Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
8170
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c3bf826af7e930dd41807cf/catatan-yang-terbuka
Cerita soal kegagalan. Bagi orang-orang di sekitar gw ga pernah tahu apa saja kegagalan yang sudah gw buat. Mereka melihat hidup gw serba indah. Tidak salah, karena itulah yang selalu gw tampilkan.
Lapor Hansip
14-01-2019 09:47

Catatan Yang Terbuka

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Catatan Yang Terbuka

Quote:
Catatan "Yang" Terbuka. Apanya sih yang terbuka? Semua yang selama ini gw tutup rapat. Apa itu? Cerita soal kegagalan. Bagi orang-orang di sekitar gw, bahkan teman gw sekalipun, ga pernah tahu apa saja kegagalan yang sudah gw buat. Mereka melihat hidup gw serba indah. Tidak salah, karena itulah yang selalu gw tampilan.


Buat gw, kegagalan adalah tanggung jawab personal, bukan untuk dibebankan kepada orang lain. Biarkan mereka tahu yang indah indah saja soal gw. Problem, atau masalah, biar gw yang merasakannya. Itulah mengapa hidup gw terlihat indah. Percayalah, hidup ga ada yang seindah itu.

Namun, ada sebuah nilai yang bisa dipetik dari kegagalan-kegagalan yang gw rasakan. Saat keputusan gagal yang gw buat saat membeli tanah dari Pak Bams, akhirnya gw punya usaha baru. Otak mesum gw menangkap peluang untuk buka bengkel modifikasi bekerja sama dengan U**** adalah jawaban, atas kerugian finansial yang gw dapat dari membeli tanah mati itu.

Apakah Papa tahu tanah itu mati? Tahu, dan beliau membiarkan gw gagal! jahat? Tidak! Justru gw bersyukur! Awalnya jengkel, tapi setelah gw tahu maksud kenapa Papa tetap membiarkan gw gagal, kejengkelan gw berubah menjadi sujud sungkem terima kasih atas ilmu yang Papa ajarkan dalam diam.

Itulah salah satu kegagalan gw. Kegagalan, yang membuat Mama melarang gw untuk terjun di dunia yang ingin gw tekuni. Tapi, gw seperti terlahir untuk hidup dengan hal-hal yang menyerempet bahaya. Setelah gw bisa bangkit, gw memulai lagi. Itulah alasan, mengapa proyek di Gunungpati, gw sebut sebagai proyek perdana. Well, inilah kisah gw. Kisah yang tidak hanya indah, tapi juga mengenaskan. Kisah ketika Tuhan mulaimenyapa dan membuka mata hati ku, bahwa aku hanyalah seorang hamba!


-------------+++++++++++++----------------


Diana dan Vina masih terkapar di kasur yang ada di kosan gw. Sesuatu yang indah, sudah terjadi semalam. Membayangkan pun, rasa nya gw ga sanggup. Tapi Tuhan terlalu baik kepada gw. Hingga sesuatu yang jauh dari jangkauan gw pun bisa gw rasakan. Apa itu? Lu bebas mengimajinasikannya.

Quote:"Mba, mba, bangun. Sudah siang. Ga capek tha tidur terus." Ujar gw sambil terus menggoyangkan badan mereka berdua.

"Oahm. Jam berapa sih ndo? Masih malam kan ini?" Tanya Diana yang mulai bergeliat dari tidurnya.

"Sudah pagi mba. Kalau pacar ku ke sini, aku yang repot."

"Hehehe. Bagus dong, kita ajakin gabung aja sekalian."

"Duh. Jangan gitu dong mba." Ujar gw, lalu memanaskan air untuk membuat sesuatu yang hangat.

Gw biarkan mereka bangun, sambil sekali-kali melirik. Ternyata mereka benar-benar bangun, meskipun gw tahu itu terpaksa. Jam di kamar, masih menunjuk angka 05.15. Masih sangat pagi memang, tapi itu sama sekali ga membuat gw tenang. Lina terlalu sering datang sangat pagi ke sini.

Dua gelas, teh jahe hangat gw sajikan untuk mereka berdua. Untuk mengurangi cemas, yang mulai melanda, sebatang rokok pun gw hisap dalam-dalam. Diana nampak bereskan "arena perang" semalam. Sedangkan Vina, dia ke kamar mandi. Baguslah, paling ga, tanda-tanda mereka akan pulang dan berkemas sudah ada di depan mata.

Quote:"Ga mandi mba?" Tanya gw ke Vina.

"Ga lah ndo, nanti aja di kosan. Sebenarnya masih ngantuk, tapi demi kamu."

"Hehehee. Ya udah sih, teh nya diminum dulu biar segeran."

Diana pun bergabung dengan kita. Setelah tadi beres-beres, dia ke kamar mandi. Yah, sekedar cuci muka untuk menyegarkan diri saja, sama seperti yang Vina lakukan tadi. Obrolan pagi itu ga berlangsung lama. Yang memotong bukan gw, tapi Diana. Dia paham posisi gw yang sedang terjepit.

Beres-beres kamar adalah hal yang pertama gw lakukan pagi ini. Mengganti sprei lengkap dengan sarung bantal dan guling gw lakukan demi keamanan bersama. Ga lupa, wangi-wangian untuk menghilangkan bau dua cewe sexeh yang semalam nebeng tidur di sini, ga lupa gw lakukan. Yah mskipun Diana sudah membereskannya tadi, tapi gw rasa itu masih belum sempurna.

Quote:"Ayanxxx..." Sapaan yang nyaris membuat gw melompat. Untung saja, gw terlatih dibentak-bentak.

"Kamu Taaa, pagi-pagi dah ngagetin aja ih..." Ujar gw...

"Hayooo lagi mikirin apa???" Dia mendekat ke gw yang sedang merapikan sprei...

"Mikirin proposal, Mama dan semua..."

Kegagalan gw dulu memaksa gw untuk lebih selektif dan hati-hati, ga keras kepala dengan ga menerima uluran tangan dari Papa. Gw mengajukan proposal, dan Papa akan menjadi investor buat gw. Hubungan kita murni profesional, karena ada hitam di atas putih yang mengikat, beserta jaminan yang akan dilelang Papa, jika gw gagal bayar.

Jangan salah, mungkin kalau gw gagal orang pikir hidup gw akan enak. Toh masih ada Papa, bisa lah nebeng ke beliau. Lu salah! Gagal adalah mati buat gw! Gw sudah ambil sikap, jika emang ini gagal lagi, gw akan ke Papua! Entah kerja apa! Yang jelas, malu jika gw gagal dan masih di rumah.

