon-thumbsup
profile-picture
Martincorp memberi reputasi
1 0
1
PACARKU HIDUP KEMBALI
14-02-2020 19:54
gw penasaran euy, si hayati ntar ketemu sama si yadi ngeue gk yak? xD
profile-picture
Martincorp memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
PACARKU HIDUP KEMBALI
14-02-2020 21:11
Quote:Original Posted By Martincorp
Tiadaaaaaak! Imajinasi ane gak sanggup ngebayangin kalo cewek se perfect hayati skidipapap sama yadi yg udah aki2.....walaupun secara teknis hayati juga nenek2 tap wujud dia mah kayak gadis 20 thn


Kan ceritanya clbk om xD
0 0
0
PACARKU HIDUP KEMBALI
14-02-2020 21:23
muantabbb
0 0
0
PACARKU HIDUP KEMBALI
14-02-2020 23:41
kelam
0 0
0
PACARKU HIDUP KEMBALI
14-02-2020 23:45
mantaaaappp brader.... haturnuhun so much buat update an nya
0 0
0
PACARKU HIDUP KEMBALI
15-02-2020 02:20
udah sembuh gan pinggang nya...sehat terus gan
0 0
0
Halaman 108 dari 119
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
i-see-what-you-see
Stories from the Heart
antara-impian-dan-cinta
Stories from the Heart
kami-ingin-normal-kembali
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia