Kaskus

News

chemical.saptoAvatar border
TS
chemical.sapto
Kelola Bandara Komodo, Cardig Aero Services (CASS) siapkan capex Rp 1,20 triliun
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Cardig Aero Services Tbk (CASS) dan Changi Airports International PTE LTD (CAI) dan perusahaan afiliasi CAI bekerjasama untuk mengelola Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan membentuk anak usaha baru yaitu PT Cinta Airport Flores (CAF). 

Cardig Aero Services  tercatat sebagai pemegang saham mayoritas dengan memiliki 80% dari total saham CAF. Sementara, CAI dan afiliasinya tercatat memiliki 20% dari total saham CAF.


Iman Oloan Sjafar, Presiden Direktur Cinta Airport Flores, mengatakan, pada tahun ini CAF telah menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure(capex) sebesar Rp 1,2 triliun untuk membiayai pembangunan dan pengembangan Bandar Udara Komodo.

Adapun rinciannya, dana tersebut akan digunakan untuk membangun perpanjangan runway, pelebaran apron, penambahan dua terminal baru, perkerasan runway dan taxiway, dan untuk memenuhi fasilitas pendukung lainnya.

Baca Juga: Kemenhub dorong pembangunan proyek sarana transportasi dengan skema KPBU

Dalam masa konsesi, Cinta Airport Flores akan menempatkan Bandar Udara Komodo sebagai gerbang bagi Flores, terutama dalam mewujudkan misi Pemerintah untuk meningkatkan konektivitas nasional dan internasional, serta untuk meningkatkan jumlah penumpang dari 720.000 penumpang saat ini sampai dengan 4 juta penumpang per tahun dan kargo sebesar 3.500 ton per tahun di tahun 2044 mendatang.

"Kami mendukung program, visi, dan misi Pemerintah yang menargetkan agar jumlah penumpang di Airport Komodo ke depannya dapat mencapai 4 juta penumpang per tahun,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Kontan, Senin (10/2).

Sementara itu, pemerintah pun berkomitmen untuk memberikan dukungan dalam bentuk pembebasan lahan yang akan dimulai tahun ini. Guna memastikan terealisasinya proyek ini, pemerintah juga memberikan dukungan dalam bentuk pemberian jaminan terhadap risiko-risiko yang mungkin timbul melalui Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII).


Sebagai informasi, pengembangan Bandar Udara Komodo ini sekaligus merupakan bentuk realisasi dari target Pemerintah di tahun 2019-2024, untuk mewujudkan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata prioritas.

https://m.kontan.co.id/news/kelola-b...iliun?page=all

Wuih, 1.2 triliun bray

Kup4sAvatar border
sebelahblogAvatar border
4iinchAvatar border
4iinch dan 2 lainnya memberi reputasi
3
918
2
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
696.3KThread•59.6KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.