Quote:"Hm. Makanya tho yanx, mending kamu tuh jujur aja sama semua. Biar beban mu itu ga terlalu berat." Lina selalu punya alasan untuk menentramkan hati gw.

"Udah ga ada yang tersembunyi Ta. Mama juga udah tau semuanya."

"Terus?"

"Ya meski keberatan, beliau ga kuasa nahan aku."

"Ya sudah! Terus apalagi? Kamu punya Papa mu yang udah kasih lampu hijau. Kamu juga punya Papa ku, yang juga dukung kamu."

"Mungkin masih ada sisa trauma. Trauma pernah gagal, dan mangkrak ga ada gunanya."

"Semua pernah gagal. Coba kasih tau aku yanx, orang yang ga pernah gagal? Ga ada. Kalau yang gagal, lalu menyerah dan pasrah, banyak yanx. Kamu mau?"

"Hehehehe. Mainstream adalah sesuatu yang paling aku benci Ta. Jadi aku ga mau."

"Nah. Ayo dong semangat! Hari ini semangat nya kuliah dulu. Hehe."

"Nanti siang, aku ke proyek Ta."

"Ya udah gapapa yanx, yang penting kamu harus optimis, OK?"

"OK..."

"Itu baru pacar ku." Sebuah kecupan mendarat di jidat gw. Semoga Cinta ga mencium sesuatu yang aneh.

Hangat pelukan dari Cinta membuat gw jadi lebih baik. Entah bahasan tadi hanya sebagai pelarian untuk menutupi kegilaan yang tadi malam gw lakukan bersama Vina-Diana atau murni gw memang ingat dengan kegagalan yang gw derita. Entahlah, semua menjadi abu-abu sekarang. Mungkin benar kata Arief ke gw, "kurangi hal-hal yang ga perlu dan dianggap tabu..."

Kuliah sudah ga ada menarik-menariknya di mata gw. Materi yang cuma itu-itu saja, dan stop pada ranah teori membuat gw bosan... Mungkin benar kata beberapa teman, gw ini anak alam, bukan anak sosial. Anak alam, itu suka membuktikan sesuatu, menguji hipotesa dan mendapatkan jawabannya saat itu juga. Beda dengan anak sosial yang lebih "sabar" mencari jawaban dari hipotesa yang mereka munculkan.

Quote:emoticon-mail: "Selamat siang mas, saya boleh ketemu pean ga?" Sms masuk dari Pak Atmo. Tokoh yang dituakan di lokasi proyek gw.

emoticon-mail : "Bisa Pak. Ada yang penting? Ini saya mau naik Pak."

emoticon-mail : "Oh. Kebetulan kalau gitu mas, nanti kalau sudah sampai, nyuwun tulung dikabari njih."

emoticon-mail : "Siap Pak."


Gw paham apa yang ingin Pak Atmo bahas dengan gw. Pasti soal kelanjutan nasib orang orang yang kerja sama gw. proses urug yang gw lakukan sudah hampir selesai. Sedangkan gw belum memperoleh pembeli potensial, meski proposal sudah gw sebar. Ini jelas bukan kabar bagus buat meyakinkan investor untuk menanamkan modalnya pada gw. Sh*t! Kerja apa ya yang duitnya gede, tapi cuma butuh waktu singkat? Balap liar? Oh, tidak!, gw sudah pensiun.

Gw menuju parkiran lanjut keluar jalan Kaki menuju kosan. Kan tadi gw nebeng Cinta, kalau mobilnya gw pakai nanti dia pulangnya gimana? Terpaksa deh ambil mobil dulu di kosan. Di depan gw ada gerombolan celana cingkrang, plus mba-mbanya yang seperti itulah busananya. Gw tidak mau ribet. Namun dalam hati gw sudah membatin. Kalau sampai mereka cari gara-gara sama gw, akan gw hajar saat itu juga. Mood gw sedang ancur kok diajakin bercanda. Untungnya mereka paham, dan memilih membiarkan gw lewat.

Quote:"Seperti dugaan gw, Pak Atmo mau bahas soal kelanjutan proyek yang sedang gw kerjakan. Ga ada jalan lain selain jujur. Gw pun menjelaskan semuanya kronologi dari awal sampai akhir. Berat memang membuat orang kecewa, tapi apa mau dikata, emang inilah kenyataannya."

Otak lagi buntu kayak gini, temuin Eka kayak nya cocok deh. Sayangnya, nasib gw kurang baik hari ini. Eka sedang ada kuliah yang ga bisa dia tinggalkan. Katanya sih, mata kuliah utama. Untuk membuang waktu, gw memutuskan untuk mencari warnet. Jangan salah, sekarang gw sudah bukan si gaptek dan cuek teknologi seperti saat SMA dulu.

Quote:emoticon-mail: "Hi ndo, gw putuskan untuk memberikan kesempatan kepada Seno untuk mendekat ke gw. How about you, dear? Awas aja kalau lu bilang gw ini kekanakan karena memilih berdasar persamanaan negara, dan agama."


Jangan Buka, Nyesel Lho


Email yang terus terang membuat gw hanya tersenyum simpul sedikit kecut. Pengirim nya itu lho yang bikin gw gimana gitu. Reni! Gw mencoba melucu untuk balas email yang baru masuk beberapa jam lalu itu. Namun, apakah feel lucunya dapat, gw sendiri kurang yakin.

Quote:emoticon-mail: "Lu dimana? Gw udah bubaran nih." Sms masuk dari Eka.

emoticon-mail : "Bentar, lu tunggu di parkiran B6 aja ya?"

emoticon-mail : "Wong edan, ditanya kok ga jawab sih."

emoticon-mail : "Pertanyaan lu basi. Udah jelas gw di hati lu lho ya."

emoticon-mail : "Kepreeettt ndooo... Londooo..."


Dasar cewe antagonis. Gw kira cuma muka nya doang yang sadis, ternyata sifatnya pun ga kalah sangar. Gw sudah matikan billing warnet, bayar, lalu bergegas menuju tempat parkir yang tadi gw maksud. Terlambat jelas bukan ide bagus. Bisa kena omelan Eka gw.

Quote:"Siang cewe." Goda gw, ketika stop persis di depannya.

"Lamaaa lu ndo." Dia pun buka pintu kiri, lalu naik.

"Lu dari mana ndo? Cek kerjaan ya?" Tanya dia kemudian.

"Yappp. Udah mau selesai sih."

"Lhah, kalau udah selesai, terus nasibnya gimana ndo?"

"Ya ga gimana-gimana. Mungkin stop dulu beberapa saat sambil nunggu peminat dan juga investor."

"Nganggur dong abis ini."

"Ga juga Ka. Gw udah punya usaha baru yang bisa gw kerjain."

"Dasar otak bisnis. Kuliah selesaikan woi."

"Aman lah. Kemana kita?"

"Kosan ndo, gw udah masak tadi pagi, hehe."

"Apa?" Gw menatap heran ke Eka, pengen ngakak tapi gw tahan. Eka masak?

"Sialan lu ndo!!! Meremehkan banget lu! Gini-gini gw bisa masak woiii!!! Hahaha..." Ngakak dia.

"Lihat muka dan kelakuan lu, emang salah ya kalau gw curiga dengan rasa masakan lu? Hehehehe." Ejek gw

"Bodo amat ndo, awas aja kalau lu ga abisin masakan gw!"

"Kenapa emang? Hehehehee."

"Jangan ke kosan gw lagi!"

"Ya elah, sadis amat lu Ka!"

"Bodo amat! Salah sendiri menghina gw!"

"Ga menghina sayang, cuma memastikan." Gw pegang rambutnya.

"Apa lu pegang-pegang."

"Jiah, kekasih gw lagi ngambek."

"Kekasih pala lu ndo."

"Ngoahahahahaaa."

Gw sudah menyiapkan mental dan lidah gw untuk menghadapi situasi terburuk. Nunggu di kamar, sementara Eka sibuk menyiapkan hasil karyanya. Ayam goreng, sup wotel, kol, dan teman-temannya. Oiya, ada juga sambal yang terlihat menggoda dengan warna merah agak sedikit gelap.

Satu suapan masuk, ini ga buruk! Emang sih ga enak-enak banget. Cenderung agak asin di lidah gw. Tapi masih masuk toleransi lah. Sambalnya itu yang gw suka. Manisnya biasa saja, pedasnya juga biasa, tapi gurihnya itu lho. Overall, not bad. Namun ga bisa dibilang istimewa juga.

Quote:"Doyan lu ndo? Hehehe." Tanya Eka, saat gw nambah sayur plus sambalnya.

"Hehehehe. Lu beli di mana?" Ejek gw.

"Sialan lu! Plakkk!" Bahu gw kena tampol.

"Mau penilaian jujur?"

"Iyalah! Gila aja lu bohong."

"Overall, enak! Cuma asinnya kagak nahan mba nyaaa. Lu pengen kimpoi ya?"

"Huahahahahahahaa. Beneran asin berarti ya ndo? Teman gw tadi juga bilang gitu. Itu sayurnya udah tak tambahi air tadi, kalau ayamnya. Pasrah deh."

"Besok lagi, kalau masak kurangi garam ya? Asin ga baik buat darah."

"OK Pak Boss!"

"Dan ini." Gw angkat sambal di depan matanya.

"Juara! Lu kalau buat lagi, pakai takaran ini. Gw bukan pecinta pedas, gw juga ga suka sambal, tapi gw suka sambal lu! Boleh ga boleh, sisanya gw bawa pulang!"

"Hahahahahaaa. Koplak lu ndo!"

"Ga boleh?"

"Boleh-boleh. Semua aja boleh."

"Ogah, asin sayang. Udah pengen yah?" Ulangi lagi pertanyaan pertama tadi.

"Kalau iya, lu mau apa?" Mampus gw. Mana mukanya serius lagi.

"Kapan? Ortu ku otw rumah mu nih?"

"Hihihihi. Salah nantang orang, sabar ndo. Lulus dulu."

Gw kok dikasih tantangan, ya gw makan lah sampai abis. Mood gw agak membaik pasca bertemu dengan Eka. Selain perut kenyang, gw juga dapat belaian kasih sayang. Gw rasa itu adalah instrumen penting untuk balikin semangat gw, setelah kegagalan-kegagalan yang gw alami. Caranya mungkin salah, tapi ya sudahlah.

Sebelum Magrib, gw sudah berada di kosan lagi. Sms-sms dari Lina baru gw balas di sini. Waktu ketemu Eka, hp dalam posisi super silent. Jadi bukan cuma ga berdering, getar pun ga. Anggap saja gw sedang memainkan protokol buaya. Tapi entah mengapa, gw agak ga nyaman akhir-akhir ini. Gw seperti sudah lelah bermain dari hati ke hati.

Quote:"Jika kepala pusing kayak gini, paling enak itu vodka. Untungnya, gw selalu sedia di kamar. Gapapa main single, yang penting happy dan sedikit meringankan beban di kepala ini. Juga sebagai bekal hari esok yang lebih baik."

Pagi yang cerah. Sebelum jam 7, Lina sudah di depan kosan. Dia sepertinya mulai suka dengan kegiatan barunya, barengin gw tiap berangkat kuliah. Memang kampus kita dekat, tapi tetap saja beda. Biasanya sih, gw drop dia, lalu mobilnya gw bawa ke parkiran kampus gw. Kecuali kalau gw ada acara kayak kemarin, dia yang drop gw di jurusan gw.

Quote:"Yanx, kamu dicariin tuh sama Mama..." Ujarnya saat gw sudah siap di balik kemudi mobilnya.

"Hah? Mama ngapain nyari aku Taaa?" Agak heran gw.

"Iya, kangen katanya. Kamu sih jarang maen ke rumah."

"Ya udah, besok malam minggu aku apelin kamu ya?"

"Wuuu. Kalau gitu aku ke gerejanya minggu pagi aja yanx."

"Siappp. Udah sampai, semangat ya Ta." Yap, jarak kosan gw ke kampus, memang dekat.

"Iya. Kamu tuh yanx yang semangat, jangan mikirin gagal terus." Pegang pipi gw.

"Gagal? Apaan tuh gagal? Hehehe."

"Ahahahaa. Bye yanx, nanti beres kuliah langsung ke sini aja ya?"

"Boleh?"

"Boleh lah. Asal kamu ga rusuh aja!"

"Hehehe. Siap cintaaa."

Gw memiliki riwayat yang kurang baik sama anak ekonomi. Biasalah, mereka jual, ya gw borong. Jangankan mereka yang muka-muka alim tapi dibuat sangar, yang beneran sangar macam anak Teknik aja gw gass kok. Kalau gw mau, bisa aja sih gw minta tolong ke anak hukum. Namun itu bukan karakter gw. Masalahnya, anak hukum suka main kotor. Kalau kata orang jawa sih, "nabok nyilih tangan." Itu bukan karakter gw.

Quote:"Tuing." Sebuah notifikasi YM masuk ke HP gw sesaat setelah gw di parkiran.

emoticon-mail : "Gw diajak makan malam sama Seno nih." Reni! Bego ya gw, ada YM di HP, kenapa kemarin gw ke warnet? Anggap aja buang waktu.

emoticon-mail : "Pamer mulu. Coba sini liat gambar nya Seno kayak apa." Balas gw, keluar mobil, pastikan terkuci, lanjut jalan ke kelas.

emoticon-mail : "Jangan ndo, minder lu ntar, soalnya gantengan dia daripada lu. Haha."

emoticon-mail : "Ganteng tapi kecil buat apa?"

emoticon-mail : "Njir. Dari mana lu simpulin dia kecil?"

emoticon-mail : "Karena yang bisa ngalahin joni cuma negro, arab dan bule."

emoticon-mail : "Wkkwkwkwkwk. Ntar gw lihat dulu, kalau lu bener, gw puji."

emoticon-mail : "Puji doang? Ga guna kaleee. Tidur bersama kek biar sangar."

emoticon-mail : "Iya, nunggu gw balik ya?"

emoticon-mail : "Deal."

emoticon-mail : "Bye mantan, jalan dulu yakkk."

emoticon-mail : "Pala lu mantan."

emoticon-mail : "Bodo amatt."


Manasin gw kok pakai pacar baru. Mana bisa boss? Tapi kenapa ada semacam ketidak suka-an ya di hati gw? Ga bisa gw bantah sih, mungkin karena gw memang masih ada hati ke Reni. Ya sudah, mari dihapus dengan ikut kuliah Hukum Acara Pidana di pagi yang panas ini. Panas bukan karena cewe-cewe dan dipamerin Reni ya, tapi emang karena panas beneran oleh matahari.

Sepertinya, gw butuh piknik. Pulang lanjut ketemu Arief bisa menjadi solusi yang baik. Tapi besok gw sudah ada janji untuk ngapelin Cinta. Di sinilah repotnya. Apa nanti sore saja ya gw baliknya. Ada banyak hal yang ingin gw bahas dengan Kampret. Sebaiknya ga gw tunda, kalau gw ingin semua tetap on the track.

Gw mulai percaya, jika Tuhan mulai menyapa dan menunjukkan kuasanya, serta memberitahu gw, bahwa gw ini buka siapa-siapa. Gw ini hanya hamba yang bisa diatur sesukanya. Pertanyaannya, apakah gw bisa memanipulasi keputusan Tuhan agar mau berada di kubu gw? Only time will tell.



Ciaooo
Diubah oleh londo.046
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ilhamcahsb9 dan 232 lainnya memberi reputasi
225
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 383 dari 411
Catatan Yang Terbuka
26-12-2019 22:50
Quote:Gw mikir, apa karena tadi gw bohong soal "pengen makan" ya? Makanya akhirnya ga bisa makan, juga ga bisa ketemu dengan Pak Budi. Pelajaran ini, besok-besok mau ketemu siapapun, sebaiknya ga perlu lah buat alasan yang aneh-aneh. Mau ketemu, ya ketemu saja bilang apa adanya, tanpa alasan mau minta makan lah, ini lah, itu lah.


Ora kepikiran tekan kene kang.. suwun wes ngei bukaan emoticon-Big Grin
Tumben gawe id klon??
profile-picture
profile-picture
profile-picture
londo.046 dan 2 lainnya memberi reputasi
2 1
1
Catatan Yang Terbuka
26-12-2019 23:44
wah update terbaru ngagem akun polda
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
26-12-2019 23:46
Banyak part yang ketinggalan, akhirnya beres juga bacanya.
aku tuh penasaran, kapan pertama x nya mas aa nganuin via . kok gada di cerita ya 🤔
cewe macem via aja yang kalem gitu bisa jatuh dalam rayuannya mas aa 😊 heran , kok bisa ya
profile-picture
profile-picture
londo.046 dan bryan10herera memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Catatan Yang Terbuka
27-12-2019 00:13
pernah denger cerita tombak kayak gini om
tongkat naga yah?
profile-picture
profile-picture
londo.046 dan bryan10herera memberi reputasi
2 0
2
Catatan Yang Terbuka
27-12-2019 00:18
Tumbak penjaga pekarangan
Seperti orang jaman dulu
Diubah oleh Arikempling78
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
27-12-2019 00:22
Quote:Original Posted By islamadina87
Banyak part yang ketinggalan, akhirnya beres juga bacanya.
aku tuh penasaran, kapan pertama x nya mas aa nganuin via . kok gada di cerita ya 🤔
cewe macem via aja yang kalem gitu bisa jatuh dalam rayuannya mas aa 😊 heran , kok bisa ya


Kayaknya di kisah surga hari ini neraka esuk hari teh
profile-picture
profile-picture
londo.046 dan islamadina87 memberi reputasi
2 0
2
Catatan Yang Terbuka
27-12-2019 06:39
Quote:Original Posted By onggkyuda
Elu, Reni, Angel, Eka, Cathrine..
Klo ketemu satu meja bakal jadi apa ya lu om..
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak

Jadi lemes om... emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By kimmot
Lha kok pake ID mama e rudy Mas..

Serem banget penjelasan Pak Arief..yg gw heran kenapa pemilik lama ngga mau menjual dengan Mr.X, padahal mereka kan berada di dunia yang sama

Gw juga sudah bisa menfhitung berapa laba yang gw dapat. Tidak terlalu besar dalam pandangan orang-orang

pandangan siapa dulu nih.. kalo dibandingkan dengan yang "kurang secara materi" pasti lebihnya banyak..
berapapun pendapatan yg diperoleh jika bersyukur pasti cukup..emoticon-Big Grin

Nah kalau soal, mengapa tidak mau menjual, itu juga gw ga tau mba... Mungkin ada dendam di masa lalu... Mungkin lho ya... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By rheeashe
Yaaa mental dan sikap kui sing wes jarang ono... Kog nganggo akunne mama e rudy mas? emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin

Waduhhhh gojekan e Gusti wes iso tak rabaaaaa... Entek atiku le mbayangke.. tapi dasar e kw q nggugu karep mu dewe yaa mas.. dadi warning2 ra bakal mok anggo nek ra masuk kr planningmu... emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Cape d... (S)

Yoo jelas reni ngerti kr cathrine.. koyone kalangan e kono ki lo lagi lo lagi dee mas.. emoticon-Ngakak (S)emoticon-Angkat Beer

Ben postingane nambah mba... emoticon-Hammer2 Biasa mba, anak muda leg ora sangar yo ora sinau... Makane leg ono cah nom, wedi karo resiko, aku heran... emoticon-Big Grin Wkwkwkwkkk... Koyo tong setan mba ya??? Kowe meneh... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By arizal212
wadu2 udah lama ga baca post by akun mamake anak lanang e

Yaaa... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By oldman13
Siap mas, lebih masuk gitu mas
Kalo onlen ada tercatat ntar emoticon-Hammer (S)

Loh tumben pake akun ini lagi, dipakai kang arief lagi kah?

Bahagia itu sederhana, Bahagia itu tidak kenal yang namanya susah, apalagi gelisah pada apapun
Cuman gitu doang
Yg susah pengapliasiannya karena pikiran belum siap emoticon-Hammer (S)

Kalau online takut ada yang salah persepsi dan salah paham... emoticon-Big Grin Ga bli, iseng aja pakai akun ini, biar postingnya nambah...emoticon-Big Grin Yap, teori nya mudah, tapi ya itu manusia kalau ga bisa mengekang nafsu, jatuhnya pasti akan gelisah... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By daw07
Tumben om nganggo id-ne mama rudy emoticon-Leh Uga. . .

Pengen om... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By rizkisurya.87
Ora kepikiran tekan kene kang.. suwun wes ngei bukaan emoticon-Big Grin
Tumben gawe id klon??

Ben nambah om postingan e... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By Arikempling78
wah update terbaru ngagem akun polda

Ho.o... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By islamadina87
Banyak part yang ketinggalan, akhirnya beres juga bacanya.
aku tuh penasaran, kapan pertama x nya mas aa nganuin via . kok gada di cerita ya 🤔
cewe macem via aja yang kalem gitu bisa jatuh dalam rayuannya mas aa 😊 heran , kok bisa ya

Kapan2 teh... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By rie_jbi
pernah denger cerita tombak kayak gini om
tongkat naga ya?

Ga tau om... emoticon-Big Grin
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
Lapor Hansip
27-12-2019 07:58
Balasan post islamadina87
idem neh...penasaran soalnya blm diceritain klo masalah ini..paling diceritain cm cium ajaemoticon-Malu
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
27-12-2019 10:17
waduh ternyata pada ngincer barang toh di tanah itu... lha ini gak kepikiran alasan nyeleneh bisa bikin jadwal berantakan ternyata
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
27-12-2019 12:14
Quote:Original Posted By rudy.mom

Ben postingane nambah mba... emoticon-Hammer2 Biasa mba, anak muda leg ora sangar yo ora sinau... Makane leg ono cah nom, wedi karo resiko, aku heran... emoticon-Big Grin Wkwkwkwkkk... Koyo tong setan mba ya??? Kowe meneh... emoticon-Big Grin


Iyesss.. little circle.. emoticon-Malu (S)emoticon-Malu (S)emoticon-Angkat Beer
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
27-12-2019 16:10
Quote:Original Posted By emberkupecah
waduh ternyata pada ngincer barang toh di tanah itu... lha ini gak kepikiran alasan nyeleneh bisa bikin jadwal berantakan ternyata

Barang ga guna om... Tapi ga tau, buat mereka kok sebegitu berharganya ya... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By rheeashe
Iyesss.. little circle.. emoticon-Malu (S)emoticon-Malu (S)emoticon-Angkat Beer

Lingkaran kecil tapi berbahaya je mba... Leg salah jalan... emoticon-Big Grin
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
27-12-2019 16:16
Quote:Original Posted By rudy.mom

Ho.o... emoticon-Big Grin



Arep update nganggo akune sopo wae ra dadi masalah yo om, ha ha ha
Penting rutin.
Sing dadi masalah mung siji om, juragane tambal ban ranek kabare saiki,
Kangen karo cocote nek njeplak, oro nganggo rem babar blas.
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
27-12-2019 16:26
Quote:Original Posted By rudy.mom

Lingkaran kecil tapi berbahaya je mba... Leg salah jalan... emoticon-Big Grin


Bahaya nek nggo le menyerang tapi klo berteman yaa gak akan bahaya... emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin emoticon-Angkat Beer
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
27-12-2019 17:44

Membuat Bingung...

Waduh-waduh, Cathrine siapa dulu nih? Kalau Cathrine nya Lina,kelar gw. Eh, tapi malah bagus sih. Biar Reni tahu kayak apa posisi gw. Jadi dia akan mikir ulang, jika ingin menggila bersama gw. Harus gw pastiin dulu. Karena nama Cathrine itu pasaran. Alias banyak yang menggunakan nama ini. Belum tentu juga kan, Cathrine yang dimaksud itu si Cath gila.

Quote:
"Cathrine siapa?" Tanya gw.

"Alah, itu ndo yang katanya saudaranya Lina. Dia bukannya satu angkatan sama lu ya? Dia anak hukum juga kan?" Wah, ga salah lagi.

"Beda angkatan. Dia satu tingkat di bawah gw. Dia itu mata-matanya Lina." Gass sekalian lah. Biar tahu posisinya Cathrine.

"Maksudnya ndo?" Tanya Reni dengan muka heran.

"Ya, dia dapat tugas dari Lina untuk pantau gw. Hidup gw gimana selama di Semarang."

"Hahahahahha. Serius lu ndo? Emang pass sih, muka lu kan mencurigakan."

"Enak aja. Lu tuh, yang godain orang mulu."

"Hahahahahha. Cuma nebeng tidur ndo, tenang lah." Ini anak, emang gilanya ga nanggung deh.

"Ada urusan apa lu sama Cathrine?" Tanya gw.

"Babe nya, akan banyak membantu kita di hoding yang kita rintis."

"Bagian pengemasan?" Tanya gw.

"Yap, sempat ngobrol dan cerita tadi. Kalau anaknya kuliah juga di hukum. Gw kira satu angkatan sama lu. Lulus SMA nya kan sama kek kita."

"Sempat kuliah di UGM, tapi cuma dapat satu tahun dan pindah ke sini."

"Oalah pantesan."

Keasyikan ngobrol, tau-tau kita sudah sampai di lokasi yang kita tuju. Angkringan yang agak modern di Tembalang. Gw bilang agak, sebab konsepnya beda dengan angkringan biasa pads umumnya. Ramai? Jelas. Sepertinya di sini sudah punya pelanggan tetapnya sendiri. Gw tau tempat ini dari Sita. Tapi gw diam saja ga ngomong ke Reni. Menunya komplit, menu kelas berat pun ada. Contoh menu kelas berat itu, indomie telur kornet sosis. Gila ga? Semua makanan kaleng dan berpengawet dimasak dan dimakan bersamaan. Sungguh sebuah perpaduan rasa yang warbiasah. Gw bukan pakar kesehatan sih, tapi kalau gw disuruh makan kayak gitu, mikir dulu sih

Obrolan sambil makan seperti tadi di jalan, pun lanjut saat kita di angkringan. Mulai yang bercanda, sampai yang serius karena ngomongin soal bisnis. Gw berani memberi garansi, siapapun yang jadi pacar atau suami nya Reni pasti ga akan bosan. Ada aja istilah ajaib nan spontan yang keluar dari mulutnya, yang minimal akan membuat kita tersenyum. Banyak ngakak nya malah, hehehe. Kalau gini jadi ingat dulu jaman SMA. Dimana kita begitu dekat. Tidak mau pacaran, tapi juga ga mau kalau harus misah. Sebuah relasi antar remaja yang unik

Quote:
"Ehm.. Ehm.. Jadi ceritanya CLBK nih?" Entah kapan dan dari mana datang nya, tahu-tahu Sita sudah ada di sana.

"Ah, apaan sih bitc*, dari dulu lu bilang pacaran, tapi faktanya ga ada pacaran." Eh memerah pipinya. Dan kata bitc* sukses membuat orang-orang melirik ke arah kita. Kebiasaan jelek jaman SMA nih.

"Hahahahhaa. Lu liat tuh pada noleh kan? Panggilan sesat lu pakai." Celoteh Sita.

"Bodo amat." Balas Reni dengan cueknya.

"Btw, kalian romantis lho. Sah kok kalau cowo itu punya istri lebih dari satu, hehehe." Makin nge-gass aja Sita.

"Pala lu sh*t." Sambar gw.

"Ah, londo mana kuat lawan dua cewe, hahahahha." Kali ini Reni yang menge-troll gw.

"Sialan, meremehkan lu?" Gw juga ga mau kalah dong.

"Hahahaha. Udah ndo, sikat aja." Ini nih provokatornya.

"Sikat, sikat. Emangnya gw cucian. Hahahha."

"Ya masak dari SMA bareng mulu, sampai sekarang masih ga ada status, hahaha." Sial, ini sih jleb banget.

"Wuuu.. Yang dari SMA ada statusnya, hari ini apa kabar bitc*? Kalah semua sama londo. Baru ketemu, langsung jadi cewe cakep oiii, hahahhaha." Kena lagi kan gw? Hadeh.

"Wkwkwkwkwkkk. Ndo, hallo? Mau ngambek ga nih?" Sita troll gw.

"Alah, dia mana kenal marah bitc*, buat dia yang kayak gini sih udah biasa, hahaha." Ganti Reni yang hajar gw.

"Serah lu berdua deh. Asalkan lu bahagia, gw ikut senang." Pasrah.

"Wkwkwkwkwkkwk.. Pasrah."

Mau melawan calon emak-emak gila? Lawan emak-emak normal saja gw mikir berkali-kali kok apalagi yang gila. Jadi biarlah mereka menang dan senang malam ini. Gw cukup diam sambil tersenyum kecut dan mihat yang ada di sekitar mulai melirik kami. Ini dua cewejuga seolah tak merasa kalau mulai jadi pusat perhatian. Tapi ya sudahlah, namanya wong edan itu kan bebas. Obrolannya pun bebas dan banyak ngawurnya malam ini. Agak beda saat gw berdua saja bareng Reni. Obrolannya, kadang menyerempet soal teknis bagaiamana berjualan yang tepat. Gw ga mau bilang baik, karena baik itu definisinya luas dan macam-macam.

Sebelum jam 9, Sita pamit balik kosnya. Tidak lama setelah Sita pulang, gw dan Reni juga siap-siap pulang. Mau ngapain di sini sampai malam? Semakin malam, yang datang anak kuliahan yang sebenarnya. Iya, mereka yang bisa menikmati masa kuliah dengan pacaran, jalan-jalan dan sosialisasi normal dengan teman-temannya. Seperti malam ini, mereka kan datang bergerombol. Gw anggap yang seperti itu adalah kehidupan mahasiswa yang normal. Beda cerita dengan gaya hidup ala gw yang sama sekali ga mencerminkan seorang mahasiswa.

Quote:
Sampai kosan jantung gw agak terpacu. Kenapa? Karena gw papasan dengan Astrid. Dia tidak ngomong apapun sih? Hanya anggukkan kepala sambil senyum menyapa. Dia pasti mikir, siapa cewe yang lagi sama gw. Bukankah kemarin bukan cewe ini ya? Kenapa sekarang dengan yang ini? Duh, alamat nama gw kembali membusuk. Tapi biasa sih, dari dulu bukannya emang gw dikenal ga baik ya oleh mereka yang kenal hanya dari luar. Meski, hakekatnya tidur bareng beda jenis kelamin itu ga baik. Mulai pusing? Sama.

Tidak ada yang aneh malam ini. Gw lanjutkan diskusi bareng Reni sampai menjelang dini hari. Soal keluarganya, gw masih heran, kenapa Papa dan Kaka nya masih belum bisa berdamai. Meskipun sekarang keduanya mau saling sapa. Beberapa kali gw ketemu Kaka nya, dia bilang sudah berdamai. Tapi ternyata itu tidak berlaku sepenuhnya. Masih ada perang dingin antara orang tua dengan anak nya sendiri.

Quote:
"Ndo, tar malam, gw tidur sini lagi ya, hihihihi.. Kalau lu mau balik malam, atau mau ketemu siapa, bebas kok." Ujar Reni saat sarapan pagi itu.

"Lu beneran mau nebeng di tempat gw Ren? Sampai kapan woi?" Tanya gw.

"Sampai gw bosan ndo. Lagian, cuma nebeng tidur lho ya." Santai banget kan jawabnya?

"Tidur pala lu, kalau gw khilaf gimana?"

"Dompet gw ada plastik ajaib ndo, lu pakai aja. Jangan sampai gw isi lah, hehehehe."

"Hadeh. Ya udah, nih kunci. Sapa tau lu butuh, karena gw balik agak malam." Gw serahkan kunci cadangan kamar gw.

"Ga butuh gw ndo. Kalau nanti gw kesini, lu belum ada, gampang hahahhaha." Kesintingan yang paripurna kan?

"Suka-suka lu lah Ren."

Gw hanya bisa geleng kepala melihat tingkah nya Reni. Mau gimana lagi? Maunya dia kayak gitu kan? Ya sudah gw ikuti. Toh, selama dia di sini, Reni kalem kok. Ga kayak dulu yang beringas memancing joni untuk bertarung dan bertempur habis-habisan. Sekali lagi, dia tahu dan paham bagaimana harus menempatkan diri. Melihat status gw tentu saja, yang sudah punya tanggungan meskipun tidak ada dasar aturan yang menuliskannya.

Pagi itu dia berangkat lebih awal dari gw. Gw ke kampus dulu. Biasalah, mahasiswa bego. Harus rajin ke kampus, biar IPK nya 4. Bukan itu sih cita-cita gw. Cita-cita gw itu sepele, ga ada urusan dengan IPK, asal gw paham apa itu hukum di Indonesia dengan semua celah nya, itu cukup. Celah, bukan gw pakai untuk mengambil keuntungan. Tapi jaga-jaga, siapa tahu ada yang mau ngerjain gw lewat situ.

Quote:
"Mas, bisa ngomong sebentar?" Nampak seorang yang ga gw kenal dengan perawakan kurus, tinggi, berjambang samperi gw di parkiran.

"Anda siapa?" Tanya gw. Dan terlihan "teman" gw berjalan medekat, mencari jarak aman. Dari situ gw memprediksi, ini orangnya Mr. X.

"Saya kerja buat Mr. X mas. Tapi, saya juga kenal dengan om Lee."

"Hm.. Apa hubungannya dengan anda datang ke saya pagi ini?" Gw sengaja pakai bahasa formal.

"Soal kemarin mas. Gimana? Masnya mau nya gimana agar ada kata sepakat?" Tanya dia agak menekan.

"Saya ga akan jual tanah itu. Saya baru akan jual, saat sudah ada bangunan di atasnya. Jelas kan kemarin saya bilang gitu."

"Mas, boss saya sudah menawarkan tawaran yang baik lho. Biasanya.." Gw potong omongannya.

"Apa? Silahkan perlakukan saya dengan 'biasanya' yang anda lakukan. Saya tidak akan mundur."

"Mas, tanah itu susah untuk dibangun." Membelokkan bahasan dia, tapi di otak gw muncul ide.

"Saya tahu. Boss mu mencari tombak kan?" Tanya gw sengit, dan bisa gw lihat perubahan ekspresi di wajahnya.

"Jadi, kamu tahu mas?"

"Posisinya juga saya tahu. Gimana kalau saya jual tombak yang dicari boss mu itu."

"Ini serius mas?"

"Sampaikan salam dan pesan saya. Nomor hp saya belum berubah."

Tanpa penjelasan lebih lanjut, gw cabut dari sana. Sempat papasan dengan 'teman' gw. Kita ga saling tegur, melihat pun tidak. Jelas, wong dia lagi sok baca buku kok. Entah dari mana datangnya ilham soal menjual tombak itu ke Mr. X. Gw tahu, Pak Arief bukan orang yang bisa berbohong. Makanya gw sangat yakin jika petunjuk yang beliau berikan ke gw kemarin adalah benar, dan memang di situlah barang laknat itu berada. Semoga dengan cara ini, mafia sialan mau menjauh dari gw dan ga mau ikut campur urusan gw lagi.

Sebenarnya ini taktik kuno sih. Saat kita tahu apa yang diinginkan oleh lawan, kita sangat bisa memainkan perasaan mereka. Perasaan ingin memiliki terhadap sesuatu, hehe. Kalau pun gw gs tau di mana tombak itu berada, gw tetap bisa kok memainkan mereka. Asalkan gw tahu apa yang mereka butuhkan. Baiklah, sementara ini dulu. Biarkan saja mereka itu menerka-nerka apa yang gw ketahui tentang tombak itu. Dengan begitu, paling tidak fokus mereka akan teralihkan. Tidak terus menerus memberikan tekanan pada gw untuk menjual lahan yang gw miliki.

Quote:
Kantor... Gw ingat betul jika bangunan ini dulu lumayan angker. Namun, gw menolak tunduk dan memilih ribut dengan demit penghuni sini. Bukan apa-apa, letaknya yang strategis dan harga sewa nya yang murah, menjadi pertimbangan gw untuk tetap nekat menggunakan bangunan ini untuk kantor. Nyatanya, sampai hari ini semuanya lancar saja. Omzet, hitungannya masuk dan bagus untuk pemula macam gw.

Eka terlihat sibuk menangani kastamer. Tentu gw ga akan intervensi yang seperti itu. Masih banyak kerjaan di ruangan gw. Biarlah yang di luar diurus oleh Eka. Ketika pendelegasian wewenang sudah gw lakukan, konsekuensi yang gw tanggung adalah, gw harus percaya 100% dengan dia, yang gw beri wewenang. Jika gw masih ikut campur, itu artinya gw pemimpin yang gagal dan tidak pecus urus sebuah wewenang.

Quote:
"Ndo, teman Papa lu udah memberikan DP." Ujar Eka sesaat setelah masuk ke ruangan gw.

"Hah? Lha soal desain dan lain-lain gimana Ka? Kan belum duduk bareng buat dibahas." Tanya gw kemudian.

"Belum dibahas, tapi kan udah lu kirim ndo. Dia setuju dengan desain yang lu ajukan. Nih, dokumen lengkapnya. Tinggal lu kasih disposisi aja ndo."

"Siap." Gw cek sejenak tumpukan kertas dalam map di depan gw.

"Btw, hari ini gw izin ya ndo? Hehehe."

"Maksudnya izin gimana Ka?" Tanya gw sambil menatap wajah cantiknya.

"Izin jam 1 naik ke atas ndo, soalnya ada kuliah yang ga bisa gw tinggal hehehe."

"Kirain apaan, ya udah gapapa."

"Nanti kalau udah selesai, gw balik ndo, tenang aja."

"Ga usah lah Ka, nyakang. Nanti kalau gw butuh lu, gw yang akan naik ke atas." Ujar gw.

"Ya udah kalau gitu."

"Sippp."

Orang jika bekerja dengan sungguh-sungguh dan ada komitmen, mau ninggalin tanggung jawab itu sulit. Ya seperti Eka gitu lah, harus nya dia paham, kalau dia ga balik pun semua akan baik-baik saja. Toh, jika ada hal yang gw butuhkan, bisa dia siapkan sekarang bukan? Ya sudahlah, tinggal kasih reward saja untuk Eka. Toh pencapaian usaha gw juga bagus ko. Anggap saja sebagai penghargaan dan juga sesuatu yang akan memacu dia bekerja lebih gila lagi.

Gw memutuskan untuk jaga gawang saat Eka kuliah. Ini kesempatan gw untuk lakukan cek dan ricek. Bukan tidak percaya dengan Eka iya. Namanya juga prosedur pengamanan kalau memang bersih, ya ngapain juga harus khawatir. Gw hampir saja menyelesaikan semua dokumen untuk diperiksa saat Cathrine datang. Semoga dia tidak membawa berita buruk. Misalnya, dia banyak nanya soal gimana hubungan gw dengan Reni.

Quote:
"Ndo, lu punya masalah sama Mr. X?" Baru datang, muka serius, dan langsung duduk di kursi depan gw.

"Sama sekali ga Cath. Kalau dia anggap gw punya masalah, itu lain soal." Jawab gw, santai. Sangat santai malah.

"Soal lahan ndo? Lu lepas aja deh, toh dia ga akan sewenang-wenang kok kalau ngasih harga. Dikasih lebih kan lu?" Sial, tahu dia.

"Ini bukan soal lahan ya. Ini soal harga dari diri gw Cath. Kalau gw lepas yang ini, kelak kalau gw punya dan dia tertarik, maka dia akan pakai cara yang sama."

"Lalu lu datang, peringatkan gw agar lepas lagi. Lalu, kapan gw punya kesempatan usaha? Bajing*n kayak gitu, sekali-kali perlu diajak menginjak neraka." Jelas gw.

"Hadeh, lu ga tahu kan ndo sepak terjang dia itu kayak apa?"

"Emang lu tahu?" Tanya gw balik.

"Ga sih, cuma dari cerita."

"Makanya gw mau lihat, sekuat apa sih dia? Kok sampai semua orang mewanti-wanti gw. Gw ga lagi main-main Cath, gw lagi usaha, itu saja."

"Terserah lu lah ndo. Tapi jangan sampai Lina tahu ya? Kasihan dia kalau harus mikir lagi."

"Kalai itu tenang Cath, dia hanya tahu yang baik-baik saja kok soal gw. Yang ga enak dan mengenaskan, biar jadi milik gw saja."

"Termasuk cerita soal Reni? Hehehehe."

Ini seperti ledakan yang gw rakit sendiri, dengan komposisi obat mercon sekitar 0,5 kg, gw sulut dan sayangnya gw salah hitung. Yang harusnya gw segera lari, malah tetap ads di tempat dan mercon itu pun meledak. Sial!








Ciaooo...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
andrijuwira15 dan 43 lainnya memberi reputasi
44 0
44
Catatan Yang Terbuka
27-12-2019 18:52
Quote:Original Posted By Arikempling78
Arep update nganggo akune sopo wae ra dadi masalah yo om, ha ha ha
Penting rutin.
Sing dadi masalah mung siji om, juragane tambal ban ranek kabare saiki,
Kangen karo cocote nek njeplak, oro nganggo rem babar blas.

Urung wayahe metu mosok ditokke om??? emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By rheeashe
Bahaya nek nggo le menyerang tapi klo berteman yaa gak akan bahaya... emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin emoticon-Angkat Beer

Hahahahaha... Leg aku sih kalem wae lah mba, wes tuo saiki... emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
londo.046 dan rizkisurya.87 memberi reputasi
2 0
2
Catatan Yang Terbuka
27-12-2019 19:22
selama jalan cerita iki, azwan ndak yo ngerti kabare njenengan om ndo ?
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
27-12-2019 19:22
Quote:Original Posted By rudy.mom

Hahahahaha... Leg aku sih kalem wae lah mba, wes tuo saiki... emoticon-Big Grin


Wes ra bar2yaaa mas? emoticon-Ngakak (S)
Tuuu kan little circle itu lebih mudah ketemunya... Tapi kenopo mr x iki aku mung iso kiro2 emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
Bener mas.. jangan kamu tambahin bebane lina.. urip dewe kr momong bocah q nggak enak.. punya duit banyak juga ttp ada yg kurang.. emoticon-Angkat Beer
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
27-12-2019 20:00
Quote:Original Posted By rudy.mom
Urung wayahe metu mosok ditokke om??? emoticon-Big Grin

Hahahahaha... Leg aku sih kalem wae lah mba, wes tuo saiki... emoticon-Big Grin


Koyo wayang wae bos, metu nganggo wayah ha ha ha.

Nek pas moco critomu aku kadang kelingan anak anak Parkerin seko Salah satu SMK kudus om.
Etos kerjane manteb tenan
Semangate tak acungi jempol
Nek tandang gawe cak cek ora wigah wigih, kecerdasane di atas rata rata anak anak smk lokal.
Kadang sok mbayangke opo anak anak parkerin mbiyen ki kesehariane opo yo koyo sampean.
Sing paling tak eling eling oleh oleh jenange seko anak anak om.
Jenang kudus rasane manteb tenan.
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
27-12-2019 20:11
wihhhh.. tanpa tendeng aling-aling langsung senggol kalo lu tau apa yang diinginkan Mr.X... tinggal menunggu reaksinya aja deh...
profile-picture
profile-picture
londo.046 dan shuwal memberi reputasi
1 1
0
Catatan Yang Terbuka
27-12-2019 20:43
Kalo lina tau, pasti jawabanya "gapapa asal bukan Angel" emoticon-Big Grin
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Halaman 383 dari 411
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
cerpen-move-on
Stories from the Heart
topeng-warisan-setan
Stories from the Heart
surat-izin-untuk-hidup
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
sfth-kurebut-suamimu-teh
Heart to Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia